
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Alah.. Breng sek!"
Satu pukulan mendarat di pipi kanan Adam tanpa basa basi, membuat pemuda itu terhuyung ke aspal. Ia yang menerima bogem mentah dari orang tak di kenal itu pun berusaha bangkit kembali.
"Kalian siapa?" pekiknya kesal menahan amarah.
Belum sempat menjawab tiba tiba satu mobil berhenti di belakang kendaraan Adam, semuanya menoleh saat mendengar teriakan dari sosok pria yang suaranya sangat di hafal olehnya.
"Ada apa ini? apa apaan kalian!"
Papa Adam yang datang menghampiri langsung berteriak, apalagi saat melihat anak bungsunya itu terluka di bagian ujung bibir.
"Pah,.. "
"Diam kamu!"
Orang yang memukul Adam tadi semakin menantang, ia malah berdecak pinggang seakan tak takut sama sekali.
"Anda siapa?" tanya satu orang lagi yang sedari tadi duduk di motor, Adam terperanjat kaget saat melihat orang itu membuka helmnya.
"Bapak!" gumam Adam pelan.
"Kalian ada urusan apa sampai memukuli anak saya di pinggir jalan seperti ini?"
"Oh, jadi Anda ayah nya? baiklah saya akan beri tahu urusan saya dengan anak anda, Tuan" ucap Bapak dengan senyum menyeringai.
"Ayo katakan, jangan buang waktu saya" jawab papa dengan angkuhnya.
__ADS_1
Bapak berjalan semakin mendekat kearah papa yang kini sudah melipat tangannya didada.
"Anak anda sudah membawa kabur putri saya dari kemarin, banyak saksi yang melihatnya. Saya akan laporkan kasus ini ke polisi"
******
Anak kurang ajar
Brandal.
Beraninya membuat malu keluarga!
Adam terus di pukuli oleh papa dengan ikat pinggangnua di ruang tamu, para pelayan, supir dan satpam sungguh tak tega melihat Tuan Muda mereka yang baik itu di siksa di hadapan ibu dan kakaknya sendiri.
Tak adanya perlawanan membuat papa semakin geram, Adam hanya meringis kesakitan dengan cara menggigit bibir bawahnya sendiri. Ia diam seribu bahasa meski kini punggung lengan dan dadanya penuh dengan luka.
"Aku mencintainya... sangat mencintainya, Pah"
Bagas menyeringai saat kata cinta keluar dari mulut adiknya itu, adik yang ingin ia lenyapkan sedari lama agar bisa menguasai seluruh harta Biantara.
"Cinta kamu bilang? masih berseragam sekolah kamu sudah melakukan hal jauh di luar batas! Lihat kakak mu dia... "
"STOP"
Kali ini Adam mencoba untuk bangun meski tubuhnya sakitnya semua, ia berdiri sekuat tenaga sambil menatap nyalah ke arah papanya.
"Cukup membandingkan ku dengannya, papa mau bilang kalau dia saja tak pernah memiliki kekasih, 'kan?"
"Hah, tentu tak punya karna dia tak punya hati"
__ADS_1
Plaaaak
Kini hadiah tamparan Adam dapatkan dari mamanya, wanita yang seharusnya kini sedang memeluk ia yang merasakan sakit luar biasa.
"Tak ada diantara keluarga Biantara yang sepertimu, Semuanya tak pernah main main dengan wanita" tegas mama dengan tatapan seakan ingin melahap nya.
"Aku tak main-main, aku mencintainya, Mah"
"Kalau kamu gak main main, mana mungkin di bawa kabur? aku gak bisa bayangin kalian udah ngapain aja. Jangan sampai anak gadis orang hamil ya" timpal Bagas yang langsung membuat kedua orang tuanya bagai terhujam benda tajam di bagian jantung mereka.
"Jaga omonganmu!" tunjuk Adam pada Bagas yang duduk santai tangan melipat di dada.
.
.
.
.
.
.
.
Mulai hari ini kamu Jangan keluar rumah!
Papa akan ambil semua fasilitasmu, mulai dari motor, mobil credit card sampai ponsel.
__ADS_1