
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
" Tuan Mark sedang berada di rumah sakit, ia mengalami kecelakaan di jalan Kemuning."
Kabar dari Reno tentu bagai petir di siang bolong, Adam sampai menjatuhkan ponselnya berbarengan dengan jatuhnya satu tetes cairan bening dari matanya juga.
Ayunda yang melihat hal itu tentu langsung meraih benda pipih yang tergeletak di lantai tepat di kaki suaminya.
"Hallo, Ren. Ada apa? mana putraku" tanya Ayunda mulai panik.
"Maaf Nyonya. Tuan muda sekarang ada dirumah sakit, ia mengalami kecelakaan motor dan kini dalam keadaan kritis" jelas Reno, Ayunda yang tak percaya malah menangis histeris dan Adam yang melihat itu tentu langsung menenangkan istrinya, ibu dari anaknya yang kini sedang berjuang antara hidup dan mati.
"Mark, dia tak apa-apa kan?"
"Ku mohon tenang. Kita kerumah sakit sekarang" ajak Adam setelah ia bisa menguasai dirinya sendiri yang tadi mendadak lemas bagai tak bertulang.
Keduanya langsung menuju tempat kini si sulung mendapat perawatan, Adam melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai tapi di tengah jalan tepatnya di jalan Kemuning dadanya mendadak sesak saat ia melewati tempat tadi terjadi kemacetan lalu lintas yang cukup lumayan parah.
Apa disini ia kecelakaan? Andai papa tau itu kamu, Nak.
__ADS_1
.
.
.
Sampai dirumah sakit, Adam dan Ayunda langsung ke ruang UGD setelah bertanya pada suster yang berjaga di depan tentang korban kecelakaan. Pintu yang tertutup rapat semakin membuat pasangan suami istri semakin khawatir dan serba salah. Pikiran yang kalut dan takut terus menyelimuti hati mereka.
"Pinta dokter selamatkan anakku, ku mohon" lirih Ayunda di sela isak tangisnya yang begitu pilu.
"Dokter pasti melakukan yang terbaik, kamu gak perlu khawatir, Nda" balas Adam, di saat seperti ini tentu ia akan mengesampingkan ego dan rasa bencinya lebih dulu. Ia akan menganggap Ayunda hanya sebagai ibu dari anaknya dan Adam juga akan memposisikan dirinya hanya sebagai Ayah dari anak yang didalam sana kini pasti sedang berjuang melawan rasa sakit yang luar biasa.
Ia akan memberi tahu Adam lebih dulu sebelum pria itu bertanya, itulah yang membuat Adam begitu menyukai pekerjaan Reno yang semuanya tanpa menunggu perintah darinya.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Adam saat ia dan tangan kanannya itu duduk bersebelahan ketika di rasa Ayunda kini jauh lebih baik.
"Tuan Mark mengendarai motor besarnya dengan kecepatan cukup tinggi sampai tiba-tiba motornya oleng dan jatuh tepat di depan truck tanah yang berlawanan arah."
Adam menundukkan wajahnya, ia tak bisa membayangkan sesakit apa rasa yang di alami putranya kini.
__ADS_1
Anak yang baru bersama lagi beberapa waktu setelah lima belas tahun berpisah.
"Apa ada alasan lain, kenapa bisa terjadi kecelakaan?" tanya Adam lagi.
"Itu bisa kita tahu dari team dokter yang kini masih memeriksanya, Tuan"
Belum sempat Adam kembali bertanya, keduanya menoleh saat melihat pintu ruang UGD terbuka.
Ada satu dokter berkaca mata keluar dari sana dengan raut wajah yang tak ingin di tebak oleh Adam, Reno maupun Ayunda yang kini berdiri dan menghampiri.
"Bagaiamana anak saya dokter?" tanya Adam dan Ayunda berbarengan.
"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain. Pasien dinyatakan meninggal dunia lima menit lalu. Kami selaku team dokter turut berduka cita yang sedalam-dalamnya"
Pengakuan Dokter tersebut membuat Ayunda langsung tak sadarkan diri, ia hampir jatuh ke lantai jika Adam tak langsung menangkap tubuh langsing nya.
Dalam keadaan pingsan Ayunda dibawa ke ruang rawat untuk bisa beristirahat dengan nyaman di temani Adam yang juga sama terlukanya.
Dunia bagai runtuh dalam sekejap saat Reno memberitahu jika kecelakaan itu terjadi karna Mark membawa motornya dalam pengaruh obat obatan terlarang.
__ADS_1