
"Bagaimana, apa semuanya sudah siap..?"
"Sudah Tuan. 9 mobil telah disiapkan dan kita sudah bisa untuk berangkat."
"Baik kalau begitu ayo kita langsung berangkat saja, jangan lupa nanti, singgah sebentar persis di rumah bos Darman agar kita bisa sama-sama berangkat nantinya."
"Baik Tuan. Semua sudah diatur Tuan, apa kita berangkat sekarang Tuan.?"
"Ya kalau memang segala sesuatunya telah siap, apalagi yang mau ditunggu Ayo kita berangkat sekarang, lagipula hari semakin meninggi."
"Baik Tuan."
Lalu rombongan Haris yang terdiri dari 9 mobil yang dipimpin oleh Wilson di depan, segera berangkat dan Darman segera bergabung setelah iring-iringan mobil keluarga Haris lewat.
"Bang perasaan, kita sekarang lebih sering pergi main-main atau liburan deh daripada bekerja."
"Begitu ya..? Sebenarnya memang karena segala sesuatunya telah ada yang mengaturnya juga sih dek, jadi pekerjaan kita menjadi lebih ringan dan mudah.
Itu pula kemudian yang membuat kita bisa menikmati hidup yang sedikit lebih santai dan lebih tenang dari kesibukan, tapi tetap saja dong kita masih perlu memantau, memeriksa, meninjau dan juga mengevaluasi semua unit usaha kita bukan..?
Ya memang beginilah keadaannya sekarang dek Diana."
"Iya Bang, alhamdulillah juga sih, Abang tidak harus berjibaku lagi seperti dulu tak kenal waktu dalam bekerja, sampai hari begitu petang masih saja bekerja, itupun hasil yang didapat tidak seberapa."
"Iya benar sekali dek. Oh ya kelihatannya mungkin nanti akan terlalu sore, kalau kita harus pulang ke Villa, sebaiknya kita menginap di hotel saja nantinya ya..?"
"Terserah Abang saja, bagaimana baiknya. Kami para istri mengikut saja, ya nggak Dek Kirana dan dek Shasmita."
"Iya betul sekali Kak."
Kirana dan Shasmita menyahut bersamaan.
Anton yang fokus menyetir di samping Haris, sama sekali tidak mengikuti pembicaraan Haris, sang majikannya dan ketiga wanita yang bersamanya di mobil itu.
Tapi Haris bukan sosok pimpinan yang dingin, sehingga dia segera mengalihkan pembicaraan kepada Anton, salah seorang pengawal setia yang pernah bertaruh nyawa, untuk melindungi Haris dalam peristiwa adu tembak di wilayah Timur itu.
"Anton."
"Ya Tuan. Ada apa Tuan.?"
"Kenapa kau tidak segera menikah seperti Erik.?"
"Ah Tuan, nanti pasti juga saya bakal menikah, kalau sudah ada pasangannya. Saya tentu tidak bisa mendapatkan gadis baik secara spontan seperti Erik.
Ya mungkin karena jodohnya Erik, lebih cepat dan lebih mudah saja proses dan perjalanan mendapatkannya Tuan."
"Ya kau benar Anton. Tapi setidaknya kau juga sudah harus mulai memikirkan calon pasanganmu ke depannya."
"Tenang saja Tuan. Bagaimanapun hal paling ditakutkan dari sebuah pernikahan itu sudah bukan jadi masalah lagi, yakni tentang biaya. Sebab telah ada Tuan yang menjaminnya hehe."
"Ha..ha..ha..! Ya itu benar Anton, karena itu jugalah aku mendorongmu agar tidak terlalu jauh tertinggal dari Erik dan juga teman-temanmu yang lainnya."
"Tuan jangan khawatir soal itu, saya pasti akan menemukannya dalam waktu dekat."
"Ya, sebaiknya begitu. Oh ya Anton selesai pesta pernikahan ini, kita semua akan berangkat ke Jepang, jadi sampaikan berita ini pada teman-temanmu, agar mereka bersiap-siap."
"Kita semua Tuan..?"
"Ya. Seluruh pengawal, yang ada di lingkaran ring 1akan ikut berangkat, bersama seluruh keluarga besar kita. Kita akan liburan ke sana, sambil memang sebenarnya ada juga sedikit urusan tentang rumah sakit kita, yang akan dilakukan disana."
"Waduh, tapi saya tidak bisa bahasa Jepang lho Tuan."
"He..he.. Anton.. Anton.! Kamu tidak harus bisa bahasa Jepang juga sih, nanti akan ada yang memandu kita di sana kok. Lagi pula bila memang perlu kita bawa saja beberapa orang dari perusahaan perhotelan bintang 5 kita, yang memang bisa berbahasa Jepang ha..hah."
"Wah bakalan makin jauh nih petualangan kaki ini Tuan."
"Ya, selagi hidup dinikmati sajalah Anton. Tetapi kalian juga harus bersiap-siap, kita tidak pernah tahu di mana dan kapan bahaya itu akan datang."
"Ya itu benar sekali Tuan, tentunya kami akan selalu siap bahkan kami mungkin akan merumuskan bagaimana protokol pengawalan pada Tuan dan keluarga, ketika nanti kita berada di luar negeri, yang mungkin tidak bisa seperti protokol pengamanan yang biasa kita terapkan disini."
"Ya soal itu kalian dengan Wilson lah yang mengaturnya bagaimana baiknya caranya, tapi tidak perlu terlalu tegang juga, toh pada prinsipnya kita tidak punya musuh kok di sana."
"Iya itu betul. Jepang itu termasuk negeri yang relatif aman dan sangat minim kejahatan kok di area publiknya Bang. Adek sudah diberitahukan tentang gambarannya oleh Mr. Watanabe, yang akan menjadi kolega kita dari pihak Rumah sakit Jepang itu.
__ADS_1
Beliau mengatakan untuk tidak terlalu khawatir, selain itu beliau juga memberitahukan kalau sampai beberapa bulan kedepan, Negara Jepang melalui dinas imigrasi yang bekerjasama dengan dinas Pariwisatanya sedang memberlakukan kebijakan Non Visa, bagi beberapa negara yang warganya akan liburan kesana, guna menggalakkan sektor pariwisata mereka yang sempat anjlok beberapa saat belakangan ini."
Shasmita yang mendengarkan dan menyimak percakapan antara Haris dan Anton, kemudian ikut dalam pembicaraan itu memberitahukan informasi yang telah diterimanya sebelumnya dari Mr. Watanabe, kolega mereka yang ada di negeri Jepang.
"Wah kabar bagus lagi tuh Dek, tapi ya bagaimanapun kita juga perlu mengurus paspor sih, soalnya ke depannya mungkin kita akan lebih sering berlibur ke luar negeri, karena Abang punya rencana untuk membeli satu atau mungkin saja dua pesawat jet pribadi khusus untuk kita nantinya."
"Sungguh.? Apakah benar begitu Bang.?"
"Iya itulah niat Abang, tapi ya pesawat pribadi ini mungkin tidak terlalu besar kapasitasnya, artinya mungkin hanya bisa memuat beberapa orang saja. Kalau tidak salah pesawat jet kecil itu muatannya hanya kisaran 5 sampai 7 orang dan 8-10 orang untuk ukuran sedangnya, sedangkan jet berat kelas bisnisnya bisa mencapai kapasitas 10-17 orang penumpang.
Atau bila perlu nanti kita buka saja perusahaan jasa penyewaan pesawat jet pribadi ringan, maupun pesawat jet berat untuk kategori bisnis maupun kategori jet berat sangat jauh, bahkan bila perlu perusahaan pesawat penerbangan deh sekalian."
"Hah..! Abang serius dengan itu.? Artinya kita akan merambah jenis usaha yang lain dong.!"
"Ya katakanlah begitu, lagipula buat apa uang disimpan-simpan.? Dibuat saja jadi unit usaha, agar semakin banyak orang terbantu dan semakin banyak tenaga kerja yang bisa diserap."
"Shasmita setuju dengan rencana Abang yang begitu. Shasmita sangat setuju Bang."
"Kalau kalian bagaimana dek Diana dan juga dek Kirana.?"
"Kami juga sangat setuju Bang, kalau memang kita punya kemampuan finansial untuk itu, kenapa tidak..? Sekalian saja kita buka berbagai macam jenis usaha lain, agar semakin banyak orang yang terbantu ya kan Kak Diana.?"
"Ya benar tuh dek Kirana, Kakak juga sangat setuju."
"Syukurlah kalian semua setuju, itulah niat Abang tadinya."
Anton yang mendengar percakapan dari bosnya bersama kedua istri dan calon istrinya itu, benar-benar geleng-geleng kepala dan Anton menelan ludahnya cukup payah, mendengar pembicaraan yang baginya sangat terasa berat itu.
Jauh di dalam hatinya Anton sampai bertanya-tanya, sebenarnya seberapa banyak uang yang dimiliki oleh Tuannya yang bernama Haris ini..?Pantas saja dia tidak merasa berat untuk memberikan dan membiayai pernikahan para anggotanya dan memberi mereka gaji dan tunjangan yang tinggi.
Haris terus berbicara berbagai hal, baik kepada Anton maupun istrinya. Sama sekali Haris tidak membuat jarak pada Anton yang merupakan pengawalnya itu, sama seperti sikap Haris kepada para pengawal lainnya, tetapi para pengawalnya lah yang kemudian tahu diri dan tahu cara untuk menempatkan diri mereka serta bagaimana bersikap kepada Haris, serta semua anggota keluarganya.
Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, tidak terlalu cepat dan tidak pula terlalu lambat dan setelah melakukan perjalanan kurang lebih setengah jam, iring-iringan mobil keluarga Haris segera sampai di Waterboom yang menjadi wahana air tujuan mereka.
"Akhirnya sampai juga.
Ayo kita turun."
Haris segera turun dan membukakan pintu untuk istri istrinya, sebelum kemudian Anton sempat membukakan pintu untuk Haris.
"Oh ya ada apa saja, jenis permainan yang ada di wahana air ini Mbak.?"
Haris beramah tamah dengan petugas pusat informasi yang memang bertugas memberikan penjelasan dan juga setiap informasi yang dibutuhkan oleh para pengunjung wahana waterboom itu.
"Sebelumnya terima kasih atas kunjungannya Pak. Terkait pertanyaan Bapak, jadi waterboom di tempat kita ini memiliki berbagai permainan wahana air yang seru dan menyenangkan Pak, sehingga bisa membuat suasana Anda bersama keluarga menjadi lebih ceria dan penuh kebahagiaan.
Fasilitas itu antara lain, Body Slide, itu merupakan perosotan besar untuk orang dewasa dengan tinggi dan kelokan yang bervariasi bentuknya, lalu kita juga ada Race Water Slide, perosotan yang digunakan untuk balapan meluncur menggunakan ban atau papan seluncur busa khusus, kemudian masih ada Water Bauket atau apa yang sering orang istilahkan dengan ember tumpah Pak, dan masih ada beberapa jenis permainan lagi tentunya, termasuk untuk anak-anak, mulai dari kolam renang anak-anak dan juga beberapa pancuran pancuran kecil yang ada di tepi kolam serta fasilitas lainnya, termasuk pertunjukan sulap yang pastinya akan menarik minat anak-anak Pak.
Selain itu Waterboom kita juga menyediakan fasilitas ruang ganti pakaian, loker dan juga ruang bilas yang bisa dipakai setelah bermain dari wahana air nantinya pak.
Kita sebagai pihak penyelenggara menjamin kualitas air kita sangat bagus Pak dan juga ada pemisahan ruang bilas untuk kaum pria dan wanita dengan baik, sehingga privasi semua orang sangat aman dan terjaga untuk pengunjung yang mandi dan berganti pakaian nantinya.
Bila Bapak dan Ibu nantinya merasa lelah setelah bermain, kita juga menyiapkan beberapa buah gazebo atau saung-saung berukuran kecil, untuk bisa dipakai pengunjung beristirahat dan bersantai.
Ada juga kantin yang menyediakan berbagai makanan yang lezat dan sehat buat bapak dan keluarga."
"Wah terima kasih ya mbak, sudah menjelaskan semuanya dengan panjang lebar. Baiklah kalau begitu di mana kami bisa mendapatkan tiket masuknya, agar kami bisa mencoba fasilitas wahana yang ada di tempat ini Mbak.?"
"Oh itu Pak. Bapak jalan saja terus ke depan, nanti akan diladeni oleh petugas yang mengurusi bidang itu."
"Baiklah terima kasih Mbak atas penjelasannya."
"Iya Pak, sama-sama Pak. Selamat menikmati waktu bermain Anda Pak, sering-seringlah datang kemari membawa keluarga."
"Tentu Mbak, baiklah kami akan pergi dulu ya Mbak..!"
"Iya Pak, mari Pak silakan Pak."
Haris dan rombongan keluarganya yang lumayan banyak itu, kemudian mengurus tiket masuk dan segera saja menikmati berbagai macam fasilitas hiburan di wahana Waterboom atau Waterpark yang mereka kunjungi.
Selain para pengawal pria yang beberapa diantarnya ikut masuk, sedangkan sebagiannya lebih memilih menunggu di luar, semuanya ikut menikmati permainan di Wahana itu termasuk para pengawal wanita.
Semua orang sangat bahagia dan terhibur bisa menyegarkan pikiran mereka dan melonggarkan syaraf, yang biasanya penuh dengan pikiran yang cukup serius dan sibuk itu.
__ADS_1
"Ayo ayo Kak Kirana...! kita main perosotan."
Shasmita mengajak istri kedua Haris untuk ikut bermain Body Slide, yang merupakan perosotan besar yang diperuntukkan bagi orang dewasa itu.
"Nggak ah Shasmita, Kakak nggak ikut, sepertinya ngeri juga melihat setiap kelokannya."
"Ayolah dek Kirana, itu pastinya seru kalau kita bermain bersama-sama, mumpung anak-anak lagi di momong sama kakek dan nenek mereka haha."
Setelah Diana sendiri yang mengajaknya, Kirana merasa enggan untuk menolak, sehingga dia mau tak mau memaksakan diri ikut bermain.
Lalu kedua istri dan seorang calon istri Haris itupun, mulai melakukan peluncuran pertama mereka bersama Siti istri Darman.
"Aaaaaaaaaa....!!!"
"Huuuuuhuuhhhh..!"
[Suara teriakan panjang]
"Ha..ha seru juga ya, tidak sehoror yang aku bayangkan."
"Nah itu, makanya tadi Kakak bersikeras mengajakmu dek Kirana."
Istri Haris penuh gelak tawa dan kelihatan sekali mereka bersikap begitu lepas apa adanya.
"Siti, bagaimana..?"
"Seru juga bu Bos."
"Hei Siti..! Panggil saja namaku, kita ini adalah teman sebaya dan satu sekolah dan sekelas bahkan tadinya, selain itu juga bukankah kita teman satu kampung.?
Aku tidak terbiasa dengan panggilan layaknya suami kita, yang pakai kata dan sebutan Bas Bos..Bas Bos itu, jadi kau panggil saja namaku."
"Baiklah Diana, terserah kau saja."
"Nah begitu bagiku terasa lebih dekat, ayo kita ulangi lagi yuk."
Diana meluruskan sebutan Siti temannya, yang merupakan Istri Darman itu, dalam memanggil dirinya.
Haris yang memilih berada di sebuah saung kecil bersama pengawal pria lainnya, tampak menikmati pemandangan keharmonisan hubungan ketiga wanita yang merupakan wanita yang mengisi kehidupannya itu.
Tampak sekali semua orang merasakan suasana hati yang begitu bahagia, terlihat dari keceriaan wajah dan juga senyuman serta gelak tawa yang mereka keluarkan.
"Anton..!"
"Iya tuan."
"Sebaiknya kau pesan beberapa makanan dari kantin yang ada di sana, untuk dibawa kemari. Pastinya nanti setelah lelah bermain, anggota keluarga kita ini akan merasa sedikit lapar, sehingga nantinya makanan-makanan ini, akan sangat begitu nikmat mereka rasakan."
"Baiklah Tuan, kalau begitu saya akan pergi membelinya."
"Ya bawa juga satu atau dua orang teman, untuk membantumu membawakannya. Beli saja makanan yang banyak, karena bagaimanapun kita juga banyak orangnya, selain itu bagikan saja makanan-makanan itu kepada pengunjung yang lainnya, yang ada disini."
"Baik Tuan."
Lima orang pengawal Haris segera pergi ke kantin, untuk memborong beberapa jenis makanan.
Selain itu mereka juga memborong banyak jenis makanan lainnya, untuk dibagi-bagikan kepada para pengunjung sesuai dengan arahan Haris.
Orang-orang begitu bahagia mendapatkan makanan gratis dan mereka terkejut dengan momen langka yang jarang terjadi ini. Pihak penyelenggara Waterboom sendiri, melalui para pekerja mereka yang bertugas sebagai pengawas di lokasi Wahana itu, kemudian memberikan penilaian yang baik terhadap Haris dan rombongannya dan mereka segera melaporkan hal itu kepada pimpinan pengelola yang ada di sana.
Pimpinan pengelola itu kemudian berinisiatif untuk memberikan keanggotaan istimewa bagi Haris dan juga keluarganya.
"Bagaimana..? Apa semua sudah mendapatkan. Makanan yang kalian bagikan.?"
"Sudah Tuan, semua sudah kebagian."
"Baiklah, kalau begitu kalian bisa beristirahat sekarang. Atau kenapa kalian tidak bermain saja..?"
"Ha..ha tidak usah Tuan. Kami berenang di kolam renang Villa kita saja sudah cukup. Tuan sendiri kenapa tidak ikut bersama yang lainnya.?"
"Ya biarkan saja keluarga kita berbahagia disana, itu sudah cukup bagi kita. Apa kau sudah memberitahukan pada teman-temanmu rencana kita yang akan liburan ke luar negeri itu.?"
"Sudah Tuan. Saya sudah menyampaikannya dan sama seperti saya mereka semua sangat terkejut hahah."
__ADS_1
Ketika Haris sedang asyik berbicara dengan Anton, pengawalnya dan juga Wilson yang duduk tidak jauh dari Haris, seorang pria tiba-tiba datang mendekat ke Saung tempat Haris sedang duduk.