Sistem Yang Merubah Nasib

Sistem Yang Merubah Nasib
Chapter _158 : Kenyataan pahit


__ADS_3

"Bagaimana, sudah bisa kita mulai saja pengobatannya Bang Nurdin.? Mari Abang duduk di sini saja agar lebih mudah dalam prosesnya."


"Terima kasih Dek Haris, akhirnya jadi juga di obati hari ini."


"Ya maaf sebelumnya, Abang juga tahu apa yang kita lewati satu harian ini bukan..?"


"Ah saya jadi malu, kalau keadaannya jadi begini, rasanya aneh saja kalau kemudian Dek Haris malah yang meminta maaf begitu, padahal jelas-jelas keluarga kamilah yang banyak merepotkan Dek Haris."


"Sudahlah Bang Nurdin. Jangan risau begitu, Abang dan keluarga Abang sudah merupakan bahagian dari keluarga Haris juga sekarang dan bukan orang lain lagi.


Jadi Abang tidak perlu merasa sungkan apalagi merasa canggung begitu, sebisanya selama Haris masih mampu, Haris akan terus memperhatikan dan memantau segala keperluan maupun kebutuhan keluarga Abang.


Oh ya Bang, karena mungkin satu minggu lagi ke depannya kami akan pergi ke Jepang, jadi segala sesuatunya Abang atur saja nantinya.


Kalau ada kebutuhan tambahan soal uang pembangunan rumah Abang yang kurang, atau kebutuhan lain yang masih dibutuhkan nantinya, sampaikan saja ke Manajer hotel kita yang ada di sini.


Dia itu sudah seperti orang kepercayaan saya, karenanya nantinya Abang bisa berurusan langsung dengannya, saat Haris tidak ada di sini.


Apakah Abang bisa mengingatnya..?"


"Iya. Iya Dek Haris saya akan mengingat semuanya. Tapi apakah Dek Haris akan lama di Jepang.?"


"Sebenarnya tidak ada niat untuk berlama-lama di sana Bang, tapi ya yang namanya perjalanan jauh, siapa yang tahu apa yang akan terjadi di sana nantinya.? Bisa saja bukan, muncul ide-ide atau rencana baru atau ditemukan hal-hal yang memang harus menunggu waktu dan lain sebagainya nantinya.


Jadi memang belum bisa ditentukan, hanya saja kalau rencana Haris dari sini, kita di sana itu paling tidak hanya berkisar 2 minggu saja. Kalaupun nanti harus bergeser, maka selambat-lambatnya satu bulan sudah harus kembali kemari. Itupun kalau ada keadaan darurat, kalau keadaan hanya berjalan normal saja, ya rasanya dua minggu itu sudah cukuplah untuk menyelesaikan semua urusan disana."


"Kalau begitu, semoga urusannya bisa berjalan lancar dan juga sukses semuanya Dek Haris."


"Aamiin. Terima kasih do'a baiknya Bang. Baiklah kalau begitu sekarang kita mulai saja proses pengobatannya Bang."


"Iya Dek Haris."


Haris kemudian mengeluarkan peralatan jarum akupuntur perak miliknya, selanjutnya dengan cekatan tangannya menusuk beberapa titik akupuntur, untuk melakukan pengobatan terhadap Nurdin, pria miskin dan susah serta sakit-sakitan yang beruntung bisa berkenalan dan masuk dalam perhatian keluarga Haris.


Tak butuh waktu lama proses itu segera selesai dengan dimasukannya energi murni ke tubuh Nurdin. Setelah berbicara basa-basi sedikit pada Nurdin, Haris kemudian bergegas menuju ballroom yang ada di lantai 2 untuk menemui para pengawalnya.


Tak butuh waktu lama Haris telah tiba di salah satu ballroom yang ada di hotelnya.


Ballroom hotel yang sedianya di desain sebagai wadah bagi mereka yang membutuhkan tempat untuk melakukan, rapat, seminar, konvensi, insentif, cocktail, gala, afterwork, ulang tahun dll di hotel itu, dipakai oleh Haris dan para pengawalnya untuk melakukan pertemuan mendadak mereka.


"Riston..! Kau dan kalian semua, ternyata sudah ada disini."


"Benar Tuan, Tapi komandan Wison sudah turun baru saja, mungkin Tuan dan komandan berselisih jalan di lift hotel yang berbeda."


"Lho memangnya dia mau kemana lagi..?"


"Oh itu Tuan, ternyata para pengawal baru kita yang berasal dari kota K telah tiba Tuan."


"Lho, bukannya baru saja tadi Wilson mengatakan padaku, kalau para pengawal itu baru akan berangkat sore tadi dan seharusnya ini masih terlalu awal untuk mereka bisa sampai."


"Iya ternyata mereka telah berangkat lebih awal sejak siang Tuan, hanya saja pimpinan regu mereka mengatakan, kalau mereka berangkat sore agar kita tidak terlalu menunggu.


Sekarang mereka telah tiba Tuan."


"Oh jadi begitu..? Niatnya sih baik, tapi caranya kurang baik. Bagaimana kalau tadinya kita tidak ada yang di sini, tentu akan repot jadinya.


Kenapa mereka tidak jujur saja mengatakannya, kalau memang mereka telah berangkat sejak siang tadi..?


Tapi ya sudahlah, kalau begitu kita tunggu saja kedatangan mereka baru kita mulai acaranya.


Sebab bagi mereka para pengawal yang baru, Hal ini juga perlu mereka simak dan dengarkan."


"Baik Tuan."


"Oh ya bagaimana keadanmu sekarang Riston..? Bagaimana rasanya menjadi seorang suami..?"


"I..Itu, tentunya Tuan tahu sendirilah Tuan. Tuan sudah lebih berpengalaman dari kami semua."


"Ha..ha..ha Apa salahnya aku bertanya pada kalian, lebih berpengalaman maksudmu apa karena aku punya tiga Riston..? ha..ha..ha


Kalian ini jugakan adalah adik-adikku? Aku hanya merasa perlu untuk memastikan keadaan kalian sebagai adik-adikku saja, misalnya apa kalian sudah mendapatkan kesenangan dalam hidup ini, itu saja kok."


"Jujur kalau untuk itu kami sudah sangat senang Tuan, persis seperti yang Tuan katakan sebelumnya, bahwa hidup itu akan menjadi lebih berarti dan lebih bermakna jika telah berkeluarga.


Hanya saja makin kesininya juga, malah ada sedikit rasa ketakutan dan juga kekhawatiran yang sebelumnya tidak kami rasakan Tuan.


Bagaimanapun kita hidup di lapangan, tentu kita tidak pernah tahu apa yang akan dihadapi kedepannya.


Kejadian barusan saat kami menghadapi dua Master beladiri lawan, ketika kami berada di Salon and Spa tempat Nyonya melakukan perawatan.

__ADS_1


Hal itu benar-benar membuka mata kami, kalau ternyata kami ini masih saja sangat lemah dan masih sangat rapuh Tuan. Kalau Tuan sampai tidak ada untuk mendukung kami saat itu, mungkin kami semuanya hanya akan menjadi samsak tinju serta pukulan dari kedua Master itu Tuan."


"Itulah sebenarnya diantara poin yang ingin aku sampaikan dalam pertemuan kita kali ini Riston, berikut juga tentang informasi dari lawan kita, yang wajib harus kalian ketahui, sehingga kalian bisa mengambil langkah lebih bijak ke depan."


"Apakah ada suatu hal yang bahaya Tuan.?"


"Nanti saja kita jelaskan."


Haris masih sangat serius berbicara kepada Riston, Amanu, Halim dan juga yang lainnya, yang merupakan ketua-ketua regu satuan pengawal keluarga Haris, sampai saatnya Wilson datang.


Wilson telah datang bersama 150 orang pengawal baru, yang baru saja tiba dari kota K.


"Ayo teman-teman perkenalkan ini adalah Tuan kita, Tuan besar Haris."


Wilson memberitahukan kepada rombongan yang datang bersamanya, sekaligus memperkenalkan sosok Haris yang akan menjadi pimpinan mereka kedepannya.


"Halo semuanya..! Bagaimana kabar kalian apakah kalian baik-baik saja.?"


Baik Tuan." Para pengawal baru itu sangat bersemangat, menjumpai Bos baru mereka.


Selain itu mereka juga sangat senang melihat dan mendapati tempat dan juga keadaan Haris pimpinan baru mereka itu, yang mereka semua yakin sepertinya sangat bisa mendukung kemakmuran dan juga kebahagiaan hidup mereka ke depannya.


"Baiklah karena kalian juga baru tiba, sekarang silakan kalian ke tempat duduk masing-masing. Kalian beristirahatlah beberapa menit lagi, setelah itu kita akan mulai nanti acaranya.


Sambil bersantai istirahat, kalian juga bisa menikmati hidangan hidangan yang sudah tersedia di depan kalian masing-masing, di tempat duduk yang telah dipersiapkan."


"Ya kalian semua telah mendengar apa yang Tuan sebutkan, sekarang ayo teman-teman sesuai dengan instruksi dari Tuan Haris silakan kalian mengambil tempat masing-masing, yang tertib dan pergunakan masa istirahat kalian juga nikmati hidangan yang telah tersedia.


Sesaat berikutnya nanti, kita akan mulai pertemuan."


"Siap komandan Wilson. Siap Tuan Haris."


Para pengawal itu begitu bersemangat, senyum sumringah dan wajah-wajah ceria penuh kebahagiaan, tampak sekali begitu terlihat di raut wajah mereka semua, para pengawal dan satuan pengaman yang baru datang.


Sama sekali mereka tidak menunjukkan tanda-tanda keluhan, maupun sesuatu yang tampak terbaca sebagai rasa kekecewaan, karena harapan yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.


"Baiklah, sambil menungu mereka beristirahat, Wilson, Amanu, Halim juga Riston dan Erik, Anton serta kalian semua yang merupakan satuan regu pengamanan yang berada di ring bahagian luar, mari kita duduk sejenak.


Kalian simak baik-baik, apa yang akan aku sampaikan, untuk nanti bisa kalian paparkan dan sampaikan kepada seluruh anggota-anggota kita, setelah acara dimulai nantinya."


Baik Wilson maupun seluruh kepala satuan regu yang di bentuk dan dibawahi oleh Komandan Wilson, semuanya kemudian duduk mengikuti arahan Haris.


"Aku mengumpulkan kalian semua di sini, adalah untuk satu hal yang sangat penting demi kelanjutan dan eksistensi, segala macam usaha serta apa yang telah kita perjuangkan selama ini.


Pada prinsipnya Jenderal Gunawan telah melaporkan kepadaku tentang keadaan dan juga beberapa hal yang terkait dengan orang yang baru saja memulai keributan dengan kita, dengan jalan mengganggu istriku beberapa hari lalu seperti yang sama-sama kita semua ketahui.


Wanita pengganggu itu, sosok orang tua dan keluarganya, sebenarnya merupakan salah satu dari keluarga besar dari kalangan pengusaha atas. Jendral Gunawan mengatakan, mereka telah meminta waktu untuk bertemu dengan kita untuk meminta maaf secara khusus dan juga secara langsung.


Tentu hal itu akan kita terima dengan baik, tapi di luar itu aku juga punya mata dan telinga lain, yang mendapat informasi tentang sosok yang katanya akan meminta maaf kepada kita ini.


Dimana menurut informasi itu, mereka adalah kelompok manusia dengan tipikal yang sangat pendendam. Mereka bukan sosok yang mau merendahkan hati atau bekerja sama dengan orang-orang yang mereka rasa berada di bawah kelas mereka.


Selain itu mereka juga punya kebiasaan buruk, yakni berusaha menguasai atau bahkan mencaplok habis usaha-usaha orang lain, yang dirasa merupakan orang-orang yang berada di bawah kelas mereka.


Jadi boleh dikatakan besarnya usaha mereka yang tampak seperti sekarang ini, adalah hasil-hasil pencaplokan semacam itu. Ironisnya, kali ini baik karena sengaja atau tidak, kita telah bersinggungan dan berurusan dengan mereka. Artinya maka kita juga sudah menjadi target pencaplokan mereka selanjutnya."


Selesai Haris menyudahi kalimatnya, para orang-orang kepercayaan Haris itu kemudian menjadi gaduh, memahami kenyataan pahit dan gentingnya situasi yang kini harus mereka hadapi.


Mereka yang sejak awal memang penasaran, kemudian secara langsung tidak bisa tidak, segera berbicara kepada sosok-sosok yang berada di sampingnya masing-masing.


Wilson yang relatif lebih bisa menguasai diri dari semua pengawal Haris, dengan wajahnya yang tenang, kemudian bertanya kepada Haris.


"Lalu apakah kita berjarak sangat jauh dari orang-orang itu Tuan..? Atau dengan kata lain apakah kita tidak punya peluang menang dari sosok-sosok itu..?"


"Itu pertanyaan yang bagus Wilson. Pertama mereka tentunya belum atau sama sekali tidak tahu semua kapasitas dan kemampuan yang kita miliki.


Yang kedua, kita terbantu dengan hubungan kita yang cukup dekat dengan Jenderal Gunawan. Sosok yang setidaknya masih mereka hargai walaupun tidak sampai mereka takuti, tapi yang jelas masih sangat mereka pertimbangkan.


Kemudian yang ketiga, hal ini masih permulaan artinya mereka masih akan mencoba menjejaki dan mencari tahu segala hal informasi tentang kita.


Lalu soal jarak, benar kita mungkin masih tertinggal jauh dari mereka. Terkait peluang yang kamu tanyakan Wilson, tentu selalu ada peluang untuk kita bisa menangkan.


Tapi yang perlu kalian ketahui dan pertimbangkan Wilson dan juga yang lainnya, kalau putrinya saja yang mencoba mengganggu istriku itu, pengawalnya saja sudah berada di tingkat Master beladiri dan itu ada dua Master beladiri pula, yang jelas-jelas hal itu masih merupakan sosok yang begitu mewah atau sosok yang masih sangat spesial untuk daerah kecil seperti kota kita ini, walau benar memang di luar sana mungkin ada banyak sosok-sosok yang lebih besar, tapi kita berada di kota kecil maka sekali lagi itu masih saja adalah hal yang sangat mewah, tentu terbayangkan seperti apa pula tingkatan pengawal ayahnya.


Masih menurut informasi yang aku peroleh, pastinya di belakang pimpinan atau orang tua dari wanita pengganggu itu ada sosok Grand Master beladiri yang kemampuannya itu jauh di atas kalian, bahkan di atas diriku sendiri, yang masih merupakan Master beladiri.


Maka kepentingan kita yang paling mendesak sekarang adalah untuk meningkatkan kekuatan tempur yang ada di barisan kita. Aku tahu untuk mencapai level Master itu bukanlah sesuatu yang mudah dan juga cepat, tapi bukan berarti juga tidak bisa kita raih.


Maka aku minta kepada kalian semua terkhusus yang merupakan pimpinan-pimpinan atau kepala kepala satuan maupun regu ini, mulailah bersemangat untuk berlatih lebih giat lagi, karena ada keluarga, ada harta dan juga ada teman serta kebahagiaan yang menjadi tanggung jawab kita semua, dimana kita harus bisa menjaga dan memeliharanya dari gangguan-gangguan orang luar, maupun dari bentuk-bentuk pencaplokan seperti yang tadi aku jelaskan.

__ADS_1


Aku sendiri akan memfokuskan latihan, untuk sampai kepada level Grand Master bela diri di bidang bela diri silat. Walaupun secara umum istilah ini tidak dikenal dalam dunia persilatan, tapi penamaan Grand Master itu bukanlah omong kosong atau isapan jempol semata.


Itu adalah nama atau penamaan yang memang harus didukung oleh satu kemampuan dan juga keterampilan di bidang beladiri ini. Kemarin aku bisa menolong kalian dari tekanan dua Master beladiri itu, karena kami masih berada di level yang sama. Selain itu karena aku punya sedikit keistimewaan yang tidak mereka miliki, yakni berupa kemampuan memakai senjata rahasia yang kalian kenal sebagai jarum akupuntur itu. Jadi selain bisa dipakai untuk pengobatan, kemampuan itu juga bisa dipakai untuk menyerang lawan, sebagai senjata rahasia. Itulah sebabnya kenapa salah satu Master lawan kita kemarin itu, hanya bisa bertekuk lutut tak sanggup melanjutkan pertandingan, tapi untuk melawan Grand Master kemampuan yang aku miliki itu sama sekali tidak ada apa-apanya.


Oleh karenanya, sejak hari ini sampai kedepannya, kita tidak bisa meremehkan lawan kita ini, tetapi kita juga tidak boleh tampak remeh oleh mereka.


Artinya kita harus pandai bersikap dalam menghormati mereka, tapi jangan juga mau diinjak-injak oleh mereka. Nah inilah yang rumit, terserah kalian bagaimana untuk melaksanakannya di lapangan, tapi yqng jelas satu saja diantara kalian yang salah dalam bersikap, maka resikonya kita semua harus bertempur mati-matian, dengan kemungkinan besar bahwa kita semua mungkin akan kalah dan akan kehilangan segalanya."


Apa yang diucapkan Haris itu, betul-betul disimak dan diperhatikan oleh para anggota pengawal keluarganya dan mereka semua para anggota yang mendengar Haris berbicara begitu serius itu, tiba-tiba merasakan beban berat sedang dipikulkan di atas pundak dan kepala mereka.


"Lalu bagaimana kalau mereka yang mencari-cari masalah Tuan.?"


"Aku yakin mereka tidak akan berani mencari masalah untuk waktu dekat ini, tapi mereka pasti akan mendekat kepada kita mencari-cari tahu informasi dan segalanya. Pada masa pencarian mereka itulah kita harus menjaga sebisa mungkin, agar jangan sampai terjadi satu masalah, yang membuat kita nantinya berbenturan.


Kalaupun ada masalah-masalah kecil yang dirasa menyinggung hati dan perasaan, kita sebisanya masih harus mampu memaklumi hal-hal itu, karena memang Gengsi atau juga pembawaan dari orang yang merasa lebih tinggi dari orang lain itu, pasti akan membawa sikap yang berbeda dimana akan ada sedikit kelancangan dalam sikap dan juga tindak-tanduk mereka.


Tapi aku bisa menjamin pada kalian, hal ini tidak akan berlangsung lama. Kemampuanku di bidang beladiri, bukanlah seperti kemampuan kalian atau manusia-manusia yang pada umumnya, aku bukan bermaksud untuk berbangga tapi aku memang diberikan kelebihan untuk bisa meningkatkan kemampuanku dalam waktu dekat.


Tidak tertutup kemungkinan, setelah kepulangan kita dari Jepang nantinya, aku mungkin sudah bisa saja mengungguli seorang Grand Master yang mereka punya, tetapi sebelum tiba saat itu benar-benar kita memang harus mengalah, kalau ada potensi masalah maka kita yang semestinya mengalah dan sebisanya menghindari hal itu.


Tapi jangan sampai pula kita merendahkan diri kita, sebab bila kita nampak merendahkan diri maka mereka akan menjadi-jadi.


Ingat kita punya Jenderal Gunawan yang mereka perhitungkan, lalu kita punya rahasia yang bagi mereka masih sangat gelap, itu bisa saja berfungsi sebagai satu jaminan seolah-olah memang ada sosok perkasa dibelakang kita, dengan kata lain mereka masih tidak tahu menahu, kalau memang benar-benar tidak ada lagi satu pun sosok orang kuat di bidang beladiri yang berada belakang kita.


Karena itulah, mereka pasti akan mencari tahu dengan sangat halus dan hati-hati dan tentunya itu membutuhkan waktu bagi mereka sebaliknya sangat menentukan bagi kita.


Yang ketiga yang mereka perhitungkan tentu saja, kemampuan keuangan dan pengaruh yang kita miliki. Aku juga sudah mendengar kabar kalau kemungkinan orang yang akan memenangkan pemilihan pimpinan kota itu, adalah orang yang berpihak kepada kita. Jadi intinya kalian tidak perlu terlalu khawatir, tapi jangan pula kalian bertindak gegabah. Inilah yang harus kalian sampaikan kepada seluruh anggota kalian, termasuk anggota baru yang datang ini.


Selama satu minggu ini kalian memang harus betul-betul membawa mereka ke semua unit-unit Usaha milik kita, untuk diperkenalkan kepada semua pimpinan yang ada di sana, sekaligus juga untuk melihat situasi dan kondisi serta menjelaskan hal-hal yang terkait tupoksi mereka yang sudah menjadi pengalaman kalian selama bertugas selama ini.


Apakah kalian sudah paham..?"


"Paham Tuan. Kami sudah paham."


"Ya itu bagus, kalau begitu karena waktu juga terus berjalan, aku rasa kita sudah bisa memulai acaranya. Aku tidak akan berbicara banyak hal lagi Wilson, karena semua telah aku sampaikan pada kalian.


Kalian semualah nantinya yang secara runut dan detail menjelaskan semua itu kepada semua anggota kita, dengan gaya komunikasi yang biasa kalian pakai sesama pengawal. Paling kalaupun aku harus berbicara, aku hanya akan sekedar berbicara soal sambutan bagi seluruh pengawal-pengawal baru kita, sekaligus memberi kata-kata nasehat maupun hal yang memicu semangat para pengawal kita yang lama."


"Baik Tuan. Kami sudah paham Tuan. Kalau begitu saya akan memulainya Tuan."


"Ya silakan Wilson."


Dengan Kharisma dan juga kewibawaan yang tampak dalam dirinya, Wilson segera menyampaikan segala sesuatu hal yang tadinya dia dengar dan dia simak dari penuturan Haris, kalimat Wilson begitu runut begitu detail dan juga begitu cocok dengan inti pesan maupun kesimpulan yang ingin Haris berikan lewat pertemuan mendadak itu.


Para pengawal baru sendiri tidak begitu terkejut dengan hal itu, sebab memang mereka juga telah terbiasa untuk tidak menjadi orang nomor satu selama bertugas menjadi pengawal, karena tetap saja akan selalu ada sosok-sosok yang besar, melebihi besarnya sosok yang merupakan Tuan atau pimpinan tempat mereka bekerja dan mengabdi.


Namun berbeda dengan mereka yang masih baru, bagi para pengawal yang lama yang telah begitu mengenal Haris dengan segala kemampuan dan kehebatannya, berita dari Wilson cukup mengejutkan mereka terlebih soal keadaan dan juga kemampuan lawan, yang sejak hari itu akan resmi menjadi Rival terberat mereka.


Setelah Wilson selesai berbicara, kemudian giliran kepala satuan-satuan grup yang berada di bawah kendali Wilson, yang menyampaikan arahan-arahan kepada seluruh anggota yang ada di ruangan itu.


Mereka membahas soal teknis pekerjaan di lapangan dan juga hambatan serta berbagai hal penting lainnya.


Saat pada kepala satuan regu bergantian menyampaikan beberapa hal, Wilson terus berdialogh dengan Haris


"Tuan. Apa tidak sebaiknya kita menyewa para ahli bela diri, yang sudah berada di level Grand Master saja Tuan, untuk mengimbangi kekuatan lawan-lawan kita.?"


Wilson yang berada di dekat Haris mencoba memberikan masukan pada Haris.


"Bukannya aku tidak terpikir soal itu Wilson, tapi perlu kau ketahui hal itu tak ubahnya bagaikan pisau bermata dua, di mana satu mata pisau itu betul bisa kita pergunakan untuk melukai lawan, tapi satu mata lainnya bisa saja akan tertuju bahkan sengaja ditujukan kepada kita sendiri.


Kalau sudah berada di level Grand Master, apalagi jumlahnya itu mencapai dua atau tiga orang, lalu kita bawa masuk dan berada di rumah kita, di mana kita tidak punya kemampuan untuk menetralisir mereka apabila mereka berniat untuk memberontak, apakah menurutmu itu bukan bentuk sikap bunuh diri lainnya yang begitu nyata Wilson..?


Itu yang pertama, yang kedua jelas antara kita dan mereka belum ada ikatan apa-apa, belum ada rasa persaudaraan seperti yang hari ini kita miliki, maka kalaupun mereka mau bekerja dengan kita, tetapi siapa yang bisa menjamin ketika lawan kuat kita nantinya menawarkan hal yang bagi mereka itu lebih menarik mereka tidak meninggalkan kita..?


,Kalau sudah begitu, maka sosok yang tadi sedianya akan menjadi senjata kita itu pasti justru akan menjadi senjata makan tuan atau dalam bahasa sederhananya, sama saja kita sedang meningkatkan kekuatan lawan.


Hambatan berikutnya mencari sosok yang begitu juga tidak mudah dan secara instan bisa dilakukan Wilson. Tidak mungkin kita mengambil seseorang yang sama sekali tidak kita ketahui rekam jejaknya bukan..? Sementara untuk pengawal biasa saja, kita tidak mau sembarangan mengambil orang apalagi pengawal pada level itu..?


Jadi memang benar-benar tidak ada jalan singkat Wilson."


"Iya benar. Apa yang Tuan katakan itu memang sangat benar. Apalagi untuk yang tingkat Grand Master yang sudah lama duduk di level itu atau sudah sangat profesional, akan sangat sulit kita nantinya untuk melumpuhkan mereka, kalau sewaktu-waktu mereka berniat jahat kepada kita."


Halim, Amanu dan juga Riston serta Erik dan Anton maupun yang lainnya, yang mendengar pembicaraan antara Wilson dan Haris itu, menjadi begitu tertegun.


Mereka dilanda rasa dilema yang terasa begitu mencengkram leher, tenggorokan dan kepala mereka, tak terkecuali Albert mantan anak buah Marlon musuh lama Haris, juga tidak luput dari perasaan itu.


"Sudah kalian tidak perlu terlalu khawatir dan terlalu banyak berpikir soal itu, seperti yang aku katakan tadi, yang penting kita tidak sampai merendahkan mereka, tapi juga jangan mau direndahkan oleh mereka. Kalau mereka benar-benar mau mengganggu, aku juga bisa mengambil sikap habis-habisan, walau memang untuk itu akan ada begitu banyak resiko yang harus dipertaruhkan tentunya."


Para pengawal Haris tidak tahu harus berkata apa lagi, tapi meskipun demikian mereka tetap yakin bahwa sosok Haris bisa mengambil langkah terbaik dan akan sangat mampu mencari jalan yang paling menguntungkan pihak mereka, meskipun untuk sesaat kali ini mereka merasa bahwa diri mereka sangat kecil, rentan dan juga rapuh serta sangat lemah, berbeda dari apa yang mereka rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Setelah pertemuan itu selesai, maka semua anggota pengawal Haris kembali ke ruangannya masing-masing dan untuk para anggota baru, mereka segera menuju kamar-kamar hunian yang telah dipersiapkan untuk mereka bisa beristirahat dengan baik.


__ADS_2