
"angka apakah ini? aku bertanya seraya memperhatikan angka yang tertulis di cover buku rekening itu, terlihat ada enam angka yang tertera di situ.
Aku kemudian menyalin angka tersebut di ponsel android milikku, kemudian aku perhatikan sekali lagi sebelum memasukkan buku tabungan tersebut ke dalam map. Aku melanjutkan mencari petunjuk yang lain, meneliti dengan penuh seksama.
"buku apakah ini? Aku bertanya sendiri setelah menemukan sebuah buku, mirip seperti buku agenda.
Aku merasa sedikit heran karena sejauh pengetahuanku buku agenda biasa disimpan di dalam tas kerja dan selalu dibawa kalau bekerja. Aku membaca catatan dalam buku tersebut, anehnya buku tersebut bukan berisi agenda pekerjaan melainkan agenda pribadi mas Ringgo.
"mungkin aku bisa mendapatkan petunjuk yang aku butuhkan di dalam buku agenda ini." Aku berkata sendiri, membaca dengan teliti catatan yang ada di dalam agenda. Aku tak mau melewatkan satupun informasi.
Baru beberapa lembar membaca, aku menemukan sederet angka yang persis sama dengan yang tertulis di cover buku tabungan tadi. Aku menemukan banyak sekali angka yang sama, ditulis dengan menggunakan tinta warna merah.
"apa maksudnya angka-angka ini? aku bertanya sendiri seraya berpikir keras menemukan jawabannya.
"jangan-jangan ini PIN kartu ATM yang tadi digunakan mas Ringgo untuk menarik uang yang diberikannya kepada Ratu tadi" Aku mengambil kesimpulan sendiri, seraya mencocokkan lagi angka-angka tersebut ternyata memang sama persis.
Aku mulai merasa curiga dengan angka-angka tersebut, pasti sangat bermakna bagi mas Ringgo. Aku terus membaca dengan lebih teliti lagi, maka terkuaklah misteri yang selama ini menyelimuti rumah tanggaku.
Ternyata, mas Ringgo bertemu dengan Ratu sudah lebih dari satu tahun yakni tanggal lima bulan lima tahun dua ribu dua puluh. Mereka saling jatuh cinta dan resmi berpacaran tanggal sepuluh bulan tujuh tahun dua ribu dua puluh, sama persis dengan angka yang tertulis di cover buku tabungan tersebut yaitu 100720.
'aku tidak menyangka sama sekali mas, kamu mampu berbohong selam ini kepadaku. kamu berbohong kepadaku seraya tersenyum manis, seakan-akan tidak terjadi apa-apa.' Aku bergumam dalam dengan tatapan nanar tidak percaya.
__ADS_1
Mas Ringgo benar-benar pintar menutupi kebohongannya, hingga aku tidak pernah curiga sama sekali. Dia ternyata telah menduakan cintaku lebih dari satu tahun tapi aku tidak pernah menyadari sama sekali. Aku benar-benar tidak percaya semua ini, betapa bodohnya aku selama ini.
Tapi hari ini, Tuhan menunjukkan kebesarannya kepadaku, tidak ada yang luput dari pengawasannya. Aku mengetahui semua rahasia mas Ringgo tepat pada waktunya. Aku bersyukur masih bisa menyelamatkan masa depanku, walaupun rumah tanggaku tidak mungkin bisa lagi bertahan.
"pantas saja akhir-akhir ini kamu berubah, ternyata ini yang kamu lakukan di belakangku." Aku berkata di dalam hati seraya tersenyum penuh kepahitan, luka di hatiku makin menganga tidak bisa lagi si sembuhkan.
"aku sangat yakin angka ini pasti PIN kartu ATM mas Ringgo, jadi dia menggunakan tanggal jadian mereka sebagai PIN ATMnya." Aku bergumam di dalam hati, aku semakin yakin dengan keputusanku untuk menyudahi hubungan ini.
Aku merasa tidak ada gunanya lagi aku bertahan, semuanya sudah berakhir bagiku. Aku akan berusaha mengeluarkan mas Ringgo dari hidupku, dia tidak lagi punya tempat di hatiku. Aku sekarang harus mendapatkan harta mas Ringgo secepatnya sebelum dia menyadarinya.
"Mas Ringgo bersiaplah menyambut kehancuran hidupmu, satu persatu hartamu harus jatuh ke tanganku." Aku berkata seraya mengepalkan tangan menghimpun kekuatan untuk melanjutkan aksiku.
Aku kemudian merapikan kembali kertas yang berserakan dan menyusun kembali di tempat semula. Aku merasa petunjuk yang dibutuhkan telah cukup. Hari ini, aku siap untuk menguras semua uang yang ada di dalam ATM mas Ringgo.
Aku berencana akan memasukkan obat tidur kedalam makanan mas Ringgo saat dia makan siang nanti. Saat dia tertidur, aku akan mengambil kartu ATMnya dan segera pergi untuk menguras isinya. Aku sudah tidak peduli kepadanya dia harus menebus segala kesalahannya kepadaku.
"baiklah mas, aku akan tunjukkan rasa sakit yang sebenarnya kepadamu. Kamu akan merasakan bagaimana perihnya di khianati. Sebelum kau hancur, aku tidak akan berhenti membuatmu terluka." aku berkata seraya bangkit, sudah saatnya aku memulai aksiku.
Aku kemudian merapikan kamar yang berantakan, mas Ringgo akan segera pulang untuk makan siang. Aku harus segera menyiapkan makan siang sebelum dia pulang.
Semua harus kelihatan seperti biasanya, mas Ringgo tidak boleh merasa curiga, setidaknya sampai semua rencana berhasil aku laksanakan. Mas Ringgo akan kehilangan semuanya tanpa dia sadari, seperti dia yang telah merenggut surga yang telah susah payah aku jaga.
__ADS_1
"mas Ringgo kesempatanmu sudah habis, sekarang aku yang akan menjadi pemain utamanya bukan kamu" aku berkata seraya membereskan kekacauan yang aku buat tadi.
Setelah selesai, aku kemudian segera menuju dapur mempersiapkan makan siang. Aku perhatikan dalam lemari, makanannya kurang menggugah selera karena tadi buru-buru ke Bank. Aku merasa tidak ada salahnya memasak lauk tambahan, guna keberhasilan rencana yang aku lakukan.
Sedang serius memasak, aku mendengar suara mobil mas Ringgo memasuki pekarangan rumah. Untung saja, aku bisa menyiapkan masakan sebelum mas Ringgo masuk ke dalam rumah. Aku merasa sangat lega, semua selesai tepat pada waktunya.
"kapan mas Ringgo pulang? aku tidak mendengar mobil mas masuk tadi" aku berkata seraya melemparkan senyuman manis kepada mas Ringgo padahal hatiku sakit sangat muak melihat mukanya. Aku harus bersikap manis kepadanya karena tidak boleh membuatnya curiga.
Aku harus bisa membuat mas Ringgo meminum obat tidur yang akan aku berikan, tidak peduli bagaimana caranya. Mas Ringgo harus tertidur supaya aku bisa mencuri kartu ATM nya, kalau perlu aku akan memberikan dosis dua kali lipat dari yang seharusnya.
"barusan dek, mas pulang cuma sebentar." mas ringgo berkata, aku merasa aneh mendengar jawabannya.
"kenapa mas, kok tidak seperti biasanya" Aku bertanya dengan menunjukkan rasa penasaran kepadanya.
"mas ada pertemuan dengan klien dek, mungkin saja nanti malam mas akan lembur" mas Ringgo menjawab memberikan alasan kepadaku, tapi sekarang aku sudah tidak percaya sama dia
"aku sebenarnya merasa heran mas, kamu itu pegawai biasa dengan gaji yang sangat kecil kok pekerjaannya melebihi manager. Kamu seharusnya protes kepada atasanmu mas" Aku berkata dengan nada menghasut kepada mas Ringgo, aku berusaha berakting senatural mungkin.
Mas Ringgo harus merasa kalau aku benar-benar masih Rianti yang dahulu, wanita polos yang tidak tahu apa-apa. Aku sengaja bersikap begitu supaya mas Ringgo masuk dalam permainanku.
"mas tidak berani dik" mas Ringgo menjawab dengan suara sangat pelan kelihatan sekali kalau lagi bohong.
__ADS_1
" ya sudah mas, ayo kita makan" aku mengajak mas Ringgo makan, Sudah saatnya mas Ringgo masuk dalam jebakan yang telah aku siapkan untuknya.