
Air mata kebahagiaan mengalir deras di pipi lembut dan manis milik Kirana, dia merasa semua ini terlalu cepat dari dugaannya semula.
Kini dia resmi menyandang nama Nyonya Haris sebagai istrinya yang kedua.
Kirana sangat merasa bersyukur, sebab kini dia bisa merasa lega karena tujuannya telah tercapai, dia berjanji akan merawat hubungannya ini dengan Haris maupun Diana, yang sudah menjadi pendahulunya sebagai istri Haris.
Sore hari itu terasa begitu cepat berlalu dan tibalah waktunya malam hari, dimana semua orang di rumah itu begitu riang mengadakan pesta makan
Mereka bercengkrama satu sama lain, Namun Kirana hanya punya satu yang menjadi pusat perhatiannya, karenanya dia selalu melirik dan mencuri pandang kepada suaminya dan tangannya tidak pernah lepas dari genggaman tangan suaminya.
Diana yang melihat itu tersenyum manis dan memberikan ruang yang lebih, bagi Kirana untuk bisa menikmati masa masa indahnya sebagai seorang istri.
Kirana tidak lagi canggung untuk bersandar dan merapat kepada Haris, meskipun di tempat itu banyak orang.
Haris juga menanggapinya dengan hangat, dalam wujud setiap sentuhan dan perhatiannya, walau wajahnya sebisanya dia perlihatkan tampak biasa saja, untuk menjaga perasaan istrinya Diana maupun mertuanya.
Setelah cukup lama mereka makan besar saat itu, Haris mengatakan bahwa pembangunan rumah sudah bisa dilakukan mulai besok.
Setidaknya ada beberapa rumah yang akan dibangun bersamaan yakni dua rumah untuk Butet dan Beni suaminya.
Dua rumah untuk Roni dan Yunita yakni di desanya dan juga di desa mertua Yunita, kemudian rumah bagi Darman, rumah bagi John rumah bagi bibi Diana di desa itu dan juga sebuah Villa yang sama dengan Villa yang dibangun di desa Haris, yakni Villa dengan fasilitas serta kwalitas seperti hotel bintang lima, untuk menjadi tempat berkumpul mereka ketika nanti berada di desa ini.
Semua orang sangat bahagia, dengan suasana yang ada saat malam itu.
Setelah pukul delapan malam, karena suasana di rumah itu yang penuh dan ramai dengan orang, Diana menyarankan agar Haris membawa Kirana ke hotel milik mereka di kota P dan melewati suasana malam pertama mereka, yang begitu sakral di tempat itu saja.
Sebab tempat itu memiliki banyak fasilitas, yang memungkinkan mereka untuk bisa lebih bebas dan juga membantu mereka, untuk bisa lebih dekat
"Kamu nggak apa apa dek di sini?"
"Nggak apa apa ini haknya Kirana bang, Abang pergi ke hotel kita dan menetap di sana selama 3 hari dan pada saat pernikahan Wina minggu depan, abang datang kemari menjemput kami agar kita sama-sama berangkat ke sana."
"Kamu yakin nggak akan ikut kesana.?"
"Buat apa adek ikut ke sana toh, nanti akan mengganggu abang dan Kirana, lebih baik adek disini saja dulu bersama semua keluarga disini, adek Kirana harus kita beri waktu untuk mendapatkan haknya dalam segala sesuatunya.
Abang ngak usah khawatir, adek baik baik saja, senoga Nurul cepat dapat adek dari mama barunya."
"Terima kasih ya dek pengertianmu.
Abang sungguh tidak tahu, kalau semuanya akan berjalan seperti ini."
"Abang jangan risau, inilah yang adik inginkan, inilah rencana yang adek mau.
Jadi Abang tidak perlu merasa bersalah, semua ini sudah jadi keinginan kita bersama, jadi abang hanya perlu melakukan apa yang harus abang lakukan.
Selama tiga hari ini menetaplah sementara disana, bahagiakan adek Kirana karena setelahnya, kita akan bersama-sama kembali.
__ADS_1
Sepulang dari acara pernikahan Wina, Diana juga akan ikut kembali ke kamar Kita di hotel."
"Baiklah kalau begitu abang akan pergi dahulu, tiga hari kedepan abang akan datang kembali.
Mungkin mobil pesanan bang Roni Nawir dan juga Andre akan datang besok karena sebelumnya sudah abang pesankan ketiga mobil itu.
Semoga keluarga kita bahagia terus dan selalu utuh ya dek, mohon jangan salahkan abang atas semua ini."
"Diana ngak akan salahkan abang karena hal ini, tidak ada yang akan salahkan abang, kan Diana yang mendorong abang? Kalau Diana enggak mau abang enggak akan bisa melakukan semua ini.
Tapi memang sejak awal Diana yang mendorong abang, jadi abang ngak usah pikir macam macam, udah sana pergi berangkat nanti keburu malam."
Pengantin baru itu kemudian akan pergi dari rumah mertuanya, menaiki mobil Bugatti Veyron miliknya. sebelum pergi Haris berpesan kepada Darman supaya kembali mengurusi keperluan John dan mengurusi rumah mereka yang akan dibangun.
Ayah Nawir, tersenyum melihat Haris dan menepuk pundaknya "Bapak selalu bangga sama kamu nak Haris, bapak berharap Haris tidak berubah dan tetap menjadi Haris yang baik bagi kami semua. "
"Ya pak! Haris juga minta doa dari bapak begitu juga dari Ibu."
Haris juga bersimpuh di kaki ayah dan ibu mertuanya dari si Diana, keduanya lalu memberikan Restu mereka.
Kirana juga melakukan hal yang sama mengikuti apa yang Haris lakukan, barulah hati Haris tenang untuk pergi dari sana.
Selama perjalanan Kirana sangat manja pada suaminya melebihi Kirana yang dikenal sebelumnya , dia selalu menempel dan minta dielus layaknya kucing betina.
"Bang...! nggak apa apakan adek sudah suruh Rossa sampaikan ke seluruh staf, bahwa adek sekarang sudah resmi jadi istri abang yang sah...?"
Kirana terus memandangi wajah suaminya selama di perjalanan dan setelah mereka sampai, Haris memarkirkan mobilnya dan berjalan keluar sambil bergandengan tangan dengan istrinya.
Para staf yang ada di lobby hotel menatap GM sekaligus istri pemilik hotel tersebut dengan tatapan tidak percaya, begitu bagus nasib wanita ini dan begitu cepat dia naik ke atas, itulah yang ada dalam pikiran semua orang, adapun para pria pemuja Kirana meradang dalam hatinya.
Keduanya menuju kamar Royal suite milik Kirana.
Setelah pintu di buka keduanya masuk dan mengunci pintu itu dari dalam.
Haris menggendong istrinya itu dan mendudukkannya di pinggir Springbed lalu memandangi wajahnya yang bagaikan bidadari itu.
"Abang kenapa sih, ngelihatin adek terus?"
"Aku memandangi istriku sendiri masa tidak boleh?"
"Sampai kapan abang akan memandangi terus?"
"Sampai aku puas melihat wajah cantik istriku."
Haris mendekati Kirana dan menciumnya dengan penuh cinta, Kirana membalas curahan kasih sayang suaminya dengan limpahan cinta, yang telah dia pendam dan tahan sebelumnya.
Kedua insan itu, lalu larut dalam perpaduan suci atas restu orang tua dan Ridho pemilik alam.
__ADS_1
Cinta itu begitu besar, sehingga mereka tidak sadar telah beberapa kali memadukannya, sampai pagi hari menjelang.
"Bang adek capek."
"Ya sudah kita istirahat saja."
Dengan manja Kirana membalut seluruh tubuhnya di bawah selimut, dalam pelukan hangat suaminya tercinta.
Mereka tertidur sampai hari meninggi, karena begadang semalaman.
Setelah bagun Haris segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu dia tarik Kirana untuk mandi bersamanya, disana juga terjaid hal yang sama seperti sebelumnya.
"Untung kamar ini pakai peredam, suaramu begitu keras dek.hahahahah."
"Ah abang Kirana jadi malu."
"Kenapa harus malu suaramu indah kok untuk di dengar."
Hari hari begitu manis dan setiap waktu yang berjalan terasa begitu indah.
"Bang... barulah saat ini Kirana bisa merasakan kodrat asli adek sebagai wanita, ruang kosong dalam hati dan diri adek sudah ada yang mengisi dan menghangatkannya."
"Apakah adek bahagia?"
"Sangat bahagia."
"Kedepannya jangan pakai lagi rok pendek atau pakaian yang ketat ketat itu ya dek, abang saja sampai pusing dulunya menahannya ketika melihatmu mengenakannya dan semua pria pasti sama merasakan hal itu.
Abang tidak ingin harta milik abang di obral pada semua pria lainnya. "
"Ngak lho bang, adek akan lebih rapi sekarang, itukan dulu saat masih memiliki misi, kalau sekarangkan misi sudah sukses wkwkwkwk."
"Tapi konsekwensi dari misi adek itu sangat panjang dan sekarang kita harus memulainya lagi."
"Ayo..!! siapa takut..?
Besok adalah hari ketiga dan kita akan pergi ke pesta perkawinan Wina GM di hotel Diana beach resort.
Jadi Kirana juga tidak mau buang buang waktu, mau kejar target 50 ronde hahahaahahh."
"Ha..hahaha memangnya setelah tiga hari mau ngapain, toh kita tetap akan bertemu kok dek."
"Iya tapi adek masih ingin terus untuk dekat, dengan suami adek lho bang."
"Ya udah, kalau begitu."
Kamar tempat tidur dan kolam renang menjadi siklus perjalanan dua insan yang dipersatukan itu selama tiga hari itu
__ADS_1