SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 103: Bara dendam kembali menyala


__ADS_3

"ayo kita pulang dik." Mas Roland mengamit tanganku, kami melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Aku melangkah secepat mungkin, ingin rasanya menghilang dari tempat itu.


Aku merasa hatiku sakit sekali atas perlakuan wanita yang telah menghancurkan hidupku itu, dia sepertinya belum puas membuat hatiku terluka. Tapi, aku juga tidak mau membalas perbuatannya di tempat itu karena itu sama saja dengan mempermalukan diriku sendiri.


Aku bertekad dalam hati akan membalas perbuatan mereka suatu hari nanti, aku akan perlihatkan kepada mereka di mana seharusnya mereka berada. Mereka akan tahu diri dan sadar mereka bukanlah tandinganku, sekarang biarlah mereka nikmati kebahagian yang akan segera lenyap.


'tunggulah pembalasan dariku.' Aku bergumam dalam hati seraya mengepalkan kedua tangannyo. Mereka telah berhasil menyulut api kamarahanku, bara dendam yang hampir padam kembali menyala di hatiku.


"kamu memikirkan apa dik?" Mas Roland bertanya, mungkin karena dia melihat aku hanya diam saja semenjak kejadian tadi.


"aku tidak memilirkan apa-apa mas." Aku hanya mampu mengucapkan kata-kata itu karena bibirku seakan terkunci. Aku masih berusaha menetralkan rasa kesal yang membuat hatiku mendidih.


"kamu jangan terlalu memikirkan semua perkataan mereka dik, mas yakin kamu bisa menghadapi mereka jauh lebih baik dari yang mereka pikirkan."


"iya mas, aku hanya tidak habis pikir. Apa yang di pikirkan wanita itu? Aku juga tidak tahu, apalagi yang dia inginkan, bukankah dia sudah berhasil merampas mas Ringgo dariku."


"sabar dik."


"iya, mas tidak perlu menghawatirkanku karena aku bisa mengatasi semuanya" Aku berkata dengan penuh keyakinan, sebentar lagi akan aku tunjukkan kepada mereka siapa mereka sebenarnya.


Setelah sampai diparkiran, aku dan mas roland segera naik ke mobil. Sejurus kemudian, mobil mas Roland sudah meluncur menerobos jalan yang mulai gelap karena hari sudah beranjak malam.


Tidak sampai tiga puluh menit, kami sudah sampai dirumah. Aku segera masuk dengan membawa semua barang belanjaan yang telah kami beli. Aku merasa ada kebanggan tersendiri ketika menenteng barang-barang tersebut.


Setiba di dalam, aku segera meletakkan satu persatu tas belanjaan yang kubawa di atas meja. Aku diam sejenak menatap tas-tas itu, seketika senyum kecil tersungging di bibirku.


'ah, betapa bahagianya aku." aku bergumam dalam hati, kebahagiaanku terasa sangat nyata sekali. Aku berusaha menikmati kebahagiaan yang ada di hadapanku. Aku melupakan sejenak amarah yang menyala di hatiku.


"kok cuma di pandangi aja dik, kamu bawa ke kamar lalu cobain."


"iya mas." Aku mengangguk seraya memilih tas barang belanjaanku dan meninggalkan belanjaan mas Roland di atas meja.


Aku segera melangkah ke kamar, kemudian mengeluarkan baju yang ku beli tadi. Aku menatap baju sejenak kemudian segera memakainya. Aku merasa takjub melihat baju itu membalut sempurna di tubuhku.


Aku merasa cantik dan anggun tatkala baju itu melekat di tubuhku. Aku memandang ke cermin, rasanya tidak percaya di dalam sana adalah pantulan diriku.


Sedang asik mematut diri, Aku mendengar ketukan pintu dari luar. Aku menoleh kepintu kemudia beranjak untuk membukanya.

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


"dik Rianti." Terdegar suara yang sanat kukenali, ternyata mas Roland yang mengetuk pintu, Aku segera bergegas membuka pintu tanpa membuka baju mengganti pakaian yang aku kenakan.


"ya mas, adà apa?"


"ini belanjaan kamu ada yang tertinggal dik." mas Roland berkata setaya menyodorkan beberapa paperbeg kepadaku.


Aku terdiam sejenak, ketika paperbag di sodorkan kepadaku karena merasa tidak pernah membelinya. Mas Roland memandangku dengan senyuman terlukis di bibirnya, dia seperti terpaku dan kagum kepadaku. Ah kepedean sekali aku, he he.


"mas yang belikan untukmu, terima dan pakailah dik."


"untukku mas?"


"iya dik, mas mebelikannya untukmu." Aku sungguh bahagia mendengarkannya, seketika dalam hatiku menghangat mendapatkan perhatian tulus dari seorang laki-laki yang nota bene adalah kakakku.


'terima kasih ya allah, engkau telah mengirimkan seorang kakak untuk menjaga dan melindungiku.' Aku bersyukur di dalam hati, karena sekarang kebahagiaan kembali menaungi hidupku.


Aku menerima paperbag yang di berikan mas Roland, kemudian mengeluarkan isinya. Aku kaget sekaligus bersorak gembira seraya menutup mulut dengan talapak tangan.


"Subhanallah, alhamdulillah ya allah." kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutku, ternyata isinya semua barang yang telah kupilih namun urung membelinya karena harganya tidak terjangkau olehku.


Setelah mencoba, aku kemudian menyimpan semuanya ke dalam lemari. Aku merasa senang sekali sekarang lemariku di penuhi oleh pakaian dan barang mewah.


Aku melangkah keluar kamar ingin menemui mama, rindu rasanya ingin melihat beloau karena semenjak pagi belum bertemu.


Ketika berjalan melewati ruang keluarga, Aku melihat mama tengah duduk di kursi, meja makan. Aku kemudian menghampiri dan ikut serta duduk bersama beliau.


"mama sudah makan."


"belum, temani mama yuk."


"iya ma." Aku bergegas mengambil piring kemudian menyendokkan nasi beserta lauknya.


"nah ini untuk mama."


"kamu makan juga dong, temani mama."

__ADS_1


"iya, ini aku mau ambil nasi beaerta lauknya ma."


Tidak berapa lama, mas Roland datang dan ikut gabung bersama aku dan mama. Kami menikmati makan malam dengan penuh kebahagiaan, suasana hangat yang tercipta membuatku hidupku kembali berwarna.


Setelah makan malam, kami berbincang-bincang di sertai candaan. Kami terus memupuk kebersamaan sehingga jarak yang selama ini ada berangsur-angsur hilang.


Setelah puas, kami akhirnya memutuskan untuk segera tidur. Mas Roland terlihat beranjak dahn melangkah pergi, tapi baru beberapa langkah diapun berhenti.


"dik besok ikut mas ke kantor ya." Mas Roland berkata seraya menoleh kepadaku.


"buat apa mas."


"mulai besok, kamu akan bekerja di perusahaan kita."


"tapi mas..."


"sekarang tidurlah, kamu harus bangun pagi-pagi sekali besok."


"mas..."


"besok saja kita bahas, sekarang tidurlah dik."


"baiklah mas." Aku tidak mau berdebat lagi dengan mas Roland, dia terlihat serius dengan ucapannya.Terbukti sekarang, dia sudah masuk kamar.


"ma Rianti tidur dulu ya." Aku pamit hendak masuk ke kamarku.


"tunggu Rianti, mama tidur bersama kamu ya?" mama berjalan mendekatiku.


"iya ma, ayo kita tidur di kamar Rianti ma."


"ayo." beliau berkata dengan penuh semangat langsung jalan cepat masuk kamarku.


Aku tersenyum melihat tingkah beliau, beliau sudah masuk kamar sedang aku masih berada diluar. Aku kemudian berjalan pelan mengikuti beliau, sesampai di dalam kamar kulihat mama sudah berbaring seraya memejamkan mata.


Aku ke kamar mandi mengambil wudhu, kemudian melaksanakan kewajibanku. Aku panjatkan doa dan puji syukur atas limpahan kebahagiaan yang aku dapatkan hari ini. Semoga hari esok lebih baik, secerah harapanku.


Setelah semua selesai, Aku berbaring di sebelah mama. Aku pejamkan mata setelah membaca doa, aku tidur seraya memeluk mama. Alhamdulillah ya allah. ....!

__ADS_1


Aku larut dalam dunia mimpi dengan senyum merekah di bibirku.


__ADS_2