
"Tuan...! Si Arman mata-mata kita yang merupakan orang terdekat dari si Marlon, telah tewas kena tembak Tuan.
Entah siapa yang menembaknya, tapi kami yakin ini pasti perbuatan Marlon Tuan.
Sebelumnya Marlon setelah lari dengan mengendarai mobilnya, menurut mata-mata kita yang lain yang melaporkan kepada saya, dia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, lalu berpindah tempat dengan masuk ke mobil yang dibawa oleh Arman, yang memang telah mengikutinya sedari awal dari belakang, sejak meninggalkan kantor Tuan Haris, Tuan.
Marlon pergi bersama Arman dan juga Albert, ajudan dan orang kepercayaan si Marlon Tuan."
"Kalau begitu kalian lanjut untuk terus mencari dimana keberadaan si Albert ataupun si Marlon...!
Ingat jangan sampai Kehilangan jejaknya lagi."
"Baik Tuan.
Kami akan melakukannya. Lalu bagaimana dengan jasad mata-mata kita ini Tuan."
"Kirimkan saja laporan dan pemberitahuan berupa pesan singkat ke kantor polisi dengan nomor baru, laporkan bahwa ada sesosok mayat tergeletak di pinggir jalan.
Biarkan polisi nanti yang mengurusnya dan jenazahnya pasti akan diantarkan ke tempat kita."
"Baiklah Tuan, kalau begitu kami akan berangkat Tuan."
Dua orang mata-mata kepercayaan dari Prawirawan alias Tuan besar dari master Lim memberikan arahan kepada para bawahannya
...*****...
"Tuan Haris ada dua orang yang mengaku dari kepolisian ingin bertemu dengan Tuan di bawah."
"Baiklah kalau begitu, arahkan untuk menunggu di ruangan keamanan yang ada di bawah saja Riston."
"Baik Tuan."
Riston melaporkan keberadaan polisi, yang datang untuk menemui Haris, Tuan yang juga pimpinannya.
Sementara itu Haris segera turun dari kamar Royal Suite miliknya, untuk menemui polisi tersebut dan setelah bertemu, ternyata polisi itu adalah bawahan dari Jenderal Gunawan yang merupakan kepala Polisi daerah di ibukota provinsi.
Tamu Haris yang datang ini adalah kepala Polisi di wilayah pemerintahan Kota tempat Haris bermukim.
"Tidak disangka bapak kepala Polisi kota datang sendiri untuk menemui saya, apa gerangan yang hendak Bapak sampaikan...?
Ayo mari duduk pak."
Haris beramah tamah kepada kedua tamunya lalu memerintahkan kepada Riston untuk segera memanggil para waiter/s untuk menyediakan makanan dan minuman dalam rangka menjamu tamu Haris yang datang itu.
"Ah jadi begini Tuan Haris, saya diperintahkan oleh Jenderal Gunawan untuk menanyakan perkembangan serta membicarakan tentang penyerangan yang terjadi di lokasi usaha milik Tuan Haris."
"Oh begitu rupanya.
Jendral Gunawan adalah seorang jenderal yang rendah hati, rupanya beliau masih saja mengingat saya, sejak beberapa kali bertemu.
Tadinya kami sudah bermaksud hendak menemui bapak sendiri ke kantor, tidak disangka sebelum itu terjadi Bapak sudah lebih dahulu datang kemari."
"Ah tidak apa-apa Tuan Haris, kebetulan saya juga agak lapang hari ini jadi saya sempatkan mampir di sini tadi, setelah mengunjungi beberapa tempat.
Apakah beberapa saat ini, pihak Tuan, ada menerima katakanlah semacam ancaman atau apa begitu, yang membuat pihak Tuan Haris atau para pekerja merasa tidak nyaman menjalankan kegiatannya seperti biasanya Tuan Haris...?"
"Oh kebetulan tidak ada pak Agus, entah kalau ke depannya tapi untuk saat ini memang belum ada Pak.
Tapi saya cukup senang melihat kehadiran bapak dan kesiapan bawahan bapak selaku pihak berwajib di lapangan.
Dalam hal ini terus terang saya merasa lega dan cukup tenang.
Kalau memang ada informasi terbaru, pasti nantinya akan segera kami laporkan kepada pihak bapak."
"Ya saya juga tadinya mau mengatakan itu, tapi Tuan Haris sudah lebih dahulu mengatakannya.
Tetapi begini Tuan Haris, kami mendapatkan informasi yang lain seputar sepak terjang Marlon yang yang merupakan sosok pihak penyerang tempat usaha Tuan Haris ini.
Jadi memang hal-hal begini sudah biasa baginya, ini adalah bawahan saya dan juga orang kepercayaan saya namanya adalah Tommy Tuan.
Selama ini dia adalah orang yang sudah mengikuti dan mengumpulkan berbagai hal tentang jejak dan catatan kejahatan si Marlon ini Tuan.
Memang orang itu punya banyak masalah dan juga catatan kejahatannya.
Dia adalah pengusaha judi, terduga sebagai pelaku penjualan dan perdagangan manusia tepatnya anak-anak yang berada di bawah umur, tidak ketinggalan juga termasuk sebagai pengedar besar obat-obatan terlarang.
Begitupun masih sangat sulit untuk bisa menjerat orang ini, Dia sangat licin seperti belut Tuan Haris.
Sebelumnya selalu saja kami masih sulit untuk mendapatkannya, seolah-olah ada sosok kuat berada di belakangnya.
Jadi terpaksa kita memang harus bergerilya, dengan menyusupkan beberapa anggota untuk dengan susah payah mengumpulkan, menguatkan segala bukti bukti yang diperlukan untuk menjerat orang ini.
Tapi masalahnya tidak sesederhana yang terlihat, saya yakin kolega dan semua orang orang di belakang sosok Marlon ini, masih punya seribu satu cara untuk bisa mendukungnya.
__ADS_1
Jadi memang hal ini menjadi sedikit rumit dari apa yang biasa kita tangani Tuan Haris.
Begitupun saya yakin, kalau kali ini orang ini tidak akan bisa berkelit lagi, sebab ada sosok semacam Tuan Haris yang juga sudah menjadikannya sebagai musuh atau target.
Dalam hal ini bagaimana menurut Tuan...?"
"Kalau untuk itu saya tidak terkejut lagi Pak Agus.
Memang benar seperti yang kita tahu, sosok Marlon ini adalah merupakan putra Tuan besar dari keluarga konglomerat, yang tentunya juga punya jaringan dan sosok-sosok kuat bahkan dari pihak berwajib sekalipun, yang diam diam masih mendukung di belakangnya dan selalu berusaha melindunginya.
Saya bisa yakin kenapa pihak Bapak menjadi begitu sulitnya karena harus berperang kepentingan di internal sendiri.
Tapi jangan khawatir, saya sudah berbicara dengan paman dari Marlon yang juga merupakan adik almarhum ayahnya.
Mereka berada di pihak kita, saat ini kita bahkan sudah bekerja sama, artinya beliau juga tidak akan mendukung Marlon dari sisi keluarga, tinggal yang tersisa barangkali hanyalah para loyalis almarhum ayahnya.
Perlu anda ketahui pak Agus, saya telah bertekad sekuat apapun kekuatan finansialnya dan sehebat apapun orang orang bayarannya, saya akan menghancurkan orang ini sampai ke akar akarnya.
Dia sudah berani menargetkan usaha dan keluarga saya sampai memukul Abang ipar saya babak belur, maka orang ini tidak akan punya tempat bernaung yang aman selama masih berada di dunia ini, saya pastikan itu."
"Ah kalau begitu kami sudah tidak merasa terlalu khawatir lagi, kalau memang Tuan Haris juga sudah punya tekad kuat seperti itu, apalagi sudah punya kesepakatan demikian dengan paman si Marlon itu, artinya kamipun sudah tidak perlu terlalu mempedulikan banyak hal lagi.
Termasuk seperti apapun barangkali, kekuatan sosok oknum yang berada di belakangnya.
Dengan bantuan Tuan Haris saya yakin kita bisa mengcounter apapun yang akan mereka lakukan nantinya."
"Terus terang saja, kalau tujuan Pak Agus datang kemari adalah untuk memastikan itu, saya bisa pastikan itu.
Jadi jangan takut tentang siapapun yang berada di belakangnya, sekuat apapun finansialnya saya siap memukulnya sampai hancur.
Saya hanya minta kepada pihak berwajib untuk serius menjerat si Marlon ini dan membatasi langkahnya, sehingga dia tidak bisa lagi dengan leluasa berbuat semaunya seperti mana yang biasa dia lakukan selama ini.
Jangan khawatir soal biaya operasional di lapangan, saya faham seperti apa keadaannya, mungkin pihak Pak Agus butuh anggaran yang tidak sedikit untuk memobilisasi para petugas jadi jangan khawatir dan saya akan siap mendukung 100% untuk kepentingan itu."
"Baiklah Tuan Haris, sekarang saya sudah menjadi lebih lega, kalau begitu kami akan menyiapkan segala sesuatunya dan mulai memburu orang ini."
"Ya terima kasih kalau Pak Agus sudah bertekad begitu, Oh ya ini hidangannya sudah datang, silahkan dinikmati jangan sungkan-sungkan."
"Tuan Haris tidak harus melakukan ini Tuan."
"Eh bagiamana bisa begitu, Tuan adalah tamu terhormat kami dan ini memang sudah disediakan untuk kita.
Ayolah mari kita nikmati bersama, tidak baik makanan yang sudah datang begini, dibiarkan begiu saja."
"Ya ayo..ayo silahkan.
Pak Tomi mari pak..!"
"Iya..iya Tuan Haris."
Semua orang kemudian menikmati hidangan yang telah tersedia.
Acara makan menjadi waktu yang tepat untuk membina hubungan relasi yang kuat di kedua belah pihak.
Baik Haris maupun Agus pimpinan kepolisian kota termasuk Tomy yang selama ini mengikuti Marlon dan belakangan ini berpura pura khawatir kedoknya terbuka oleh pihak kepolisian, menceritakan pengalamannya selama ini saat ikut bersama Marlon.
Dia juga menjelaskan alasan dia mengatakan itu kepada Marlon adalah agar Marlon masih menganggapnya setia sehingga Marlon tidak menggerakkan oknum pihak berwajib yang selama ini memang pro kepadanya, untuk menargetkan Tommy dan keluarganya.
Tomy juga menjelaskan keluarganya yang saat ini dia ungsikan dan meminta bantuan pada Haris.
Haris mengatakan bahwa keluarga Tomy boleh untuk tinggal gratis di hotel tempat mereka melakukan pertemuan saat ini, sebab di sana relatif aman dengan penjagaan ketat para pengawalnya.
Masing-masing mereka bertekad untuk bekerja sama lebih intensif kedepannya
...*****...
Marlon di tempat persembunyiannya sudah bertekad segera membentuk kekuatannya sendiri, kali ini dia merasa perlu merekrut tenaga baru berupa orang-orang yang profesional di bidang beladiri.
Kemampuan finansial yang diwariskan oleh ayahnya, memungkinkan ruang geraknya menjadi lebih banyak.
Selain usaha pertambangan yang merupakan saham besar miliknya, Marlon juga memiliki bisnis-bisnis lain seperti bisnis Kasino, Bar & diskotik, bisnis prostitusi juga bisnis bisnis lainnya, yang membuatnya bisa menjadi seseorang yang cukup diperhitungkan oleh para pengusaha lainnya di dunia hitam.
"Albert kau sudah pulang...?"
"Sudah Tuan, saya sudah membeli berbagai keperluan kita.
Oh ya tuan, bagaimana cara kita untuk menyingkirkan pemilik bisnis ekspedisi itu tuan, apa tuan sudah bisa menelusuri identitasnya...?"
"Hal ini menjadi sedikit rumit Albert, aku juga tadi sudah menyuruh Howard untuk mencari tahu tentang sosok pemilik bisnis ini, tapi selain namanya yang menurut si Howard adalah si Haris, Dia mengatakan bahwa orang ini bersih sama sekali tidak didapat data-data tentang sosoknya.
Ini menjadi tanda tanya besar kepada kita, selama ini Howard tidak pernah gagal dalam tugasnya.
Agaknya memang kita menjumpai lawan yang seimbang kali ini atau bahkan lebih kuat dari kita."
__ADS_1
"Lalu apa rencana Tuan selanjutnya Tuan...?"
"Kita harus membangun kekuatan terlebih dahulu dan mencari tahu secara manual lebih banyak tentang sosok yang bernama Haris ini Albert.
Aku tadi sudah merekrut beberapa orang ahli bela diri , yang sengaja aku undang untuk bergabung dengan kita.
Untuk sementara kita tidak usah mengurusi ataupun mengusik sosok bernama Haris ini dan kita akan fokus pada penggalangan kekuatan terlebih dahulu.
Oh ya Albert bagaimanapun caranya, kau harus tarik seluruh uang kita yang ada di perusahaan pertambangan itu dan kau alihkan ke rekening kita yang ada di luar negeri.
Itu akan kita pakai untuk membangun kekuatan dan lagi aku merasa sudah ditinggalkan oleh keluarga keluarga paman-pamanku ini, aku tidak peduli lagi tentang bagaimana kelanjutan usaha itu.
Aku harus membangun kerajaan bisnisku sendiri.
Kita akan besarkan bisnis kita yang lainnya, kau laksanakan dengan segera."
"Baik saya akan melaksanakan semua apa yang Tuan inginkan."
...*****...
[Sistem]
"Tuan, ada seseorang yang mencoba mencari tahu segala hal tentang tuan, tapi saya sudah memblokir seluruh usahanya sehingga dia tidak bisa melihat apa apa selain nama Tuan, sebagai pemilik usaha ekspedisi kita."
"Wah kau juga memiliki kemampuan seperti itu sistem...?"
[Sistem]
He..he.. Apa Tuan lupa kalau saya ini adalah sistem super canggih Tuan..?
Jangankan untuk memblokir begitu, melihat balik tentang identitas orang yang mencari data tentang Tuan inipun saya bisa, bahkan saya bisa mematikan seluruh sistem yang dia miliki.
Itu hanya keterampilan dasar bagi saya sebagai sistem super canggih Tuan, terlebih setelah Tuan meningkatkan kwalitas Sistem.
Bayangkan kalau saya naik lagi jadi sistem super mewah Tuan, isi pikiran orangpun akan mudah saya baca."
"Baik kalau begitu lacak orang itu dan siapa saja yang baru baru ini menghubunginya, selebihnya biarkan para pengawal kita yang bergerak di lapangan."
[Sistem]
"Baik Tuan, tunggu saya akan memprosesnya beberapa saat dan akan memutuskan koneksi kedua pihak itu."
"Baiklah aku akan menunggu informasimu sistem."
Haris keluar dari kamarnya dan menjumpai Puspa dan juga Wulan untuk menjelaskan agar mereka berdua dan 10 pengawal wanita, agar lebih bersiaga mulai saat ini terlebih ketika mengawal kedua istri dan keluarganya.
Haris juga memerintahkan Riston dan Amanu memimpin 15 pengawalnya yang lain untuk mulai memburu si Marlon.
[Memanggil Riston]
"Riston dan Amanu, kalian berdua bersama 15 anggota kita sejak saat ini aku tugaskan memburu si Marlon badj!ngan itu.
Sisir semua wilayah pelabuhan di kota S, menurut informasi pihak Master Lim, dia dan orang kepercayaannya lari kesana.
Bawa anggota kita yang bisa menggunakan senjata, jangan ragu mengirim target menghadap sang pencipta, karena dia akan menjadi manusia yang lebih baik disana."
"Siap Tuan.
ini baru bekerja namanya Tuan."
"Ya baik.
Aku menunggu kabar baik dari kalian."
"Siap Tuan."
"Baik aku tutup telephonenya."
[Panggilan berakhir]
[Sistem]
Tuan nama orang yang melacak tuan adalah Howard, berdomisili di kota M.
Semua datanya sudah sistem kirim ke kuasa hukum kita di kota M, dan instruksikan untuk diteruskan ke pihak berwajib.
"Baik.
Lalu bagaimana dengan Marlon sistem...?"
[Sistem]
Sistem akan kirimkan, titik lokasinya pada Riston tuan, agar mereka langsung ke lokasi persembunyiannya di sebuah ruang bawah tanah.
__ADS_1
Mantap, aku ingin si sampah masyarakat itu mendapatkan semua hasil perbuatannya selama ini.