
Pov Ringgo
Aku tidak menyangka hidupku berakhir menyedihkan seperti ini, terjebak dalam lautan masalah yang siap menghancurkan seluruh sendi kehidupanku. Aku tidak tahu harus berbuat apa, seketika tubuhku bagai dihimpit beban berat sehingga aku tidak sanggup lagi untuk menanggungnya.
'kenapa hidupku jadi begitu rumit?'
Aku menghela nafas berat, seberat beban hati yang sekarang kutanggung. Dadaku terasa sesak, kepalaku seakan mau pecah mengingat semua yang akan menimpaku.
Aku memang bodoh, bisa-bisanya aku tergoda oleh pesona seorang perempuan yang hanya bermodalkan tubuh seksi seperti Ratu. Andaikan waktu bisa diulang, aku lebih baik tidak mengenalnya sama sekali.
Dia penyebab segala masalah dan pendertiaan yang sekarang menimpaku, karena dia aku terjebak perbuatan kotor yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehku.
Aku melakukan semua ini karena ingin memenuhi semua keinginan dan gaya hidup Ratu yang serba mewah. Awal, dia meminta untuk di belikan cincin berlian keluaran terbaru. Aku awalnya menolak karena harganya sangat mahal mencapai satu milyar.
Aku tidak mengerti mengapa harganya begitu mahal, mulanya aku menyangka dia mengada-ngada. Setelah mengecek kebenarannya, ternyata harganya memang segitu.
Ratu terus meminta kepadaku, dia mengancam akan membeberkan hubunganku dengannya. Aku saat itu panik, akhirnya aku menuruti keinginannya. Itulah awal mulanya, aku mulai melakukan penggelapan dana perusahaan.
Aku memang bodoh mau saja terperangkap dengan permainan Ratu, dia begitu hebat memainkan perannya hingga akhirnya aku tak sadar telah terlalu jauh melakukan kecurangan. Sekarang, aku tak tahu lagi harus bagaimana. Aku tidak tahu bagaimana caranya keluar dari masalah ini.
Dulu, aku selalu berusaha untuk memenuhi segala keinginan Ratu tanpa memikirkan hal lain yang lebih utama. Aku lebih mementingkan dia, dibandingkan kebutuhan Rianti yang seharusnya menjadi tanggung jawabku.
Aku memang laki-laki pecundang, kenapa barus sekarang aku menyadarinya? Setelah semua hal buruk menimpaku, kenapa mata hatiku baru terbuka sekarang?
Aku menyia-nyiakan wanita baik seperti Rianti , dia begitu sederhana dan mau menerimaku apa adanya. Dia tidak pernah mengeluh dan tidak pernah meminta. Dia selalu menerima berapapun yang aku berikan, bahkan uang satu juta lima ratus selalu cukup di tangannya.
__ADS_1
Dulu sewaktu masih bersamanya, aku selalu sarapan kalau berangkat kerja. Pakaianku dan penampilanku selalu terjaga, aku percaya diri kemana saja. Tapi sekarang, aku tidak mendapatkan semua itu saat hidup bersama Ratu. Aku sungguh menyesal, hidup bersama ratu bukanlah surga tapi justru neraka yang ku dapatkan.
Ratu seakan hidup dalam dunianya, dia hanya mencintai dirinya sendiri. Dia tidak peduli dengan penampilanku, yang dipedulikan hanya penampilannya saja. Aku hampir tiap hari tidak sarapan ketika berangkat bekerja. Penampilanku kusut masut, aku pergi bekerja sudah seperti orang yang mau nguli ke pasar.
Aku benar-benar sial setelah hidup bersama Ratu, masalah datang silih berganti. Aku harus kehilangan istri sempurnaku, sekarang kebebasanku juga dipertaruhkan. Aku benar-benar sial, Ratu seakan tidak peduli dengan masalahku.
'ya allah, kenapa hidupku jadi begini? Apakah ini balasan yang harus kurasakan?' Aku merintih dalam hati, terasa sesak sekali dalam dada.
Aku merasa takut dengan ancaman yang baru saja di lontarkan oleh ibunya pak Roland, beliau terlihat tidak main-main dengan perkataannya. Aku tak tahu cara untuk mengembalikan semua uang itu.
'apa yang harus aku lakukan sekarang?' Aku memutar otak, berusaha mencari solusi dari masalahku.
'aku akan meminta bantuan Ratu, tidak ada cara lain bagiku sekarang.' Aku bermonolog dalam hati.
Aku beranjak dari kursi berniat hendak ke kantin, perutku benar-benar lapar saat ini. Semalam, aku tidak makan malam karena Ratu tidak masak. Alasannya, dia kecapean kerja.
Tadi pagi, dia juga tidak memasak sarapan pagi buatku karena bangun kesiangan. Aku dan dia berangkat kerja dalam keadaan perut kosong, hidupku benar-benar mengenaskan sekarang. Aku tidak tahu hidupku ke depannya bagaimana, Ratu benar-benar tidak bisa diandalkan. Sekarang, terus terang aku benar-benar menyesal.
Aku terus berjalan menuju kantin, rasanya ingin cepat tiba di sana. Sesampainya di sana, aku malah merasa gusar ternyata Ratu sedang menikmati sarapan pagi dengan lahapnya.
Dia benar-benar tidak peduli denganku, apa salahnya dia pesanin dan mengantarkan makanan ke ruanganku. Aku kemudian mendekatinya dan duduk pas di hadapannya.
"Ratu, kamu sarapan sendirian. Kenapa gak ngajak mas juga." Aku berkata, ingin tahu seberapa pedulinya dia padaku.
"bukankah, mas bisa pesan sendiri." Ratu menjawab dengan sikap cuek, dia tetap fokus menikmati makanannya tanpa menoleh padaku.
__ADS_1
"aku adalah suamimu Ratu, tolong tunjukkan sikap pedulimu padaku." Aku mendadak emosi melihat sikapnya padaku, dia tidak ada hormatnya padaku.
"apaan sih mas, aku lapar tau gak. Kalau kamu mau sarapan, silahkan pesan saja. Kamu jangan bikin malu deh." kata-kata Ratu semakin membuat hatiku sakit, dia benar-benar tidak peduli dan tidak menghormatiku.
Aku berdiri dan beranjak meninggalkan Ratu, sakit sekali hatiku mendengar kata-katanya. Dia benar-benar tidak peduli denganku, aku jadi tidak yakin kalau dia mau membantuku.
Aku kemudian memesan makanan dan minta dibungkus, rasanya nafsu makanku mendadak hilang. Nasibku benar-benar sial, aku sendirian menghadapi masalah sebesar ini.
Tadinya, aku berharap Ratu mau membantuku tapi sekarang harapan itu mendadak hambar dan perlahan menghilang. Aku sepertinya tidak bisa mengharapkan Ratu, dia saja tidak peduli dengan perutku yang lapar.
'apa yang harus aku lakukan sekarang.' aku bicara sendiri sambil terus berjalan. Aku benar-benar pusing, rasa takut masuk penjara semakin menghantuiku.
Setiba di ruangan, aku duduk di kursi sedangkan makanan aku letakkan begitu saja di atas meja. Aku jadi tidak nafsu makan karena memikirkan masalah dan nasib buruk yang sedang menghampiriku.
'apa aku harus melakukan itu?' tiba-tiba ide jahat muncul di kepalaku, aku tidak punya pilihan lain.
'kalau begitu, aku harus segera pulang ke kontrakan' aku segera berdiri dan langsung meninggalkan ruangan.
Aku harus segera sampai di kontrakan, semoga Ratu menyimpan cincin berlian yang aku belikan untuknya di sana. Tadi, aku tidak melihat Ratu memakainya.
Aku akan mengambil kembali cincin berlian, yang kubelikan untuk Ratu tanpa sepengetahuannya. Aku akan menjual cincin itu, sebenarnya aku tidak mau melakukannya tapi aku tidak punya pilihan lain.
Aku benar-benar takut masuk penjara, itu tidak boleh terjadi padaku. Ratu tidak mungkin akan setia menungguku kalau seandainya aku masuk penjara.
Aku tidak peduli lagi pada Ratu sekarang, karena dia juga tidak peduli padaku. Aku harus menyelamatkan diri walau harus mencuri darinya. Terserah apa yang akan dia lakukan dan katakan padaku nanti, aku sudah benar-benar tidak peduli.
__ADS_1