
Tuan Haris, saya sudah menyiapkan obat untuk dikonsumsi istri Tuan dalam beberapa hari ini.
Disini ada sirih yang di dalamnya sudah terkumpul beberapa bahan obat yang saya ramu sedemikian rupa.
Jadi nantinya sirih-sirih ini akan dimakan oleh istri Tuan, sebagaimana layaknya orang memakan sirih biasa.
Yang pertama adalah ini, sirih yang jumlah hitungannya ada 9, sirih yang hitungannya 9 ini harus dimakan dua kali setiap harinya. atau kalau memang mampu dimakan 3 kali juga boleh, setelah habis yang 9 ini baru kemudian beralih ke sirih yang saya pisahkan tempatnya ini, yang jumlahnya ada 7. Caranya juga sama, sirih-sirih ini juga harus dimakan oleh istri Tuan dua atau kalau bisa tiga kali sehari akan lebih bagus.
Setelah sirih yang jumlahnya 7 ini habis, baru beralih ke sirih yang jumlahnya 5 dan sesudah yang lima ini juga habis maka berikutnya yang 3 dan terakhir penutup adalah sirih yang cuma satu ini.
Cepat atau lambatnya keseluruhan sirih ini habis akan sangat ditentukan oleh jumlah kemampuan istri Tuan dalam memakannya setiap harinya. Kalau sanggup memakannya 3 kali sehari, tentu akan lebih cepat selesainya.
Semua ramuan obat yang terkandung di dalam sirih ini fungsinya adalah untuk mematikan bisa racunnya dan untuk ramuan obat yang nantinya diminum, fungsinya adalah untuk meluruhkan racun dari tubuh istri Anda.
Insya Allah, biasanya seperti apa yang sudah banyak terjadi pada pasien saya sebelumnya yang saya tangani, kalau sirih obat ini sudah dimakan, maka rasa sakit yang begitu kuat di kepala seolah seperti ada pandai besi yang sedang menempah parang itu, akan reda dan hilang dengan efek dan manfaat sirih obat ini.
Selain sirih ini juga ada beberapa ramuan yang sudah saya siapkan, yang mana seperti saya sebutkan sebelumnya ramuan itu untuk diminum sebelum memakan sesuatu apapun di pagi hari dan setelah akan pergi tidur di malam hari.
Tetapi khusus sebagai obat pembuka, yang untuk pertama kalinya boleh diminum kapan saja dan tidak mesti harus di pagi hari.
Ada berbagai bahan obat dalam rebusan ini, tapi yang paling utama bahannya disini adalah nenas muda, sehingga ini nanti airnya akan terasa sedikit asam ketika diminum.
Sesudah obat-obat ini seluruhnya nanti habis, saya akan datang lagi ke tempat ini untuk memeriksa, apakah seluruh racun yang sudah terlanjur menyebar ke tubuh istri Tuan ini sudah bersih atau masih ada yang tersisa.
Bila masih ada tersisa kita akan ulangi prosesnya, kita buat lagi tambahan sirih maupun ramuan yang akan diminum.
Apakah Tuan bisa mengingat semuanya..?"
"Iya saya sudah mengingat semuanya Pak tabib, tapi kalau tidak salah saya pernah mendengar dari seseorang yang mengaku pernah berobat kepada tabib, bahwa ini nantinya akan ada pantangannya, benarkah demikian.?"
"Iya benar sekali Tuan, memang ada beberapa pantangannya.
Pertama khusus untuk tidur, tidak boleh tidur di siang hari. bila istri Tuan nanti terlanjur tertidur di siang hari, maka mohon maaf dan mohon ampun 1000 kali ampun, saya akan angkat tangan dan saya tidak akan bisa lagi membantu di kemudian hari.
Kedua, ada beberapa jenis makanan berbulu yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu atau istri Tuan.
Bulu yang saya maksud itu adalah bulu-bulu yang ada di tumbuhan, seperti bambu atau seperti yang ada di labu atau timun, dimana batangnya yang menjalar itukan ada bulu-bulunya.
Jadi setiap jenis makanan yang berasal dari tumbuhan yang memiliki bulu semacam itu dari batangnya sangat terlarang dan tidak boleh dikonsumsi selama perobatan. Oleh karenanya bapak dan ibu, kita memang harus sama-sama bekerja.
Bapak dan Ibu juga harus saling menjaga agar istri Tuan Haris ini, tidak sampai termakan pantangannya.
Hal ini mungkin terdengar mudah, tapi bagi penderita nanti setelah meminum obat ini, rasa ngantuk di matanya itu akan sangat luar biasa, tetapi tidak boleh tidur siang hari.
Nah itulah tantangannya. itu saja yang perlu saya jelaskan, saya do'akan mudah-mudahan Ibu berdua ini cepat selesai pengobatannya dengan baik dan tidak termakan pantangannya, sehingga apa yang kita harapkan itu bisa kita dapat."
'Terima kasih Pak Tabib Maksum, apakah bapak tidak sebaiknya tinggal di sini saja.? Kami akan sediakan kamar khusus untuk Anda, sekaligus barangkali juga Anda bisa memantau keadaan istri saya seperti apa kedepannya."
"Maaf sekali Tuan Haris, bukannya saya tidak mau menerima tawaran baik dari Tuan, tapi terus terang saja memang saat ini saya belum bisa.
Sebelum ini saya juga sudah mengobati beberapa orang yang juga harus saya pantau bagaimana kelanjutan keadaannya.
Tapi percayalah pada saatnya nanti, setelah obat ini selesai, saya juga akan datang nantinya, karenanya nanti bapak kalau mau menghubungi saya, hubungi saja satu hari sebelum obatnya habis, supaya saya bisa segera kemari."
"Oh begitu ternyata, baiklah saya tidak akan menyusahkan tabib lagi."
"Baiklah Tuan Haris, kalau begitu saya akan pergi. Tolong obatnya betul-betul diperhatikan dan dijaga pantangannya, tolong juga jangan dulu dicampur dengan obat-obat lainnya.
Jika obat ini sudah diberikan sebaiknya tunda dulu obat lainnya, karena dikhawatirkan akibatnya nanti akan menjadi fatal bila obatnya di campur -campur."
"Baiklah Pak tabib saya akan mengingat semua pesan Anda, kalau begitu sebagai rasa terima kasih saya, lebih dahulu terimalah sedikit pemberian dari kami, ini bukan apa-apa nanti setelah selesai pengobatan ini kami akan memberikan tanda kebesaran hati kami kepada Pak tabib Maksum, yang sudah repot-repot datang kemari dari jauh."
"Tuan Haris, ini tidaklah begitu perlu, yang paling penting sekarang adalah kedua istri anda bisa sembuh seperti sedia kala."
"Ya, tetapi tetap saja, kami juga harus berterima kasih, terimalah tabib supaya saya juga merasa enak hati."
"Baiklah Tuan Haris, saya terima kalau begitu.
Terima kasih, pemberian ini sangat banyak"
"Itu tidaklah seberapa dan tidaklah lebih berharga dari apa yang Pak tabib berikan kepada kami."
"Tuan Haris dan semuanya kalau begitu saya akan permisi untuk berangkat ke tempat lain."
"Oh ya kemana tujuan tabib berikutnya, agar beberapa orang dari kami yang ada di sini, bisa mengantarkannya."
"Ah saya masih akan pergi ke daerah yang masih dekat-dekat di sekitar wilayah ini saja Tuan.
__ADS_1
Paling beberapa desa dari tempat ini, seperti yang saya jelaskan sebelumnya, ada beberapa pasien yang saya obati, jadi saya juga harus memantau kelanjutan perobatannya.
Saya bisa pergi sendiri kok Tuan."
"Tabib..! Apalagi kalau memang hanya di daerah-daerah yang dekat dari sini, biarkanlah anggota saya yang mengantarkan Pak tabib."
"Waduh.. Baiklah kalau begitu Tuan Haris, Anda ini memang benar-benar adalah orang yang sangat baik, saya ucapkan banyak terima kasih."
"Sayalah yang perlu mengucapkan terima kasih Pak tabib.
Erik dan Anton kalian tolong antarkan Pak tabib ke tujuan beliau, supaya tidak susah-susah lagi nanti mencari-cari mobil angkutan umum."
"Baik bang, mari Pak tabib..!"
"Mari nak...!"
Anton dan Erik segera pergi bersama tabib Maksum untuk mengunjungi pasien yang sebelumnya telah ditangani oleh tabib Maksum, di desa yang hanya berjarak 3 desa dari tempat keberadaan Haris.
Diana dan Kirana kemudian mulai memakan sirih dan juga meminum air ramuan rebusan nenas muda, dengan campurannya yang sebelumnya sudah direbus oleh dr. Shasmita.
Hal itu sebagai pembuka awal masuknya obat.
"Bang..! rasanya tidak enak, bibirku terasa seperti terbakar, rasanya pedas dan baunya tidak enak."
"Ya sabar-sabarlah Dek Diana juga Kirana, namanya juga obat. Mudah-mudahan melalui obat ini nanti racun yang sudah sempat termakan oleh kalian, bisa menjadi tawar kembali."
"Iya benar sekali nak, walaupun tidak enak yang namanya obat itu harus kita makan kalau sudah sakit. Ibu sangat yakin dengan tabib Maksum, mudah-mudahan kalian cepat sembuh."
"Iya Bu."
Waktu terus berjalan, tak terasa hari sudah malam, baik Diana maupun Kirana sudah memakan tiga lintingan sirih sejak dari tadi sore. Benar saja apa yang tadi dikatakan tabib, mereka kini merasakan kepala mereka sudah terasa lebih ringan dari sebelumnya, yang sangat sakit seperti dipukul-pukul oleh Palu itu.
Tubuh mereka juga tidak begitu merasakan kelelahan yang begitu parah lagi, seperti sebelumnya, yang ketika bernafaspun terasa sesak dan berat, sehingga wajah mereka sudah terbilang lebih ceria dibandingkan sebelum memakan obat penawar racun itu.
Persis setelah akan tidur di malam hari sesuai pesan tabib Maksum baik Diana maupun Kirana kembali meminum obat rebusan itu dan perut keduanya terasa lebih baik dan terasa lebih plong.
Selanjutnya keduanya kemudian, tidak kuasa untuk menahan rasa ngantuk yang datang dengan sangat kuat, sehingga mereka berdua tertidur di tempat tidurnya masing-masing.
"Bang lihat Kakak berdua sudah langsung tidur pulas."
"Iya benar sekali Dek Shasmita, tampak sekali obat itu serasi dengan mereka sehingga langsung terlihat reaksi baiknya."
Memperhatikan Diana maupun Kirana sudah seperti jadi agenda utama mereka.
"Dek Shasmita tidurlah..! Kamu juga pergilah tidur, nanti kalau kamu tidak tidur, kamu juga bisa jatuh sakit. Besok kamu perlu menjaga kedua kakakmu ini, supaya jangan sampai tertidur siang, melihat pulasnya mereka malam ini. Abang yakin hal yang sama akan terjadi juga besok pada mereka, sehingga mereka akan sangat begitu ngantuk, sedangkan itu adalah pantangan yang harus kita jaga."
"Iya betul nak, tidurlah nak Shasmita biar ibu dan Haris yang berjaga disini."
"Tapi Bang. Aku tidak enak meninggalkan Kakak di sini."
"Oh kalau begitu kamu juga tidur di sini saja bagaimana.? Biar Abang katakan kepada Riston dan yang lainnya, untuk mengangkat satu lagi tempat tidur kemari."
Kalau memang di bolehkan itu lebih baik Bang, daripada meninggalkan Kakak berdua disini."
"Ya sudah. Tunggu sebentar.
Andre tolong panggilkan Riston kemari, atau katakan saja supaya mereka membawa satu set spring bed kemari, dari kamar yang tidak dipakai, supaya kakakmu dokter Shasmita bisa tidur di sini bersama kakak Diana dan juga Kirana."
"Iya Bang."
Andre, adik kandung si Diana, segera menyampaikan hal itu pada Riston dan yang lainnya.
Tak lama kemudian spring bed yang diperuntukkan untuk dokter Shasmitapun telah di datangkan dan diapun akhirnya sudah mulai terlelap dalam tidurnya yang pulas.
Berangsur-angsur keluarga Haris yang lainnyapun pergi untuk tidur di kamarnya masing-masing, hanya tersisa Haris dan kedua ibu mertuanya yang ada di ruangan itu
Berbeda dengan Haris yang daya tahan tubuhnya sangat kuat, setelah sampai ke tahap tubuh Master. Ibu mertua Haris sangat lemah dengan tubuh tua mereka, karenanya untuk Haris sendiri kalau memang diperlukan, Haris sanggup tidak tidur walau beberapa malam berturut-turut sekalipun.
"Sebaiknya Ibu berdua juga tidur, biar Haris saja yang berjaga, yang paling perlu itu adalah besok.
Maka biarkan Haris yang menjaga mereka bertiga di sini malam ini, Haris masih tahan untuk tidak tidur."
"Hah.. sebenarnya ibu masih ingin di hari pertama mereka berobat ini, ibu bisa menjaga mereka.
Ibu ingin melihat seperti apa perkembangan keadaannya, tapi sepertinya tubuh tua Ibu ini sudah tidak begitu tahan lagi. Walau begitu biarkanlah kami di sini, lagi pula kalau ibu ngantuk nanti, biarkan saja Ibu tidur di sofa."
"Wah jangan begitu Ibu, kalau begitu Ibu tunggu di sini Haris akan jemput satu lagi spring bed, buat ibu."
__ADS_1
Haris lalu pergi menuju kamar yang lain, untuk mengambil satu set spring bed untuk 2 Ibu mertuanya, tetapi Puspa dan Wulan serta pengawal wanita lainnya yang melihat Haris, melarang Haris untuk membuat sendiri spring bed itu dan mereka mengambil alih tugas Haris.
Terima kasih ya Puspa dan yang lainnya Kenapa kalian belum tidur..? Tidurlah keadaan di sini aman-aman saja kok tidak akan ada gangguan atau bahaya, kalian tidur saja lagiapula di luar juga ada satpam dan anggota pengawal pria lainnya.
Pergilah tidur kalian semua..! besok baru kalian bantu Abang, untuk menjaga jangan sampai kakakmu tertidur di siang hari, itu akan menjadi agenda utama dan tugas kalian sejak hari ini sampai kakakmu sembuh nantinya."
"Terima kasih Bang, kami akan pergi tidur kalau begitu."
"Ya pergilah."
Wulan dan para pengawal wanita yang merupakan pengawal istri Haris kemudian pergi untuk tidur.
Tak butuh waktu lama untuk kedua wanita tua, yang merupakan ibu mertua Haris juga tertidur dengan pulas. Rasa panik dan juga kelelahan pikiran, yang memaksa keduanya untuk menghadapi hal yang tidak terduga dan juga cukup mengguncang pikiran keduanya, atas apa yang menimpa kedua Putri Ibu tua itu, membuat tubuh tua mereka begitu lelah.
Kedua ibu mertua Haris itu butuh istirahat yang cukup, untuk bisa kembali pada kesegarannya semula. Karenanya Haris tidak lagi mengganggu Ibu mertuanya, dengan lembut Haris kemudian menyelimuti kedua Ibu mertuanya itu dan Haris juga tidak lupa membetulkan selimut Kirana Diana dan juga Shasmita yang meminta untuk tidur di dekat kedua istri Haris.
"Sistem, aku tidak menduga kalau perjalanan hidup akan membawa aku kepada situasi seperti ini.
Saat ini, ketika aku mendapatkan suatu musibah begini, ada begitu banyak teman, kerabat dan orang-orang yang turut perduli dan juga ikut khawatir serta turut merasakan apa yang aku rasakan, sangat berbeda sekali dengan apa yang aku alami dahulunya, ketika aku masih menjadi si Haris yang miskin dan susah.
Bukannya bermaksud dendam atau bagaimana, tapi bahkan ibu mertuakupun saat itu begitu tidak pedulinya dengan istriku Diana, padahal apa bedanya saat itu dengan sekarang, toh Diana istriku itu tetap adalah Putri mereka juga."
[Sistem]
Tuan. Tiap lembar kehidupan memiliki ceritanya sendiri-sendiri.
Seperti nasihat-nasihat yang sering Tuan sampaikan baik kepada istri, kepada teman maupun kepada para bawahan Tuan, dimana hal itu juga sistem simpan dalam memori sistem, bahwa memang hikmah dari segala dibuatkannya kita berada pada satu kondisi tertentu adalah, untuk bisa merasakan perbedaan rasa di tiap-tiap keadaan itu.
Hal itu sangat perlu bagi kita, untuk menjadikan kita lebih dewasa dan lebih matang dalam kehidupan ini."
" Iya. Kau benar sekali sistem, tapi memang kalau harus memilih, aku lebih suka dengan hidupku yang sekarang.
Aku merasa kehidupanku yang sekarang itu lebih berarti, karena sekarang ini aku tidak hanya bisa membahagiakan diriku sendiri dan orang-orang yang aku cintai serta orang-orang yang dekat denganku, tetapi aku juga bisa dan dimampukan untuk oleh Tuhan untuk membahagiakan banyak orang, dengan kemampuan keuangan yang aku miliki saat ini."
[Sistem]
lya Tuan. Kalau sistem juga ditanya, tentu sistem juga lebih suka kehidupan Tuan setelah bersama sistem saat ini, karena sebelum bersama dengan Tuan tentu sistem juga tidak bisa berbust untuk membantu atau tidak bisa terhubung dengan Tuan.
Sistem setelah memiliki kesadaran sendiri, merasa bangga dengan tuan yang tidak menjadi orang yang lupa diri. Dengan keberadaan sistem dan segala keutamaannya, Tuan malah menjadi orang yang begitu candu untuk berbuat kebaikan dan Tuan juga begitu hobi untuk membantu meringankan penderitaan orang lain, sistem sangat senang bisa bersama dengan Tuan.
Oh ya Tuan..! Kenapa Tuan tidak menanyakan hadiah sistem yang Tuan peroleh, setelah selesainya misi pembangunan Rumah sakit itu..? Bukankah Tuan juga sudah menanyakan jumlah poin sistemnya (PS) yang Tuan dapat, tetapi Tuan belum tahu hadiah sistem lainnya."
"Hmm..Kalau boleh tahu memangnya apa saja sih sistem yang aku dapat sistem.?"
[Sistem]
Tuan..! Hadiah Poin sistem yang anda dapatkan selain 20.000 PS itu, adalah hadiah utama misi berupa perusahaan galangan kapal yang berada di ibukota provinsi, tepatnya di daerah pelabuhan kota M.
Sistem telah memberi nama perusahaan itu dengan nama PT. Haris Kirana Diana Shipyard.
Bagaimana menurut Tuan nama itu.?"
"Wah nama yang bagus sistem, jadi sudah berapa lama kau jalankan dan kau atur usaha galangan kapal itu sistem.?"
[Sistem]
"Ya sejak Tuan mendapatkan hadiah itu, maka sistem sudah merombak beberapa pengurus di dalamnya dan sistem memilih sendiri orang yang sistem tempatkan sebagai Direktur utamanya.
Nama Tuan tetap menjadi Ceo dalam struktur kepemimpinan PT itu, saya selama ini mengatur dan menghubungi mereka adalah atas nama Tuan."
"Sistem...sistem..! kau memang sangat bisa diandalkan. Terkadang aku berpikir dari manakah yang kau ini berasal sistem..?"
[Sistem]
"Haha Tuan tidak perlu bertanya banyak hal tentang itu, cukuplah Tuan bisa memakai sistem untuk kebaikan dan memakai sistem sesuai dengan tujuannya, yaitu memudahkan kehidupan Tuan bersama keluarga dan manusia lainnya yang Tuan kehendaki.
Percayalah Tuan, seiring waktunya, pada saat yang tepat Tuan akan semakin paham tentang apa itu sistem."
"Baiklah sistem, sesuai kata pepatah ada waktu untuk setiap hal. Kalau begitu aku tidak akan mendesakmu lagi, tapi saat ini aku merasa tidak sabar untuk segera mendapatkan kemampuan pengobatan dari sistem pengobatan itu.
Apakah menurutmu poin sistem yang aku dapat dari membantu pembiayaan bakal calon walikota P itu, akan cukup bagiku untuk mendapatkan kemampuan pengobatan itu.?"
[Sistem]
"Wah kalau itu bukan cukup lagi Tuan, tapi berlebih malah. Namun itu juga bagus, sebab semakin banyak Tuan mengumpulkan poin sistem, maka akan semakin cepat pula kita nantinya menaikkan kualitas sistem sampai kepada level 3 super mewah."
"Ya Kau benar sistem."
__ADS_1
Haris yang memang seorang diri yang tidak tertidur di ruangan itu kemudian mengisi malam panjang itu dengan berbicara banyak hal kepada sistemnya, terkait PT. Haris Kirana Diana Shipyard miliknya.