
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Malam ini aku ingin tidur dalam pelukanmu ya" lirih Ayunda seakan memohon lewat sorot matanya.
Adam hanya mengangguk lalu masuk kedalam selimut setelah mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan celana pendek.
Ayunda meringsek masuk kedalam pelukan suaminya yang nampak lelah dan mengantuk. Ia benar-benar merasa nyaman saat Adam mendekapnya meski tak terlalu erat.
"Aku bahagia malam ini, setidaknya aku tak merasa sendiri setalah mama dan papa meninggal" seru Ayunda yang langsung membuat kedua mata Adam kembali terbuka dengan hati mencelos.
"Kamu tak pernah sendiri, ada keluargaku yang akan menjagamu disini, anggap mereka seperti kedua orang tuamu karna mereka pun tak hanya menganggapmu sebatas menantu Biantara" jelas Adam mengingatkan jika memang Ayunda sejak awal Ayunda sudah di Terima baik oleh keluarganya.
"Aku tahu, mereka sangat baik tapi aku tak hanya butuh pengakuan aku juga butuh kasih sayang dari anak mereka, ki harap kamu paham"
"Sudahlah, cepat tidur! ini sudah sangat malam nanti kamu semakin sakit" titah Adam yang kembali memejamkan matanya.
"Kamu selalu menghindar saat aku meminta hal itu, aku hanya ingin kamu mencintaiku"
__ADS_1
Adam tak menjawab, ia tak ingin urusan keluh kesah Ayunda justru semakin panjang hingga berakhir perdebatan yang langsung membuat suasana hatinya kacau seharian.
Adam sebisa mungkin masuk ke alam mimpi tapi gesekan dua daging kenyal di dadanya membuat sesuatu di bawah sana menegang secara bertahap dan puncaknya adalah saat jari lentik sang istri bermain di lehernya.
Ini bukan yang pertama kali Adam dan Ayunda tidur satu ranjang di bawah selimut yang sama bahkan Ayunda dulu sering menggodanya lebih dari ini dengan ber te lanjang di depan matanya tapi Adam tak pernah perduli, hanya ada naf su tapi ia tak berhasrat sama sekali, berbeda dengan malam ini meski matanya terpejam tapi rasa itu seakan meronta ingin tersalurkan dengan segera.
"Sayang, aku ingin di sentuh olehmu, boleh?" bisik Ayunda setengah bangun, dan betapa terkejutnya Adam saat wajah mereka kini begitu dekat.
"Tidurlah, aku lelah. Kita bisa melakukannya di lain hari" tolak Adam meski berat melakukan itu karna ia sedang menahan gejolak bira hinya sendiri.
Adam diam sesaat, bayangan Diana terlintas dalam benaknya bagaimana tangis dan tawa gadis itu selalu membuat ia semakin jatuh dalam rasa cinta luar biasa.
"Aku tak bisa melakukannya, cepatlah tidur. Ku mohon!" dengan cepat Adam membaringkan lagi tubuh Ayunda, ia peluk istrinya sebagaimana seperti ia memeluk bantal guling.
"Kamu yakin tak ingin menyentuhku? padahal milikmu sudah sangat keras ku rasakan" goda Ayunda sambil terkekeh.
Adam membuang napas berat, memang benar yang di katakan Ayunda jika phyton besarnya kini sedang mencari sarang untuk ia bisa menyemburkan BISA nya.
__ADS_1
Dulu Adam bisa menahannya karna memang tak pernah tahu rasa nikmat itu, berbeda dengan sekarang yang sudah seperti candu akan pelepasan sempurna di dalam tempat yang seharusnya.
Tanpa berkata lagi Adam bangun dan langsung melepas kain tipis yang menutupi lahan bercocok tanam nya yang gersang tanpa apapun
Adam membuka lebar kedua paha Ayunda dan langsung menerobos nya tanpa ampun, ada rasa aneh dan tak sama saat sang phyton masuk kedalam sarang barunya itu.
.
.
.
.
.
Kenapa begitu mudah? siapa yang mendahului ku?
__ADS_1