
"Ya itu letakkan disitu saja Bang Anton."
"Disini ya Bu."
"Iya Bang."
"Apa lagi yang bisa dibantu Bu.?"
"Sudah semua Bang. Semua telah selesai."
"Oh. Jadi kami sudah bisa pergi ya Bu.?"
"Sudah Bang, terima kasih Abang semuanya, sudah membantu memudahkan pekerjaan kita."
"Ah biasa saja Bu, kita ini satu tim nya Tuan Haris kok. Jadi ini memang sudah tugas kita semua.
Kalau begitu saya pamit Bu."
"Iya Bang iya."
[Panggilan dari Wilson]
"Bagaimana Apa semua sudah selesai Anton.?"
"Sudah pak Wilson, para kaum ibu dari warga desa mengatakan kalau hiasan yang mereka ingin pajang sudah selesai semuanya.
Sepanjang dari persimpangan sampai ke depan gerbang Villa sudah selesai dikerjakan dan mereka mengatakan kami telah boleh pergi."
"Baik kalau begitu semua kembali ke tugas pokok awal, yakni mengawasi memantau dan menjaga setiap pergerakan jangan toleri apapun hal yang sekiranya bisa memicu kerusuhan apalagi sampai berpotensi bahaya, periksa semuanya dengan cermat.
Menurut informasi dari Albert, katanya para mantan loyalis Marlon yang dahulu pernah lolos dari sergapan tim regu pemburu kita, berencana hendak membuat kerusuhan. Mereka sudah cukup lama tidak membuat onar tapi sepertinya mereka ingin memberikan kesan bahwa mereka itu masih ada dan belum berakhir, jadi mereka akan mencoba segala cara untuk mampu memberi pukulan dengan merencanakan penyerangan pada momen yang sakral ini.
Anggota kita dari markas pusat pun sudah bergerak memburu siapapun anggota-anggota yang terindikasi sebagai pengikut Marlon, jadi seperti biasa tetap tenang jangan terlalu khawatir, kondisikan semua dalam keadaan aman sesuai yang direncanakan."
"Baik Pak Wilson, saya melihat anggota kita semua sudah pada tempatnya."
"Bagus Anton, jaga komunikasi agar tetap terhubung jangan sampai hilang kontak, yang penting sekarang adalah lakukan pengawalan berlapis sesuai prosedur pengamanan."
"Baik pak Wilson, saya akan selalu memantau keadaan, para pengawal kita juga sudah berada di posisinya masing-masing dan berbaur dengan warga, kami akan memeriksa setiap undangan yang datang dan melakukan prosedur yang ketat."
"Ya akhirnya kita hanya bisa berharap semoga tidak ada hal yang fatal terjadi dalam radius ring 3 lokasi pengamanan.
Semua potensi bahaya harus bisa dilumpuhkan dalam radius di luar ring tiga.
Baik Anton, aku serahkan area luar Villa, dalam perlindunganmu selaku pimpinan di lingkaran ring 3, selamat bertugas."
"Baik. Siap pak Wilson."
Tanpa diduga gerombolan pengikut Marlon, ternyata selama ini telah meningkatkan kekuatan dengan merekrut banyak anggota.
Anggotanya secara diam-diam di luar provinsi, telah bergerilya membangun kekuatan baru lalu kemudian masuk merayap membentuk markas di kota H, yang merupakan kota terdekat yang berjarak beberapa puluh km dari kota P.
Mereka sejatinya senantiasa memantau perkembangan tentang Haris dan keluarganya, mendapati berita kalau Haris akan melangsungkan pernikahan, dimana undangan telah tersebar ke segala arah, para komplotan inipun kemudian memutuskan untuk bergerak, sekali lagi ini adalah penentuan hidup matinya kelompok mereka, jadi mereka tidak ingin bermain-main dan bersiap untuk melakukan pukulan telak sebagai pesan bagi semuanya menunjukkan eksistensi mereka.
[Panggilan dari Albert]
"Tuan Wilson."
"Ya ada apa Albert.?"
"Saya baru mendapat kabar kalau ada penyerangan di hotel Nurul Diana Haris_14 Tuan, tetapi penyerangan itu telah berhasil dilumpuhkan dan pelaku telah di bekuk oleh tim keamanan kita Tuan."
"Bagus. Apa ada korban Albert.?"
"Tidak Tuan, tapi hemat saya mungkin ini hanya sekedar pengalihan."
"Tidak apa-apa, kita fokus pada posisi masing-masing, mari kita ladeni dan hadapi semua cecunguk-cecunguk berandalan ini. Katakan kepada Salman agar dia memimpin perburuan di kota P, perintahkan yang lainnya untuk menginterogasi penuh, orang-orang yang tertangkap itu, jangan segan-segan untuk memberi mereka kehidupan yang baru di alam yang kekal, jika mereka tidak mau membuka mulutnya.
Jadi sepenuhnya aku akan menyerahkan kendali pengaturan wilayah kota P, kepadamu Albert. Bagaimana caranya, sesuaikan saja dengan prosedur yang pernah kita diskusikan di markas, redam segala potensi bahaya, bila keluar dari lokasi kota P maka itu bukan lagi tanggung jawabmu, biarkan para tim khusus satuan pemburu kita yang memang sudah bergerak yang mengejar mereka, kecuali sekedar memberikan informasi tentunya.
Lagi pula telah ada beberapa lapis satuan pengamanan kita, yang akan menanti para berandalan itu, dengan kata lain untuk kebijakan di Kota P, saat ini kau tidak perlu lagi meminta izin padaku, pikirkanlah dan ambil kebijakan sendiri tentang apa yang harus dilakukan."
"Baik Tuan. Kalau begitu saya akan mengkoordinir segala sesuatunya di sini."
"Ya meski ini cukup jauh atau bahkan sangat menyimpang sama sekali dari perkiraan kita, tapi saya yakin kita bisa menghadapinya. Selamat bertugas Albert."
"Siap laksanakan Tuan Wilson."
[Panggilan berakhir]
Albert kemudian meminta anggota yang berada di markas pusat, untuk mengorek informasi seminim apapun yang bisa didapatkan, guna mengetahui dan membaca rencana para gerombolan pengikut Marlon yang telah tewas itu.
"Holmes dan Dodit, ada tugas menarik buat kalian berdua, Tuan Wilson telah memberikan wewenang di Kota P ini bagi kita, sekarang pergi dan korek informasi dari bandit-bandit kecil itu usahakan agar sampai mendapatkan hasil, meski seminim apapun hasilnya. Jika tak mau buka mulut, biarkan mulut mereka tak mampu dibuka lagi selamanya."
"Wahhh... telah lama nih, tidak ada hiburan menarik begini, ayo Dodit mari kita kemon..!"
"Oke ha .hahah."
Tak lama setelah kepergian Holmes dan Dodit, di dalam ruangan yang memiliki peredam khusus yang memungkinkan sedikit pun tidak akan bocor suara dari ruangan itu, terdengar jeritan yang melolong begitu menyayat hati, meminta tolong.
"Tidak ada yang bisa menolong kalian, tidak ada teman-temanmu yang mengetahui keberadaan kalian, maupun tempat ini.
Satu-satunya hal yang bisa menolong kalian bertiga adalah, ketika mulutmu itu tidak hanya bisa berteriak minta tolong, tetapi menjelaskan apa yang ingin kami ketahui."
"Ta..ta.. tapi Tuan. Kami.. kami akan dibunuh, jika kami membocorkan rahasia ini."
"Tidak ada yang akan bisa membunuh kalian, mereka bahkan tidak akan sempat dan tidak punya waktu bahkan untuk menyentuh kulit kalian, sebab setelahnya mereka semua juga akan mati jika tidak mau diajak bekerja sama."
"Sudahlah Dodit kita selesaikan saja orang-orang yang tidak berguna ini. Bagaimanapun bukankah kita juga sudah mendapatkan mainan yang lain, sepertinya mereka yang lain itu lebih memilih selamat, daripada ketiga orang bodoh ini."
"Ya kau benar Holmes, orang-orang ini sepertinya tidak lagi merasa sayang dengan nyawa mereka, mereka lebih memilih untuk berakhir sia-sia disini, daripada memiliki kemungkinan untuk bebas bahkan meski itu dari siapapun."
"Ya. Biarkan kita mendapat informasi dari badj!ngan lain yang telah kita tangkap itu saja.
Ayo selesaikan saja orang-orang ini..!"
"Mari Holmes, sepertinya kita harus memilih Holmes ha..ha..ha..! Sudah lama sekali aku tidak melakukan pekerjaan ini, terakhir adalah ketika saat kita bertugas di ibukota."
"Sudah ayo selesaikan omong kosong ini Dodit."
__ADS_1
Melihat Holmes yang sudah masuk pada tampilan mode pemburu nyawa, di mana wajah nya sangat terlihat dingin, matanya sudah semakin tajam. Ketiga orang itu merasakan getaran yang cukup kuat mengguncang tubuh mereka masing-masing.
Bagaimanapun kehidupan adalah harta yang paling berharga, buat apa mereka mempertaruhkan nyawa mereka bagi hal yang kalau berhasil pun belum tentu membuat mereka akan senang ataupun bahagia.
Ketiga orang itupun kemudian sudah final memutuskan untuk memilih membuka mulutnya.
Persis setelah Holmes dan Dodit sudah semakin mendekat dan tampak mulai bersungguh-sungguh, maka sesaat ketiganya melihat bayangan kematian, sehingga salah seorang dari ketiganya langsung berteriak dengan tubuh bergetar dan membasahi. celananya.
"Tu..tu..Tuan...! Tuan tolong kami Tuan tolong kami Tuan, jangan bunuh kami Tuan. Kami akan membongkar semuanya Tuan, tolong kami Tuan."
"Benar Tuan, kami hanyalah orang-orang suruhan, yang tidak tahu kalau permasalahannya akan sampai seperti ini Tuan. Tolonglah Tuaaaaan...! Kami masih punya keluarga Tuan."
"Hah.. dasar pengecut tak berguna, buang-buang waktu saja. Kalian selalu meminta tolong, tapi tidak ada sesuatu apapun yang kalian lakukan sejak awal untuk bisa menolong diri kalian sendiri."
"Tu..Tuan kali ini saya akan memberikan informasi yang saya tahu Tuan, saya akan menjelaskan semuanya Tuan."
"Hahhhh...!.Ayo cepat katakan jangan bertele-tele, kalau kau masih ingin hidup...!"
"Baik Tuan. Sebenarnya kami ada 9 orang yang ditugaskan terpisah menjadi tiga kelompok untuk melakukan pengalihan Tuan.
Kelompok pertama adalah kami yang ditugaskan untuk menyerang dan membuat kerusuhan di hotel tempat kami ditangkap, lalu yang kedua 3 orang yang ditugaskan di hotel tempat biasa Tuan Haris menginap, kemudian yang ketiga adalah 3 orang yang di tugaskan untuk membuat pengalihan di kantor ekspedisi Tuan."
"Hmm..! Baik kalau begitu di mana keberadaan teman-temanmu yang lain..?"
"Seharusnya mereka sudah bergerak Tuan, tapi sepertinya ada kendala sehingga mereka terhalang atau barangkali ada perubahan rencana.
Tapi yang jelas Tuan bisa melihat ke dua lokasi lainnya. Untuk lokasi hotel tempat Tuan Haris menginap ciri para petugas yang akan melakukan penyerangan pengalihan, ketiganya memakai topi dengan warna hitam merah dan biru Tuan.
Sedangkan yang akan bergerak di lokasi ekspedisi memakai gelang khusus dari bahan karet berwarna putih Tuan."
"Ternyata begitu. Lalu ada berapa orang jumlah kalian keseluruhannya.?"
"Jumlah kami secara keseluruhan saya tidak tahu pasti Tuan. Tapi saya menaksir ada 50 orang yang ditugaskan khusus untuk bergerak dari dua arah, yakni dari arah desa B di pekan dan dari arah kota P ini Tuan. Rencana awalnya kedua Tim akan bertemu di desa P tempat akan dilangsungkannya acara pernikahan Tuan.
Sedangkan group yang ditugaskan untuk bergerak ke arah lain saya tidak tahu pasti jumlah dan keberadaan mereka Tuan."
"Lalu apakah orang-orang itu seperti kalian.?"
"Kebanyakan adalah orang-orang sipil seperti kami Tuan, tapi ada 20 orang yang merupakan mantan tentara dan telah menjadi tentara bayaran Tuan."
"Hmmm.. bukankah ini semakin menarik Holmes..?"
"Kau benar Dodit."
"Hei Gasohol...! Apakah kau tidak berbohong..?"
"Ti.. tidak Tuan, Mana saya berani Tuan."
"Iya itu sudah bisa ditebak, dari celanamu yang basah dan menebarkan aroma yang tidak sedap itu."
"Ma..maafkan saya Tuan."
"Kalau begitu apakah informasi kalian bisa di jamin kebenarannya..?"
"Sangat terjamin 100% kebenarannya Tuan, saya masih sayang sama nyawa saya Tuan, saya tidak akan berbohong."
"Baik untuk sementara kami akan membiarkan kalian hidup lebih lama lagi di sini, tapi ketika kami mendapatkan fakta di lapangan berbeda dengan yang apa kau ceritakan maka kau akan berakhir."
Holmes menggaris lehernya dengan jari telunjuknya, mengisyaratkan ancaman bahwa orang yang mengatakan itu akan selesai, jika ternyata informasi yang diberikannya adalah palsu.
Dodit membuka pintu kerangkeng besi yang membatasi antara ruangan mirip penjara, yang berukuran kecil yang saat ini ditempati oleh ketiga komplotan Marlon itu, sehigga terhubung dengan ruangan yang berpagar besi mirip penjara yang lebih besar, dimana tempat itu memiliki tempat tidur dan kamar mandi juga televisi.
"Tuan kami, sangat menghargai setiap bentuk kerjasama pada kelompok kami, sehingga kalian sudah bisa hidup sedikit lebih nyaman disini, tetapi ingat beliau juga sangat benci dengan yang namanya penghianatan.
Kalian boleh pindah ke ruangan disana, dengan catatan kalian harus membersihkan tempat yang telah kalian kotori dengan kencing kalian ini."
"I..iya Tuan, kami akan membersihkannya Tuan, Terima kasih."
Holmes dan Dodit segera meninggalkan ruangan bawah tanah itu dan menemui Albert kemudian menjelaskan seluruh informasi yang mereka dapatkan. Secara sigap anggota pengawal lain kemudian diberitahu, sehingga dalam waktu yang cukup singkat keenam orang lainnya bisa disergap oleh Salman dan satuan pengaman yang bergerak bersamanya, di lokasi hotel Nurul Haris, tempat biasa Haris menginap dan juga di kantor ekspedisi.
Berikutnya seluruh anggota pengawal maupun satuan pengamanan Haris diberitahu tentang keberadaan 50 orang yang akan mencoba menyerang ke area lokasi diselenggarakannya acara pesta pernikahan.
[Panggilan dari Albert]
"Halo Albert, silakan apa yang mau disampaikan.!"
"Halo Tuan Wilson. Kami sudah membekuk keenam orang lainnya yang menurut informasi dari orang yang kami tangkap, tadinya memang mereka ada 9 orang yang sengaja ditugaskan untuk melakukan pengalihan.
Selain itu kami juga memiliki informasi bahwa rencana inti mereka adalah membuat kerusuhan di lokasi pesta pernikahan Tuan Haris. Setidaknya ada 50 orang lainnya yang sudah siap mencoba merangsek masuk membuat kerusuhan dan penyerangan itu, ketika diselenggarakannya acara pernikahan, di mana 25 orang akan masuk dari arah kota P sedangkan 25 lainnya masuk dari arah desa B, yang berada di pekan.
Tambahan informasi yang kita dapat, 20 orang dari mereka adalah pasukan terlatih yang merupakan mantan tentara, yang saat ini telah berprofesi sebagai tentara bayaran Tuan."
'Baik Albert. Terima kasih atas informasinya. Selamat atas kesuksesan kalian, tetap waspada terus pantau pergerakan sekecil apapun di sana, jangan lupa bagikan setiap informasi yang didapatkan."
'Baik Tuan Wilson. Kalau begitu saya akan mengakhiri panggilan ini Tuan."
"Ya silakan Albert."
[Panggilan berakhir]
...********...
"Brengsek..! Saat genting begini masih saja ada acara delay segala , mana keterlambatan jadwal penerbangannya sampai 2 jam lagi, dari waktu yang telah di tentukan."
"Iya, padahal waktu yang dibutuhkan setidaknya ada 4 jam dari pulau B ke kota M, selain itu kita juga harus pindah pesawat yang akan menuju ke bandara di wilayah kita lagi.
Kenapa pula pengikut si bangsat Marlon itu, memilih bergerak saat kita jauh dari Tuan begini.?"
"Ya. Ada begitu banyak anggota keluarga Tuan yang harus dijaga di sana, sementara kita 10 orang pengawal inti, sedang berada di luar begini."
Baik Riston, Amanu, Halim, Erik dan juga Puspa, Wulan serta Hanum, begitu panik mendapati kabar dari teman-teman sejawatnya yang merupakan satuan pengaman Haris, tentang perkembangan kejadian yang berlangsung di kota P.
"Ini tidak bisa dibiarkan Nando, sebaiknya kau cari pesawat lain. Biarkan saja tiket kita hangus, ini urgent Nando, kita harus bisa segera sampai ke lokasi pesta pernikahan Tuan."
"Baik. Baik Riston, kalian tunggu di sini, aku akan mengusahakan yang terbaik buat kita semua.
Aku akan mencari pesawat pengganti, yang akan segera berangkat."
"Ya cepatlah Nando.!"
__ADS_1
Nando segera menanyakan ke beberapa maskapai penerbangan, Apakah masih ada kursi penumpang yang kosong, yang akan berangkat saat itu juga, syukurnya dengan segala jurus dan cara, akhirnya Nando masih bisa mendapatkan kursi penumpang yang cukup bagi mereka semua, sehingga mereka semua yang berjumlah 12 orang itu bisa berangkat meski dengan pesawat yang tidak sebagus dari pesawat yang sudah mereka pesan sebelumnya.
...---------------...
"Dor...dor.."
"Tusk...tusk..tusk."
[Suara tembakan pistol biasa dan pistol berperedam]
"Lapor pak Wilson..! di Ring 5, arah dari Kota P, telah terjadi baku tembak yanv hebat antara pihak kita dan musuh.
Penghadang mobil yang beroperasi di ruas jalan telah berhasil mencegat target, yang sebelumnya identitasnya telah kita ketahui, namun saat ini musuh telah bergerak melarikan diri meninggalkan kendaraannya."
"Zulham, koordinator ring 5..! Ini masih dari saya Wilson dari Pusat, pastikan anggota kita menyisir semua lokasi yang di duga merupakan tempat pelarian musuh.
Cegah mereka untuk mendapatkan mobil dari pengendara lain yang bisa saja mereka todong.
Satu regu satuan khusus pemburu kita juga sudah bergerak kesana dan dua regu yang terdiri dari 20 orang juga sudah bergerak ke Kota H, sebab menurut informasi terbaru orang-orang ini ternyata bermarkas disana, jadi kita juga sedang memukul secara tiba-tiba kepala lawan, sambil memburu ekornya."
"Baik siap Pak Wilson. kami akan terus bergerak sekarang"
"Ya silakan Zulham. Pusat ke ring 4, pastikan target tidak melewati kalian, jangan sampai masuk ke ring 3 dan semua harap siap siaga.
Satuan pengaman dari arah desa B, bersiaplah melakukan penghadangan kemungkinan 25 anggota perusuh akan bergerak ke arah kalian."
"Siap. Ring 4 dan 5 sisi Timur, siap menghadang. Lokasi jalur perlintasan akan di kawal ketat."
"Baik terus berkoordinasi semuanya, bila memungkinkan kalian tidak perlu menunggu lawan datang, tetapi bergeraklah langsung memukul lawan ke tempatnya masing-masing."
"Siap pak Wilson..!"
Wilson terus berkoordinasi pada semua anggota di tiap ring pengamanan, termasuk pada pimpinan satuan pemburu. Semua anggota Haris yang merupakan mantan militer dan semi militer terlatih, cukup cekatan sehingga akan mempersulit ruang gerak para pengikut Marlon, yang hendak menunjukkan eksistensi mereka.
"Teman-teman, bersihkan segera area terjadinya duel baku tembak, sebelum tamu-tamu undangan terhormat Tuan Haris, melewati lokasi ini.
Sementara yang lainnya mari terus bergerak memburu target kita, jangan biarkan mereka bisa bernafas dengan lega."
"Siap ketua pimpinan regu, tugas akan dilaksanakan."
Pasukan group ring 5 dan 4, dari arah kota P segera memburu para target sampai memasuki area perkebunan warga. Sedangkan sisa kekuatan dari satuan pengamanan yang tidak bertugas menjaga unit usaha di kota P, juga sudah di turunkan ke TKP dan telah bergabung dengan tim regu ring 5 untuk membantu perburuan itu.
Tak lama waktu berselang, terjadi lagi adu baku tembak antara pengawal Haris dan komplotan pengikut Marlon di dalam hutan, yang dalam peristiwa itu terdapat 5 orang tentara bayaran dari pihak Marlon yang terkena luka tembak serius di pergelangan kaki dan bahu mereka.
Sedangkan salah seorang anggota satuan pengaman Haris juga ada yang terluka karena kakinya tertusuk oleh kayu hutan, karena melompat hendak menghindari hujan tembakan dari lawan.
"Ayo teman-teman terus maju..! Sesuai informasi seharusnya hanya ada 10 orang mantan militer dalam kelompok ini dan 10 lainnya berada di group yang datang dari arah desa B."
Para mantan tentara yang ahli memakai senjata dari pihak Haris pun, terus memburu dan menghujani lawan dengan peluru.
Saat perusuh dari kelompok Marlon telah terjebak dalam rimbunan pepohonan yang berbatasan langsung dengan tebing jurang, mereka tidak dapat lagi bersembunyi dan lari lebih jauh.
"Angkat tangan kalian semua dan jatuhkan senjata kalian, serta keluarlah dari persembunyian kalian masing-masing, kalian sudah berada dalam kepungan ratusan pihak kami dan tidak ada kemungkinan untuk lolos."
"Apakah jika kami menyerah, kami akan dibiarkan hidup."
"Ya perintah pimpinan kami begitu."
"Kami meragukan jumlah kalian ada ratusan."
"Dooor."
Salah seorang tentara bayaran dari pihak Marlon, yang cuma berlindung di balik semak rerumputan, segera tewas bersimbah darah di terjang timah panas dari pihak Haris, persis setelah suaranya menunjukkan keberadaannya dari arah datangnya suara tersebut.
"Apa masih ada yang ingin berbicara omong kosong..?
Kalian kira kami akan ragu membunuh kalian semua"
Zacky yang baru saja menembak mati seorang komplotan perusuh, menunjukkan keseriusan pihak Haris.
"Kami menyerah..!"
Merasa pihak Haris, tidak lagi berbasa-basi 15 orang anggota Marlon dari kalangan sipil segera menyerah, sebab merasa ini sudah di luar apa yang bisa mereka hadapi.
"Agar kalian tahu saat ini markas pusat kalian di kota H juga sudah diserang pihak kami, jadi jangan berpikir macam-macam."
"Hah.. mereka juga sudah mengetahui dan menyerang markas..?"
Seorang Anggota militer dari pihak Malon yang masih selamat, merasa terkejut dengan informasi yang baru di sampaikan oleh Zacky.
"Ya, itu benar dan seharusnya dari 10 anggota militer yang ada di group kalian ini, hanya tersisa 4 lagi bukan...? Sebab 6 orang diantaranya telah di terjang peluru dan satu baru saja tewas di depan mata kalian.
Apakah kalian ingin berakhir dengan hal yang sama...?
Waktu kalian tersisa 1 menit sebelum kesempatan untuk menyerah habis. Saat tim satuan khusus pemburu kami datang, kalian hanya akan tinggal nama.
Keempat orang yang masih bersembunyi di balik pepohonan yang ada di hutan itu, kemudian mulai menimbang-nimbang segala resiko yang akan mereka terima.
Mereka melihat tidak ada jalan lari, semua jalur benar-benar sudah terputus dan di kunci, jurang yang curam dan teramat dalam itu sangat sulit dilewati dan selain itu masih ada regu tembak dari tim pemburu yang siap memuntahkan peluru dari senapan laras panjang milik mereka, akhirnya ke 4 orang itu memutuskan untuk menyerah.
"Apa yang akan kami terima jika kami menyerah..?"
"Jika kalian menyerah dan mau bekerjasama, kalian akan ditahan sementara untuk memastikan bahwa kalian tidak akan melakukan kerusuhan di saat terjadinya pesta pernikahan Tuan kami, setelahnya akan diputuskan seperti apa pengampunan yang akan diberi Tuan kepada kalian semua, tetapi pada intinya Tuan kami sangat menghargai orang-orang yang mau bersikap baik."
"Baiklah kalau begitu kami menyerah..!" Segera keempat orang itu melemparkan senjata mereka masing-masing dan mereka keluar dari balik pepohonan. Dengan sigap satuan pengamanan dari tim Haris di ring 5, segera mengambil senjata-senjata itu dan kemudian mengamankan ke-19 orang yang telah menyerah. Mereka semua dikumpul dalam satu tempat dalam keadaan tangan terikat ke belakang, sedangkan beberapa anggota Marlon kemudian diperintahkan untuk melakukan penggalian tanah dengan senjata tajam yang mereka bawa dan mengubur satu orang anggota kelompok Marlon yang tewas diterjang peluru.
Setelah hal itu selesai, regu pengamanan segera berangkat ke pos masing-masing dan mengirimkan semua orang yang telah menyerah itu ke markas Pusat, yang di kawal langsung oleh beberapa orang pengawal.
Sementara itu satuan pemburu selanjutnya bergerak menuju arah desa B untuk bergabung dengan teman-temannya yang akan menghadang tim perusuh yang akan bergerak dari arah Timur.
"Ring 5 kepada pusat komando, target sudah di bekuk dan berhasil diamankan, satu orang target tewas di tempat."
"Baik. Selamat untuk kalian kepala regu ring 5, selanjutnya bersiaplah satuan pengaman ring 4 dan 5 sisi Timur."
"Baik siap komandan, kepala tim regu pengamanan ring 5 siap bergerak."
"Siap komando, kepala tim regu pengamanan ring 4 juga siap bergerak menyisir musuh."
"Baik semoga berjaya semua teman-teman.
__ADS_1
Hidup Tuan Haris..!
Hidup satuan pengaman."