Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 75


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Sedikit lagi sayang" Adam terus mengerang nikmat saat miliknya yang tegak dan menegang sudah masuk hampir seluruhnya ke dalam rongga mulut Diana, gadis itu terus berusaha mengantar Adam menuju pelepasan. Diana yang sudah tiga kali menggapainya, tentu kini tinggal giliran Adam yang mendapat rasa nikmat tersebut.


"Dee, kamu yang terbaik, sayang."


Adam memegang rambut panjang Diana yang sudah basah dengan keringat cinta mereka, meski tak ada penyatuan tubuh yang keduanya lakukan tapi sudah membuat mereka bagai terbang menembus nirwana yang penuh dosa.


Lenguhan Adam akhirnya menggema ke seisi kamar setelah Diana di tarik dan di baringkan, tubuh tingginya kini sudah berada di atas sang pujaan hati. Adam menjepit miliknya di antara dua bukit bulat menantang milik Diana. Ia yang memang sudah berada ujung pelepasan akhirnya mengeluarkan lahar panasnya diatas dada wanita yang selalu memberinya kepuasan bathin meski tak sepenuhnya.


"Selalu nikmat, sayang" bisik Adam yang terbaring lemas.


Diana mengusap seluruh keringat di wajah Adam, tak ada yang lebih membahagiakannya selain melihat pria yang di cintainya itu penuh kepuasaan.


Adam yang sudah terlelap langsung di tinggalkan Diana membersihkan diri, setelah membereskan ceceran lahar panas mereka di sepre juga selimut, karna bukan sekali dua kali melakukannya.


.


.


Lampu ponsel Adam yang menyala karna ada panggilan masuk membuat Diana akhirnya meraih benda pipih tersebut yang memang tergeletak begitu saja di atas meja rias samping tempat tidur. Ada nama Ayunda yang tertera disana. Senyum kecut terlihat jelas di wajah cantik Diana yang baru saja keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Hanya dengan handuk pendek yang melilit di tubuhnya ia naik kembali keatas ranjang membangunkan Adam dengan menyentuh telinga Adam dengan hidung mancung nya.


"Sayang, ponselmu berdering. Ada begitu banyak panggilan dari istrimu" bisik Diana, Adam hanya bergeliat kecil di balik selimut yang menutupi tubuh polosnya usai ber Cinta tadi.


"Sayang, angkat dulu sebentar, setidaknya balas puluhan pesannya"


Adam yang merasa terganggu akhirnya mengerjap, ia tersenyum saat melihat Diana dengan rambut basah kini sudah tepat di hadapan wajahnya.


"Apa? mau lagi?" Adam justru menggoda dengan membuka handuk Diana.


"Hey, aku meminta mu memberi kabar dulu pada istrimu bukan menarik tubuhku lagi" kekeh Diana yang merasa geli karna Adam menciumi leher dan tengkuknya.


"Setidaknya beri aku asupan gizi dan vitamin dulu dari susu mu ini, Sayang" rayunya lagi sebelum akhirnya memasukkan salah satu pucuk gunung Diana ke dalam mulutnya yang reflek membuat Diana men de sah, gairah keduanya kembali naik saat Adam melempar handuk dan selimut sampai keduanya saling menindih dalam keadaan polos.


"Angkat dulu, jangan buat dia khawatir mencarimu" titah Diana, sebagai sesama wanita tentu ia tahu rasanya di abaikan.


"Tanggung, Dee. " rengek Adam yang tak mau melepas pelukanny.


"Setidaknya balas salah satu pesannya, di mengirimmu puluhan pesan, dia pasti menunggumu pulang"


"Datang! hanya kamu tempatmu pulang, Dee" tegas Adam.

__ADS_1


"Iya, maaf"


Diana bangun dari atas tubuh kekasihnya itu dan langsung meraih ponsel milik Adam. Adam meraihnya dengan malas sambil membuang napas berat.


"Ya, Hallo"


Diana yang sudah kembali ke dalam pelukan Adam sempat menitikan air matanya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Dia bisa berbicara denganmu di depanku..


Tapi aku tak pernah bisa berbicara denganmu di depannya!


__ADS_2