Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 121


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.


"Ok, papah kesana sekarang" jawab Adam menyetujui permintaan putra pertamanya yang lahir dari rahim istri sahnya yang ia tiduri sekali selama pernikahan mereka.


"Mark ingin makan siang denganku, kamu kembali saja ke markas karna aku menemuinya sendiri" titah Adam pada Reno, tangan kanannya yang begitu setia dan tak pernah berkhianat sama sekali.


"Baik, Tuan"


Keduanya berjalan beriringan keluar dari Perusahaan Rahardian Group menuju tempat parkir dimana mobil mewah milik Adam berada. Ia mengendarai mobilnya sendiri menuju tempat yang sudah di tentukan oleh Mark. Entah apa yang akan di bicarakan si sulung sampai begitu ingin bertemu dengannya secara mendadak, padahal saat sarapan pagi Mark terlihat biasa saja terhadapnya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, sampai tak terasa setelah empat puluh menit akhirnya ia sampai di tempat tujuan.


Adam memilih area privat di resto tersebut agar nyaman saat mengobrol dengan Mark nantinya. Sebenci apapun ia pada Ayunda, Adam tak pernah memperlihatkannya di hadapan sang putra.


Mark hanya tahu jika kedua orangtuanya itu selalu baik-baik saja dan saling mencintai tanpa ia sadar jika selalu ada perdebatan panjang jika sudah berada dalam kamar.


Lima menit, sepuluh menit, tiga puluh menit hingga lima puluh lima menit Adam menunggu tapi Mark tak kunjung juga terlihat batang hidungnya.

__ADS_1


Berkali-kali ia mencoba menghubungi tapi hasilnya selalu suara operator telepon lah yang ia dengar.


Maaf, nomer yang Anda tuju sedang berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi.


"Kamu dimana sih?" gumam Adam mulai tak tenang apalagi saat Ayunda pun tak tahu kabar putra mereka saat ini karna yang terakhir di katakan Mark adalah jika ia ingin bentemu dengan papahnya di salah satu tempat yang kini di pakai Adam menunggu.


Adam yang mulai tak enak hati akhirnya meminta Reno untuk mencari keberadaan keturunan sah Biantara tersebut yang tak kunjung datang setelah lebih dari satu jam ia menunggu.


Ia bangkit dari duduknya dan berniat untuk pulang, Adam memilih menanti dirumah dan akan mengobrol juga disana jika Reno sudah bisa menemukan jekak Mark.


"Yang bikin males tinggal di ibu kota ya begini!" rutuknya kesal yang kini malah semakin di buat kesal tentunya.


Jalanan kembali normal setelah mobil mewahnya berhenti menunggu giliran kurang lebih sepuluh menit, Adam yang sebenarnya sedang buru-buru tentu tak menyiakan waktunya lagi hingga harus menambah kecepatan agar lekas sampai.


Gerbang rumah yang menjulang tinggi langsung di buka oleh satpam saat Tuan besar mereka datang tepatnya setelah membunyikan klakson. Kini ia turun dari mobil mewahnya itu untuk mencari Ayunda.


"Mana Mark?" tanya wanita yang masih memiliki tubuh semanpai itu.

__ADS_1


"Harusnya aku bertanya, apa dia sudah pulang?!"


Pertanyaan Adam di jawab dengan gelengan kepala oleh istrinya yang berubah panik, pasalnya putra mereka tak pernah sampai hilang kabar seperti ini di tengah janjinya yang ingin bertemu dengan papanya sendiri.


Adam dan Ayunda yang duduk di ruang tamu sampai terlonjak kaget saat sering ponsel Adam berbunyi di atas meja.


Perasaan lega menyelimuti hati Adam saat nama Reno muncul di layar benda pilihnya.


"Iya, Ren. Ada apa? apa kamu sudah tahu dimana putraku?" tanya Adam langsung tanpa basa basi.


.


.


.


Tuan Mark sedang berada di rumah sakit, ia mengalami kecelakaan di jalan Kemuning.

__ADS_1


__ADS_2