Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 96


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Pil KB ku! ya ampun, aku taruh dimana benda itu tadi?!!"


Diana yang nampak gelisah hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil terus bergumam dalam hati, kejadiannya begitu cepat bahkan ia meminumnya tanpa air putih sama sekali karna Adam benar-benar langsung menyergap nya tanpa ampun.


Sampai di rumah, Diana segera turun tanpa menunggu kekasihnya lagi. Ia masuk kedalam sambil berlari dengan sangat terburu-buru.


Braaakk.


Pintu kamar dibuka dengan cukup keras, Diana membuka laci nakas di sisi tempat tidur kanan dan kirinya untuk memeriksa, Ia juga berjongkok untuk mencari pil Kbnya di yang mungkin saja terjatuh di kolong ranjang.


"Kemana sih?" sentaknya kesal dan takut seraya mengacak-acak selimut juga bantal yang masih berantakan.


"Pilnya tinggal satu, kalo sampe gak ketemu aku akan bener bener takut banget" gumamnya lagi mulai frustasi.


Diana yang pasrah akhirnya duduk di lantai dengan tangan mulai basah oleh keringat takut dan khawatir.


.


.

__ADS_1


"Kamu cari ini?" tanya Adam sambil melempar benda yang sedang kekasihnya itu cari sedari tadi tepat ke hadapan gadis kesayangannya.


"Adam!" lirih Diana tercengang.


"Kamu cari ini?" pria tinggi dengan sorot mata tajam itu pun mengulang pertanyaannya.


"Ini vitaminku, ya Aku mencarinya, terimakasih sayang" jawab Diana sambil meraih benda tersebut lalu bangun kemudian berhanbur memeluk Adam.


"Kenapa minum Vitamin?" tanya Adam masih berusaha tenang padahal hatinya begitu bergemuruh penuh umpatan.


"Hanya vitamin biasa, bukan hal yang harus kamu khawatirkan, sayang" ucap Diana, ia merasa aneh saat prianya itu tak membalas pelukannya.


Adam yang sudah tak tahan akhirnya mendorong tubuh langsing kekasihnya itu ke tengah ranjang, Diana yang kaget hanya bisa diam karna degupan jantungnya sudah benar-benar tak bisa ia kendalikan.


"Adam, kamu kenapa?"


Seringai senyum terlihat jelas di wajah tampan Adam yang tanpa Diana tahu jika prianya itu kini menjadi seorang mafia yang sudah berkali-kali menembakkan peluru tepat di kepala mau pun jantung musuh juga para pengkhianatnya.


Sebab yang Diana tahu, sandaran hatinya itu laki-laki baik yang memanjakannya dengan limpahan harta yang halal.


"Dee, kesayangan ku ini sepertinya sudah pandai menyembunyikan sesuatu. Sudah pintar mengambil keputusan tanpa bicara dengan ku, Iya?!" ucap Adam sambil melucuti semua yang menempel pada tubuh Diana.

__ADS_1


"Aku tak paham, kamu kenapa sih?!" sentak Diana untuk menutupi rasa takutnya.


Adam terkekeh kecil, Ia merenggangkan kedua paha Diana agar phytonnya bisa luluasa masuk mengobrak-abrik sarangnya tanpa ampun. Milik Diana yang penuh sesak terasa perih karna kali ini ia tak menikmati apa yang di lakukan kekasihnya.


"Keluarkan Des ahamu, Dee"


Diana menggelengkan kepalanya, ia yang sudah sangat takut hanya pasrah karna mulai menebak apa salahnya karna setahunya ia hanya melakukan satu kebohongan pada Adam yaitu meminum pil KB secara diam-diam.


Pelepasan pertama Adam rasakan begitu luar biasa, ia selalu puas saat menumpahkan lahar panasnya meski kali ini ia tak merasakan Diana sampai di puncaknya.


Adam tak hanya sampai situ menghukum sang kekasih karna ia kini mulai meninggalkan banyak jejak di dada juga leher Diana dengan sangat banyak.


"Masih mau menutupi salahmu, Dee?" tanya Adam saat bangun dari atas tubuh polos kekasihnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf.. aku akan mengakui semuanya, tapi aku **punya** alasan!


__ADS_2