Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _39 : Menawar ke atas.


__ADS_3

"Tuan.....!"


Bobby yang berdiri dibelakang pak Wira, memanggil bosnya dan seperti memberikan kode sesuatu.


"Ada apa Bobby?"


"Wira sebenarnya sudah faham, sebab kode itu datang persis setelah Haris meyatakan mencari kesepakatan Rp 200 M.


Namun perhatian semua orang saat Bobby berbicara padanya, harus membuat dia memberi alasan.


Daripada pusing mencari alasan, Wira lebih memilih membebankan itu pada bawahannya."


Bobby juga sangat mengerti, jadi dia harus memutar otak untuk, untuk mencari alasan dan dia teringat insiden tadi pagi.


"Tuan. Saat tuan masuk dan maju kedepan pada pertemuan tadi, saya melihat tuan Haris duduk di kursi paling belakang di barisan kami".


"Benarkah..?"


Semua orang terkejut mendengar cerita itu dan melihat kepada Haris.


"Oh.. ya, saat itu asisten anda minta saya berdiri dan memberikan kursi saya untuk anda yakan pak Bobby.?"


"Degghh."


Jantung Bobby hampir lepas dari 'cantolannya'. Dia tadinya bermaksud mau memuji Haris yang low profile , tak disangka insiden kursi malah muncul ke permukaan.


Dia sangat takut apa yang akan


terjadi selanjutnya.


Wira menatap pada Bobby dan Bobby keringat dingin karena itu.


"Tapi saya salut dengan kebijaksanaan pak Bobby, asisten itu langsung di bentak dan disuruh mengambil kursi lain."


Mendengar itu senyum menghiasi bibir Bobby, dia kembali bisa bernafas lega.


Pembicaraan ringan para kalangan atas ini, hampir saja melemparkannya ke jalanan.


"Dimana orang itu sekarang Bobby ?"


Wira bertanya


"Dia sudah di pecat tuan....!"


"Bagus.."


"Semestinya pak Bobby jangan memecatnya, dia hanya kurang sedikit perhatian dan kasih sayang he he."


Haris membuat candaan ringan agar suasana sedikit mencair dan tidak begitu tegang.


"Itu sudah jadi kebijakan tuan, orang itu sudah sering berbuat kesalahan tidak hanya sekarang."


"Baiklah maaf saya hanya bercanda."


"Pak Haris..! tadi anda mengatakan kalau anda, sedang menunggu kesepakatan senilai Rp 200 M, apakah benar?"


"Apa pak Wira tahu seseorang yang punya kabar tentang itu?"


"Sebenarnya kami punya pak Haris, salah satu Hotel super mewah yang kami miliki berniai Rp 200 M, akan dilepas."


"Wah kebetulan sekali."


Haris pura pura terkejut padahal sistem telah memberitahukannya.


"Saya sangat berminat pak Wira."


"Tapi ini sangat berbeda pak Haris."


"Maksud pak Wira?"

__ADS_1


'Sebenarnya sangat banyak yang menginginkan dan berminat dengan hotel itu pak Haris, walaupun memang harganya cukup tinggi dan fantastis.


Sebab hotel itu sangat bagus dengan lokasi strategis dan penghasilan yang selalu meningkat setiap tahunnya.


Jadi sangat mudah mencari peminat untuk hotel tersebut


Namun sebenarnya, hotel itu adalah semacam hadiah penarik bagi calon kolega perusahan kami, point penting bagi siapapun yang berminat pada hotel itu, adalah kesediaan untuk masuk kedalam sebuah kesepakatan.


Yakni kesepakatan untuk menjadi bahagian dari pemegang saham group Kaya dan jaya bersama.


Setidaknya pak Haris harus memiliki saham sebesar 5 % dari total Rp10 Triliun saham gabungan Kaya dan jaya bersama group.


Artinya selain uang Rp 200 M sebagai peralihan hak kepemilikan hotel.


Pak Haris harus mengeluarkan uang minimal sebesar Rp.500 M lagi untuk bisa menjadi bahagian dari pemilik saham gabungan kaya dan jaya bersama group.


Sehingga pak Haris resmi menjadi keluarga dan bahagian dari Kaya dan jaya bersama group, yang memegang 5 % sahamnya.


Itulah yang terasa memberatkan bagi orang orang, untuk mengambil kesepakatan ini.


Pemilik saham sebelumnya yang memegang 5% saham tersebut memilih menarik investasinya, sebab saham itu dipegang oleh 3 orang pengusaha, dimana dua diantaranya sedang memiliki permasalahan keuangan


Bagaimana, apa pak Haris masih berminat?"


Wira sangat berharap Haris punya cukup uang untuk membeli 5% saham Kaya dan jaya bersama group, sebab mereka juga sedang memiliki masalah keuangan di perusahaannya.


Dan melihat mudahnya Haris menerima tawaran hotel Rp100 M, membuat Wira sedikit yakin namun juga was was, sebab bagaimanapun jarak dari Rp 100 M ke Rp 700M itu adalah 7 kali lipat.


Haris sendiri sedang berhitung dalam dirinya, untuk hotel bintang lima yang baru saja dia bayarkan dia sudah memakai 1 dari 3 kesempatan permintaan di luar misi, artinya masih ada 2 kesempatan permintaan lagi yang kalau dia pakai masing masingnya untuk uang senilai Rp 250 M maka akan di dapatkan uang sebanyak Rp 500 M.


Dan Rp 500 M itu sudah jelas memenuhi tuntutan pihak Wira yakni sebesar 5% saham Kaya dan jaya bersama group.


Namun Haris belum melihat Hasil dari point sistem yang akan dia dapatkan dari sistem kekayaannya.


Karenanya dia ingin bertanya pada sistem secara khusus.


"A..apa...? Maksud saya apakah pak Haris berminat?"


Wira dan semua orang disana tertegun melihat pria benama Haris ini, yang entah dari mana datangnya tiba tiba sudah masuk dalam dunia perhotelan.


Mereka sangat kenal betul setiap keluarga kaya dan juga insan insan yang menggeluti dunia bisnis ini, tetapi mereka tidak punya informasi sedikitpun tentang keberadan Haris, kecuali tahu sedikit bahwa dia adalah orang baru di dunia bisnis perhotelan, yang memiliki 2 hotel bintang tiga secara pribadi.


Tapi sekarang pria dengan pakaian murahan dan kenderaan yang tidak sampai seharga Rp 1 M itu baru saja membeli hotel bintang 5 seharga Rp 100 M, dan what a joke..? ingin 10 sampai 15 % saham dari Kaya dan jaya bersama group....?


Maka


Wira sedikit bingung maksud Haris, yang sebenarnya sudah dia dengar jelas, namun dia masih mempertanyakannya.


"Ya.... saya sudah setuju, tapi saya minta 10 sampai 15%, bagaimana..?"


"Untuk itu saya harus minta waktu dari pak Haris, sebab ini di luar apa yang kami perhitungkan di perusahaan, artinya saya perlu waktu sebentar menghubungi pihak terkait di perusahaan kami, sebab ini berkaitan dengan situasi dimana kami perlu menata ulang kepemilikan saham, apakah pak Haris bersedia memberi saya waktu?"


"Silahkan pak Wira saya juga minta izin, untuk memberitahukan keterlambatan saya pada keluarga sebentar."


"Baik silahkan pak Haris...!"


"Sistem, apa point yang aku dapatkan kali ini?"


Haris menjauh dan berpura pura seolah menghubungi seseorang, padahal dia sedang berbicara pada sistemnya.


[Sistem]


"Tuan... Poin sistem yang anda akan dapatkan kali ini adalah, uang senilai Rp 900M, dan sebuah mobil sport Bugatti Veyron Vivere senilai Rp 38, 7 M



juga 2000 Poin sistem tuan.


apakah anda bahagia tuan?"

__ADS_1


"Kau yang terbaik sistem. Aku saaaaaaaangattt bahagia


Love you so much."


[Sistem]


"Terima kasih tuan, berarti sistem sudah bekerja dengan benar, apabila tuan sudah merasa bahagia.


Senang mendapatkan cinta dari anda tuan."


"Baiklah sistem.


Seharusnya aku sudah bisa mendapatkan pointku bukan?


Sebab kami sudah sepakat soal hotel itu, dan hanya meminta kesepakatan lebih, yang bukan merupakan bahagian dari misi."


[Sistem]


"Benar tuan. Saat uang hotel yang Rp 200 M, kita transfer maka otomatis semua hadiah poin sistem akan anda dapatkan.


Saran saya untuk hadiah poin sistem mobil anda, sebaiknya sistem simpan terlebih dahulu dalam ruang inventory dan baru di keluarkan nanti di desa tuan."


"A.... apa??? benda sebesar itu bisa disimpan di ruang inventory sistem?"


[Sistem]


"Gunungpun bisa disimpan di ruang inventory tuan he he."


"Wah kalau begitu aku tidak perlu garasi dong sistem?"


[Sistem]


"Ya..! Benar, kalau anda tidak khawatir keheranan dari orang lain, mobil anda tiba tiba hilang."


"Wah iya juga ya..hehe


Sistem sebenarnya aku ingin memakai 2 sisa permintaanku untuk uang Rp 500 M bisakah kau penuhi?"


[Sistem]


"Sistem sarankan jangan tuan...!


Cukup tuan pakai satu kesempatan permintaan di luar misi, itu sudah bisa ditukar dengan nilai Rp 900 M, atau lebih selama tidak sampai Rp 1 Triliun, sebab nilai itu adalah milik poin sistem level 3 tuan.


"Sempurna. Baik berikan padaku sistem."


[Sistem]


"Baik. tunggu sebentar tuan, sistem akan memproses.


Ding....! proses penukaran point sistem pesanan di luar misi, kesempatan kedua sedang berlangsung ....10....25.....50.....75.....100 %


Ding....! Proses selesai uang Rp 900 M sudah dimasukkan ke ruang inventory sistem.


"Baiklah Sistem, artinya aku punya Rp 1800 M saat ini itu sama dengan nilai 18% saham Kaya dan jaya bersama group., aku akan selesaikan urusan ini lebih dahulu sistem."


[Sistem]


"Baik tuan. Selamat jadi orang kaya tuan."


"Sisteeeeeemmmmmmmmm"


[Sistem]


"Bercanda tuan, slowlah tuan grrttt


grrttt...kiku kikik kiku.kikik."


"Ha.aaaaahahhahhhh."

__ADS_1


__ADS_2