
Mobil yang membawa Haris dan seluruh anggota keluarganya, terus melesat bergerak beriringan dengan lancar tanpa ada hambatan dan semuanya berjalan dengan baik.
Semua orang berada dalam kondisi hati yang baik saat itu.
Hari juga sangat cerah namun tidak terlalu panas, membuat hati mereka berada dalam suasana yang nyaman, senang dan tenang.
Laju mobil yang membawa mereka seolah ikut meninggalkan dan menanggalkan, perasaan gundah dan gelisah , juga beban pikiran yang biasa menerpa manusia.
Semua problem terasa hilang begitu saja, melesat bersamaan dengan kenderaan mereka yang terus bergerak.
"Ha...ha...hahh Bugatti Veyron super sport bernilai puluhan miliar ini memang luar biasa bang Darman."
"Iya dek, mulus hahahah."
Nando merasa dirinya sangat gagah, seperti seorang tuan yang kaya raya.
Darman yang ada di sampingnya tertawa melihat gaya dan penampilan Nando yang juga banyak berceloteh dengan candaan yang ringan, kepada Darman.
Darman merasa sangat beruntung sebab persahabatannya di masa lalu, ketika saat masih susah bersama Haris, membawanya pada situasi yang sangat baik dan mulia ini di kemudian hari.
Ayah Nawir dan seluruh keluarganya juga tidak pernah menyangka, kalau Budi baiknya yang sedikit itu dengan menjadi orangtua bagi Haris saat hari pernikahannya, lalu memberikan acara kecil berupa selamatan dalam pernikahan Haris dan Diana membawa mereka pada situasi saat ini.
"Ibu masih ingat bagaimana kedua anak malang yang tidak disukai oleh abangmu itu, kita tampung dan buat acara kecil kecilan merayakan pernikahannya itu?
Saat ini telah mengantarkan kita kepada kemakmuran hidup seperti ini. "
"Sudahlah pak, jangan lagi ingat lembaran pahit itu, semua itu bisa membuat ibu menangis nanti dan menumpahkan air mata, serta akan merusak situasi baik ini."
"Baik maafkan bapak bu, bapak hanya mencoba bersyukur dengan mengingat sedikit kebaikan yang pernah kita perbuat di masa lalu itu."
"Iya ngak apa apa pak. "
Apa yang suami bibi Diana rasakan memang tidak salah, saat ini bagi mereka telah dibangunkan dua rumah dan sudah diberikan satu mobil yang baru, juga kedepannya putra putri mereka akan bisa bekerja di hotel dengan posisi yang baik.
Hal yang sama dirasakan oleh Beni dan Roni, yang merupakan suami dari kakak Diana Butet dan Yunita, keduanya dahulunya sangat membenci dan merendahkan Haris dan Diana, tetapi Haris malah tidak membalas semua itu dengan ikut berdendam pada mereka.
Yang mereka terima sebagai balasan sikapnya di masa lalu itu, kini justru sangat terbalik dari apa yang mereka pernah mereka perbuat dan timpakan pada Haris
Mereka telah dibangunkan 2 rumah masing masingnya dan dibelikan mobil seharga 400 juta lebih.
Mereka merasa dunia ini seketika menjadi begitu indah dan Haris adalah tokoh dibalik semua kebahagiaan itu.
Ayah Diana mertua Haris juga merasa sangat bertuah, memiliki anak menantu seperti Haris yang baik hati, tidak pendendam dan sangat rendah hati.
Penurut kepada orang tua dan juga sangat menghormati mereka, meskipun kini dia memiliki dua istri tapi mereka tidak keberatan dengannya, malah mereka menganggap Kirana juga sudah seperti putri mereka sendiri, Kirana dan Diana begitu dekat dan Kirana juga begitu pandai mengambil hati semua orang.
Wanita cantik yang tinggi semampai dan berkulit putih mulus, dengan wajah bak bidadari itu pula, begitu sayang kepada Nurul dan sangat tulus merawat anak itu seperti putri kandungnya
Satu satunya orang yang suasana hatinya kurang baik saat ini adalah Very, dimana tadi dia sempat melihat insiden bagaimana Haris memarahi Nando, karena memandang wajah Kirana yang dahulu merupakan bos mereka di hotel.
Very kini tidak berani melihat kedua istri Haris walau dari kaca spion sekalipun?
Suara Kirana yang begitu manja, karena memang masih berada dalam suasana hati bernuansa honeymoon nya, seringkali menggelitik telinga dan membuat Very ingin sekali sekedar melihat apa yang dikerjakan wanita pujaan hati semua karyawan hotel, yang telah jadi istri bosnya itu, tapi dia sama sekali tidak berani melakukannya
Haris seringkali dia rasa menatapnya membuat diri Very tidak nyaman.
Dia merasa kalau dia sedang diawasi oleh Bos Besarnya itu.
"Sial..! Kenapa harus aku yang membawa Bos? kenapa tidak Nando saja dan aku yang menaiki mobil Bugatti Veyron super sport itu?
Bagaimana kalau nyonya Kirana dan nyonya Diana melihat dan memanggilku dan apakah aku tidak boleh melihat wajah mereka?
__ADS_1
Oh nasibku ini begitu miris, Oh Tuhan...!"
Very menjerit bathin
Aku harus masuk ke keluarga ini, supaya keadaanku tidak begini lagi.
Ngomong-ngomong si Juli sudah ada pasangannya nggak ya?
Si Juli adiknya Nawir itu sudah seperti adik angkat bagi bos.
Kalau aku bisa bersamanya, maka pasti aku juga akan dibangunkan rumah dan dibelikan mobil seperti ini, aku harus mendekatinya sebelum didahului oleh si Nando yang memang cukup Tampan itu.
Very hanya bisa bermonologh.
Haris dan rombongn setelah memutar di kota mencari hadiah yang bagus langsung menuju gedung tempat digelarnya acara resepsi pernikahan GM Wina.
Pada pesta pernikahan yang cukup mewah itu, tidak sembarang orang bisa masuk.
Haris dan keluarganya tertahan di luar.
"Maaf pak, yang tidak memiliki undangan tidak boleh masuk."
"Tapi kami di undang oleh Wina mempelai wanita dalam pernikahan ini."
Kirana memberikan penjelasan.
"Tetap saja tanpa undangan tak boleh masuk, bu"
"Kau yakin tak bolehkan kami masuk?
Haris bertanya kembali.
"Anda faham tidak sih apa arti sebuah perkataan?"
"Hei bung, turunkan suaramu"
Nando dan Very membentak orang yang berani meninggikan suara di hadapan bos mereka itu.
Haris adalah sosok yang tak boleh disentuh atau disinggung, perlakuan pria yang meninggikan suara menunjukan emosinya pada Haris itu, hanya akan menjadikan orang disekeliing Haris ini berubah menjadi singa.
Bahkan Nando sampai menunjuk dada orang itu, dan juga beradu fisik dengannya.
Hal itu membuat suasana semakin panas, karena beberapa teman orang tersebut juga datang mendekat.
"Hei ada apa ini ribut ribut?"
"Orang orang ini ingin masuk tapi tak punya undangan bos, ucap penjaga pintu masuk kepada pimpinan mereka."
Darman mendekat, melipat lengan bajunya dan siap untuk baku hantam.
"Ah. maaf tuan tuan, kalau boleh tahu anda siapanya mempelai atau keluarga yang pesta ini?"
Pimpinan itu terlibat lebih bijak, melihat gelagat orang yang bersama Haris, membuatnya berusaha mendinginkan suasana
"Saya pemilik hotel tempat dia bekerja."
Diana yang juga merasa tidak enak hati suami tercintanya diperlakukan begitu, mulai sedkit ikut emosi.
"Ayo bang kita pulang aja."
"Tunggu sebentar dek, kasihan Wina nanti, dia sudah banyak berbuat untuk memajukan hotel kita."
__ADS_1
Haris menelepon Wina dan Wina yang tahu duduk permasalahan itu, segera berlari ke luar gedung menuju gerbang masuk.
Dia sampai meminta minta maaf berulang kali, pada keluarga Haris dan tanpa di duga menampar wajah penjaga tengil itu.
"Ayo masuk pak direktur!
Acara ini lebih baik batal, kalau pak direktur tidak ikut masuk."
"Ah tidak begitu juga dong Win.!"
Semua keluarga Haris akhirnya bisa masuk.
Orang orang juga banyak berdatangan, sebab terkejut dengan mempelai wanita, yang tiba tiba lari dari tempat duduknya.
"Ada apa dek?"
Suami Wina yang merupakan pengusaha kapal penangkap ikan, juga ikut datang ke tempat itu, sebelum Haris dan keluarganya sempat masuk ke gedung, yang biasa disewakan sebagai tempat penyelenggarakan acara resepsi pernikahan itu.
"Ini bang, bos aku pemilik hotel sampai tertahan nggak dibolehkan masuk. Abang bagaimana sih?
Siapa sih penjaga penjaga itu?"
"Aduhhh.. maaf...! maafkan saya tuan dan nyonya, mereka itu bawahan saya.
Saya benar benar minta maaf sebesar besarnya, mereka diperbantukan menjaga tujuannya agar tidak ada masalah eeh... malah buat masalah
Saya akan menghukum mereka."
Pria itu sangat marah dan akan memukul bawahannya.
"Ah sudah lupakan saja mas.. siapa tadi?"
"Handoko pak, nama saya Handoko."
Haris mencegah niat Handoko yang akan memukul bawahannya, karena sangat marah dan malu.
Akhirnya semua masalah disana selesai.
Resepsi berlanjut setelah insiden itu.
Kirana yang baru empat hari menjadi istri Haris itu, dimana dia masih sedang menggebu gebunya, ingin dekat dengan suaminya, membujuk Haris agar menginap di Diana beach resort hotel.
Haris yang faham maksud istrinya, meminta Wina menghubungi assisten general manager, untuk mengatur segala sesuatunya buat Haris dan keluarganya.
"Bagaimana bang, boleh nggak?"
Kirana mendesak Haris dengan manja.
"Boleh, abang sudah bilang agar Wina mengatur semuanya."
"Apakah kita harus menunggu acara ini selesai?"
"Cie.. cie yang masih pengen dekat."
Diana menggoda Kirana.
"Ahh kakak."
"Iya bang kita sepertinya sudah bisa pergilah ini, adek sudah gerah. "
Diana menguatkan keinginan Kirana yang ingin segera ke hotel.
__ADS_1
Ya sudah kita sampaikan ke Wina yuk kalau kita akan pergi.
Akhirnya Haris dan keluarganya beranjak dari sana dan pergi ke hotel milik mereka.