Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 63


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Adam yang datang saat hampir tengah malam tentu sudah di tunggu oleh Eyang di teras rumah mewah miliknya, wanita itu langsung bangun saat ada mobil yang datang melewati pagar hitam yang menjulang tinggi.


"Eyang, apa kabar?" tanya Adam setelah mengurai pelukan.


"Kabar baik, Den Adam sendiri bagaimana?" Eyang balik bertanya.


"Aku baik, meski tadinya sangat tak baik"


Adam menghapus air mata di wajah tua Eyang yang sudah berkeriput, entah apa jadinya ia dan Diana jika tak ada Eyang diantara mereka yang selalu menjadi penghubung dan penjaga hubungan keduanya yang kini merenggang bahkan nyaris kandas.


"Dimana, Dee?"


"Dikamarnya, sudah tidur sehabis makan malam tadi" jawab Eyang yang ikut tersenyum saat melihat rona bhagia di wajah Adam.


"Se sore itu?" tanya Adam dengan mengernyitkan dahinya.


"Ya, usai makan siang, Nona sibuk merangkai bunga sampai melewatkan istrahatnya" jelas Eyang.


"Aku ke kamar dulu ya, dan siapkan kamar lain untuk temannku" titah Adam pada Eyang sambil melirik sekilas ke arah mobil yang masih ada Reno disana.


"Baik, Den"

__ADS_1


Adam bergegas masuk kedalam kamar, ia buka pintu bercat coklat itu dengan pelan jangan sampai membuat Diana terbangun dari tidurnya.


Senyum mengembang di sudut bibirnya mana kala melihat sang wanita pujaan tengah tidur terlelap dengan selimut sedikit tersingkap, tentu itu membuat Adam menelan salivanya karna kini paha putih mulus Diana tepat di depan matanya.


Adam meringsek naik keatas ranjang setelah lebih dulu ia membuka jaket dan kaosnya, dengan bertelanjang dada ia mulai memeluk tubuh langsing Diana dengan erat.


"Kamu kurusan, Dee. Aku sampe gak berasa peluk kamunya" bisik Adam, hatinya mendadak begitu sakit saat ia merasa Diana begitu lain.


"Kita sama sama tersiksa, tapi aku tahu jika kamu lah yang lebih tersiksa karnaku, ribuan maafku tak akan pernah sebanding dengan luka yang kamu rasakan, sayang"


Adam menitikan air matanya sambil menciumi kening dan pucuk kepala kekasihnya itu berkali-kali.


Diana yang merasa aneh di tubuhnya langsung bergeliat sembari mengerjapkan kedua matanya sedikit, ia tersenyum saat menangkap sosok bayangan pria yang amat ia rindukan.


"Iya, aku pulang sayang" jawab Adam, matanya yang merah lagi lagi mengeluarkan air mta sedihnya.


"Benarkah? tapi kenapa selalu menghilang saat aku bangun tidur? " ucapnya yang kembali menutup kedua matanya.


Adam yang melihat tingkah Diana tentu di buat bingung, pasalnya gadis itu tak terlalu merespon dirinya yang kini tepat di depan wajahnya.


"Sepertinya dia menganggap ini mimpi, ya ampun Dee, aku beneran pulang sayang" kekeh Adam yang sangat gemas dengan sikap Diana barusan.


Adam yang sudah sangat merindukan gadisnya itu langsung melayangkan aksinya, dengan napas yang mulai berat dan sedikit tersengal ia mulai menjelajahi tebing putih milik Diana yang harumnya masih sama, Adam meninggalkan beberapa jejak merah yang sudah lama tak ia buat selama keduanya berpisah karna Adam hanya ingin melakukannya dengan sang pemilik hati bukan dengan yang lainnya termasuk Ayunda, istri sahnya.

__ADS_1


Diana yang merasa tubuhnya seperti tersengat listrik akhirnya bangun dan mendorong kuat tubuh pria yang kini menindih nya itu.


"Siapa kamu!" sentak Diana, dalam keadaan kamar yang gelap tentu ia begitu panik, Diana bangun dari tidurnya kemudian duduk dengan tubuh bergetar, ia mencari apapun untuk menutupi tubuhnya saat ini.


"Dee, sayang. Ini aku" perlahan Adam mendekat lagi, ia yang sebenarnya hampir berada di puncak kenikmatan harus terhempas kembali saat melihat buliran air mata jatuh ke pipi Diana.


"Kamu?"


"Iya, aku pulang, Dee" ucap Adam yang mencoba menyentuh Diana lagi.


.


.


.


.


.


.


Pulang?

__ADS_1


Tidak!! aku bukan lagi rumahmu.


__ADS_2