SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 10:Akhirnya, Kebenaran Mulai Terungkap


__ADS_3

'mas sebentar lagi kebohongan yang kamu sembunyikan akan segera terbongkar, aku akan mengetahui semua kebenaran yang sedang kamu tutupi darimu' aku berkata dalam hati seraya membuka ponsel mas Ringgo yang sekarang telah berada di tanganku.


Aku membuka mas Ringgo tapi sayang dia menggunakan kata sandi. Tapi, Aku tak pernah menyerah untuk membukanya. Aku berusaha keras memikirkan bagaimana caranya. Aku mencoba menuliskan setiap kemungkinan tapi tak berhasil membukanya.


'sekarang apa yang harus aku lakukan?" aku bertanya sendiri karena sekarang memang tidak ada orang lain didekat aku sekarang.


Aku kemudian melihat dan mencermati ponsel mas Ringgo lagi. Aku mencoba mengarahkan kamera ponsel mas Ringgo ke wajahnya dan mengkliknya tak bisa juga. Aku mulai merasa kecewa dan putus asa.


Aku coba menekankan setiap jari mas Ringgo pada kamera ponselnya. Aku mencoba menekan semua jari kanan mas Ringgo ke kamera ponselnya tapi tidak berhasil. Kemudian, aku beralih menekan jari-jari tangan kirinya mulai dari jari jempol, telunjuk telah aku coba semu. Aku mulai frustasi karena merasa usaha yang aku aku lakukan akan gagal.


Di ujung rasa putus asa dengan kesal dan asal-asalan, aku menekan jari kelingking mas Ringgo. Akhirnya, aku berhasil membuka ponsel mas Ringgo.


Aku kembali bersemangat, ternyata tidak sia-sia usaha kerasku. Aku merasa pengorbanan dan usaha yang telah aku lakukan akan segera memberi petunjuk kepadaku. Aku akan segera mengetahui kebohongan mas Ringgo selama ini.


Aku segera mengecek setiap aplikasi yang bisa kemungkinan yang bisa memberi jawaban dari setiap keraguanku. Mula-aku mengecek pesan masuk dan pesan keluar mas Ringgo ternyata tidak ada apa-apa, bahkan pesan yang aku kirim juga tidak ada, benar-benar bersih. Kemudian, aku beralih ke aplikasi facebooknya susah sekali mencarinya karena pertemanannya banyak sekali. Aku melihat satu persatu, Ternyata banyak sekali pertemanan mas Ringgo dengan perempuan cantik dan seksi.


'pantas saja mas Ringgo menyembunyikan ponselnya dariku ternyata inilah kelakuannya' aku membatin dalam hati seraya gelang-geleng kepala. Aku terus saja mengecek ponselnya mengingat aku pernah membaca pesan bernada sayang dan mengatakan ingin bertemu dengannya. Aku melihat lebih jeli lagi, darimana saja asal wanita-wanita tersebut.


Akhirnya setelah lama melakukan pencarian, aku menemukan dua nama yang aku curigai karena tempat tinggalnya masih satu area dengan kami. Pertama, aku melihat nama Ayudia kemudian ada nama Ratu disana. Aku perhatikan benar-benar dan aku mencatat nama mereka. Aku membaca satu persatu percakapan mas Ringgo dan mereka berdua.

__ADS_1


Pertama, aku mengecek percakapan mas Ringgo dan Ayudia memang ada bernada sayang tapi aku merasa percakapan biasa saja. Lagian setelah diperhatikan setiap postingan Ayudia di sosial media, aku merasa dia sangat menyayangi anak-anak dan suaminya. Aku menyimpulkan begitu karena banyak sekali postingannya dengan keluarganya, tampak senyum bahagia selalu dia tebarkan di sana.


Postingan Ayudia tidak satupun yang membuat aku curiga walau kuping dan hatiku panas membaca pesan darinya untuk mas Ringgo. Karena tidak merasa tidak ada yang patut di curigai aku beralih ke akun milik Ratu, aku terbelalak tak percaya melihat semua yang yang ada. Aku menemukan banyak sekali foto-foto yang tidak pantas di sana.


Aku membaca dan melihat semua yang di kirim oleh Ratu kepada mas Ringgo. Ratu berpose layaknya wanita binal, kurang ajar sekali penampilannya. Aku melihat banyak sekali foto Ratu yang sangat berani bahkan tidak pakai pakaian sehelai benangpun ada di sana. Aku ternganga dan sangat tidak percaya.


'sayang, bagaimana menurutmu fotoku?' tanya ratu di percakapannya dengan mas Ringgo.


'kamu cantik dan seksi sayang, aku ingin memiliki dan mencicipinya' balas mas Ringgo, sangat beraninya membalas begitu.


'cantik dan seksi mana dari istrimu?' tanya nya lagi.


'terus terang saja, lebih cantik dan seksi kamu sayang istriku tidak pandai merawat tubuhnya seperti kamu' balas mas Ringgo lagi. Seketika hatiku menggelegak, mendidih rasanya. aku tidak menyangka sama sekali, mas Ringgo akan membalas seperti itu.


Aku bisa mastikan kalau wanita itu telah berumur, terlihat jelas dari guratan wajahnya. Kalau dibandingkan dengannya, aku jauh masih muda darinya karena sekarang umurku baru berumur dua puluh dua tahun.


Aku memang menikah diusia yang masih muda ketika masih berumur sembilan belas tahun. Waktu itu, aku baru tamat sekolah menengah atas. Aku jatuh cinta kepada mas Ringgo yang waktu itu sudah berumur tiga puluh dua tahun. Aku sangat mencintainya karena dia baik dan perhatian aku merasa mendapatkan figur seorang suami dan ayah yang sudah lama meninggalkanku.


Sekarang semua perhatian itu sudah mulai hilang darinya. Jangankan figur seorang ayah, aku bahkan tidak melihat lagi figur seorang suami darinya. Semua sekarang sirna, mas Ringgo sekarang telah berubah. Dia bukan mas Ringgo yang dulu aku cintai dan aku puja.

__ADS_1


Aku mengecek keberadaan Ratu, ternyata dia dekat sekali dari tempat tinggal kami. Aku telusuri apa pekerjaannya, astaga ternyata dia teman sekantornya mas Ringgo. Aku bisa pastikan kalau Ratu orang yang telah membuat mas Ringgo berubah.


Aku terus mencari kebenaran apa lagi yang tersimpan. Sekarang, aku fokus mencari tahu tentang orang yang bernama Ratu. Aku membaca setiap percakapannya dan setiap gambar yang ada, sakit dan pilunya hatiku membaca dan memandang semua itu. Tapi, aku tetap meneruskan walau hati terasa tercabik penuh goresan luka.


'ya Allah, perih sekali hati ini.' aku merintih dalam hati menikmati setiap rasa pedih dari luka yang sekarang aku rasakan.


Ternyata kenyataannya memang sangat menyakitkan, aku merasa sangat terpukul dengan semua ini. Tak percaya tapi inilah kenyataannya, mas Ringgo telah membagi cintanya. Dia telah mengkhianati dan berselingkuh di belakangku.


Aku sangat terluka dengan semua penghianatan yang mas Ringgo lakukan kepadaku. Dia telah meracuni rasa cinta dan kepercayaan yang selama ini aku tanam di hatiku. Sekarang rasa cinta yang aku semai perlahan merana dan mungkin saja akan mati.


'kenapa kamu tega kepadaku mas, kamu tega menghancurkan rumah tangga yang aku bangun layaknya surga?' tanyaku dalam hati tak terasa air mataku mulai merembes membasahi pipi.


Aku tidak tahu sampai kapan semua ini akan sanggup aku dijalani. Aku juga tidak tahu apa yang selanjutnya akan aku lakukan. Hatiku mulai gamang, aku tak tahu apakah aku sanggup bertahan atau akan menyerah kalah.


Aku sudah tidak sanggup lagi membaca percakapan-percakapan diantara mereka. akhirnya, aku memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan besok. Aku kemudian menyalin akun facebook dan what up mas Ringgo ke ponselku.


Aku akan menyelidiki semuanya sampai tuntas. Aku tidak akan membiarkan mas Ringgo berbuat curang kepadaku. Setelah mendapatkan semua kebenarannya, aku akan membuat mas Ringgo dan selingkuhannya membayar semuanya.


'Aku akan memikirkan semuanya besok, sekarang lahir batin aku sangat lelah baiknya aku tidur' aku membatin dalam hati seraya meletakkan ponsel mas Ringgo ke tempat semula.

__ADS_1


Aku melangkah menuju kamar untuk beristirahat. Tidak bisa dipungkiri, aku sekarang merasa jijik memandangnya. Aku kemudian membaringkan tubuhku di ranjang sedikit menjauh darinya.


'


__ADS_2