
Hari itu semua orang begitu berbahagia, kehadiran sosok Kirana juga menambah marak suasana bahagia.
Haris melihat semua orang, sangat sayang dan menerima kehadiran Kirana dengan tulus, seolah dia adalah bahagian dari keluarga, yang telah lama bersama mereka.
Diana juga sangat menyayanginya dan Kirana juga, sangat cekatan mengurusi keperluan Haris, dan juga sangat dekat dengan Nurul
Bagi Kirana sendiri ini adalah moment pertama, kedekatannya pada keluarga Diana.
"Bang..!
"Ya.."
"Adek senang lho dengan kehadiran dek Kirana."
"Begitu kah?"
"Iya. Abang nggak senang.?"
"Apakah perasaan abang perlu?
Entahlah abang bingung ini namanya senang atau bagaimana?
Oh ya hari minggu ini acara pernikahan si Wina kita datang nggak dek?"
"Datanglah bang, kan dia udah ngundang kita, pasti dia sangat berharap kita datang.
Kasihan jugakan nanti kalau dia udah sampai nunggu-nunggu, ternyata kita nggak datang."
"Iya sih."
"Kita ajak Kirana ya bang!"
"Kamu kok begitu akrab sama Kirana,
Apa memang semua ini dari hati kamu dek?
Apa iya, adek memang suka sama dia..?"
"Iya loh bang, abang nggak lihat dek Kirana itu orangnya asyik?
Ayah sama ibu aja senang melihat dia."
"Ya udah terserah adek ajalah.
Tapi abang melihat dia, kok begitu dekat ya dengan Nurul..?"
"Oh iya bang. Malah Nurul lebih suka sama Kirana jadinya daripada sama adek hehehe."
"Okelah nampaknya abang jadi ngantuk dek setelah makan siang.
Abang tidur dulu ya dek, ada orang nggak di kamar..?"
"Mana ada kalau di kamar kita bang, tidurlah abang di sana, ayo adek antar."
"Iya kabarnya Darman mau datang, sama si Very tadi abang telepon si Very biar jemput bapak ibu sama adek Juli biar datang kemari.
Jadi kita rame-rame nanti di sini. Oh ya kalau nanti orang itu datang, bilangin abang lagi tidur ya dek."
__ADS_1
"Ya. Kalau begitu abang tidur sianglah dulu, tapi kasihanlah Kirana bang, dia kemari karena abang.
Abang nikahilah dia segera bang, biar ngak canggung lagi dia dengan kita dan dia resmi jadi milik abang . "
"Kita kok jadi gini sih dek?
Adek sungguh sungguhkah?"
Saat Haris dan Diana sedang berbicara, Kirana membawa Nurul masuk.
Melihat itu Diana memegang tangan Kirana dan membawanya duduk di tepi Springbed kedua wanita itu menatap Haris.
Diana kembali mengulangi ucapannya.
"Abang nikahilah dek Kirana segera bang"
Haris menatap Kirana dan memegang tangannya, Kirana bergetar di pegang Haris dalam keadaan serius seperti itu.
"Dek Kirana, kamu serius mau jadi istri abang?
Kamu sanggup punya suami yang harus berbagi dengan kakakmu?
Kamu sangat cantik dan bisa mendapatkan pria yang lebih, dalam segala hal daripada abang?
Kamu yakin akan tetap sayang sama kakakmu dan sama si Nurul, setelah jadi istri abang..?
"Kalau motivasi kamu adalah uang, abang siap beri kamu uang secara cuma cuma sebanyak 1Triliun, kamu bisa beli banyak hotel dan jadi CEO-nya sendiri dan kamu boleh tinggalkan kami, lepaskan kami, tolong jangan ganggu kebahagiaan kami kalau kamu tidak tulus."
Mendengar itu Kirana menangis sesenggukan dan Nurul yang ada dalam gendongannya ikut menangis, Diana membelai rambutnya dan menatap Haris lalu Diana mengambil Nurul dari tangan Kirana dan Diana menggenggam tangan Kirana dan menghapus air matanya.
Haris bergeming di tempatnya.
Mungkin benar Kirana punya semua hal yang disukai oleh laki laki seperti yang berulang kali abang ucapkan, tapi walau terdengar konyol, jujur di hati Kirana hanya ada satu pria yang Kirana cintai yaitu abang seorang.
Sampai diusia seperti ini Kirana tidak pernah berhubungan atau punya punya perasaan pada pria, abang adalah cinta pertama Kirana, jadi tolong jangan usir Kirana, karena Kirana sangat tulus mencintai abang, sayang sama kakak juga Nurul yang sudah Kirana anggap sebagai putri kecil Kirana juga."
Kirana menangis sejadi jadinya sampai terdengar keluar kamar, mereka yang ada di luar menghentikan semua kegiatannya, mendengar tangisan pilu Kirana.
Tubuh Kirana bergetar sebagai pertanda kesungguhan hatinya, Diana menatap Haris dan berkata... "Bang kasihan dek Kirana bang."
Haris bangkit dan memeluk Kirana dengan penuh kasih sayang, apa yang ingin dia lihat sudah dia dapatkan.
"Maafkan abang ya sayang.
Abang tidak bermaksud membuat adek bersedih hati, abang butuh kepastian dan kejujurannmu, kami tidak ingin ada penyesalan diantara kita semua.
Sejak saat ini kakakmu dan dirimu adalah wanita yang akan menjadi istri dan ratu dalam kehidupan hati abang.
Haris memeluk kedua wanitanya dan dia mengecup dahi mereka berdua.
Ketiganya kini berada dalam suasana hati yang baik dan tersenyum manis sesama mereka.
"Abang akan menikahimu tapi dengan syarat tidak ada pesta pernikahan, sama seperti abang dan kakakmu dahulu kecuali hanya anggota keluarga kita saja.
Tapi yang abang bingung sekarang, bagaimana tanggapan ayah dan ibu yang sudah tahu aku mengangkat putri tercinta mereka, menjadi adik angkat dan sekarang malah akan menikahinya pula?"
"Kalau itu abang jangan khawatir, ayah dan ibu tidak tahu kalau Kirana sudah diangkat jadi adik, sebab sejak awal Kirana tidak pernah memberitahukannya.
__ADS_1
Kirana seolah tahu dan begitu yakin kalau suatu hari Kirana akan jadi istrinya orang itu, atau tepatnya jadi adik tersayang dan tercintanya bukan adik angkatnya.
Kini rahasia kecil itu sudah terbongkar "
"Oh ternyata kau sedari awal sudah menarget abang ya.?
Nakal kau ya Kirana....!"
Haris terkejut dengan pengakuan Kirana.
"Lebih tepatnya aku memperjuangkan cintaku sejak awal. "
Balas Kirana lalu mencium pipi Haris.
Ketiganya lalu tertawa dengan begitu bahagianya.
Orang yang berada diluar kamar mereka menjadi heran, "Tadi menangis sekarang tertawa."
Ucap ayah mertua Haris.
Kini Haris tidak lagi mengantuk dan Kirana tidak segan segan lagi untuk bermanja padanya, meski ada Diana disana.
HP milik Kirana berbunyi
[ Panggilan masuk ]
"Kirana...!"
"Ya papa."
"Kamu dimana sih nak?
Tadi papa telpon bolak balik ke hotel katanya kamu keluar, papa jadi khawatir sama putri papa."
"Maaf pa! sudah buat papa khawatir.
Kirana ada di rumah ayah dan ibu kakak Diana istri dari CEO kami dan tahu nggak pa, cita cita Kirana sudah tercapai abang dan kakak bahkan semua keluarga disini sudah beri izin buat Kirana jadi istri abang Haris CEO kami."
"Aduuuhhh, kamu memang nekad nak, kirim alamatnya papa dan mama mau kesana, mau lihat langsung seperti apa reaksi mereka, jangan jangan kamu terlalu polos sehingga nggak tahu kalau sebenarnya mereka benci kamu.
Dan bilang sama si Haris itu, jangan pergi kemana mana dulu, papa mau datang kalau papa lihat segala sesuatunya tidak ada masalah dan tidak ada kepura puraan, maka papa akan nikahkan kalian malam ini juga.
Jangan sampai kalian salah jalan dulu baru menikah, karena tidak bisa mengawal diri papa ngak mau itu."
Diana mengambil HP dari Kirana.
"Pak ini Diana pak, istri bang Haris, bapak datanglah sekalian bawa penghulu, kami sudah sepakat menerima dek Kirana bersama kami, tadi abang sudah tawarkan uang 1T buat adek Kirana agar mundur dan melepaskan kami kalau memang tidak serius tetapi dek Kirana memang serius dan menolak menerima uang pak."
Diana memberi HP kepada Haris.
"Assalamu 'alaikum pak"
"wa 'alaikum salam."
"Saya Haris pak, saya ingin meminta restu bapak agar menerima saya untuk menikahi putri bapak Kirana pak."
"Baik tunggu aku disana, kita akan akan berbincang kembali nantinya.
__ADS_1
"Baik pak saya tunggu."