Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _105 : Tetap lebih kuat


__ADS_3

Haris lalu mundur dengan melakukan lompatan salto ke belakang.


Setelah berdiri tegak dengan diam, Pria tua itu dengan tiba tiba sudah merangsek masuk, dengan tendangan kedua kakinya yang menerjang secara bergantian, mirip orang yang mendayung sepeda.


Dalam posisi lompatan tinggi dan meluncur miring, Pria tua itu menerjang tubuh Haris.


Tak ingin berhadapan langsung dengan kekuatan serangan lawan, Haris dengan sigap memutar ke samping kiri dan melakukan tendangan melingkar, dimana punggung kaki kanannya berhasil menampar tubuh lawannya.


Pak Tua itu jatuh terjerambab ke posisi Haris tadinya berdiri.


"Hah luar biasa, anda adalah Master sebenarnya."


"Ah tidak seperti itu. Master tua hanya sedang memberi muka kepada Saya, beberapa kali Master sempat menyulitkan Sayan, namun Master tidak mau menyudahinya, dengan pukulan yang telak."


"Omong kosong...! Bahkan Saya sempat frustasi dengan teknik pertahanan yang anda miliki.


Anda adalah Master sejati.


Baiklah, tampaknya apa yang Anda katakan tadi justru terbalik, Sayalah yang berharap bisa mendapatkan pencerahan dari pertarungan ini.


Tapi saya belum menyerah, pertandingan ini akan berlanjut kembali."


"Baiklah Master tua kita sama-sama mendapat pencerahan, terus terang saya masih kurang berpengalaman dan melalui serangan-serangan Master tua, saya bisa melihat bagaimana cara untuk menyerang lawan dengan beragam teknik yang mematikan."


"Iya Master Haris, saya juga bisa melihat bagaimana cara untuk bertahan menangkis serangan bertubi-tubi yang juga mematikan dari lawan.


Dengan semua gerakan teknik yang telah Master Haris tampilkan, saya merasa semakin tercerahkan.


Izinkan Master tua ini, mendapatkan lebih banyak lagi pencerahan."


"Hahaha.....!!"


Kedua Master beladiri itu tertawa, seolah-olah mereka berdua adalah dua orang sahabat yang merupakan penggila beladiri.


Keduanya kemudian melakukan pertarungan yang ketat dan sengit, beberapa jam kedepannya, sampai tenaga Master tua habis terkuras.


Sementara Haris dengan kekuatan tubuh dan kelebihan pikirannya, masih tetap bugar sama seperti sesaat sebelum melakukan pertarungan.


"Hah luar biasa, ini pertarungan panjang yang saaaangat melelahkan bagiku, Aku menyerah.


Aku bahkan tidak bisa membuat Master Haris merasa kesulitan dengan semua serangan dan kemampuan yang aku keluarkan, termasuk serangan pamungkas milikku."


"Saya hanya sedikit beruntung, sebab ini pertandingan persahabatan.


Saya yakin dalam pertarungan sesungguhnya, maka Master tua pasti akan mudah melukai saya."


"Hahaha Master Haris...!


Anda tidak perlu merendah begitu, Saya justru merasa seperti diejek dan direndahkan jadinya.


Kalau anda tidak menahan diri, sejak awal Saya sudah babak belur.


Terima kasih Anda masih memberikan muka kepada Saya."


"Baiklah Master tua, Kalau begitu mari beristirahat sejenak. Kita akan berbincang-bincang di kantor saya."


Baiklah Tuan Haris, saya juga memang perlu mengembalikan tenaga yang sudah terkuras, silakan anda tunjukkan tempatnya."


"Baik Master."


Haris lalu berjalan berdampingan, membawa Master tua itu ke dalam ruangan kantor miliknya.


Sesampainya di sana para petugas dengan cekatan menghidangkan teh dan beberapa cemilan, kepada Haris dan pria tua yang merupakan lawan tandingnya sebelumnya.


Setelah menyesap teh yang terhidang di depannya dan bersantai sejenak, menikmati cemilan serta canda tawa dan omongan ringan dari Haris, kemudian pria tua itu berubah menunjukkan ekspresi yang serius.


"Master Haris...!


Terus terang sebenarnya memang, kedatanganku kemari adalah karena ditugaskan oleh Bos Besar kami, untuk menjemput beberapa bawahan keponakannya, yang sebelumnya datang kemari.


Saya akui memang keponakan Bos besar kami ini, adalah termasuk anak yang bandel Tuan Haris.


Selain karena Dia itu berperilaku liar dan barbar, Dia juga sering membuat Bos Besar kami pusing.


Saran saya sebaiknya Master Haris mengalah, dan tidak meladeninya jika memang sumber kekuatan dan dana yang Master miliki terbatas.


Maafkan saya harus mengatakan ini.


Harap jangan salah faham, saya mengucapkan semua ini bukan untuk meremehkan Master Haris, Anda juga sudah melihat kalau saya dengan terang-terangan dan tanpa malu, sudah mengatakan menyerah atas kemampuan beladiri Anda tadi.


Tetapi memang keluarga anak ini, bukanlah orang yang sembarangan Tuan.


Artinya meski tanpa campur tangan Pamannyapun, karena jelas pamannya tidak akan ikut campur tangan.

__ADS_1


Tetapi kekuatan harta maupun segala yang diwarisinya dari orang tuanya, cukup besar Master.


Jadi Saya khawatir Master akan mengalami kesulitan nantinya."


"Master tua...! Terima kasih atas informasinya.


Tetapi Master tua jangan khawatir, bukannya saya menyombongkan diri, jangankan anaknya ini, dengan rendah hati izinkan saya mengatakan, meski seluruh keluarganya yang merupakan Bos Master tua itu, ikut campur tangan sekalipun, pihak kami cukup kuat untuk menghadapinya.


Saya harus berterus terang kalau Saya tidak bisa mundur, sebab orang itu telah memerintahkan orang lain untuk memukuli Abang ipar saya yang saya tugaskan di kantor ini.


Abang saya itu sampai babak belur dan harus dirawat di rumah sakit saat ini.


Karenanya Dia harus membayar perlakuannya, dan saya akan terus menagihnya.


Siapapun yang menjadi pendukung dan mencoba menjadi pembela dengan berada di belakangnya, Saya pastikan semua itu akan hancur.


Master tua percaya atau tidak, Saya punya kekuatan untuk itu.


Selain itu Saya juga punya kemampuan finansial yang tak terbatas, sehingga mohon maaf saja mungkin kekayaan dari keluarga Bos besar Master tua, tidak bisa dibandingkan dengan yang saya miliki."


"Huuuhhhhh..... ini memang sudah menjadi begitu rumit.


Master Haris, saya paham perasaan Anda, bagaimanapun darah itu lebih kental dari air bukan...?


Tapi apa Anda yakin kekuatan keuangan Anda, bisa mengalahkan keluarga Tuan besar...?


Sebab bukannya apa-apa Master Haris, keluarga Tuan besar itu, adalah pemilik perusahaan tambang terbesar yang ada di negeri ini."


"Ya saya yakin dengan itu, bahkan seandainya Dia adalah pemilik perusahaan tambang terbesar di Asia ini sekalipun, kekayaan saya masih bisa melampauinya.


Karenanya Master tua tidak usah khawatir...!"


Hmmm.. Kalau memang Tuan punya kekuatan sehebat itu, artinya saya tidak perlu mengkhawatirkan Master Haris, tapi saya akan bercerita dan memberikan masukan yang baik kepada Tuan kami.


Apa Tuan Haris merasa keberatan, jika saya menyampaikan semua hasil pembicaraan kita yang Tuan sampaikan saat ini...?"


Saya tidak keberatan tentunya. Bagaimanapun Anda adalah perwakilan dari tuan Anda, jadi bagaimana mungkin saya keberatan atas apa yang akan Anda ceritakan.


Saya menceritakan hal ini kepada Anda, artinya sudah siap kalau memang cerita saya ini akan sampai kemana saja."


"Tuan seperti yang saya katakan sebelumnya, Saya yakin Tuan besar kami tidak akan ikut campur dengan urusan ini, beliau tidak akan mau terlibat dalam masalah ini dan justru akan menyalahkan anak jahat itu.


Tapi memang Tuan Haris, karena anak itu merupakan Tuan besar dari keluarga mereka dan juga banyak generasi muda yang berada di bawah perintahnya, itu yang membuat saya khawatir bahwa kaki tangan dari orang ini akan cukup menyulitkan Tuan."


Bila perlu saya akan membantu Tuan besar anda untuk menjinakkan dan menghancurkan segala kesombongan anaknya ini.


Saya akan menghabisi seluruh kemampuan finansialnya, Bagaimana menurut anda...?"


"Menarik hal itu sangat menarik saya takjub mendengar ucapan itu dari lisan Anda, saya akan menunggu beritanya.


Sebab bagaimanapun Tuan besar dan kami semua, memang sudah pusing melihat tingkah anak ini.


Saran saya sebaiknya Anda sembunyikan saja orang-orangnya itu ke suatu tempat, sebab bila anda mengembalikan atau memberikan kepada pihak berwajib, saya khawatir nanti dengan koneksi dan jaringannya, hukum akan berpihak kepadanya."


"Untuk masalah itu anda tidak perlu khawatir, kami akan melepaskan mereka saja, bagaimanapun mereka termasuk korban dalam hal ini, mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan dan mereka tidak tahu siapa yang mereka hadapi.


Tapi apakah memang tuan muda Anda ini memiliki usaha ekspedisi sehingga dia menargetkan usaha kami...?"


"Yang saya tahu tidak Tuan, tapi memang begitulah tingkahnya, setiap Dia akan melakukan usaha maka dia akan menghancurkan usaha-usaha lain yang dia rasa merupakan pesaingnya.


Untuk saat ini memang dia belum memiliki usaha ekspedisi, tapi saya yakin dalam waktu dekat dia akan mendirikannya, sebab itulah dia menarget usaha anda."


"Baik, kalau begitu segala sesuatunya sudah jelas, .


Izinkan saya untuk menyudahi pertemuan ini, mohon master tua tidak merasa tersinggung."


"Tentu saya tidak akan tersinggung Master Haris, bahkan saya sangat merasa terhormat mendapatkan perlakuan yang santun dan lembut dari sosok yang sebenarnya jauh lebih kuat dari saya.


Jika di negeri saya orang yang memiliki kemampuan seperti Anda ini, tidak akan mau begitu merendah hati dan bersifat lembut kepada orang yang memiliki kemampuan di bawahnya.


Intinya saya ingin bersahabat dengan anda, itu pun kalau Master Haris merasa berkenan dan merasa saya ini pantas untuk menjadi sahabat anda."


"Wah Master tua, apa yang Anda katakan...?


Justru sejak awal saya sudah merasa bersahabat dengan Anda, masih lupa kita begitu bahagia tertawa lepas saat bertanding...?"


"Hahaha, ya baiklah Master Haris, saya berterima kasih atas ketulusan Anda, Kalau boleh saya ingin meminta kartu nama anda dan ini adalah kartu nama saya."


"Baik master tua, ini kartu nama saya."


"Terima kasih Master Haris."


Setelah perbincangan Haris dan pria tua itu selesai, Haris kemudian mengantarkan Master tua ke pinggir jalan.

__ADS_1


Tak lama kemudian sebuah mobil datang mendekat ke arah pria tua itu. Setelah memasuki mobil, Pria tua itu lalu sedikit menundukkan kepalanya pada Haris, Pria tua itu pergi dengan mobil yang membawanya.


Haris lalu kembali ke tempatnya semula dan kemudian memberikan pengarahan kepada para pengawalnya.


"Puspa Wulan tampaknya hari ini kalian harus berjaga di tempat kita ini.


Sebab dari semua informasi yang diberikan oleh Master tua itu, sosok yang kita hadapi kali ini memang adalah, berandalan gila yang punya kekuatan uang dan dukungan di belakangnya.


Karenanya kalian harus selalu waspada, termasuk di malam hari.


Kita tidak tahu kapan orang-orangnya akan kembali menyerang dan merusak tempat ini.


Apakah kalian keberatan kalau aku tugaskan menjaga disini...?"


"Tidak Tuan.


Sama sekali tidak keberatan, justru beginilah tugas kami sebenarnya.


Selama ini bahkan kami tidak bertugas."


"Baiklah kalau begitu.


Tadi saya sudah menghubungi pak Wilson dan katanya disana sedang ada menumpuk tenaga yang menganggur, jadi mereka mengeluh dan ingin minta dipekerjakan di sini, maka saya tadi sudah mengatakan kepada Pak Wilson untuk mengirimkan lagi 35 orang-orang kita.


Saya tadi mintanya dikirim malam hari agar mereka sampai di pagi hari, namun barusan saya mendapatkan notifikasi bahwa mereka sudah diberangkatkan.


Artinya nanti tengah malam mungkin mereka akan sampai, tapi tentu saja mereka tidak akan langsung bekerja, masih perlu beristirahat satu malam ini di hotel kita.


Namun besok mereka sudah bisa menemani kalian di sini."


"Wah kita punya tambahan tenaga 35 orang lagi tuan...?


Besar sekali, itukan banyak sekali tuan...?"


"Tidak juga.


Kedepannya nanti kita akan merekrut lebih banyak orang lagi, bagaimanapun belajar dari pengalaman ini, tampaknya kita harus sudah mulai memberikan pengawalan keamanan di tiap-tiap usaha yang kita miliki, baik itu di perkebunan ekspedisi maupun di pabrik pengalengan ikan, juga hotel-hotel kita nantinya.


Target saya nanti tahap pertama kita harus punya Pasukan Pengawal keamanan yang ahli beladiri sejumlah 100 orang.


Yang membuat saya terkejut dari pesan singkat yang disampaikan Pak Wilson tadi, dari 35 orang yang dikirim ini, 10 orang itu adalah orang yang terampil dan ahli menggunakan senjata api.


Mereka punya izin untuk memakai senjata.


Ini adalah kemajuan kekuatan yang kita miliki, kedepannya Aku minta kalian berlima juga berlatih menggunakan senjata api, karena kalian berlimalah kelak yang akan menjadi pemimpin-pemimpin regu, dari bawahan yang akan kalian miliki.


Kalian adalah orang-orang yang pertama mengikutiku, karenanya kalian adalah orang yang paling dekat denganku, artinya kalian semua adalah orang kepercayaanku.


Apakah kalian faham....?"


"Kami sangat Faham Tuan kami mengucapkan terima kasih banyak, telah diangkat sebagai orang kepercayaan Tuan.


Terlebih lagi Tuan sudah menganggap kami menjadi keluarga.


Kami akan bertugas sebaik-baiknya."


"Baiklah tapi tidak usah terlalu tegang, kalian hanya perlu berjaga bergantian, artinya jangan sampai terjadi semua orang tidak ada yang terjaga, sehingga baru terjaga ketika terjadi apa-apa dengan kantor dan usaha kita."


"Baik Tuan.


Lalu apa rencana Tuan, untuk orang yang sudah melukai Bos Benni...?


Tentu Kita akan menghancurkannya sehancur-hancurnya, Aku tidak peduli walau Dia anak penguasa sekalipun, Kupastikan anak ini akan hancur.


Karenanya Aku sangat serius dalam hal ini.


Kita tunggu Dia datang, bila tidak datang, kita yang akan mendatanginya."


"Wah kami sangat mendukung Tuan, kami sangat bangga memiliki pemimpin seperti Tuan."


"Ya baiklah.


Kalau begitu semuanya, Aku pergi dulu.


Puspa dan Wulan Mungkin kalian bisa pulang nanti malam, tapi Aku sarankan kalian selalu siap untuk mendengar dan menyimak perkembanagn terbaru dari sini."


"Tidak tuan kami sudah berencana untuk di sini saja malam ini dan tidak kembali.


Tapi kalau besok anggota kita sudah bertambah, barulah kami menginap di hotel."


"Tetap saja kalian cukup berjaga di dalam, tidak usah di luar seperti ini.


Meski kalian tangguh, kalian tetaplah adik perempuanku, tidak bagus bekerja di luar tengah malam."

__ADS_1


__ADS_2