Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _93 : Keinginan untuk makmur.


__ADS_3

Terima kasih buat yang sudah dukung Novel ini.


Author akan usahakan sampai tamat dengan baik dan utamakan novel ini dari karya author lainnya.


...****************...


"Wah indah sekali tempat ini. Pantai disini tidak kalah indahnya dengan yang ada di kota S, satu-satunya yang membuatnya berbeda, hanyalah akses jalannya, kalau yang di pantai kota S itu bisa dilalui hanya dengan berjalan kaki dari pinggir jalan raya.


Sedangkan tempat ini cukup jauh dari jalan raya, tapi segala sesuatunya tidak kalah di sini.


Oh ya pak Kusno..!"


"Iya pak Haris."


"Itu saya perhatikan ada kapal-kapal laut.


Itu mau ke mana ya pak Kusno..?"


"Oh itu mau ke dermaga yang ada di kota S pak Haris."


"Wah jadi sudah kelihatan dengan jelas begitu sejak dari sini ya pak...?"


"Iya pak kalau naik perahu mesin dari sini ke kota S itukan cuma butuh waktu setengah jam sudah sampai pak."


"Wah begitu dekat berarti ya kalau dari laut ini...?


Beda kalau kita menempuhnya dari jalan raya, yang ada di persimpangan jalan mau masuk kemari, yang sampai memakan waktu 3 jam lamanya."


"Berarti cocok dong kalau nanti kapal-kapal kita itu diarahkan ke mari saja."


"Tapi apa bisa pak kalau ukuran kapal-kapal itu lumayan besar, kemudian inikan pantai, bagaimana mendaratnya...?


Tumbang dong kapalnya..?


"Oh memang tidak akan sampai kemari pak di pantai ini, tapi nanti biar kita buat dermaga agak ke dalam di tempat yang cukup dalam.


Nanti kita buat dermaga kecil aja pak, seperlunya aja, yang sifatnya nggak permanen, artinya bisa dipindah-pindahkan ke manapun kita mau."


"Wah bisa begitu ya pak...?"


"Saya sih orang kampung, nggak tahu pak sama yang begituan."


"Pak sudah kita bahas bukan sebelumnya...?


Kalau saya juga orang kampung ha..ha..ha..!


"Tapikan pak Haris lebih banyak pengetahuannya dari saya."


"Ah sebenarnya sama aja itu pak, cuma soal pernah baca atau tidak saja.


Hanya faktor lebih seringnya kita membaca atau keluar saja, pak Imran kan banyak menghabiskan waktu di dalam sini, jadi ya mungkin nggak tahu informasi itu."


"Itu benar sekali pak, lalu kapan ini pak rencananya mulai di jalankan...?"

__ADS_1


"Ya ini saya akan coba hubungi dulu orang-orang saya nantinya, buat mengurus apapun yang diperlukan untuk itu, saya males pak kalau urusan-urusan begitu, ribet pak, jadi biarlah mereka yang jalan.


Setelah dermaganya nanti berdiri, baru kita dirikan tempat pengolahannya, termasuk nanti mesin-mesin itu kita datangkan."


"Wah berarti mahal juga ya pak modalnya itu, berarti sudah juta jutaan ya pak...?"


"Heheh lumayanlah pak kita nggak usah mikirkan itu pak, yang kita pikirkan manfaatnya aja ke warga desa kita pak."


"Oh kalau modal tidak boleh dipikirkan ya pak Haris....?


"Nah betul pak, buat apa gitu mikir mikirin modal..?


Kalau dipikirkan modal pusing kita nanti pak, berapa sapi itu biar dapat modalnya he he heh...?"


"Ha..ha..ha iya pak Haris, daripada suntuk dan pusing mikirin duit modalnya, enggak bakalan ada kalai saya pikirkanpun dan enggak akan bertambah modal yang sudah ada, bagus kalau ada sapi dijual jadi duit he heh."


"Nah itu pak Imron tahu, ha..ha..ha..!


Oh ya Nando, kamu telepon Very sama yang lain, supaya datang kemari.


Pantai indah ini sayang nih kalau mereka enggak melihatnya, segera hubungi very agar segera datang ke lokasi ini saat ini."


"Siap tuan...!"


"Pak Kusno...!"


"Iya pak...!"


"Kalau yang di lokasi ini tidak ada pak? karena kalau yang ada di sini itu tanah warga pak.


"Tetapi kalau yang sebelah sana itu, baru masuk tanah perkebunan kita pak."


Yang mana yang pak Kusno maksud...?"


"Itu lho pak sawit yang nampak daunnya itu, kalau tanah kebun kita yang sebelah situ langsung berbatasan dengan pantai pak.


Makanya sering juga kalau kita pas lagi panen di sana itu, kalau tiba waktu makan siang, kita makannya sering ke pantai itu pak..he he."


"Cuma sambilan makan siang ya pak Kusno..?


Kalau bersengaja khusus seperti rekreasi ke pantai begitu, nggak pernah ya pak ke situ...?"


"Pernah dong pak, kalau orang-orang dari perkebunan itu mau menikmati pantai, ya kita ke situ pak, bukan kemari...?"


"Oh begitu ya..?


Baguslah, tapi memangnya di sana ada enggak pak, yang begini lokasinya, ada jalan buat kendaraan atau mobilnya nggak, maksud saya pak...?


"Oh ya ada pak, lebih besar malah dari jalan ini, karena kitakan kadang tuh mobil colt dieselnya yang langsung masuk pak buat muat hasil panen kita, kalau hari tidak hujan dan tanah keras."


"Sempurna! berarti kalau mau buat pabriknya bagus di sana ya pak..?


Karena kalau di sini terlalu dekat dengan lingkungan warga, kasihan juga kan warga...?"

__ADS_1


"Iya pak lebih bagus di sana pak, lagianpun lahan kitakan di sana lebar pak."


"Oh ya sudah.


Jadi kalau sudah beginikan, saya sudah tahu gambarannya.


Kalau tidak kemari tadinya tidak akan bisa melihat gambarannya."


Tak lama kemudian rombongan verypun datang ke pantai itu dan sama seperti Haris mereka semua, merasa sangat takjub saat mereka semua melihat pemandangan alam yang ada di tempat itu.


Semua orang merasa sangat malas untuk beranjak pergi, dari tempat itu.


Namun waktu sudah semakin sore sehingga harispun mengajak mereka semua untuk pulang."


"Semuanya..! Untuk hari ini kita cukupkan saja, sampai di sini dulu, tapi besok Very dan Fauzan beserta rombongan bakalan kemari kok.


Karena usaha kitakan sudah disini...?


Tolong ya pak Imran sama pak Kusno, sampaikan apa yang kita bicarakan kepada pak kepala desa dan satu lagi kalau ada yang mau menjual lahan yang cukup lebar misalnya, informasikan ke kita pak."


"Iya pak "


"Baiklah semuanya.!


Sepertinya kita sudah bisa deh berangkat pulang.


Pak Kusno dan pak Balyan, kami nantinya mungkin tidak akan singgah lagi deh pak, ke kebun.


Sudah langsung mau pulang aja, jadi bapak berdua mungkin nantinya kalau turunnya di pinggir jalan ke kebun kita, ngak apa apakah kira kira pak..?"


"Oh kami tinggal di sini saja pak, nanti kami pulang diantarkan saja ke kebun, naik sepeda motor, oleh saudara.


"Di sini banyak juga kok keluarga kita, kami mau menceritakan segala sesuatunya, lebih enak nanti bertigalah kami sama pak Imran, untuk menemui kepala desa menceritakan maksud baik yang bapak sebutkan tadi, supaya lebih bagaimana ya gitu...?


Hmm... supaya lebih seriuslah pak kepala desa menanggapinya."


"Oh begitu juga bagus, saya malah mengucapkan terima kasih, kalau bapak bertiga punya niat begitu."


"Iya pak kami juga ingin segera terwujud semuanya pak, biar desa ini makmur, biar anak-anak cucu keturunan kami di sini juga, bisa merasakan kemerdekaan dalam hal ekonomi pak, sudah lama sekali ini begini kita tertinggalnya."


"Ya sudah kalau begitu bapak aturlah semuanya bertiga, kalau begitu kami pamit pulang ya pak sekarang...!"


"Iya silahkan pak, mari pak semoga selamat selamat di perjalanan ya pak..!"


"Aamiin aamiin.. Nando, Very ayo siapkan mobilnya, kita sambil jalan pulang aja ini."


"Siap tuan siap."


Baik pak Imron, pak


Kusno mau pun pak Balyan sangat tertegun dengan kepatuhan para pengawal dan juga orang-orang yang ikut bersama Haris.


Mereka merasa sangat takjub dengan pimpinan mereka yang baru ini.

__ADS_1


__ADS_2