
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Malam pertama adalah malam yang di nanti setiap pasangan yang baru saja menikah, apalagi jika si pengantin adalah perawan dan perjaka, tentu ini akan menjadi pengalaman yang tak akan terulang seumur hidup.
"Mau mandi gak?" tanya Langit sambil menangkup wajah cantik istrinya.
"Males" sahut Cahaya dengan memanyunkan bibirnya yang ranum dan merah muda.
Dulu, Langit biasa saja saat melihat tingkah Cahaya yang seperti itu, tapi tidak untuk malam ini. Ada desiran lain dalam hatinya yang seakan memancing jiwa kelelakiannya.
Langit mengangkat dagu Cahaya dengan jari telunjuknya agar bisa sedikit mendongak. Tatapan yang bertemu membuat keduanya diam sesaat.
"Adek mau mandi"
Cahaya langsung menepis tangan Langit dan dengan cepat ia pun kabur masuk kedalam kamar mandi.
Meski sejak kecil sudah tinggal bersama, mereka tetap tau aturan dan batasan terlebih saat keduanya beranjak remaja lalu sadar jika sayang mereka lebih dari rasa persaudaraan.
.
.
Langit yang baru masuk kedalam kamar, tersenyum kecil saat melihat Cahaya sedang duduk bersandar di punggung ranjang. Kini tubuh tingginya pun mendekat lalu meringsek naik keatas tempat tidur.
__ADS_1
"Geser, dek"
"Gak mau!" sahut Cahaya tanpa menoleh.
"Ish, Abang tindih ya" goda Langit.
"Nah, ini baru adek mau" kekeh si cantik sambil menutup mulutnya saat tertawa, apalagi saat tangan Langit menggelitik pinggang rampingnya.
Cahaya yang sudah masuk kedalam pelukan sang suami mulai di ciumi pucuk kepalanya berkali-kali karna pria itu bagai tak percaya jika kini ia sudah menghalalkan gadis kecilnya yang ia jaga sejak pertama kali menyapa dunia.
"Dua puluh tahun abang nunggu, untung kamu bukan jodoh orang ya de'." ujar Langit yang kini perasaannya jauh lebih tenang.
"Adek udah ketauan setiap hari ada dirumah. Tuh abang yang suka meeting sama yang cantik cantik, inget gak sama adek?" ledek Cahaya, bohong rasanya jika tak ada rasa curiga dalam hati, pada saat sekolah saja ia harus berjuang mempertahankan apalagi saat Langit berkerja dan sukses. Banyak wanita yang berlomba mendapatkannya meski tahu jika Langit hanya anak angkat Rahardian tapi kuasa dan harta semua di sama ratakan.
"Ya, udah gak usah belok tapi ngerayap aja ya" goda Cahaya, Langit yang mendengarnya pun sampai memerah pipinya.
Dibanding Cahaya, tentu Langit yang lebih polos karna adik kecilnya itu sudah sedikit terkontaminasi oleh kakaknya juga ontynya berbeda dengan Langit yang terkadang pura pura tak paham jika Air dan Reza sedang bergurau hal mesum.
"Adek mau abang merayap? berubah kaya spiderman gitu?" kekeh si pria tampan dengan segudang prestasi.
"Boleh"
"Merayap dimana? emang udah mau sekarang?" tanya Langit yang terpancar keraguan di kedua matanya.
__ADS_1
"Emang mau kapan?"
"Abang takut adek sakit. Bohong kalo abang gak mau tapi abang mikirin kamu. Gimana kalo tengah jalan udah tanggung terus kamu jerit-jerit?" ujar Langit membayang yang tak seharusnya terjadi.
"Udahan lah, Emang abang tega?" cibir Cahaya.
"Nah itu dia, padahal nih ya Abang itu udah di ajarin Sama tiga suhu ranjang sekaligus, keren kan?" ucapnya bangga dengan menaik turunkan alisnya.
"Kok banyak banget. Otak abang lama lama udah mulai geser dan sesat nih kayanya" kata Cahaya sambil menunjuk kening Sang suami dengan jarinya.
"Hayo, suhu mana yang udah ajarin abang?" sambung Cahaya lagi
.
.
.
Gajah, Buaya dan Phyton
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Wis, tidak di ragukan lagi 🤣🤣🤣
__ADS_1
Si bungsu ikut deretan pawang juga, setelah Hutan, kebun dan kerang ☺