Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _77 : Ujian 1 Triliun


__ADS_3

"Memang luar biasa pa..!


Papa tahu nggak waktu Kirana di rumah ayah kakak Diana, yang sudah menganggap Kirana sebagai putrinya, sebelum papa dan mama datang kesana saat itu.


Kirana ditawarkan uang 1 Triliun pa, untuk melupakan bang Haris dan kak Diana, dan agar pergi dari hidup mereka kalau memang Kirana nggak serius dan cuma bermain-main.


Bang Haris saat qitu mengatakan 'Kirana boleh meninggalkan abang juga kakakmu, maka kami akan memberikan uang buat Kirana satu triliun.


Dengan uang itu adek bisa membeli beberapa hotel bintang 5 dan langsung menjadi pemiliknya, kalau memang adek tidak serius dan hanya bermain main atau kalau motivasi adek masuk ke dalam hidup kami hanyalah untuk uang.'


Itu yang abang Haris ucapkan pa, awalnya saat itu, Kirana pikir itu hanya sekedar ucapan omong kosong, tapi ternyata dia sungguh-sungguh pa."


"Lalu apa jawaban Kirana...?"


Ibu Kirana penasaran dengan reaksi putrinya atas pernyataan Haris itu.


"Ya Kirana nangis sejadi jadinya ma, Kirana sedih karena memang Kirana tulus mencintai bang Haris.


Lalu kak Diana protes pada sikap bang Haris dan bang Haris lalu meminta maaf.


Yang terjadi kemudian bang Haris menenangkan hati Kirana, lalu menerima Kirana masuk dalam hidup mereka seperti sekarang ma.


Jadi suami Kirana dan kakak Diana itu super kaya ma, kelihatannya saja begitu pembawaannya tidak sombong dan tidak menjaga jarak seperti layaknya orang kaya raya pada umumnya."


"Ya sudah, kalau begitu kamu harus lebih baik dalam membawa diri dan menjaga sikap.


Tunjukkan kalau memang pilihan kamu itu benar, kamu bukan seseorang yang gila duit atau bagaimana bagaimana, tetapi memang seorang istri yang tulus dalam mencintai suaminya."


"Kalau masalah duit, itu memang bukan tujuan Kirana pa, bahkan Kirana sejak awal tidakpun tahu menahu sama sekali tentang kekayaan bang Haris yang seperti itu.


Lagian papapun tahu bagaimana banyaknya pria kaya yang mendekati Kirana selama ini, Kirana tidak pernah memandang mereka ataupun kekayaan yang mereka miliki.


Mereka semua Kirana tolak mentah mentah.


Bahkan papa sampai benci sama Kirana, karena salah satu yang Kirana tolak itu, adalah putra teman papa yang kaya raya bukan....?


Untuk masalah bang Haris, sejak awal memang Kirana yang suka dan tulus, menyukai bang Haris.


Kirana tidak tahu bagaimana menyebutkannya, entah kenapa yang jelas sebelum bersamapun Kirana sudah sangat nyaman dan senang kalau dekat dengan bang Haris ps dan mama ma, Kirana suka sifatnya, pembawaannya dan segala sesuatu tentangnya.


Karena itu Kirana memperjuangkannya, nasib baik ternyata kakak Diana yang merupakan kunci dari semua ini, juga suka sama sikap dan pribadi Kirana, serta menyetujui serta malah mendorong bang Haris untuk menerima Kirana.


Kak Diana itu orangnya asyik ma, nggak cemburuan atau katakanlah suka mencari pengaruh di depan bang Haris suaminya, agar benci pada Kirana misalnya, sama sekali nggak ada sipat begitu pada kak Diana.


Walaupun Kirana adalah istri bang Haris yang kedua, tetapi kak Diana selalu memposisikan kami itu sama dan bersikap secara adil juga berimbang.

__ADS_1


Bahkan kak Diana, memberikan waktu yang lapang buat Kirana, sebagai istri abang yang baru ma."


"Kalau memang begitu, hal Itu sudah bagus dan sudah berjalan semestinya.


Baik-baiklah dalam bersikap kedepannya, sebagaimana nak Diana itu penuh pengertian padamu kamu juga harus bersikap yang sama.


Terus terang papa sama mamamu awalnya sangat khawatir, kami ingin menolak tapi kau itu orangnya keras, kalau keinginanmu ditolak kamu justru malah akan makin menjadi jadi.


Papa dan mama tahu betul bagaimana watakmu kalau sudah menentukan sesuatu, sehingga kami serba salah dan akhirnya terkesan membiarkan.


Walaupun sebenarnya kami tentunya sangat khawatir."


"Iya baiklah pa..!


Oh ya pa, Kirana masih mau beristirahat, karena sudah lelah juga, Kirana belum istirahat sama sekali.


Putri papa dan mama ini datang, menceritakan hal ini kepada papa dan mama, tujuannya adalah agar papa dan mama itu tidak lagi terlalu sedih dan tidak lagi terlalu resah gelisah, ataupun tidak was was lagi untuk menghadapi siapa tadi namanya? Hendrik ya...?


Besok kalau memang mereka akan datang, itu sudah bagus sekali.


Abang akan selesaikan semuanya papa dan mama tenang saja."


"Kalau begitu pergilah beristirahat papa dan mama juga sudah menjadi tenang sekarang.


"Iya, ma iya pa, Kirana akan beristirahat tapi abang dan kakak enggak bakal kecarian kok, karena memang Kirana sudah menjelaskan maksud kepergian Kirana, untuk menemui papa dan mama sebelumnya dan abang sendiri juga sudah mengizinkannya."


Lalu Kirana meninggalkan ruang kerja, yang berada di kamar paling mewah, tempat ayah dan ibunya di di hotel itu.


Dia menuju lift yang lalu membawanya turun ke lantai, yang merupakan tempat menginap Harris dan Diana.


Setelah berada di depan kamar, Kirana mengucapkan salam dan masuk ke dalam kamar tersebut.


"Kirana sudah pulang ya sudah selesai semua urusannya dek...?"


Sudah kak..!


Adek sudah menjelaskan segalanya, semoga papa dan mama tidak terlalu risau lagi ya kak..!"


"Iya dek agar kedepannya papa kita, lebih bisa fokus untuk mengurusi hal hal penting lainnya.


Ayo duduk sini dekat kakak.


Kakak dari tadi sendiri lho disini, suami kita lagi pergi untuk mencari sesuatu katanya."


"Lho kok kakak nggak ikut?"

__ADS_1


"Iya kakak sih dari tadi sudah diajak dek, cuma kakak pilih tinggal aja.


Pasti suami kita sedang pergi berkeliling, itu sudah jadi kebiasaannya kalau datang ke suatu tempat yang baru."


"Kota ini sangat kecil, dan tidak terlalu ada hal-hal yang khusus disini, tapi kalau memang abang sudah pengen keliling dan hal itu sudah jadi kebiasaannya, ya itu akan sama saja."


Diana dan Kirana akhirnya beristirahat dengan tenang, keduanya tidur begitu pulas, karena sangat begitu lelah, dalam perjalanan mereka ke kota K itu.


Haris kembali setelah cukup lama berkeliling dan kedua istrinya juga sudah bangun.


"Abang sudah kembali..!


"Ya, sudah...! Kamu sudah cerita sama papa dan mama dek...?"


"Sudah bang. Tadi papa katakan kalau besok orang yang mengaku-ngaku berasal dari group Kaya dan jaya bersama group itu, akan datang.


Papa punya jadwal janji bertemu dengan mereka, tadi papa minta supaya abang bersiap-siap ikut dalam pertemuan itu besok."


"Wah kebetulan yang sempurna, tentu abang akan datang besok dan sangat siap untuk itu.


Abang nggak akan menyia-nyiakan itu, kamu sudah katakan supaya papa dan mama jangan terlalu risau bukan?"


"Sudah bang..!


Sudah Kirana sebutkan, tapi kelihatannya papa dan mama masih cukup merasa tertekan dan ke khawatiran mereka belum sepenuhnya hilang bang, walaupun memang sudah lebih lega dari biasanya.


Mungkin baru sampai besok, saat orang itu kita pukul balik, kekhawatiran papa dan mama baru bisa lenyap bang..!


Tadi papa juga minta supaya abang besok, counter attack mereka, yang sudah buat papa dan mama susah belakangan ini."


" Ya sudah. Itu bukan masalah.


Besok akan kita lihat seperti apa orang itu.


Baiklah, apa kalian ingin makanan khas jajanan jalanan?


Ini abang ada bawa beberapa jenis jajanan khas kota K ini.


Ini juga ada sate yang enak, abang sengaja beli sebab tadi sudah mencicipi rasanya yang enak lebih dahulu, sewaktu berkeliling kota.


Apakah kalian mau...?"


"Mau mau mau bang....!"


Baik Diana maupun Kirana, sama sama melompat dari tempatnya mendekati Haris, dengan makanan yang dibawanya itu.

__ADS_1


__ADS_2