Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _111 : Lolosnya Marlon


__ADS_3

"Amanu..! Tuan mengirimkan lokasi tempat si Marlon bersembunyi.


Menurut informasi dari tuan yang tertera dalam pesan ini si Marlon ini sedang bersembunyi di suatu tempat di wilayah pinggiran kota S, tepatnya di sebuah bangunan yang memiliki ruang bawah tanah.


Kita akan menyergapnya langsung ke sana."


"Baik. Kalau begitu mari kita bergerak."


Mengendarai tiga mobil Riston, Amanu dan 15 orang lainnya melesat dengan cepat menuju wilayah pinggiran kota S, yang merupakan titik lokasi yang dikirimkan oleh sistem atas nama Haris.


Mereka sangat bersemangat dan merasa seolah-olah telah kembali ke profesi lamanya.


Anggota baru yang sebelumnya selama ini telah lama menganggur, termasuk juga Riston dan Amanu yang memang terbilang cukup nyaman selama ini, dan menganggap mereka sebenarnya tidak bekerja melainkan hanya bermain-main saja, sehingga mereka semua begitu bersemangat mendapat tugas baru ini.


"Riston...!"


"Ya Erick, ada apa...?"


"Aku melihat bos kita ini orangnya sangat humble ya..! Sangat bersahabat tidak terlalu menjaga jarak kepada kita.


Saya jadi penasaran dengan bos kita ini Riston, Kau dan Amanu yang sudah lama dan lebih dahulu ikut dengan bos.


Menurut kalian seperti apa sih watak Bos kita ini...?"


"Oh kalau kamu mengenal Bos kita lebih lama lagi, kamu akan tertawan dan tersentuh Erick.


Bos kita ini adalah sosok yang sangat pengertian orangnya, tidak hanya kita bahkan keluarga kitapun nanti juga akan diperhatikan oleh beliau.


Sehingga kalau memang ada sesuatu yang diperlukan, baik itu urusan kita maupun keluarga kita, nggak usah ragu-ragu dan Bos kita itu orangnya nggak perhitungan, nggak pelit dan lagi tidak suka memandang orang dengan rendah."


"Wah kalau begitu kami beruntung juga ya, bisa ikut bekerja kepada Bos."


"Iya tenang saja.


Yang penting kita bekerja dengan baik, kabar baik lainnya Bos berencana untuk membentuk semacam organisasi bagi kita, khusus para pengawal dan juga bawahan Bos.


Aku dengar rencana awalnya, bos kita ini akan merekrut 100 orang para praktisi beladiri yang nanti akan ditempatkan sebagai satuan pengaman khusus, untuk melindungi berbagai usaha Tuan."


"Memangnya Bos punya usaha apa saja selain memiliki saham di Kaya dan jaya bersama group, Riston...?"


Selain sebagai pemegang saham di kaya dan Jaya Bersama group, Bos juga punya usaha kapal penangkap ikan, punya beberapa hotel berbintang 5 yang keberadaannya bukan di sini saja melainkan bahkan di ibukota provinsi.


Bos juga punya perkebunan berkisar ±600 hektar, selain itu Bos juga baru-baru ini sedang mendirikan pabrik pengalengan ikan, Bos juga memiliki Rumah Sakit, berikutnya bos kita juga berencana akan membangun pabrik kelapa sawit.


Siapa yang tahu, apa lagi yang akan bos bangun ke depannya.


Baru-baru ini aku dengar dari Nando malah Bos juga akan menanamkan saham di sebuah perusahaan Pertambangan emas.


Bos akan menggantikan saham si Marlon yang sedang kita buru ini, yang akan menarik sahamnya dari perusahaan Itu."


"Wah kalau begitu Bos kita ini, bukan orang sembarangan ya Riston.


Luar biasanya Bos kita kok tidak sombong ya orangnya, dengan kekayaan yang begitu melimpah itu...?"


"Ya Bos kita ini juga dulu mantan orang susah Erick, kabarnya sih beliau ini cuma seorang guru honor dahulunya, setelah itu beliau beralih untuk bertani.


Jadi ya apa yang kita rasakan berupa derita kekurangan, kesempitan hidup dan rasa pahit dicaci maki orang lain, Bos kita ini sudah khatamlah melewati semuanya.


Karenanya beliau selalu ingin membahagiakan orang lain, termasuk teman-temannya sudah banyak yang Bos angkat harkat dan kehormatan dirinya.


Bahkan Bos kita itu pada orang yang baru bos kenal saja sudah begitu baik, apalagi orang-orang yang berada dalam lingkarannya seperti kita ini, tentu akan lebih diperhatikan.


Yang penting kita jangan berkhianat itu saja, satu orangpun di antara kita yang berkhianat maka semua orang akan menjadi lawannya, jadi jangan pernah punya pikiran buruklah untuk berkhianat."


"Untuk apa berkhianat Riston?, kita dipekerjakan dengan baik, dan dihargai begini saja sudah satu keberuntungan, mana gajinya besar pula.


Bos pula tidak pelit, tunjangan mantap, kendaraan dan fasilitas oke, apalagi mau dicari dalam hidup ini coba...?


Semestinya kita memang harus patuhlah, kita harus menjaga kehormatan dan keselamatan beliau dengan darah dan keringat kita."


"Iya betul sekali. Kawan-kawan baiklah, kalau masing-masing orang sudah punya semangat seperti itu, mudah-mudahan kita akan solid kedepannya dan tidak akan ada pengkhianat di antara kita."


"Ya kesetiaan adalah harga mati."


Semua pengawal Haris berseru dan berjanji dengan ikrar yang Menghujam ke dalam hati mereka semua.


Pembicaraan itu tersambung dan terkoneksi ke semua orang, karena memang disaat membahas pembicaraan itu, HP mereka saling aktif dan saling terhubung.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, baik Riston maupun Amanu dan seluruh anggota dalam 3 mobil itu, telah berada di titik lokasi.


Lokasi itu tampak sunyi dan lengang hanya ada beberapa bangunan disana dan kebun nenas milik warga yang nampak sedang berbuah


Sama sekali tidak ada terlihat orang yang berlalu lalang atau berada di tempat itu, maupun kenderaan yang lewat, sungguh tempat yang ideal untuk bersembunyi.


Setelah memarkirkan mobil mereka, ke-17 orang ini langsung bergerak cepat, masuk ke dalam ruangan gedung tempat Marlon bersembunyi.


Beberapa orang dari kelompok ini membobol pintu, dengan menembak kunci pintu gedung tersebut dan merangsek masuk, setelah mencari akses masuk keruamg bawah tanah, mereka segera menuruni anak tangga.

__ADS_1


Setelah sampai di dalam ruang bawah tanah itu, mereka tidak menemukan Marlon melainkan hanya menemukan Albert seorang diri.


"Di mana bosmu...?


Ayo cepat katakan...!"


"Bosku tidak ada di tempat ini, aku hanya seorang diri disuruh menjaga di tempat ini."


"Jangan bohong, kami tahu kalau dia bersembunyi di sini, kami sudah mengawasi tempat ini beberapa saat lama sebelumnya.


Ayo cepat katakan, kalau tidak nyawamu akan melayang."


"Betul Tuan- tuan, Bos saya tidak ada di sini.


Hanya saya seorang diri disini sejak awal."


"Omong kosong...!!"


Erick kemudian meninju Albert, sehingga Albert tersungkur dan memuntahkan Darah segar.


"Ayo periksa semuanya cek tempat ini, kita harus mendapatkan si badj!ngan itu...!"


"Riston kami menemukan jalan pelarian di balik pintu ini, tampaknya Marlon baru saja lari menggunakan jalur ini."


"Kalau begitu ayo kejar, jangan sampai lepas, kita harus memberi kabar baik kepada bos, ini misi berburu pertama kita "


"Baik..."


Lalu 10 orang segera bergegas memasuki jalan setapak dalam sebuah jalur mirip terowongan itu, yang merupakan jalur pelarian yang disediakan oleh Marlon apabila mendapati bahaya seperti saat sekarang ini.


"Ayo katakan di mana bosmu. Apakah kau tidak merasa sayang dengan nyawamu..?


Jangan berbohong..!"


"Maaf, maaf saya cuma diperintah mengatakan itu tuan.


Iya Bos saya sudah sejak dari tadi melarikan diri sejak kedatangan tuan-tuan ketika parkir di depan .


Saya juga hanya orang suruhan, jangan bunuh saya Bos, tolonglah."


"Brengsek kenapa tadi kau berbohong...?


Mau dibunuh atau tidak, itu akan menjadi urusan Bos kami, sekarang Kau harus ikut dengan kami.


Ayo kawan-kawan ikat tangannya, kita harus menghadapkan dia kepada Bos. Kalaupun si badj!ngan Marlon itu tidak dapat, minimal kita mendapatkan kaki tangannya ini."


Lalu seseorang langsung mengikat tangan Albert di belakang tubuhnya, kemudian menggiringnya ke dalam mobil.


"Erick bagaimana, apakah kalian menemukan si Marlon brengsek itu...?"


"Wah sayang sekali Riston tampaknya si berandalan itu, telah pergi jauh dari sini.


Kita sudah kehilangan jejaknya kali ini, bagaimana sekarang..?"


Bagaimana lagi...? kalau begitu aku akan melapor dulu kepada Tuan, apakah kita akan lanjut mencarinya atau bagaimana."


[Memanggil Tuan Haris]


"Ya Riston bagaimana kabarnya, Apakah kalian menemukan lokasi tempat persembunyian si Marlon...?"


"Sudah Tuan kami sudah menemukannya, tetapi rupanya kehadiran kami sudah lebih dahulu diketahuinya melalui CCTV dan sayangnya, di ruangan bawah tanah tempat dia bersembunyi itu, ada jalur pelarian yang sengaja dia persiapkan Tuan, tapi kami mendapatkan orang yang merupakan kaki tangannya Tuan, yang namanya Albert seperti informasi dari Tuan sebelumnya.


Si Albert itu sekarang sudah kami ikat tangannya, bagaimana Tuan, apa yang harus kami lakukan dengan si Albert ini Tuan..?"


Kalian tunggu saja di situ aku akan menyuruh seseorang petugas dari hotel kita yang ada di kota S, untuk mengantarkan mobil dan kalian antar orang itu kemari, kemudian yang lainnya terus cari terus di mana jejak si Marlon itu.


Selanjutnya aku akan mengirimkan beberapa lokasi yang merupakan tempat usaha yang dimilikinya kalian cari dia apapun yang kalian temukan segera hubungi aku."


"Siap Tuan siap. Kami akan bekerja terus melacaknya Tuan."


"Ya, aku menduga dia sebenarnya akan berusaha lari ke kota M, karena banyak lokasi usahanya yang berada di kota M, tetapi saat ini dia sudah berstatus buronan, kepolisian juga sudah mengejarnya dan hal itu akan mempersempit ruang geraknya.


Jadi mungkin saja untuk beberapa minggu atau beberapa hari belakangan ini, dia pasti masih akan bersembunyi dan tidak akan berada jauh dari kota S, maka sebaiknya kalian fokus untuk melacaknya di kota S saja terlebih dahulu."


"Baik Tuan kami faham."


"Kalau kalian kebetulan berada dekat dengan lokasi hotel kita, kalian bisa menginap di sana Riston, kamu tahu lokasi hotel kita yang di sanakan...?"


"Iya saya tahu Tuan.


Kalau begitu kami akan bergerak mencari Marlon sekarang Tuan."


"Ya baiklah Aku akan tutup teleponnya."


[Panggilan berakhir]


"Bagaimana apa kata Bos, Riston...?"

__ADS_1


"Menurut bos si Marlon ini tidak akan bisa pergi jauh-jauh karena saat ini dia sudah berstatus buronan dan masuk ke dalam daftar pencarian orang, jadi menurut Bos untuk beberapa saat atau beberapa hari ini, dia hanya akan bersembunyi di sekitar lokasi kota S ini.


Kita tidak perlu buru-buru pulang kita akan terus memburunya sampai dapat."


"Baiklah Riston, kau adalah pimpinannya, lalu bagaimana sekarang.?"


"Akan ada dua orang diantara kita yang pergi membawa pria yang bernama si Albert itu ke kota P untuk menghadap kepada Tuan.


Sambil menunggu mobil yang diperintahkan Tuan untuk datang membawa si Albert ini, dua orang dari kita yang akan pergi nantinya sebaiknya menunggu dan berjaga-jaga saja di sini.


Lalu sebahagian diantara kita, akan terus mencari apa saja yang merupakan petunjuk, yang berguna untuk mencari si Marlon badj!ngan itu."


'Ya, sekalian kita angkut semua perbekalan yang telah mereka belanjakan, agar kalau dia datang kemari setelah kita pergi, sama sekali tidak ada lagi bekal baginya, sehingga dia tidak akan betah di sini."


'Baik ayo angkut semuanya, lumayan kita akan menghemat uang.


Ha..ha..ha aku mulai suka pekerjaan ini teman teman."


"Iya aku juga sangat bersemangat ha..ha..ha."


...*****...


"Telepon dari siapa Bang.?"


Diana yang mendengar suaminya begitu serius ketika melakukan panggilan, bertanya pada Haris.


'Bukan siapa-siapa dek, itu dari Riston mereka kehilangan jejak Marlon.


Si Marlon itu melihat kedatangan mereka dari kamera CCTV yang ada di gedungnya, sehingga dia bisa melarikan diri."


"Aduh jadi bagaimana dong Bang, kita akan terancam dong..?"


"Tidak usah khawatir, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa, apalagi saat ini polisi juga sedang memburunya.


Dialah yang harusnya berhati-hati, kamu jangan khawatir, Abang juga sudah perintahkan kepada Wulan dan juga Puspa agar lebih memperketat pengamanan, apalagi sekarang merekakan sudah punya tim, dimana ada 10 orang pengawal lainnya, yang juga merupakan para ahli bela diri."


'Adek takut lho Bang.


Adek takut kalau si Marlon gila itu, akan berusaha mencelakai kita dengan orang-orangnya.


Apalagi ibu dan ayah, sementara para pengawal kita banyak yang pergi memburu si Marlon itu."


"Kamu jangan khawatir, nanti Abang juga akan menghubungi Wilson untuk meminta tambahan pengamanan lagi, karena memang sejak awalpun abang sudah berencana kalau semua usaha kita itu akan dilakukan pengawalan, tidak bisa lagi seperti harustanpa pengawalan.


Belajar dari kasus yang menimpa Bang Beni ini, kita harus memberikan jaminan keamanan pada setiap usaha kita."


"Iya Bang adek setuju Bang, lagian buat apa sih duit banyak-banyak, kalau tidak aman.


Bukankah duit kita akan terus bertambah dari usaha-usaha itu, sekalian juga kitakan bisa mengurangi jumlah pengangguran Bang.


Bisa mempekerjakan orang lain, yang tentunya mereka itu akan bisa membantu ekonomi keluarganya."


"Wah istriku ternyata semakin cerdas saja, kalau begitu tidak lama lagi bakalan bisalah ini, istri abang jadi CEO atau direktur utama di salah satu hotel bintang 5 ya..?"


"Baru ngomong begitu saja, udah mau jadi direktur utama.


Sudahlah, Adek jadi Ratu Abang aja, Adek nggak mau kerja-kerja yang sulit-sulit begitu, orang dari dulu juga Adek nggak pernah begitu-begitu, tahunya cuma jadi pendamping setia Abang aja.


Emang nggak boleh ya Bang, kalau Adek nggak usah kerja gitu, apa nggak akan dikasih makan lagi kalau nggak kerja...?"


"Aduh mana ada sih Ratu yang enggak dikasih makan, malah lebih banyak dong makannya, lihat tuh Ratu semut wkwkwkk.


Ya sudah kalau Adek maunya tidak mau kerja, nggak apa-apa. Abangkan hanya berpikir mungkin Adek itu ingin mencari kesibukan lain, gitu lho Adek sayangnya Abang."


"Ah enggak ah, Diana mau seperti ini saja, mau jadi ibu rumah tangga yang baik saja, membesarkan Nurul dan anak-anak kita nantinya."


"Ya sudah kalau begitu enggak ada masalah.


Oh ya Dek, Kirana mana...?"


"Adek Kirana tadi lagi pergi Bang, papa minta Kirana untuk menemani mereka ke rumah lama mereka yang ada di sini."


"Oh apakah mereka pergi begitu saja, tidak ada yang mengawal...?"


"Ada kok Bang, tadi Puspa beserta empat pengawal lainnya juga ikut pergi mengawal, tadinya Dek Kirana maitpermisi juga sama Abang tapi Abangkan lagi rapat sama polisi-polisi itu, jadi ya nggak jadi Dek Kirana tadi cuma pesan sama Adek aja, biar bilang sama Abang."


"Oh syukurlah kalau begitu.


Sekarang jangan pernah lagi pergi keluar tanpa pengawalan karena kita nggak bisa menduga siapa saja orang-orang yang bisa dipekerjakan oleh si Marlon itu.


Ya sudah kalau begitu kita ke bawah yuk Dek, lihat bagaimana perkembangan kesehatan Bang Beni, ggak enak juga masa dekat begini kita jarang menjenguknya."


"Iya ya Bang, ya sudah kalau begitu kita ke bawah tapi Adek siap-siap dulu ya Bang."


"Ya, berkemaslah."


Setelah selesai berkemas dan berdandan yang rapi, Diana kemudian bersama Hari dan putrinya Nurul, turun dari lantai atas melalui lift utama, untuk menjenguk dan melihat perkembangan kesehatan Beni, yang sedang dirawat di klinik dekat hotel mereka.

__ADS_1


Sementara dua orang pengawal telah bergerak membawa Albert, ke kota P untuk dipertemukan dengan Haris.


__ADS_2