
"Bang ternyata enak juga ya jadi orang kaya."
"Tergantung sih dek?"
"Maksudnya bang ?"
"Ya tergantung kayanya, kaya apa.
Kalau kaya akan masalah kan ribet juga."
"Ah abang suka kali ngerjain adeklah, kan bukan kaya seperti itu yang dibahas."
"Yah semuanya harus d mulai dari hati juga sih dek, semua benda dan fasilitas mewah yang kita nikmati hari ini akan terasa hambar kalau hati sudah sakit.
Coba pikirkan kalaulah kebahagiaan itu ada pada harta, jabatan dan popularitas, mestinya tidak akan ada orang kaya, pejabat atau orang terkenal yang begitu populer yang mau mengakhiri hidupnya sendiri.
Kebahagiaan itu adalah ranahnya rasa dan urusan rasa adalah sesuatu yang tidak bisa di bohongi, kita mungkin bisa membohongi orang lain sehingga orang akan merasa kita sangat bahagia, tetapi kita tidak akan bisa membohongi diri sendiri.
Ya sudalah sampai disitu aja, nanti dibilang pulak abang ceramah."
"Baru aja adek mau bilang?"
"Adek kok malas yah dengar nasehat abang.?"
"Abang merasa begitu yah? ngak lho bang, adek senang kok abang tetap menjadi suami yang adek kenal selama ini.
Cuma kadang adek merasa ngak bisa menanggapi semua nasehat abang, jadi ya adek bilang aja begitu.
Maaf yah kalau abang jadi merasa ngak enakan .
Adek salut lho sama abang, daripada mencari wanita baru seperti kebanyakan pria, abang malah lebih memilih mempercantik penampilan istri abang.
Tapi seperti yang abang bilang, penampilan adek bagaimanapun ngak akan cukup di mata abang, kalau hati abang sudah rusak terhadap adek, jadi tolong jaga hati abang agar jangan sampai rusak begitu ya bang.....!
Adek janji akan berhias dan mempercantik diri untuk abang."
"Heiiii... kalaupun mau berhias, berhiaslah karena memang adek suka, jangan terbebani dengan pikiran adek yang sama sekali tidakpun abang pikirkan.
Abang melakukan hal tadi itu tujuannya hanyalah untuk membahagiakan dan memanjakan kalian, bukan sekedar untuk mempercantik adek dimata abang, yang faktanya memang sudahpun sempurna cantiknya bagi abang.
Dimata abang ini adik tetaplah yang tercantik, istri setiaku yang telah melalui banyak hari pahit bersamaku, yang makan nasi pakai garam, terkadang juga makan dengan lauk kerupuk seharga Rp 500, itupun terkadang harus dibagi berdua, mana ada duanya wanitaku ini.
Abang masih ingat ketika kita menjalani banyak hal, disaat itu dunia ini masih memandang rendah dan jijik pada kita berdua.
Apakah sekarang abang akan pantas untuk lupa diri, dengan cara mengambil wanita cantik lain yang begitu memuja abang, karena harta yang banyak ini?
Apakah menurutmu abang akan melupakan wanita tulus, yang sejak dari awal telah berjuang dari nol bersama abang dan telah dengan setia menjadikan abang sebagai rajanya, meski dunia menghujat dan merendahkannya?
__ADS_1
Tidak abang tidak sedurhaka dan sebodoh itu dek.
Kalaulah wanita itu di umpamakan sebagai ubi, maka ubi tetaplah ubi walau bagaimanapun dia dibentuk dan dipoles, rasanya tetaplah hanyalah ubi.
Abang telah punya satu dan tidak bermaksud jadi petualang, yang selalu penasaran untuk merasakan dan mencicipi ubi dalam bentuk bentuk lainnya.
Abang sudah bahagia bersama adek.
Seseorang yang dalam masa terpahit dan terburukmu, tapi kamu bisa merasa bahagia menjalani hidup saat bersamanya, maka dialah sosok terbaik untukmu
Abang masih ingat dengan jelas, saat adek teriak ketakutan karena petir datang saat kita mengumpul getah, lalu karena takut adek kenapa kenapa abang yang tadinya sudahpun takut getah kita hanyut, sehingga terpaksa harus sampai berlarian kesana kemari, mengejar dan mengumpul getah itu.
Karena begitu buru buru untuk melihat keadaan adek, abang sampai terjatuh di tebing yang curam di kebun karet itu.
Semua getah cair di ember tumpah ke wajah abang dan seketika jadilah abang manusia dengan wajah paling putih sedunia saat itu.... ha hahah.
Hari hari seru yang kita lalui tidak akan pernah tergantikan, maupun abang dapatkan dari wanita manapun lagi.
Hanya satu harapan abang kedepannya semoga kita diberi kesempatan untuk menua bersama, mengukir sejarah cinta yang lebih indah dari sekedar kisah dalam sebuah film dan drama."
"Abang kok ngingatin itu sih, adek jadi teringat moment mencabuti getah yang lengket di wajah abang itu hahahah.
Bahagian paling lucu banyak bulu yang terpaksa ikut di cabut."
"Ya dan jangankan bersedih hati karena peristiwa itu, kita malah tertawa bahagia dan itu malah membuat kita semakin akrab, itulah yang abang maksud tadi
Seseorang yang dalam masa terpahit dan terburukmu, tapi kamu bisa bahagia menjalaninya saat bersamanya, maka dialah sosok terbaik untukmu."
Bang teruslah setia sama adek ya bang, kalaupun harta kita akan meningkat 100x lipat lagi, atau kalaupun dunia sekali lagi akan menghujat dan merendahkan kita lagi, tetaplah jadi suami setia dan satu satunya bagi Diana."
"Ya abang juga meminta demikian, saat adek dibalut harta dan kemewahan, saat penampilan adek sudah berubah maka pria hidung belang akan datang dengan segala cara untuk menggoda, jangan pernah berikan mereka apa yang menjadi hak istimewa abang dari adek, jangan biarkan para pencuri yang sok tampil manis itu melupakan hari hari bahagia dalam kebersamaan kita.
Jangan khianati abang."
"Iya bang, adek janji akan menjaga diri dan milik abang dengan nyawa adek.
Bang......!!"
"Eh apa ini?"
"Ah abang ini pura pura ngak ngerti aja.."
"Ha..hahahah.... kalau ada saat dimana aku merasa menjadi pria paling tampan sedunia, maka saat seperti inilah dia."
Malam yang syahdu penuh kehangatan dan kedamaian, setelah deru dan debu ombak ganas yang bergejolak menerjang, telah berlalu mendapatkan pelepasannya.
Suasana berbalut kelembutan itu menghantarkan dua anak manusia, tenggelam dalam tidur pulasnya.
__ADS_1
Ruangan itu kembali menjadi saksi, cinta suci mereka berikutnya.
Ruangan itu begitu dimuliakan bisa menjadi wadah penyemarak, bagi terciptanya perpaduan dua insan manusia yang dianugerahi ketulusan cinta sejati tak tertandingi, yang telah teruji bukan hanya dari orang lain namun juga dari pihak keluarga mereka sendiri.
Keduanya memenangkan hati semua orang yang sejak awal membencinya dan menaklukkan hati mereka yang tadinya berhiaskan kesombongan, dengan kekuatan sebuah ketulusan dan kebaikan.
Tidurlah Haris dan Diana dalam balutan hangatnya kasih sayang sang Pencipta dan lembut serta sejuknya ampunan dan kemaafan Dari-Nya
...ΩΩΩΩΩ...
"Hei apa yang kalian lakukan?"
"Apalagi? Rumah dan kebun ini harus dibakar, orang ini adalah pemuja setan, dia meningkat kaya begitu cepat
Aku heran dengan kalian, ada orang yang begitu miskin sampai membeli celana satupun dalam satu tahun, dia tidak mampu.
Orang yang setiap hari sibuk bertanya siapa yang mau dibantu kerja dikebunnya, lalu ketika dia tiba tiba menjadi orang kaya, kalian tidak curiga sama sekali?
Orang ini telah menggadaikan nyawa orang kampung untuk di tumbalkan, demi kekayaan dirinya sendiri dan nyawa kalian dan anak kalian akan jadi korbannya."
"Hei pembohong.....!!! Kau tidak tahu apa apa, harta bang Haris di dapat secara bersih, kau mana tahu kalau bang Haris punya dua hotel bintang tiga bukan?
Kau hanya memfitnah dan mencoba merusak nama baiknya.
Mana ada pemuja setan rajin ibadah.? itu dua hal yang berlawanan."
"Hei yang dikatakan si Fauzan itu benar, jangan sampai disini terjadi pertumpahan darah, jangan coba coba mengganggu harta si Haris kami tidak akan segan jadi pembunuh kalau kalian memaksa."
"Pak..! Kami hanya mencoba menyelamatkan nyawa penduduk kampung, yang akan ditumbalkan oleh si Haris pak, mengertilah."
"Omong kosong akan kubabat mulutmu itu, jangan jangan kau hanya iri, warung kopimu tidak di kunjungi orang lagi karena menolak pembayaran gratis dari Haris, sedangkan warga pergi mencari warung yang ada pembiayaan gratisnya."
Warga desa pecah menjadi dua, sebahagian besar orang yang percaya kepada Haris membela nama baik dan harta yang Haris miliki.
Entah siapa yang memulai tiba tiba saja sudah ada baku hantam dan darah berceceran dimana mana, rumah Haris sudah dikelilingi oleh api yang besar dan kebunnya juga tidak luput dari amukan si jago merah.
Ada sekelompok orang diluar warga yang sedang berseteru, berjumlah tiga puluhan orang memakai topeng membakar rumah dan juga kebun Haris dari berbagai arah.
Warga desa mengamuk hebat meraung karena merasa bersalah, kecolongan tidak bisa menyelamatkan harta Haris.
Seorang warga yang merupakan pemilik warung kopi tadi yang memprovokasi warga desa, jadi bulan bulanan massa.
Hampir saja dia kehilangan nyawanya, kalau saja kepala desa dan polisi terlambat datang.
Menyadari kehadiran polisi para pembakar yang tadinya takut keluar dari persembunyiannya karena khawatir akan di hajar massa, panik karena begitu takut kalau sampai di tangkap.
Mereka bermaksud melarikan diri dari hasil perbuatan buruknya, hingga pihak penegak yang sudah melihat adanya korban baik harta maupun masyarakat yang banyak terluka, menembak kaki dua orang komplotan perusuh dan menangkap beberapa lainnya.
__ADS_1
Karena khawatir kerusuhan berkanjut, pihak berwajib lalu memboyong semua komplotan perusuh itu dari lokasi, menghindari aksi amukan massa lanjutan.
Semua warga terduduk lemas melihat rumah Haris dan kebun Sawitnya yang memang mudah terbakar itu, sebab banyaknya pelepah kering disana, habis dilahap si jago merah.