Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _86 : Bertukar posisi


__ADS_3

"Nando.. Ferry...!


Sebelum kita berangkat masuk jalan hutan, kita sarapan dulu ya di pekan."


"Siap bos..!"


"Kalian beli aja sekalian untuk bekal makan siang kita di sana, nanti kuahnya dipisah aja biar nasinya tetap enak saat makan.."


"Oke bos..!"


Haris dan rombongan pengawalnya, berangkat melesat dengan dua mobil yang dibawa oleh Nando dan Ferry.


Para pengawal ada di belakang dengan mobil Nando, sedangkan Ferry Haris dan Darman berada di satu mobil yang sama.


"Nah ini sudah sampai di pekan, ayo cari rumah makan yang hidangannya enak, cari yang ramai orangnya."


"Baik tuan."


Sesudah berkeliling rombongan Haris memilih sebuah warung makan yang lumayan besar, dibandingkan tempat lainnya.


"Pesan...!


Ayo silahkan dipesan, lauk apa yang dirasa menarik selera.


Aku lauknya ayam goreng aja lah Ris.


Oke Nando ini lagi ramai orang, pesan makanan kita kesana, nanti kita terlalu lama tertahan disini.


Abangmu Darman lauknya ayam goreng, kalian pilih sendiri, mau pakai apa."


"Tuan sendiri lauknya pakai apa tuan..?"


"Kalau saya lauknya ikan bakar aja kalau ada, kalau nggak ada ikan bakar, ya sudah pakai apa itu...? sambal udang juga boleh."


"Baik Tuan."


"Jangan lupa kalian langsung pesan yang untuk kita bawa, jadi sepanjang kita makan, biar mereka siapkan juga buat bekal siang kita.

__ADS_1


Jangan sampai kita nunggu dua kali nanti."


"Siap tuan."


Setelah semua orang memilih apa yang cocok dengan selera mereka saat itu, maka semua orang makan dengan lahap pada pagi itu.


"Ayo ayo makan, yang banyak..!


Perjalanan kita cukup jauh. ini adalah ujung dunia daratan kalau untuk daerah sini.


Wilayah pantai timur, setelahnya yang ada hanyalah hutan dan lautan ini, cukup terisolir dari tempat-tempat lainnya."


"Tuan. dari mana tuan tahu lokasi kebun sawit yang di sini tuan..?"


"Very...! kamu selalu bertanya hal-hal yang tidak perlu ditanyakan.


Sayakan punya jaringan yang banyak, punya teman punya anggota-anggota yang lain seperti kalian ini, ya mereka yang mencari itu semua l.


Seperti biasanya, saya hanya tinggal mengurus yang sudah ada.


"Maaf tuan, saya tidak berani tuan."


Loh tadi kamu berani tuh."


"Kelepasan tuan! lagi mode tidak sadar tuan."


"Memang kamu inilah Very, sangat lucu."


"Ah baiklah!


Karena semua orang telah selesai dengan makanannnya.


Ayo kita berangkat teruskan perjalanan."


"Baik tuan."


Rombongan Haris terus melaju melesat, masuk ke dalam wilayah pinggiran atau pedalaman dari wilayah yang ada di tempat itu.

__ADS_1


Cukup jauh mereka melakukan perjalanan, sebelum kemudian sampai ke lokasi perkebunan milik Haris.


"Tuan sepertinya semua orang yang ada di sini, telah menanti kita tuan."


Para petinggi-petinggi sebelumnya, ketika perkebunan itu masih berada di tangan pemilik lain sebelum tuan Haris, telah berbaris menanti.


"Darman, kali ini kita akan bermain akting."


"Maksudnya bos..?"


"Kita akan bertukar posisi kali ini, kau yang akan jadi bosnya..!


Aku ingin melihat karakter asli para pekerja disini, dugaanku mereka akan memuja-muja dirimu dan itu wajar saja.


Tetapi yang ingin aku cek adalah bagaimana perlakuan mereka dengan kami kami ini, orang-orang biasa selain dirimu dalam akting ini...!"


"Baiklah bos besar, aku akan melakukannya dan kita akan segera menemukan watak-watak asli para pekerja di sini."


"Kalian semuanya sampaikan juga pada Nando telepon Nando dan para pengawal dibelakang


"Perlakukan Darman sebagaimana kalian memperlakuan aku,.


Kita harus tunjukan seolah olah dia adalah pimpinan kita semua.


Sebagaimana seolah dialah bos besar kita di sini."


"Baik kami akan melakukannya tuan."


"Ya lakukanlah dengan benar.


Seolah-olah kita adalah orang-orang yang hidup, dengan berada di bawah perintah Darman, yang akan kita panggil sebagai Haris nantinya."


Nando dan ketiga pengawal pun dihubungi, agar sejak mereka turun dari mobil, semuanya memanggil Darman sebagai Haris dan memanggil tuan Haris sebagai Darman.


Mereka harus mengelu elukan Darman.


Mereka harus mengangkat-angkat Darman, selaku pucuk pimpinan, sekaligus pemilik semua lahan perkebunan sawit itu

__ADS_1


__ADS_2