
Selesai dengan urusannya, Haris kembali ke kamarnya, menemui kedua istrinya.
Dia mendapati Nurul sedang aktif bermain.
Sedangkan baik kirana maupun Diana tidak kelihatan.
Haris mencium putrinya itu dengan penuh kasih sayang, layaknya seorang ayah dan menemani Nurul bermain untuk beberapa saat, lalu dia bersikap seolah sedang tidur di dekat Nurul.
"Sistem...!"
[Sistem]
"Ya tuan"
"Aku merasa aneh belakangan ini, dengan point-point hadiah yang kau berikan."
[Sistem]
"Ada apa tuan....?
Apa ada yang salah dengan itu tuan...?
"Kalau tidak salah, kamu pernah mengatakan bahwa tingkatan sistem itu hanya sampai pada Level 3 bukan sistem...?"
[Sistem]
"Betul tuan...!
Itu memang betul."
"Dan kalau tidak salah, kamu juga mengatakan Level 3 itu terbagi dalam tiga tingkat...!"
[Sistem]
"Benar tuan..!
Penentuan tingkatan level tiganya adalah ;
Level biasa
Level mewah
Level super mewah tuan...!"
"Nah seingatku level 3 biasa itu hadiahnya adalah puluhan miliar, lalu yang mewah ratusan miliar, sedangkan untuk yang level 3 super mewah poin hadiah sistemnya mencapai nominal triliun."
[Sistem]
"Ya memang demikian tuan, lalu apa ada yang salah tuan...?
"Seingatku aku hanya pernah meningkatkan sistem sampai ke Level 3 biasa, lalu kenapa hadiah-hadiah PS yang kuterima itu, justru mencapai nominal yang ratusan miliar, seperti mobil yang baru baru ini kudapat.....?
[Sistem]
"Ha...ha ya...ya... Grtt..grrtt....!!!
Ternyata tuan sangat jeli.."
"Apa ada yang salah sistem?"
[Sistem]
"Tuan! Sebenarnya pada prinsipnya tugas sistem adalah, untuk membahagiakan tuan.
Ada hal yang terkait dengan sistem tuan.
1.Sistem terikat dengan tuan.
2.Sistem akan terpicu dengan suasana hati tuan.
3.Sistem bisa bertindak sendiri bila tuan berada dalam suasana genting dan bahaya.
Jadi sehubungan dengan 3 item tersebut, telah ada dua hal yang sistem perbuat diam-diam yang tuan tidak tahu, meskipun kemudian tuan sadar di belakang hari seperti sekarang.'
'Apa itu sistem...?"
[Sistem]
"Pertama terkait peningkatan sistem dari level 3 biasa, ke level 3 mewah tuan.
Melihat keperluan dan kepentingan tuan, dimana hal itu sangat berhubungan dengan suasana hati tuan.
Maka sistem mengakumulasikan nilai-nilai poin sistem tuan yang tersimpan, sebagai tabungan secara otomatis, kemudian setelah akumulasi point itu cukup, sistem lalu meningkatkan kwalitas sistem menjadi sistem level 3 mewah, dengan akumulasi nilai poin sistem yang tersimpan itu tuan.
Jadi hadiah-hadiah poin sistem yang anda terima sekarang, memang adalah hadiah dari sistem Level 3 mewah tuan.
Tapi untuk level super mewah, hal itu tidak berlaku kecuali tuan sendiri yang meningkatkannya."
"Oh begitu... jadi kamu bertindak sendiri secara otomatis sistem...?"
[Sistem]
"Benar tuan kalau memang harus dikatakan begitu, tapi seperti yang sistem katakan sejak awal, tujuan sistem memang adalah untuk membahagiakan tuan.
Tuan tidak begitu memperhatikan hal itu, padahal kebutuhan tuan sudah semakin meningkat.
Apakah tuan keberatan pada sistem..?"
"Oh tidak..!
Sampai saat ini aku tidak marah sama sekali, selama itu baik, malah aku berterima kasih padamu.
Lalu hal kedua apa lagi yang kau diam-diam berbuat tanpa aku ketahui..?"
[Sistem]
"Kalau yang kedua itu, sufah pernah kita bahas sebelumnya tuan, yakni terkait nyonya Kirana isteri tuan yang kedua."
"Lalu dimana peran sertamu disana sistem..?"
[Sistem]
"Peran serta sistem adalah diam tuan.
Tidak mengingatkan tuan, sistem tidak memberitahukan tuan kalau nyonya Kirana memang punya hati kepada tuan, juga sedang berusaha untuk mendekati tuan.
Hanya itu saja itu saja tuan, tidak ada yang lain lagi."
"Yakin tidak ada yang lain lagi....?"
[Sistem]
"Apa tuan ingin saya berbuat sembunyi-sembunyi lagi tuan...?"
"Tidak tidak...!
__ADS_1
Cukup cukup, sejak hari ini kedepannya aku melarang kau berbuat diam-diam semacam ini.
Walaupun menurutmu itu penting bagiku, kedepannya aku harap kau lebih sportif lain kali sistem, kau tanya aku dulu dong.
Untuk apa kau mengatakan tuan-tuan, Tapi kalau kau malah bertindak sendiri ..?"
[Sistem]
"Ok maaf tuan, sistem berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi tuan, tapi sistem juga melakukan itu karena memang terpicu sikap dan perasaan tuan.
Ditambah tuan suka bercanda terhadap sistem, jadi sistem hendak membalas candaan Tuan."
"Busyet dah..!
Dendam amat lu sistem.."
[Sistem]
"Ha..ha... slowlah tuan slow ....grttthh..grrrtth."
"Sistem....!"
[Sistem]
"Ya tuan...!"
"Aku baru saja mengangkat lima orang pengawal, dua pengawal wanita untuk ke-2 isteriku dan 3 orang lagi pengawal untuk diriku sendiri."
[Sistem]
"Ya tuan, saya sudah melihat dan mendengar pembicaraan tuan, sewaktu di ruangan itu."
"Jadi menurutmu bagus tidak mereka itu..?
[Sistem]
"Sistem rasa bagus saja tuan, hanya saja terkesan lucu kalau kemudian tingkatan kekuatan bawahan tuan, nantinya lebih besar dari tuan.
Mereka itu adalah ahli beladiri, sedangkan tuan baru hanya orang yang mahir bela diri, jadi sekarang sistem sarankan tuan meningkatkan keahlian tuan menjadi ahli atau kalau boleh menjadi Master tuan."
"Apa yang salah yang dikawal tidak harus selalu lebih hebat dari yang mengawal bukan...?
Kan itu gunanya pengawal sistem..?
[Sistem]
Tetap saja lucu tuan...!
Sebab kita memang bisa lebih kuat dengan keberadaan sistem, kecuali memang tidak bisa seperti manusia biasa lainnya tuan.
"Lalu berapa poin sistem yang diperlukan untuk menjadi ahli itu..?"
[Sistem]
"Terakhir anda mengambil
keahlian beladiri itu adalah 500 poin sistem tuan, sedangkan untuk mengambil tingkatan ahli itu adalah 5000 point sistem tuan, lalu untuk tingkatan Master anda harus mengeluarkan 10 ribu point sistem tuan."
"Kalau begitu tambahkan keahlian ku menjadi Master silat sistem."
[Sistem]
"Siap tuan, sesuai dengan pesanan anda tuan, sistem akan merprosesnya tuan.
Penukaran 10 ribu poin sistem untuk keahlian Master silat sedang berlangsung 10...20...30...40...50...60
Penukaran 10 ribu poin sistem untuk keahlian Master silat sukses.
Selamat tuan anda sudah menjadi Master ahli beladiri silat tuan."
"Singkat sekali sistem...?"
[Sistem]
Memang harus singkat tuan, itulah fungsi sistem.
Kalau tuan masih harus belajar mungkin 20 tahun lagi, belum tentu tuan menjadi ahli apa lagi Master tuan."
"Baiklah sistem..!
Kau selalu yang terbaik sistem, kadang aku selalu berharap engkau ini seorang anak gadis sistem."
[Sistem]
"Selowlah tuan kalau tuan terus bercanda begini, nanti sistem akan bercanda lagi kepada tuan."
Jangan jangan lagi jangan.
Cukup jangan-jangan bercanda lagi sistem.
Oke damai kita sistem, terakhir kali kau bercanda istriku jadi nambah sistem. wkwkwkw."
[Sistem]
"Oke tuan...!"
"Baiklah sistem aku mau fokus ke dunia luar sekarang.."
[Sistem]
"Silahkan tuan...!"
"Abang....! Eh malah molor, padahal masih pagi lho."
"Ish ish ish.... kak Diana...!"
"Ada apa dek...?"
"Ini abang sudah pulang.
Tapi sudah molor."
"Sudah dek biarkan saja tidur tidur, mungkin lagi kecapekan."!
"Berarti urusan sama papa sudah selesai ya...?
Tapi bagaimana Kirana mau nanya hasilnya, kalau orangnya tidur..?
Bagaimana ceritanya di sana...?
Ya sudahlah. Kirana pergi dulu ya Kak Diana...!"
"Adek mau kemana...?"
"Kirana mau jumpai papa dulu kak sama mama, mau nanya hasil pertemuan tadi."
__ADS_1
"Ya..! Jangan lupa tutup pintunya ya..!"
"Iya, Kakak lagi mandi ya..?"
"Iya nih lagi mandi, kalau pagi tadi kakak masih kedinginan, jadi baru sekarang mandinya."
"Oh ya sudahlah Kirana pergi ya...! ini si Nurul awas nanti jatuh dari tempat tidur, abang lagi tidur ini.."
"Iya.. Iya bentar lagi juga kakak keluar.
"Jendela semua tertutupkan...?"
"Iya semua tertutup kak."
"Iya, sudah kalau begitu pergilah, kakak keluar bentar lagi."
Lalu Kiranapun pergi naik lift ke lantai paling atas, menuju ke ruangan papa dan mamanya.
"Assalamu 'alaikum..!"
"Wa 'alaikum salam."
"Selamat pagi pa... ma..!"
"Selamat siang.."
"Eh sudah siang ya pa..?
Pa..! Bagaimana ceritanya pertemuan tadi..?
"Lho Haris tidak cerita sama kamu...?"
"Kirana masuk kamar abang lagi tidur pa, jadi ya sudahlah Kirana pikir tanya papa aja."
"Ya sudah kalau begitu papa yang cerita, suamimu itu luar biasa Kirana, kedua orang itu meminta minta maaf dan minta ampun sama papa dan Haris."
"Masa sih pa....?"
"Iya suamimu itu hebat, kamu tidak salah pilih.
Dia bos besar dan orang terpandang di Kaya dan jaya bersama group dia itu tuan besar disana, pemegang saham yang dihormati, di sana semua takut padanya.
Si Hendrik tadi ngak ada apa-apanya, dia itu masih bawahan Wilson dan Wilson itu masih bawahan Bobby sedangkan Bobby itu masih bawahan Wira sedangkan Wira itu masih bawahan dari nak Haris yang luar biasa.
Kelihatannya aja penampilannya biasa tapi dia itu tuan besar Kirana.
Oh ya tadi Harris juga sudah pesan supaya Hotel kita ini dijaga oleh orang-orang dari kaya dan jaya bersama grup.
Hotel ini mau dibesarkan jadi bintang 5, lahan di kiri dan kanan hotel kita sudah Haris beli sewaktu dia keluar untuk keliling kota kemaren.
Betul katamu Kirana, gerakannya cepat, papa sampai terkejut di buatnya, kamu tahu apa alasannya berbuat begitu..?
Itu karena nama hotel ini adalah nama istrinya tercinta katanya."
"Iya pa...?
Abang bilang begitu?"
"Iya dong masa papa bohong..!
Kemudian Haris juga meminta tiga pengawal yang memukul Hendrik untuk jadi pengawal pribadinya.
Dan ada dua pengawal wanita yang lebih hebat dari ketiga pengawal Haris untuk menjadi pengawalmu dan Diana."
"Isshhh si abang kenapa sih pakai pakai pengawal segala...?"
"Ya pasti pentinglah Kirana, namanya juga orang besar begitu, mungkin kerana statusnya sudah semakin terbuka, jadi nak Haris juga mau sedikit berhati-hatilah untuk menjaga kalian istri yang disayanginya."
"Tapikan risih pa..?"
"Eh.. paling cuma di awal awalnya saja, lama lama juga jadi biasa."
Dengan semangat orang tua Kirana lalu menjelaskan semuanya, mulai tentang pemukulan Hendrik, sambungan telepon dengan Wira sampai dengan kedatangan Walikota untuk mendatangi Haris.
Kirana begitu bahagia melihat ayah dan ibunya sudah bisa tersenyum lepas dan bahagia apalagi saat menceritakan anak menantu hebat satu satunya itu.
Kirana merasa hangat di hatinya, karena langkahnya tidak salah untuk ngotot berjuang mendapatkan tempat di hati Haris dan Diana.
Karenanya Kirana masih bertahan disana, sebab begitu senang melihat suasana hati ayah dan ibunya yang begitu bahagia.
...**********...
"Nurul...!
Jangan turun ya nak, mama sudah mau siap ini.
Cilup baaaaa...... anak mama baek budi nggak lasak ya nak, jangan turun dulu ya nak, mama pakai baju dulu...ya Nurul syantikk..."
"Mama... mama.."
"Iya mama pakai baju dulu ya nak."
Diana mengajak putrinya Nurul terus bicara agar jangan turun dari Springbed, baru saja dia membuka tempat pakaiannya, dia dikejutkan dari belakang dan pinggangnya diangkat ke tempat tidur.
"Cilupppp ba...!
papa olah raga dulu ya Nurul...!"
"Ah abang ngejutin aja, berarti dari tadi abang tidak tidur..?"
"Tidur. Cuma ada cewek cakep lewat jadi terbangun...hihihii"
Lalu peristiwa keramat itupun terjadi lagi.
Haris bahagia melihat keindahan yang ada di depannya juga hidupnya yang sekarang.
Selesai berolahraga, Haris lalu menceritakan semua peristiwa yang saat ini juga sedang papa Kirana jelaskan pada Kirana putri semata wayangnya di ruangan lain.
Tak lama setelah keduanya selesai berolah raga, Kiranapun datang dan masuk kamar tersebut.
"Bang Diana pergi ke kolam renang ya, adek merasa gerah dan ingin mandi kembali."
"Oh ya sudah, pergilah Dek nanti abang akan menyusul."
Melihat Kirana, Haris kembali tergerak melakukan peristiwa keramat kedua, pada istri mudanya itu.
Putri pak Wicaksono yang anggun, begitu indah bak permata berkilauan dengan pancaran kecantikan yang begitu paripurna, sangat silit untuk menolak pesona dan daya tariknya, akhirnya Haris kemudian menariknya ke pelukannya.
Kirana yang faham dan tahu, kalau suaminya baru saja melakukan hal itu bersama Diana istri pertamanya, kemudian meladeni suaminya dengan baik dan penuh kehangatan serta kasih sayang, layaknya seorang istri yang begitu mencintai suaminya.
"Abang sudah selesai...?
Kita mandi yuk bang..!"
"Iya yuk, setelah berolahraga bawaannya memang gerah."
__ADS_1
Haris dan Kirana menjadi begitu gerah, sehingga keduanya juga pergi ke kolam renang yang airnya sejuk itu, setelah sebelumnya menaruh Nurul di tempat yang aman.
Ketiga orang itu bersantai ria di kolam yang memang menjadi andalan utama hotel ini, dalam menarik minat customer nya, yakni dengan menyediakan kolam renang pribadi kecil untuk 10 buah kamar ukuran paling mewah hotel tersebut yang semisal kelas Royal suite kalau di hotel bintang lima itu.