Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _85 : Perhatian pada bawahan


__ADS_3

Haris lalu membahagikan istrinya yang sepertinya selalu haus akan kasih sayang dan perhatian darinya itu.


"Ini aneh, aku tidak lelah sama sekali tetapi tetap fit dan bugar.


Padahal rasa nikmat yang aku rasakan tidak berkurang sama sekali, malah semakin nikmat


Sepertinya peningkatan kwalitas tubuh dan pikiran itu benar benar sangat hebat."


Setelah apa yang dia inginkan tersampaikan, Kirana merasa puas dan begitu bahagia.


"Abang...adek mau tidur sekarang, boleh nggak."


"Nggak mau begadang sampai pagi...?


"Adek ngantuk lho bang, nggak kuat lagi nahan ngantuk."


"Tidurlah sayang, mimpi yang indah ya...!"


Haris mengecup istrinya dengan hangat.


Tidak perlu waktu yang lama bagi Kirana untuk tertidur lelap, setelah pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Matanya begitu ngantuk, sehingga bahkan dia harus digendong ke tempat tidurnya.


Setelah membersihkan diri, Haris lalu datang ke tempat tidur Diana, melihat Nurul putrinya.


"Kamu kok belum tidur dek...?"


Dengan kekuatan pikirannya sekarang, Haris bahkan bisa membedakan mana irama nafas orang yang benar benar tidur dan mana yang berpura pura.


"Hei aku berbicara padamu...!


Aku tahu kau tidak tidur dan melihat aku dan semuanya."


Dengan mudah Haris meraih tubuh Diana dan menggendongnya tanpa merasa berat sama sekali.


"Abang....! Nanti adek jatuh lho bang."


"Ha...hah, aku tidak akan menjatuhkan istriku, hanya karena kedapatan pura pura tidur."


Haris juga memberikan hal yang sama kepada Diana.


Dengan senyum yang hangat Diana berucap.


Adek mau tidur duluan ya bang, ngak apa apakan...?


"Tidurlah ratuku, mimpi yang indah ya sayang."


Sama seperti Kirana, Diana tidur dengan pulas dan begitu nyenyak.


"Ini aneh sedikitpun aku tidak merasa lelah dan ngantuk.


Apakah ini, keunggulan kwalitas tubuh dan pikiran manusia hebat....?"


Haris merasa heran dengan keadaan tubuhnya yang masih fit dan tetap bugar itu.


Haris lalu menatap keluar jendela dan melihat Amanu yang masih terjaga, serta menemani satpam Vila milik Haris di pos penjagaan, yang berada di samping gerbang Villa tersebut.


Karena tidak bisa tertidur, Haris lalu memilih untuk turun dari kamarnya di lantai atas, kemudian berjalan keluar hendak menuju Pos penjagaan di samping gerbang.


"Tuan anda kenapa tidak istirahat...?"


"Puspa kamu masih berjaga..?"


"Benar tuan..! aku dan adik Wulan berjaga bergantian, karena memang ini adalah tugas kami tuan."


"Baiklah kalau begitu aku tidak akan mempertanyakannya lagi, tetapi sebenarnya Villa ini cukup aman sekarang."


"Tapi kami sudah terbiasa begitu tuan."


"Kamu tidurlah, ada Amanu dan yang lainnya disana, selain itu besok pagi kami akan pergi.


Jadi kamu serta Wulan besok harus berjaga penuh, saat kami tidak ada, jadi beristirahatlah sekarang."

__ADS_1


"Baik tuan, saya permisi tuan."


"Ya begitu lebih baik.


Aku akan keluar ke pos penjagaan, karena aku melihat si Amanu juga tidak tidur sama seperti dirimu."


"Aku tidak meragukan sikap profesionalitas kalian, tetapi kita juga harus membaca situasi."


"Terima kasih tuan.


Tuan adalah panutan saya."


"Ya, pergilah beristirahat."


Haris lalu berjalan keluar dan pergi menemui Amanu yang sedang berbicara di pos penjagaan Villa milik Haris.


"Amanu kamu belum tidur...?


Besok pagi kita harus pergi pagi-pagi sekali.


Sekarang pergilah beristirahat, tempat ini cukup aman kok, tidak ada hal yang begitu perlu dikhawatirkan disini.


Selain itu sebagai pengawal, kalian tentu sudah terbiasa untuk bereaksi cepat, bila ada apa apa.


Sekarang beristirahatlah, besok tenagamu sangat diperlukan, bisa jadi kita akan menghadapi hal-hal yang tidak kita duga besok, sehingga tubuh yang fit serta bugar sangat dibutuhkan."


"Baik tuan saya akan pergi tuan. Permisi tuan."


"Ya pergilah."


"Bagaimana keadaan malam ini..?


"Haris bertanya kepada satpam yang berjaga."


"Semuanya cukup baik tuan, keadaan aman terkendali dan tidak ada hal yang mengkhawatirkan.


Seperti yang tuan katakan desa ini cukup aman tuan.


"Ya itu betul tapi tetap saja kasihan juga, kalau kamu harus berjaga sendiri.


Kenapa kamu tidak memiliki teman untuk berjaga...?"


"Karena memang hanya saya sendiri yang ditugaskan di sini tuan..?"


"Begitukah...?"


"Benar tuan.."


"Kalau begitu besok cari temanmu tiga orang lagi.


Kalian akan secara bergantian berjaga, setiap dua orang beristirahat dua orang lainnya berjaga, lalu sesuai jam pergantian yang nanti kalian sepakati bersama, yang berjaga pertama akan digantikan oleh dua orang yang telah beristirahat sebelumnya.


Apakah kamu bisa mendapatkan 3 orang itu atau harus aku yang mencarinya untukmu...?"


"Bisa tuan dan tidak perlu sampai tuan yang mencari sendiri.


Saya bisa mencarinya tuan.


Kebetulan saya juga memiliki beberapa teman yang saat ini sedang tidak ada pekerjaan tuan.


Mereka sedang menunggu berita dari biro, untuk ditempatkan di mana saja yang membutuhkan jasa pengamanan satpam tuan."


"Wah kebetulan yang begitu sempurna.


Baik kalau begitu panggil tiga temanmu itu, sehingga ada teman yang telah kau kenal sejak dari awal, untuk bertugas di pos jaga ini.


Kalau ada 4 orang temanmu yang lain yang mau menunggu, maka di desa S juga sedang dibangun Villa seukuran Villa ini, jadi nanti kalian bisa sama sama bekerja.


Empat di sini dan empat di Villa kita yang disana.


Untuk menjaga agar kalian tidak bosan, maka kalian boleh berganti-ganti berjaga secara uplusan di villa ini atau di villa sana.


Selain itu mulai besok aku akan menyuruh menambah makanan minuman dan juga rokok kalian, yang penting kalian bekerjanya harus bagus dan harus profesional.

__ADS_1


Berapa gajimu sebelumnya...?"


"Gaji saya 3 juta tuan..!"


"Baik kalau begitu akan aku naikkan menjadi 5 juta/orang, tapi seperti yang aku katakan kalian harus profesional.


Bagaimana menurutmu...?"


"Itu sangat indah tuan...!


Tidak pernah saya melihat atau mendengar hal yang begitu indah, dalam urusan pekerjaan seumur hidup saya.


"Senang mendengarnya kalau kamu bahagia, sampaikan pada temanmu kalau vila kita yang satu lagi itu, seharusnya akan selesai dalam bulan ini juga.


"Terima kasih tuan.."


"Baiklah aku tidak bisa tertidur malam ini, jadi aku datang kemari, memang sengaja untuk bercerita denganmu.


Maukah kau bercerita tentang sesuatu untukku...?


Terserah tentang apa saja, apakah tentang keluargamu barangkali, atau tetanggamu atau teman-teman atau apa dan siapa sajalah terserah padamu.


Atau mungkin saudaramu yang butuh pekerjaan, adik adikmu, putrimu atau putri abang maupun putri kakak.


Kalau ada yang membutuhkan pekerjaan, ada banyak pekerjaan di tempat kita dan siap menampungnya."


"Benarkah tuan....?


Kebetulan ada tuan, apakah memang ada lowongan tuan..?"


"Wah banyak sekali kebetulan yang kau miliki hahahahh...luar biasa kamu ini.


Masalah lowongan pekerjaan, akukan pemiliknya aku yang menentukan, walaupun sedang tidak ada lowongan kalau aku katakan masuk ya harus masuk."


"Bener juga ya tuan


Saya kok tidak terpikir sebelumnya...?"


"Bukan benar, tapi kebetulan hahahahh."


"Ah tuan, suka bercanda juga ternyata.


Tapi kenapa saya tidak memikirkan hal itu ya tuan..?"


"Itulah gunanya kita berdialog begini, berbicara lalu akan muncul hal-hal yang bermanfaat.


Kalau begitu cari dua orang dari saudaramu, yang memang mau bekerja di hotel, tapi jangan memilih harus siap ditempatkan jadi apa saja.


Bisa saja akan menjadi cleaning service, atau Bell Boy yang membantu tamu untuk membawakan barang barang mereka, dan mengurus transportasi mereka di hotel.


Bagaimana...?"


"Siap tuan..!


akan saya bahas dengan keluarga saya."


"Siapa namamu....?"


Nama saya Dirman tuan."


"Nama yang kebetulan bagus....hahahah.


Saya jadi ikut-ikutan, mengatakan kebetulan.


Sekarang ayo berceritalah..!"


Dirman lalu menceritakan beberapa cerita kepada Haris untuk memuaskan hati tuannya tersebut.


Diam-diam Dirman merasa sangat salut dan begitu tersentuh dengan sikap dan perlakuan Haris tuannya, yang ternyata sangat baik dan perhatian pada anggotanya itu.


Dirman bertekad akan terus bekerja secara profesional berjaga untuk Haris.


Keesokan harinya Haris dan 3 pengawal serta Darman dan juga Nando dan Very berangkat ke wilayah pantai timur.

__ADS_1


__ADS_2