
Dalam perjalanan pulang ke desanya Darman duduk di depan bersama dengan Very, sedangkan Haris berada di belakang sopir, di bangku Tengah dengan kedua istrinya.
"Very.."
"Saya tuan.!"
"Besok kamu dan Nando bersiap siap ya, kita akan pergi ke pantai timur."
"Baik tuan kami akan bersiap-siap pagi-pagi sekali tuan."
Mobil terus melaju, Nando yang dikawal oleh pengawal wanita melewati beberapa desa sehingga sampai di tujuan mereka di desa P.
Mobil memasuki Villa dan segera setelah melewati halaman Villa, mobil Haris lalu masuk ke garasi besar, yang memang sudah dipersiapkan sebagai tempat beberapa kenderaan tersebut.
Puspa dan Wulan turun membukakan pintu bagi Diana dan Kirana.
"Tuan...!"
Nando dan ketiga pengawal baru Haris berdiri menyambut tuan mereka.
"Nando, Riston, Halim dan Amanu, beristirahatlah, desa ini aman.
Siapkan tenaga kalian untuk besok, mungkin besok kita akan bertempur dan terjun ke lokasi."
" Baik tuan....!"
"Apa kalian sudah menemukan kamar yang cocok buat kalian.?"
"Kami temukan sebuah kamar yang luas di lantai bawah, gedung pos pengamanan yang ada di depan tuan."
"Kalian merasa cocok dengan itu...?"
"Cocok tuan, baiklah terserah kalian saja."
Untuk Puspa dan Wulan kalian cari dan pilih kamar kalian di dalam.
Sebaiknya kami di lantai bawah kamar terdepan tuan, kalau memang boleh.
"Baiklah, terserah kalian saja.
Pesanku satu, jaga cara berpakaian kalian.
Karena aku ini lelaki yang sangat normal."
"Baiklah tuan.
Kami adalah orang orang yang sangat profesional."
"Bagus kalau begitu."
Haris pergi ke kamar mereka di iringi oleh kedua istrinys, namun setelah merebahkan dirinya di Springbed Haris langsung tertidur pulas.
"Suami kita kenapa kak kok sepertinya sedang ada masalah, sepertinya pembawaannya berbeda, lebih kaku dari biasanya.
Apa kita ada salah ya kak...?"
"Tidak ada salah apa apa dek Kirana, kamu harus membiasakan diri.
Kalau suami kita bawaan sifatnya seperti itu, artinya ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya.
Mungkin ini terkait dengan si John temannya, dia sangat emosional kalau melihat temannya sedang terluka atau menderita, sebab sewaktu hendak pergi ke tempat si John, suami kita baik-baik saja bukan..?
Perubahan ini baru terjadi setelah pulangnya suami kita dari sana.
Jadi dugaan kakak ini ada hubungannya dengan keadaan si John.
Besok juga sudah balik seperti biasa.
Ayo kita istirahat..!"
__ADS_1
"Ayo kak Kirana juga udah capek, belum hilang rasanya pegel perjalanan pulang dari kota K itu."
Saat tengah malam, Haris terbangun dan dia melihat kedua istrinya sudah tertidur pulas di dua tempat tidur yang berbeda.
Haris bangkit dan mendekat pada lemari Es yang ada disana, mencoba mencari sesuatu yang bisa.di makan.
Suara gelas saat Haris menuangkan minuman ke gelas yang ada di atas meja kaca itu, membangunkan Kiran.
Setelah melihat keberadaan Haris yang duduk di kursi dekat jendela kaca villa itu.
Kirana yang memakai gaun tidur dengan belahan dada terbuka itu bangkit dan memeluk suaminya dengan hangat dari belakang.
"Eh.... adek bangun?
Maaf ya, abang berisik ya, sehingga adek sampai terbagun....?"
"Nggak tapi memang sejak tadi adek sudah bolak balik, terbangun bang.
Adek nggak nyenyak tidurnya...?"
"Lho, kenapa....?
Adek kurang sukakah dengan keadaan Villa ini...?"
"Bukan Villanya tapi sikap abang yang dingin.
Kirana nggak suka kalau abang bersikap dingin pada Kirana dan kakak Diana, kami ingin suami kami itu suami yang tangguh, sehingga walau apapun yang terjadi di luaran sana, selalu hangat kepada kami kedua istrinya."
"Baiklah abang terlalu banyak pikiran, sehingga sampai bersikap demikian.
Kamu cantik sekali memakai gaun tidur ini, dek Kirana....?"
"Cantik apanya....?
Kalau Kirana keluar dalam keadaan seperti ini, pasti akan banyak pria yang akan lupa diri dan berusaha menangkap Kirana, tapi di kamar ini Kirana cuma di biarin nganggur seolah tak berarti."
"Siapa bilang dibiarin nganggur...?
Tapi sebelum itu, abang mau makan dulu, lagi laper nihh."
"Beneran abang mau berolah raga sampai pagi..?"
"Wah kamu senang sekali kelihatannya..?"
"Iya adekkan masih lagi masa honeymoon bang, lagi sayang sayangnya."
"Oh begitu ya...?
Maaf deh kalau abang membuatmu sampai merasa kurang nyaman sebelumnya."
Haris memasukkan wajahnya ke dalam belahan gaun terbuka itu dan sesuatu yang sangat lembut serta hangat, segera menyambut dan menyentuh wajahnya.
"Ah abang...! Adek nantinya nggak jadi nyiapin makanan abang, kalau abang nakal begini. adek pergi dulu ya."
Kirana segera lari ke tempat Kitchen set mewah, yang memang tersedia di ruangan besar milik Haris, yang layaknya kamar Presidential hotel bintang lima itu.
Dengan sigap wanita mantan GM hotel Nurul Haris di kota P itu, segera menyiapkan hidangan yang sebelumnya memang telah tersedia, dari hotel mereka.
Karena atas instruksi Kirana, Rossa GM hotel yang saat ini menggantikan Kirana, telah mengatur petugas untuk mengantarkan hidangan bagi tuan Haris dan keluarganya setiap harinya.
Sambil menunggu Istrinya menyiapkan hidangan
Sistem Haris berbunyi.
[Sistem]
"Ding....!
Tuan. Sistem sarankan tuan segera menaikan kondisi tubuh dan pikiran tuan, agar tidak mudah lelah dan jenuh serta lebih tenang dan siap menghadapi segala ujian, seiring dengan naiknya kemampuan tuan.!"
__ADS_1
"Begitukah sistem...?
Berapakah poin Sistem yang aku miliki saat ini dan berapa poin untuk menaikkan level pikiran dan tubuhku itu..?"
[Sistem]
"Saat ini poin sistem anda adalah 20575 PS tuan.
Adapun evel kwalitas tubuh dan pikiran yang ada pada sistem adalah ;
•Manusia biasa
•Manusia kuat
•Manusia hebat
•Manusia jenius.
Kenaikan pada level kwalitas tubuh atau pikiran manusia kuat masing masingnya 500PS pada level biasa dan 1.000 PS untuk level 3 mewah milik tuan sekarang.
Untuk level pikiran manusia hebat dan level kwalitas tubuh manusia hebat, masing masing butuh 5.000 PS pada level biasa dan 10.000 PS untuk level 3 mewah milik tuan sekarang.
Sedangkan untuk level super mewah berikutnya butuh 100 ribu PS untuk masing masingnya.
"Ughhh berarti aku akan kehilangan, 20 ribu poin sistemku untuk meningkatkan kwalitas pikiran dan tubuhku ke manusia hebat, begitukah Sistem...?"
[Sistem]
"Benar tuan....!"
"Haahhh baiklah...!
Aku merasa seperti dirampok sekarang.
Tingkatkan untukku sistem."
[Sistem]
"Baik silahkan tuan menunggu sebenar.
Proses peningkatan kwalitas tubuh dan pikiran sedang berlangsung...10...20...30...40...50...60...70...80...90...100...%
Proses peningkatan kwalitas tubuh dan pikiran selesai tuan.
Saat ini poin sistem (PS) anda tersisa 572 PS tuan..!"
Seketika saja tubuh dan kepala Haris terasa hangat dan sesaat berikutnya Haris merasa sakit yang cukup kuat, di tubuh dan kepalanya.
"Arrgghhhh...."
Tubuh Haris menegang menahankan rasa sakit itu, sampai kemudian, sakitnya segera berlalu dan hilang.
Tubuhnya kini terasa ringan seperti kertas.
"Bang, abang kenapa....?"
"Ahhh tidak apa apa dek, tiba tiba saja kepala abang begitu sakit sebelah ini."
"Kalau begitu adek telepon dokter kita ya bang.!"
"Tidak usah udah tidak apa apa kok dek. "
"Abang yakin.....?
Tadi abang tampak begitu kesakitan lho.."
"Sudah ngak apa apa lho dek, tadi migren abang sepertinya mau kumat tapi ngak jadi karena berbagai jenis sakit kepala akan melakukan pertemuan mendadak.
"Ah abang ada aja..?"
__ADS_1
Haris dan Kirana lalu makan malam itu, dengan lahapnya.