
Ternyata penyakit yang di derita Siti istri teman Haris adalah penyakit usus buntu yang sudah cukup parah.
Operasi dilakukan sebagai langkah guna mengangkat jaringan usus buntu, agar mencegah terjadinya hal yang paling tidak di inginkan yakni pecahnya jaringan usus buntu tersebut dan menjalarnya penyakit itu ke organ lainnya sehingga menimbulkan komplikasi penyakit yang dapat mengancam nyawa.
"Bagaimana keadaan Siti istrimu Man?"
"Alhamdulilalh Ris operasi sudah berlangsung dengan baik, sekarang masuk tahap apa tadi istilahnya kata dokter, pokoknya mau dipantau pantau gitulah katanya."
"Oh Alhamdulillah lah Darman, untung kita tidak terlambat."
"Iya terima kasihlah ya Ris, kalau ngak ada kau entahlah Ris, sudah lama ini penyakitnya di biar biarin.
Karena tahulah kau Ris, sulitnya keadaanku sebelumnya."
"Iya Man sudah faham aku itu semuanya, tapi ngak perlu juga ucapan terima kasih atau rasa berhutang budimu.
Itu yang kau ucapkan dulu setelah menyelamatkanku, dari keadaan kritis saat akan tenggelam di sungai itu bukan?
Nah sesama sahabat tidak ada istilah hutang budi, tapi yang ada adalah kewajiban bersama untuk saling membahagiakan sahabat, sedaya mampu yang kita bisa, maka aku sedang melakukan kewajiban itu sekarang.
Lalu kapan bisa pulang kata dokter Man?"
"katanya besok sudah bisa pulang Ris."
"Ya sudah bagus kalau begitu.
Tadi dokter klinik kita juga sudah mengatakan, biasanya akan ada beberapa langkah observasi selama beberapa jam seusai dilakukannya operasi usus buntu, yang kau istilahkan mantau mantau tadi.
Jadi ya memang harus sabar menunggulah Man.
Selain itu selama beberapa hari setelah operasi, umumnya ada rasa nyeri dan ketidak nyamanan pada area bekas sayatan di perut bekas operasi
Tapi jangan khawatir juga, dokter akan meresepkan obat-obatan pereda nyeri dan antibiotik pencegah infeksi.
cuma perlu dipastikan agar bekas sayatan itu tetap bersih agar tidak terinfeksi.
Pemulihan itu biasanya akan memakan waktu selama kurang lebih 6 pekan maksimalnya.
Jadi saranku Man! selama masa itu, kau dan Siti tinggal di hotel kita aja dulu, disanakan ada klinik kita.
Jadi dokter bisa memberikan fasilitas dan penanganan rawat jalan bagi istrimu.
Bagaimanapun kau masih butuh konsultasi dengan dokter, untuk beberapa kali serta untuk mengecek kondisi Siti, serta memeriksa bekas sayatan dari operasi usus buntu yang dijalaninya itu.
Selain itu lingkungan yang bersih juga perlu Man agar, tidak terjadi radang infeksi dan hal yang tidak kita inginkan."
"Aku mengikuti pengaturanmu ajalah Ris, aku percaya penuh padamu, tapi kasihlah aku kerja atau kegiatan apa gitu, agar aku merasa berguna dan tidak merasa terlalu membebanimu."
"Hei siapa yang merasa terbebani?
Berapa sih yang bisa kau habiskan Man?
Sudah ngak usah kau pikirkan.
Yang perlu kau pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar membuat Siti bahagia, jadikan dan perlakukan dia sebagai Ratumu teman.
Selama ini nasib buruk dan keterbatasan ekonomi, mencegahmu untuk melakukan itu, makan sejak saat ini kedepannya bahagiakanlah dia dan seluruh anak anakmu teman!"
"Aku tidak bisa lagi berkata kata apapun lagi teman."
"Bagus! terkadang kita sangat memerlukan situasi itu."
"Baiklah teman, besok Very akan menjemputmu kemari dan membawamu ke hotel.
Tampaknya kami akan pergi lebih dulu"
"Baik Ris, terima kasih banyak ya Ris."
"Hei apa itu?
Ucapan terima kasih lagi?"
"Aku tidak akan berhenti mengucapkannya walau melanggar aturan."
"Haaa...ha tampaknya kau adalah murid yang suka melanggar aturan, saat sekolah dan jadi murid dulunya."
"Hmmm begitulah Ris."
"Baiklah kami berangkat sekarang teman."
Haris meluncur pergi, bersama istrinya.
°°°
[Sistem]
"Ding..! Misi baru tuan."
"Wah asyiik, apa misi kali ini Sistem."
[Sistem]
"Mendirikan rumah sakit milik anda sendiri tuan.!"
"Oke aku terima misinya, ini sesuai dengan isi hatiku sistem."
[Sistem]
"Apakah tuan bahagia?"
"Sangat bahagia"
[Sistem]
__ADS_1
"Senang mendengar anda bahagia.
Apa tuan tidak ingin tahu poin sistem ( PS ) yang akan anda dapatkan seperri biasanya?"
"Untuk itu aku kali ini ingin menyimpannya saja sistem.
Sistem bagaimana PS ku pada misi pembangunan rumah warga itu?
[Sistem]
Beberapa hari ke depan ini hasilnya akan keluar tuan.
Apa tuan punya rencana?"
"Ya. Aku berharap itu akan mencukupi untuk biaya pembelian 10 hotel bintang lima, yang aku pesankan untuk di cari oleh bawahanku."
[Sistem]
Poin sistem yang di dapat dari itu adalah 999 miliar tuan plus 10 ribu point sistem
dan sebuah mobil super sport lagi tuan.
Sedangkan nilai 10 hotel bintang lima di tingkat provinsi akan berkisar 100 M tuan, artinya itu akan cukup bila ditambah 1M lagi dari uang simpanan tuan di ruang inventory tuan."
"Hah.. aku ingin melihat statusku sistem."
[Sistem]
'Baiklah tuan....Ding....!
Status sistem milik tuan Haris
Type : sistem kekayaan
Level : 3 ( Tiga ) biasa
Inventory : Uang sebanyak 20 M
kwalitas pikiran : Manusia biasa
kwalitas tubuh : Manusia biasa
Keahlian : mengemudi mobil
: Silat tingkat mahir
Poin Sistem : 575 PS ( Poin sistem)
Daftar kekayaan :
°°°°°°°°°°°°°°°°°°
*Sawah senilai Rp 60 juta
*Perhiasan senilai Rp 17 juta
650 juta
*Hotel Tepi pantai senilai 30 M
*Hotel pusat kota senilai 35 M
*Perusahaan ekspedisi senilai 15 M
*Lahan pertanian seluas 25 hektare
*Kebun salak seluas 5 hektare
*Hotel Diana beach resort >
Senilai Rp 30 M.
*Hotel Nurul Haris 1>
Senilai Rp 33 M
*Hotel Nurul Diana Haris 1>
Senilai Rp 200 M
*Hotel Nurul Diana Haris 2>
senilai Rp 100 M
*Saham 17% senilai 1, 7 T
Kaya dan jaya bersama group.
*Mobil Bugatti Veiron Viverre
Senilai 38, 7 M.
"Baik berarti sekarang poin sistemku ada 10.575 PS ya sistem?"
[Sistem]
"Benar sekali tuan."
"Baiklah, aku sangat puas.
Sekarang aku akan fokus ke hal lain sistem."
[Sistem]
__ADS_1
"Silahkan tuan...!"
°°°
"Abang kenapa sih bang dari tadi senyum senyum terus?
Seperti orang yang sedang berbunga bunga saja.?"
"Oh ya! Memangnya adek lihat abang senyum senyum aja ya?"
"Iya dari tadi adek tengok.
Abang sudah ada simpanan ya?
"Ada dek"
"Plak...!"
"Lho kok kaki abang di tabok sih dek?"
"Siapa suruh abang punya simpanan?
Bukannya abang sudah janji ngak akan menduakan adek?"
"Lho kok lari ke masalah itu?
Yang abang maksud simpanan itukan, uang 20Miliar."
"Ealah bang, maafin adek ya bang sudah berpikir yang ngak ngak, soalnya abang cengar cengir terus sih dari tadi."
"Dek ...dek kalau abang cengar cengir itu artinya ada yang lucu, bukannya karena ada wanita simpanan.
Abang senang sudah bisa menyelematkan istri teman abang.
Masih ingatkan kejadian yang menimpa abang dulu, dimana abang pernah hampir hanyut tenggelam kalau tidak ditolong Darman?
Memang sih semua itu adalah bantuan Tuhan juga, tapikan kita juga disuruh untuk pandai berterima kasih pada manusia, yang menjadi jalan datangnya bantuan Tuhan itu
Jadi sejak saat itu abang merasa sangat berhutang budi pada si Darman, teman abang.
Sekarang abang bisa membalasnya melalui istrinya, jadi wajar dong kalau abang sangat senang karenanya.
Selain itu abang teringat, segala sesuatu tentang kenangan suka duka kami di hutan waktu mencari rezeky dulu, terkadang kami dikejar monyet, lebah dan pernah juga di kejar ular cobra waktu menjala di sungai.
Moment yang paling lucu adalah saat di kejar lebah , karena terlambat masuk ke sungai, kepala abang dan dua teman abang itu di vaksin gratis sama lebah hahhaah, begitu keluar dari sungai dan mau makan siang, kami saling menertawakan penampilan teman.
Soalnya ada yang bibirnya sudah sebesar pisang, ada yang matanya sudah bengkak seperti mangga golek hahaahhahh.
Itulah sebahagian yang buat abang senyam senyum..he he."
"Oh asal abang ngak selingkuh ajalah bang."
"Ngak dong! Sudah ah jangan bahas soal selingkuh itu lagi."
"Bang adek sedihlah bang?"
"Kenapa dek?"
"Itu kebun sawit sumber penghasilan adek, selain dari pemberian abang sudah hilang terbakar sekarang.
Adekkan juga pengen punya sumber penghasilan duit sendiri lho bang."
"Oh ya sudah kalau begitu hotel di kota ini sama yang di kota S, sama adek saja, untuk abang hasil hotel kita yang di kota provinsi."
"Aduh terima kasih lho bang, adek janji akan simpan baik baik hasilnya dan memakainya pada hal hal yang semestinya aja."
"Iya. Jangan lupa kasih uang bulanan ayah dan ibu juga bapak dan ibu sama adek Juli Andri dan Nawir."
"Iya bang tapi kok saudara Diana semua bang.?"
"Lho! abang kan sudah merupakan bahagian dari keluarga itu juga, selain itu tanpa kita menikahpun persaudaraan kita sudah ada sejak dari kakek dan nenek kita."
"Oh begitu ya bang? kek manalah bang, adek kan bodoh ngak pintar seperti abang."
"Siapa yang bilang?
Istri abang ini adalah istri yang cerdas dan bijak dalam posisinya sebagai ibu rumah tangga abang yang indah.
Adek adalah harta paling tak ternilai yang abang miliki, serius lho dek.
Ngak ada artinya semua harta yang banyak ini kalau kita tidak bersama, makanya abang wanti wanti jangan sampai nantinya adek mau di dekati laki laki lain, apalagi kalau sudah punya banyak duit penghasilam dua hotel bintang tiga he he."
"Ngaklah bang, bukannya apa yang bang, tercium sama aroma lali laki lain aja adek bawaannya jadi mual mau muntah sekarang, yang ada maunya adek nempel aja sama abang."
"Ah yang bener?
Kamu coba periksa nanti di klinik kita, jangan janganpun Nurul sudah mau punya adek."
"Apa iya ya bang?"
"Iya bisa saja, biasanyakan ngak begitu, jadi jangan lupa periksa nanti.
Tapi sama dokter Sasmitha periksanya, jangan sama dokter Leo he he."
"Bang boleh ngak adek periksanya di kamar hotel aja, jangan ke klinik."
"Boleh nanti kita telepon agar datang ke ruangan kerja abang, eh ruangan kamu, kan sekarang kamu pemilik hotelnya?"
"Ngak usahlah bang, duitnya aja sama adek kalau mau menjabat disana nanti nanti aja, kalau anak anak sudah besar sekalian adek mau belajar banyak hal dulu.
Boleh kan bang?"
"Boleh, Alhamdulilah adek mau belajar.
__ADS_1
Alhamdulillah sudah sampai nih ayo turun yuk.!"
Haris dan istrinya telah sampai di hotel dan segera masuk ke lift khusus petinggi hotel dan menuju kamar Royal suite miliknya.