
"Nah abang dengar tuh apa kata adek Kirana, sekarang yang mengawal abang ada dua.
Dek Kirana! Akhirnya kita bisa ya, taklukkan kulkas empat pintu yang kamu bilang kemaren....wkwwkwkwk."
"Sekarang kulkas 4 pintu yang dingin itu, sudah hangat membara 3 hari ini kak kikikik."
"Iya..! kita jaga dibatas hangat, jangan sampai panas membakar dek Kirana..heheh."
Kedua wanita Haris itu masih saja lanjut berbicara, walau dengan nada lembut dan halus, namun Haris sebagai orang yang jaraknya paling dekat dengan mereka, tetap mendengarnya.
"Hei....! kalian lagi ngomongin apa sih?"
Haris bertanya sehingga menarik perhatian keduanya.
"Kami sedang ngomongin suami kami dan sedang membahas, bagaimana cara mengawalnya dari wanita lain ke depannya, ya kan dek Kirana?"
"Iya kak, makanya abang kedepannya jaga mata juga ya, jangan seperti pria lain yang suka 'jelalatan' matanya, ketika melihat area area terbuka dari tubuh wanita, adek udah nurut kata abang, agar menutup diri dengan cara berpakaian begini, jangan setelah adek menutup abang malah melihat wanita lain yang terbuka."
"Ngak akan, abang sudah cukup dengan kecantikan dua wanita yang merupakan istri abang, yang sangat cantik."
Haris menjawab kedua istrinya dengan wajah manis, namun dengan sedikit kebingungan di dalam hatinya.
"Hei kok sepertinya kalian menyalahkan aku sih? Aku sebenarnya korban disini, sehingga aku terpaksa harus memiliki dua istri, tapi kok kesannya seperti aku yang jadinya, tidak pandai menahan diri.?
Istri istriku ini memang luar biasa. Layaknya wanita lainnya yang memang ratu dan permata dalam kehidupan ini, mereka adalah makhluk unik yang begitu lembut dan membawa begitu banyak warna dalam kehidupanku, tapi juga sedikit aneh dengan prinsip tak tertulis bahwa 'wanita tak pernah salah' yang ada padanya
Siapa yang tidak mau memahami prinsip ini, maka mereka tidak akan pernah beroleh apapun, dari keindahan wanita yang merupakan permata dalam kehidupan ini.
Dan aku tidak mau menjadi golongan yang rugi itu, aku akan menerima bahwa akulah pihak yang bersalah karena punya istri dua, meskipun pada prinsipnya itu justru adalah kesepakatan mereka berdua, yang penting keduanya bisa merasa aman dan nyaman dari rasa bersalah, sehingga aku tidak harus terpisah dari salah satu atau keduanya."
"Iya bang kedepannya, abang harus tutup mata dari wanita lainnya."
Giliran Diana yang memberi nasehat seolah Haris adalah 'penjahat kelamin yang begitu suka kepada banyak wanita '.
"Iya deh...! abang juga ngak akan sanggup kalau nambah lagi, ngak kuat di bully sama tiga wanita, dua aja sudah ngeri wkwkwkwkw."
"Ha...ha.ha..hahhh."
Kedua istri Haris tertawa lepas, sadar kalau mereka sudah berlebihan membahas suami mereka saat ini, di hadapan suami mereka sendiri.
Very tiba dengan mobil Pajero Sport Dakar Ultimate AT 4x4 seharga 712 juta, yang merupakan mobil pertama dalam kehidupan Haris itu, mobil yang sangat bersejarah baginya.
"Ayo semuanya kita berangkat semuanya!
Nawir udah pas kan bawa mobilnya?
Andri juga begitukan?
Jadi jangan kebut-kebutan, biasa aja nanti bawa mobilnya, jangan terlalu rapat sehingga sulit bagi mobil lain untuk memotong kita, atur jarak saja bagaimana baiknya .
Bagaimana supaya jangan ketinggalan dari yang lainnya, tapi tidak perlu berdesak-desakan.
__ADS_1
Nah Nando juga sudah juga datang.
Nando kamu sudah lama nggak kelihatan. Apa saja kegiatanmu selama ini..?"
"Saya seperti yang pak direktur perintahkan mengajari dek Fauzan bawa mobil pak direktur, sekaligus mengawasi pembangunan Villa yang ada di desa P yang proses pembangunannya sudah mencapai tahap 50% juga proyek pembangunan rumah warga di desa itu.
Karena banyaknya pekerja yang mengerjakannya, barangkali tidak begitu lama lagi Villa itu sudah siap pak direktur.
Saat ini mereka sedang mengerjakan bagian taman dan juga kolam, yang ada di sana."
"Bagus kamu teruskan saja kegiatanmu untuk menjaga dan mengawasi itu, tapi sesekali kalau kamu ada waktu luang datang juga kemari, bawa Fauzan dan keluarganya."
"Siap pak direktur..siap"
"Atau kamu punya seseorang yang kau kenal baik disana sehingga menghilang beberapa hari ini?"
Haris menyelidiki Nando yang terkesan menjauh belakangan ini, padahal sebelumnya dia sangat suka dekat dengan Haris.
"Mungkin memang sudah ada bang."
Kirana yang merupakan pimpinan Nando sebelumnya di hotel Nurul Haris, ikut angkat suara.
"Bukan begitu bu General manager... saya.."
"Nyonya Haris bukan General manager, Nando!
Dia ini adalah istriku, jadi panggilan yang benar itu Nyonya Haris dan GM Sekarang adalah Rossa. "
Nando kebingungan dengan status Kirana, mantan bossnya itu.
Dia menatap kepada Diana
"I...itu..?"
"Makanya kamu jangan jauh jauh Nando, Kirana mantan bosmu itu adalah adik maduku dia adalah pemilik hotel Nurul Haris saat ini bukan hanya sekedar GM."
Semua orang menertawakan kebingungan Nando.
"Sepertinya aku sudah melewatkan hal yang besar." Nando membatin.
Nando menatap Kirana dalam dalam.
"Hei...! Jangan bilang kau sekarang menyesal, karena terlambat suka pada seorang wanita dan baru menyukainya setelah jadi istri dari bosmu ini."
"Pfhhhh..." Very yang tahu kalau Nando sangat memuja kecantikan mantan bos mereka di hotel itu, menahan tawa.
Siapa yang tidak suka dengan GM Kirana, yang sebelumnya merupakan assisten manager itu?
Jangankan semua karyawan hotel, beberapa orang bahkan rela bolak balik menginap di hotel hanya sekedar untuk bisa melihat kecantikannya.
Kirana tersenyum dengan sikap cemburu dan sikap posesif suaminya, kini dia merasa sudah punya tempat tersendiri di hati suaminya dan bukan sekedar karena rekomendasi Diana lagi.
__ADS_1
"Gedebuk"
"Tuan saya mana berani, saya hanya terkejut dengan berita ini, maafkan saya."
"Ya kali ini kau kumaafkan, selanjutnya aku tidak suka kalau wanitaku dipandang oleh orang lain, selain ayah dan pria dari keluarga mereka kau faham?"
"Fa..faham tu...tuan!"
Tiba tiba suasana menjadi kaku, Nando berdiri tetapi tetap menundukan wajahnya tak berani lagi menatap Kirana, Very yang sempat tadi tertawa menelan ludahnya dengan paksa dan bergidik ngeri.
Bahkan Darman yang melihat keseriusan wajah Haris, saat mengucapkan peraturan tentang cara bersikap pada istrinya, tak berani lagi menatap kedua istri Haris.
Kirana menatap wajah Very dan Very dengan perlahan, menjauhkan pandangannya.
"Very.....!" Haris memanggil
"Deghhh....." Jantung Very berdetak kencang mendengar namanya dipanggil, setelah tadi dia sempat sekilas sedikit bertatap mata dengan Kirana.
"Apakah hal itu salah juga? bukankah kalau aku dengan cepat buang muka, seolah aku ini tidak menghargai istri bos besar?
Oh Tuhanku bantu aku."
Very merasa dilema dalam hatinya.
"Very....?"
"Siap tuan..!"
Spontan Very juga ikut ikutan menyebut tuan pada Haris.
"Siapkan mobilnya...!"
"Baik tuan...!"
Very segera berlari dan bergegas pergi dari sana menuju mobil dan membawanya mendekat, ke depan rumah mertua Haris.
Semua mobil bersiap, mobil Toyota Kijang Innova Zenix 2023 seharga 419 juta rupiah milik Haris yang diberi kepada Beni dan mobil jenis sama yang dibeli khusus untuk Roni dan keluarganya juga sudah siap.
Andri dan juga Nawir juga sudah siap dengan mobil mereka masing masing.
"Nando kamu dan pak Darman bawa mobil aku yang Bugatgi ini tapi hati hati, kalau lecet sedikit saja biaya perbaikannya sangat mahal.
Dan jangan lupa masukkan mobil hotel ke garasi."
"Siap tuan."
Kali ini Nando sangat bersemangat, tunggangannya dengan Darman adalah mobil paling keren.
Lalu semua berangkat dari sana setelah segala sesuatunya selesai di urus.
Iring iringan mobil mereka melesat di jalanan menuju kota S di luar provinsi yang berjarak 3 jam perjalanan dari tempat mereka tinggal.
__ADS_1