Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _36 : Pesanan di luar misi


__ADS_3

Alhamdulillah ya bang, lega rasanya setelah bisa mengurus keperluan keluarga bibi.


Ya. Rasanya kita sudah hidup berada dijalur yang benar ya dek, kalau begini.


(HP Haris berbunyi)


"Ya halo..."


"Halo pak direktur, ini saya pak. Saya mau mengabarkan kalau besok lusa ada pertemuan seluruh pengusaha hotel berbintang seprovinsi, yang akan di adakan di ibukota provinsi tepatnya di hotel RK rich hotel.


Bu' Hanah tadi juga menghubungi saya, bahwa beliau juga akan hadir disana, beliau berharap agar bapak juga bisa meluangkan waktu untuk hadir dalam pertemuan kali ini.


"Oh... ya terima kasih pak manager, anda juga hadir bukan?"


"Kalau bapak mengizinkan saya sebenanya sangat ingin, siapa tahu disana kita bisa menemukan calon relasi atau rekan bisnis potensial yang barangkali juga sedang membutuhkan atau mencari mitra dalam pengembangan bisnis perhotelannya pak."


"Baik kalau begitu, sudah di putuskan pak Hartono ikut, tolong sampaikan juga kepada manager hotel kita yang di kota P, pak Sudharta agar bersiap siap ikut berangkat."


"Maaf pak, pak Sudharta itu siapa ya pak? saya sepertinya kurang kenal."


"Oh ... saya yang kurang fokus, ternyata saya belum mengabarkannya kepada pak Hartono, tentu bapak tidak kenal.


Jadi beberapa bulan yang lalu saya membeli Hotel di kota P dan saya beri nama Hotel Nurul Haris.


Sama seperti hotel kita yang disana, hotel Nurul Haris yang mengambil nama putri dan nama saya itu, juga merupakan hotel bintang tiga.


Nah manager disana itu, namanya pak Manager Sudharta.


Nanti saya kirim Nomornya, silahkan bapak berdua kedepannya bersinergi, lakukan apapun yang terbaik, buat kepentingan hotel dan karyawan kita.


Baik dalam hal mencari rekan bisnis potensial atau hal lainnya, siapa tahu ada yang mau jual hotel atau sebahagian saham mereka, kalau bisa dapatkan yang bintang empat atau lima.


Siapa yang dapat dia yang akan jadi manager disana, apa bapak tidak ingin jadi manager di hotel bintang lima?"


"Mau dong pak, saya yang sejak awal berada di bidang jenjang karir perhotelan ini, ya cita cita terbesarnya itu pak.


Sama seperti prajurit pasti ingin jadi jendral sebagai karir tertingginya di bidang itu pak."


"Bagus kalau begitu sampaikan juga kepada bapak Manager Sudharta kabar ini, bapak berdua silahkan bersaing sehat."


"Baik pak. Terima kasih buat kesempatan yang bapak beri."


"Jangan terlalu dipikirkan, kalau begitu kita akan bertemu di tempat nantinya, kirimkan ke saya lokasinya, saya mungkin akan berangkat bersama keluarga, agar sekalian bisa berjumpa kerabat disana.


Kalau bapak manager berdua, nanti naik pesawat atau bagaimana?"


"Kami barangkali bawa kenderan aja pak, ya hitung hitung jalan jalan pak, saya juga kalau boleh akan bawa keluarga pak."


"Ya, bawalah pak manager.


Keluarga juga harus di utamakan, buat apa kita begitu lelah putar otak banting tulang dan peras keringat, setiap saat kalau keluarga terabaikan, hidup cuma sekali bukan? jadi ya bawa saja, biayanya masukkan saja ke tagihan biaya perjalanan yang akan dikeluarkan hotel sampaikan pada department accunting."

__ADS_1


"Terima kasih pak, bapak adalah panutan saya."


"Ha...ha... pak Hartono, senang rasanya kalau bapak bisa bahagia bersama keluarga."


"Terima kasih pak, saya izin akan bersiap siap pak, nanti Asisten manager akan akan menangani segala sesuatunya disini."


"Baik pak Hartono, saya akan tutup telponnya, salam buat keluarga bapak."


"Baik pak."


(Telepon terputus).


"Wah aneh benar ini pimpinan saya, boleh bawa keluarga dan biayanya masuk tagihan hotel? hidup hanya sekali, putar otak banting tulang peras keringat apa artinya memang semua itu, kalau keluarga saja terabaikan dan tidak ada waktu buat mereka.


Luar biasa tapi ya apa yang aneh, Wina saja diberi uang berobat orang tuanya sampai 100 juta dan apa itu, soal masih mau beli hotel bintang lima?


Bukankah untuk saat ini nilai harga hotel bintang lima itu setidaknya bernilai 100 M"


Hartono masih sibuk dalam renungannya, tentang bosnya Haris dan prilakunya.


¤¤¤¤¤


"Siapa bang?"


"Pak hartono manager hotelmu dek."


"Kok hotel adek?"


"Kan namanya nama adek, yang di Kota P namanya hotel Nurul, nah kalau disebut hotel kita baru keduanya.. he he."


"Iya kita ajak ibu dan ayah juga bapak serta juli sama Nawir, jadi semuanya ada 13 orang dewasa tiga anak anak, bisalah 2 mobil Bang Beni satu yang bawa, tapi kita harus beli mobil satu lagi, ngak mungkinkan mobil sewanya bang Beni yang di bawa, kasihan langganan anak sekolahnya nanti menunggu nunggu."


"Terserah abanglah, adek ikut aja."


Haris mulai memasuki jalan menuju rumahnya.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga, adek Nurul bobo aja dia di jalan ya nak' e."


"Dek..! telponlah orang ibu berdua, ayah dan bapak sama bang Beni sama kak Butet dan kak Nit, biar mereka bersiap siap."


"Abang mau ke warung sekalian mau pesan mobilnya."


Haris masuk ke mobilnya agar lebih nyaman berinteraksi dengan Siatemnya.


"Sistem, kau pernah mengatakan kalau di level tiga poin hadiah di setiap misi akan semakin besar, kalau poin hadiah itu berupa hotel, maka klasifikasi poin hadiahnya akan berupa hotel bintang lima."


[Sistem]


"Benar tuan."


"Apa diluar misi, aku bisa memesan sesuatu, sistem?"

__ADS_1


[Sistem]


"Bukankah tuan sudah pernah melakukannya sekali di awal pertemuan kita dahulu?


Dan tuan hanya minta 500 ribu saat itu , benar benar merendahkan sistem, tapi wajar karena tuan belum faham."


"Apa artinya aku tidak bisa melakukannya lagi?"


"Kalau sekali boleh maka dua dan tiga kali juga sama bolehnya tuan, dan ditiap level boleh memesan di luar misi, sebanyak tiga kali tuan.


Bila sudah dipakai seluruhnya, maka harus menunggu pada kenaikan level berikutnya, baru tersedia pilihan pesanan yang tiga kali di luar sistem itu tuan."


"Bukankah seharusnya ini adalah level tertinggi, yang ada bagi sistem?"


"Benar level tiga adalah level tertinggi tuan, namun yang perlu tuan tahu level tiga juga ada tiga tingkatan tuan


Tingkatan Nilai point


°°°°°°°°°°° °°°°°°°°°°°°


*Biasa : Puluhan milyar


*mewah : Ratusan milyar


*super mewah. : Trilyun


"Wah sampai juga segitu?"


"Menurut tuan kenapa disebut sistem kekayaan?"


"Iya aku faham sekarang, baik kalau begitu aku memesan untuk pertama kalinya di level ini, hadiah untuk seluruh total bayaran untuk hotel bintang lima yang telah aku minta carikan ke manager Hartono."


[Sistem]


"Aman itu tuan."


"Apa tidak akan ada misi dalam waktu dekat ini sistem?"


[Sistem]


"Tidak, jika tuan tidak terpicu oleh sesuatu yang sampai menggangu hati tuan."


"Baiklah aku faham, oh ya sistem pesankan untukku sebuah mobil keluarga yang kwalitasnya bagus tapi harganya yang terjangkau saja sistem."


[Sistem]


"Baik tuan sistem akan memproses


Pembayaran sebuah mobil keluarga.


"Ding...! Proses senang berlangsung 10...20...30...40...50...60...70...80...90...100%

__ADS_1


"Ding.... Pebayaran sebuah mobil Toyota Kijang Innova Zenix 2023 seharga 419 juta rupiah sudah selesai tuan."


"Baiklah sistem kau memang selalu bisa diandalkan."


__ADS_2