Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _40 : Membahagiakan keluarga dan orang terdekat


__ADS_3

Haris kembali ke tempat duduknya dan berubah menjadi raja di komunitas itu dalam pandangan semau orang disana.


Semua pandangan tertuju padanya dan semua orang ingin sekali punya hubungan yang dekat saat ini dengannya.


Baik Anthony, Pieter, Herlambang Budi dan Juanda juga Rixon kini memandang Haris dengan level yang berbeda.


Pakaian dan penampilan Haris sudah dirasa menjadi gaya dan style yang paling tinggi, pandangan remeh akan penampilan itu sudah berubah dengan kekaguman.


Bagi orang orang yang menjadikan harta dan kekayaan sebagai tuan ini, sosok Haris sekarang adakah idola panutan dan sang pujaan.


Hartono si general manager hotel Diana beach resort membeku di tempat duduknya.


Daun telinganya terasa kaku seolah membeku terkena salju.


Dia baru saja merasa bangga diri kepada tuannya karena bisa beroleh hotel dengan pemawaran harga Rp 100 M, yang di luar dugaan dibayar oleh Haris tanpa negosiasi tawar menawar.


Itu saja sudah membingungkan baginya, tapi kini tuannya akan mengeluarkan Rp 1,5 Triliun lagi untuk 15% saham Kaya dan jaya bersama group.?


Kini dia merasa seolah dia belum kenal dan belum tahu apapun tentang tuannya ini.


"Tuan Haris, semuanya sudah saya bicarakan pada semua kolega dan pemegang saham, ada sedikit perbedaan dari yang anda minta."


"Boleh saya tahu detailnya pak Wira?".


"Tentu. Jadi begini tuan Haris.


Setelah kami bicarakan, semua sepakat untuk memenuhi permintaan pak Haris, hanya saja ini menjadi sedikit bertambah.


Tadi pak Haris meminta 15 %, namun setelah tadi ada pembicaraan ulang, pemegang saham mayoritas juga mengatakan keinginan, untuk melepas sebahagian sahamnya.


Jadi setelah di koreksi itu akan menjadi 17%, artinya ada penambahan 2% dari yang anda minta atau senilai Rp 200 M lagi, apakah tuan tidak masalah dengan itu.


"Sempurna. Saya setuju tuan Wira uang hanyalah angka bagi saya."


"Apaaaaaaa.....?"


Semua terbelalak kemudian baik Anthony, Pieter, Herlambang Budi dan Juanda juga Rixon menelan ludah dengan paksa.


"Pak Hartono anda tidak bercerita kalau bos anda sefantastis ini"


Bisik Rixon ke telinga Hartono.


Hartono sendiri sebenarnya tidak kalah terkejut dari mereka, meski berada dalam lingkaran Haris, tapi diapun tidak tahu persis akan kekuatan finansial Haris ini.


"Baiklah tuan Haris, pihak berkompeten yang mengurusi hal hal tentang berkas dan keuangan akan datang sebentar lagi, mohon anda menunggu."


"Baiklah tuan Wira, itu bukan masalah, lagi pula tempat ini juga membuat kita betah"


Semua urusan Haris selesai setelah pihak korporasi datang.


Accounting manager dan pejabat korporasi termasuk pejabat urusan hukum terkait, dari Kaya dan jaya bersama group, menyelesaikan segala proses pelimpahan saham kepada Haris.


Setelah saling berpamitan semua anggota di kelompok itu kembali ke hotel tempat menginapnya masing masing dalam semua kelompok yang melakukan penjajakan rekan potensial, perputaran di kelompok Haris menjadi yang paling besar.


Haris berjalan keluar lalu di susul oleh General manager hotel Diana beach resort.


"Tuan, apa yang harus saya lakukan berikutnya?"


"Yang pak Hartono harus lakukan adalah bersiap siap menjadi general manager hotel bintang lima, dan melimpahkan posisi general manager kepada bu' Wina apalagi?"

__ADS_1


"Tuan saya ucapkan banyak terima kasih tuan.


Tapi hotel bintang 5 kita saat ini ada dua, lalu hotel yang mana tuan?"


"Pak Hartono maunya yang mana?"


"Tentunya kalau boleh yang super mewah tuan he he..."


"Baik itu jadi posisi anda dan hotel dari pak Budi buat Manager Sudharta."


"Te....Terima kasih tuan."


Hartono berlutut dia merasa seperti debu di depan Haris saat ini.


Hotel super mewah di kota provinsi dengan pemasukan tertinggi, bukankah itu artinya posisi dan penghasilannya akan menjadi semakin tinggi dan baik, maka siapa yang tidak bahagia..?


"Buktikan rasa terima kasihmu dengan karya nyata pak Hartono, buat hotel kita lebih gemilang.


Dan ingat....! pastikan aku dan keluargaku tidak lagi di usir dan dilemparkan ke jalanan oleh satpam dari hotel itu saat aku datang dengan pakaianku yang murahan.


"Si...siap tuan...!


Fhoto tuan dan seluruh keluarga akan saya pampang dengan ukuran paling besar di ruangan hotel, agar semua karyawan kita tahu sehinga tidak terjadi peristiwa yang tidak di inginkan "


"Bangunlah.


Seorang general manager tidak boleh berlutut begitu."


"Saya akan terus berlutut kalau kepada anda tuan, saya adalah pelayan tuan."


"Baiklah, ini ada uang saku Rp 100 juta, bawalah anak anak bersenang senang."


"Terima kasih tuan?"


"Terima ka...... maaf tuan"


Haris pergi dibawah tatapan kekaguman Hartono dan segera melesat hilang, di tengah kerumunan padatnya kenderaan di jalanan kota provinsi.


Sesampainya di hotel tempat istrinya menginap, Haris langsung di hujani pertanyaan oleh istrinya Diana, karena ditinggalkan seharian di tempat yang belum dia kenali, meskipun sebenarnya semua keluarganya ada disana.


"Abang sedikit sibuk dek, abang baru saja membeli dua hotel bintang lima yang mewah, jadi ya butuh waktu mengurus surat surat dokumen dan juga prosesnya."


"Jadi hotel kita ada empat sekarang bang?"


"Ya selamat, sekarang adek sudah resmi jadi orang kaya."


"Ah abang ada ada aja.."


"Hahahahh benar lho.


Ya sudah jadi sekarang kita mau kemana ini?"


"Iya abanglah, yang jelas anak anak sudah pada gerah."


"Lho kan, di hotel ini ada wahana permainan anak dan juga kolam renangnya?"


"Takut bang, nanti bayarnya mahal."


"Oalah ratuku sayang, benar benar orang kaya yang ngak pandai mengeluarkan uang.

__ADS_1


Lagian semua yang ada di hotel ini semuanya sudah masuk ke dalam biaya menginap yang kita bayar"


"Mana adek tahu bang, yang adek tahukan cuma bawa kayu bakar dari kebun bang."


"Duhhhh kasihan, tapi nanti kalau sudah lama jadi orang kaya, bakalan tahu kok."


'Iya bang, jangan bosan bosan mengasihani, adek abang yang sederhana ini ya bang..!"


" Eh kok jadi dalam gitu sih omongannya dek?


Semua isi dunia ini ngak akan ada yang seistimewa adek lho."


"Ah gombal..."


"Bener lho.....!


"Ya sudah, jalan yok kita belanja, ajak semuanya."


"Benar bang? Ayo kalau begitu."


Hari itu semua keluarga Haris berbelanja banyak barang.


Kaum ibu mendapatkan perawatan kecantikan dan dimanjakan dengan. Perawatan ala spa dan salon yang begitu di gemari kaum hawa itu.


Perawatan wajah, dan badan ala spa, yang menawarkan massage full body, body scrub, body mask, dan berendam atau mandi dengan air khusus dari spa itu mereka jajal.


Perawatan Kuku dengan pedicure dan medicurenya juga diminati


Tidak ketinggalan berbagai jenis perawatan rambut, dipilih oleh Butet Yunita dan Diana juga Juli putri bibinya diana, termasuk kedua ibu yang juga tidak mau ketinggalan pelayanan ala ratu ini.


Ada yang mengambil perawatan berupa hair trimming, hair styling, hair toning dan juga Smoothing yang merupakan proses pelurusan dan pelembutan rambut yang memakan waktu cukup lama itu.


Mereka sangat merasa bahagia, anak anak di amankan oleh kaum bapak dan dibawa kelokasi Zona permainan anak, sambil menunggu semua para ratu itu selesai dengan perawatannya.


Sambil menunggu anak anak yang sedang asyik dengan berbagai permainan itu, dimana mereka di kawal oleh paman mereka Andri dan Nawir juga kedua kekeknya yang setia menunggu.


Beni, Roni dan Haris memilih duduk dan menunggu di lokasi.


"Ris terima kasih ya, kau sudah angkat keluarga kita sejauh ini. Padahal jujurnya abang masih ingat lho semua dosa abang sama kau Ris."


"Ah sudahlah bang Roni, yang lalu biarlah berlalu, kita song song masa depan yang bahagia.


Aku hanya minta satu hal dari kita semua, setialah pada pasangannya masing masing, merekalah yang mengikat kita jadi bersaudara seperti ini.


Ini ada kartu ATM masing masing abang dan kakak punya saldo Rp 200 juta/orang, nomor PIN nya ada di tempel di card nya masing masing.


Selain itu mobil yang bang Beni bawa akan jadi milik keluarga bang Beni.


Buat bang Roni juga akan dapat mobil yang sama, tetapi sebelum itu belajarlah membawa mobil dari bang Beni.


Tolong ajari juga adik kita Andri dan Nawir, agar kalau mereka sudah mahir dan ada perjalanan jauh seperti ini, bisa ada banyak supir di keluarga kita."


"Haris... abang ngak tahulah mau ngomong apalagi Ris."


Beni terduduk di depan Haris, begitu juga Roni ikut bersimpuh.


Roni yang sudah lama juga punya keinginan memiliki mobil sejak Beni punya mobil, merasa begitu terkejut.


Kini Haris sudah menawarkan membelikannya mobil, maka dia harus semangat sampai bisa.

__ADS_1


Haris ikut duduk di bawah dan memeluk dua saudara sepengambilannya ini.


Dua orang tua yang memandang anak anak mereka ini, sangat bahagia dan begitu bersukur atas semuanya kepada Tuhan.


__ADS_2