Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _63 : Rajanya Ikan sungai


__ADS_3

"Bapak ibu! ini pesanan anda.


Ini adalah hidangan yang tadi dipesan oleh bapak dan ibu.


Bos pemilik rumah makan khusus memberikan paket hidangan khusus dan istimewa ini.


Apakah Bapak yang bernama Pak Haris dan bu Diana?"


"Iya benar, kami orangnya."


"Oh kalau begitu saya tidak salah orang, maaf bapak dan ibu."


"Tidak apa apa dek.


Ya sudah taruh di sini saja ya dek..!


Terima kasih ya."


"Iya Pak!


tapi ini belum semuanya, masih ada lagi yang lainnya pak."


"Oke oke silahkan."


"Wah ikan sungainya besar sekali bang!"


Diana merasa takjub melihat ukuran jumbo ikan jurung yang merupakan ikan sungai paling lezat itu.


"Iya dek.! Kan sudah disebut tadi namanya paket istimewa.


Ini namanya rajanya ikan sungai, rasanya lezat sekali, kalau hanya rasa ayam sih lewat...he he"


"Ayo dek sendok dong nasinya, yang lain biar menyusul aja.


Abang udah laper nih melihatnya saja selera abang sudah tergugah..hmmm nyumi."


"Perasaan hidangan di hotel juga enak, tapi abang nggak segitunya loh."


"Oh beda dong dek. Ini selain rasanya yang memang enak dan lezat, memang ada kisah yang panjang dan banyak nostalgia dibaliknya.


Sehingga wajar kalau abang merasa ada perbedaannya, dengan apa yang kita makan di hotel.


Udah ah abang mau langsung bersantap nih."


"Iya! lagi disendok loh bang, abang nih seperti anak kecil yang nggak sabaran..wkwkwwk.


Kalau ada yang melihat sikap abang sekarang, pasti mereka nggak akan menyangka kalau abang ini, adalah orang yang cukup kaya juga luar biasa.


Seorang direktur, pemilik banyak hotel berbintang."


"Hahaha biasa saja sih dek, jadi walau bagaimanapun, tetap saja kita harus makan nasi bukan?


"Cuma ya karena memang sekarang lauknya sangat menggiurkan, maka mari kita yang biasanya makan 2 piring ini merubahnya menjadi 3 piring kali ini, hahaha.


Nasinya di banyakin aja dek, abang kan lagi dalam masa pertumbuhan ini hehehe."


"Iya, iya adek banyakin lho bang, masih dalam masa pertumbuhan tadi ya?


Sama dong sama dedek kakak Nurulnya, yang masih ada di peyut mama ya kan, Nurul dan dedek.?"


"Mama yaya dedek dedek"


"Hahaha tahu aja si Nurul bilang dedek dedek katanya ."


"Ayo, ayo ayo ayah dimakan... dimakan biar pertumbuhannya baik."


Diana terus menggoda Haris suaminya dengan candaan yang ringan


"Habis ini kita mau kemana lagi dek?"


"Habis ini ya kita pulang, bang


Bang lauknya kita bawa ya!


Kita pesan lagi, enak soalnya.


Adek juga senang melihat abang kuat makannya haaha."


"Cocok juga tuh, lagian nanti malam di rumah makannya biar rame-rame kan lebih enak."


"Iya bang! kabarnya orang kak Butet dan Kak Yunita juga mau datang, dah lama. katanya nggak jumpa sama Nurul."


"Oh ya sudah, kalau begitu kita pesan aja lagi ikannya.


Biar bawa oleh-oleh Nurul sama neneknya, ya kan nak?


Ayo dihabiskan makanannya agar kita mandi mandi di sungai biar sueger."


Handphone Haris berbunyi


[Panggilan masuk]

__ADS_1


"Halo...!"


"Iya halo bang!"


Bang.


Tadi ada telepon dari pihak corporate owner hotel bintang, katanya besok mau datang kemari bang!


Untuk menerima pembayaran peralihan hak milik hotel mereka itu.


Abang kapan pulang sama kakak?"


"Oh ya sudah abang dan kakak besok saja pulangnya.


Besok pagi tepatnya.


Soalnya malam ini kita masih ada acara makan-makan ikan sungai bersma keluarga Kirana."


"Iya dek Kirana, abang kuat kali tadi makannya wkwkwkw


Lebih kuat dari waktu makan ketika masih di hotel lho dek Kirana."


"Ha ha biar aja kak, biar makin gemuk abang wkwkwk."


"Bagaimana dengan istri abangmu si Darman Kirana?"


"Oh menurut dokter sih bagus-bagus aja bang, Tidak ada hal-hal yang patut ditakutkan seperti kendala yang biasa terjadi kalau orang habis operasi.


Apakah karena jahitannya mengelupas atau terjadi pembengkakan dll, gak ada masalah sama sekali.


Jadi kakak tuh betul-betul sehat, cuma jarang melihatnya sama abang, lagian bukannya abang Darman lagi disana bersama abang?"


"Iya sih tadinya, tapi tadi pagi dia sudah berangkat sama si Very kok balik kesana.


Kamu sudah jadi belajar bawa mobilnya, sama si Very, Kirana?"


"Nggak. Kirana nggak mau belajar sama yang lain, kalau abang nggak mau ngajarin. Ya udah biar aja Kirana seterusnya nggak bisa bawa mobil, biar abang aja nanti yang bawa mobil kita.


Wk wk wk wek wk."


"Kak Diana...!"


"Iya dek Kirana!


Ada apa?"


"Kak. Kirana disini kesunyian lho kak.


Kakak kapan pulangnya?


Tapi kalau dek Kirana merasa sunyi malam ini, datang aja ke rumah, biar ikut sama-sama makan ikan sungai hehe


Minta antar sama si Very atau si Nando "


"Memangnya boleh Kak?


"Ya kalau kakak sudah bilang boleh, pasti bolehlah."


"Nanti abang marah?"


"Nggak! nggak akan marah.


Buat apa marah? Abang bukan orang yang pemarah? Ya udah datang aja ya nanti."


"Kita lihat waktunya aja kak bagaimana nantinya.


Kalau memang bisa, ya nanti Kirana datang."


"Jangan dipaksakan, lagian abang dan kakak juga akan pulang kok besok."


"Iya enggak usah takut bang, Kirana nggak akan datang kok."


"Cie cie merajuk nih!


Sudah datang aja dek Kirana jangan dengarin abangmu."


"Hahaha yang abang bilang, kan jangan dipaksakan.


Bukan jangan datang.


Kalau mau datang ya datang aja.


Apa Kirana nggak takut kalau datang kemari, sama Nando atau very?


Katanya takut sama laki-laki he he."


Ya kan bisa aja Kirana minta bawahan Kirana untuk mengantarkan Kirana.


Kiranakan General manager bang ada bawahannya, sekali Kirana ngomong, pasti bawahan Kirana akan takut kalau nggak mengikuti apa yang Kirana bilang."


"Oh iya abang sampai lupa ternyata Adik Abang itu general manager wkwkwkwk.

__ADS_1


Okelah general manager, silakan anda datang akan kami sediakan ikan jurung yang besar dan enak."


"Udah ya bang, kakak!


Itu aja yang perlu, kenapa tadi Kirana nelpon, yang penting Kirana sudah memberitahu kalau pemilik hotel bintang itu, akan datang untuk peralihan kepemilikan hotel bintang.


Ya udah ya bang. Assalamu 'alaikum."


"Wa 'alaikum salam warahmatullah.


Kenapa dia?


Merajuk atau bagaimana Hahaha?


Ternyata si Kirana bisa merajuk juga ya dek!"


"Abang sih, dek Kirana jadi sedih lagi deh tuh, jangan jangan nanti dia nangis gimana?"


"Dia pasti akan datang Lihatlah hehehe."


[Sistem]


"Ding....!" Selamat Tuan!


Point sistem anda telah bertambah 10 ribu lagi PS lagi dari hadiah PS misi pembangunan Rumah sakit tipe A di desa tuan itu.


Apakah anda tetap ingin menyembunyikan hadiah poin lainnya atau akan dibuka tuan?"


"Biarkan tetap tersembunyi saja sistem


Aku ingin memiliki sesuatu yang tersembunyi.


Lalu apakah poin sistemku saat ini sudah berada di 20.575 PS sistem?"


[Sistem]


Benar tuan! masih kurang 79.425 poin sistem lagi, agar anda bisa membeli sistem kekuatan atau sistem pengobatan


Bila anda menyimpan atau menabungnya, positif bukan tidak mustahil bagi anda untuk bisa mencapai angka 100 ribu PS itu.


Baiklah kalau begitu aku tidak akan mengutak-atik PS-ku.


Tapi ngomong-ngomong, 100 ribu poin sistem itu dengan asumsi pendapatan 10 ribu poin sistem dalam satu misi, berarti setidaknya aku masih memerlukan 8 misi lagi ya sistem?


[Sistem]


Banar tuan!


Ada 8 misi lagi itu pun jika anda tidak menguranginya.


Semangat Tuan anda pasti bisa!"


"Ya baiklah


Sistem. Aku tidak akan berpanjang kata.


Saat ini aku sedang berada dalam suasana kebersamaan dengan istriku tercinta."


[Sistem]


"Baik tuan.


Silahkan tuan lanjutkan lagi."


"Kenapa abang tiba-tiba diam dan termenung? Apa abang jadi menyesal sekarang?"


"Ah tidak! abang hanya teringat si Jhon Sudah bagaimana keadaannya sekarang?


Dan abang juga teringat akan saudara dan kerabatnya di desa sana.


Sudah seperti apa perkembangan mereka, setelah si feodal itu dimasukkan kedalam penahanan oleh kepolisian?


Itu saja!."


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang Bang?"


"Iya apalagi selain mandi.


Bukankah tujuan kita kemari adalah untuk mandi?"


"Baiklah kalau begitu, ayo kita mandi bang!


Agar kita bisa pulang secepatnya."


Setelah itu Haris dan istrinya Diana membawa Putri mereka ke perairan sungai yang dangkal dan tidak terlalu deras.


Setelah beberapa saat menghabiskan waktu di sana, mereka kemudian memutuskan untuk pulang kembali ke rumahnya.


Mereka kemudian berjalan menaiki jalan yang sedikit menanjak menuju Rumah makan milik Mardan, si pemilik wisata alam terbuka tersebut, kemudian Haris membayar semua makanan yang telah mereka nikmati dan juga memesan beberapa porsi makanan lagi, untuk dibawa pada keluarganya.


Mardan tadinya menolak pembayaran Haris, namun Haris meyakinkan bahwa itu tidak benar.

__ADS_1


Dia harus membayar segalanya sembari tetap berjanji, bahwa dia akan memberikan Mardan dan putranya Fadly, kesempatan untuk meminjam pakai mobil Bugatti veyronnya nanti, apabila saatnya diperlukan.


Setelah itu Haris dan Diana pun kembali ke desanya, dengan mengendarai mobil mereka yang melaju dengan kencang membelah jalanan, membuat perhatian orang-orang tidak terlepas dari mobil Haris, yang begitu menarik perhatian dan sangat sedap untuk dipandang mata itu.


__ADS_2