SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 47: Nasib Baikmu Sudah Berakhir


__ADS_3

"apakah kamu yakin dengan keputusanmu?" Aku berkata dengan tatapan serius kepada Ratu.


"tentu saja, aku yakin. Aku akan membuatmu membusuk dalam penjara. Kamu telah menyerang hingga membuatku masuk rumah sakit, maka penjara balasan yang cocok buatmu." Dia berkata, sakit sekali hatiku mendengar perkataannya. Sudah salah ,dia tetap saja membela diri.


Aku tersenyum sinis ke arah wanita yang benar-benar tidak tahu malu itu, dia berani mengancam akan memasukkan aku ke dalam penjara. Tapi itu tidak membuat nyaliku ciut sama sekali tapi, aku malah makin tertantang olehnya.


"baiklah kalau begitu silahkan lanjutkan laporan yang kamu buat ke polisi, aku tidak akan meminta untuk kedua kalinya. Kamu berani menantang, berarti kamu sudah siap menerima segala resikonya." Aku berkata seraya memberikan ancaman kepadanya, aku tidak main-main dengan ancaman yang baru saja aku katakan.


"apa maksudmu?" Ratu bertanya seakan dia tidak mengerti maksudku.


"maksudku, aku ingin kamu segera membatalkan laporan yang kamu ajukan di kantor polisi. Aku pastikan kamu akan menyesal kalau tidak menuruti permintaanku, kamu harus membatalkan segera." Aku berkata seraya menatap serius, aku terus mengancam wanita jahat itu.


"kalau aku tidak mau bagaimana, aku tahu kamu pasti hanya mengancam. Aku tidak akan melakukan apa yang kamu minta, aku tidak takut ancaman kamu." Ratu berkata seraya tersenyum sinis kepadaku, aku benci ketika melihat tersenyum begitu.


"baiklah kalau itu yang kamu mau, kuharap kamu tidak menyesal telah menolak penawaran terbaik dariku. Sekarang bersiaplah menerima nasib buruk yang akan menimpamu, waktu baikmu telah habis." Aku berkata seraya membalikkan badan ingin segera membalikkan badan hendak pergi.


"tunggu dulu, apa maksudmu? Ratu menghentikan langkahku, aku tersenyum ternyata menyenangkan mempermainkan emosinya. Aku kembali memandang ke arahnya, memperlihatkan senyum puas sekali hatiku berhasil membuatnya kesal.


"apa maksudmu?" Ratu kembali bertanya,kali ini dia terlihat serius.


"kamu harus tahu, aku tidak pernah main-main kalau mengancam seseorang. Kamu lihat ini?" Aku berkata seraya memperlihatkan ponselku kepadanya, dia terlihat bingung tidak mengerti apa maksudku.


"aku tidak tahu apa maksudmu." dia kembali bertanya.


"kamu harus tahu, dalam ponsel ini tersimpan rahasia kamu bersama mas Ringgo suamiku. Kalau aku sebarkan di media sosial, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi denganmu." aku berkata mencoba menjelaskan kepadanya.

__ADS_1


"aku tidak mengerti maksudmu, langsung saja pada intinya." Ratu berkata terlihat dia tidak sabar.


"baiklah, sekarang lihat ini baik-baik." Aku berkata seraya memperlihatkan sebuah foto syur miliknya.


"sekarang buka matamu lebar-lebar, perhatikan baik-baik foto siapa ini." aku berkata seraya tersenyum sinis kepadanya, seketika Ratu terlihat pucat pasi setelah melihat foto itu.


"dari mana kamu mendapatkan foto itu, katakan!" Ratu berteriak histeris, dia sekarang terlihat putus asa. Aku makin tersenyum kepadanya, dia sekarang terlihat tidak berdaya.


"jangan tanyakan dari mana aku mendapatkannya, sekarang kamu tahukan apa maksudku?" Aku tersenyum sinis kepadanya.


"selama ini kalian mungkin menganggapku bodoh, tapi kenyataannya aku lebih pintar dari kalian. Aku mempunyai banyak foto syur yang kamu kirimkan kepada mas Ringgo, kamu mau lihat?" Aku berkata seraya memperlihatkan foto-foto panas miliknya. Seketika wajah Ratu menjadi pucat pasi, dia sekarang terpana menyaksikan foto-fotonya yang sekarang ada di dalam ponselku.


"bagaimana bisa kamu mendapatkan semua itu?" Ratu bertanya, suaranya terdengar pelan terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.


"kurang ajar, aku akan membuat kamu menyesal kalau mas Aldo sampai mengetahui hal ini."Ratu berkata seraya mengancam akan membuat perhitungan kepadaku, andai mas Aldo sampai mengetahui hal ini. Rupanya dia benar-benar bodoh, berani berkata begitu.


"baiklah, sudah cukup rasanya aku berbaik hati kepadamu. Tadinya, aku datang untuk memberikan penawaran terbaik bagimu saat ini. Tapi, kamu melewatkan kesempatanmu sekarang hadapilah nasib terburuk dalam hidupmu." Aku berkata seraya tersenyum sinis kepada Ratu, dia kelihatan takut setelah mendengar kata-kataku.


"apa yang akan kamu lakukan?" Ratu berkata, terlihat tomat takut mulai tampak jelas di wajahnya.


"lihatlah, apa yang bisa aku lakukan kepadamu. Aku akan memberitahukan kelakuanmu kepada mas Aldo, suamimu. Aku tidak bisa membayangkan betapa marahnya dia ketika mengetahui semua kelakuanmu ini. Aku berkata seraya bergidik ngeri, karena aku mengetahui bagaimana watak keras Aldo sebenarnya.


Aldo merupakan kekasihku, tiga tahun lalu kami berpisah karena dia di jebak oleh seorang wanita yang mengatakan dirinya hamil oleh mas Aldo. Aku terpaksa melepaskan mas Aldo karena orang tua wanita itu memaksa mas Aldo untuk bertanggung jawab, ternyata wanita yang menjebak mas Aldo adalah Ratu yang sekarang telah berhasil menghancurkan surgaku.


Aku tahu persis bagaimana sikap arogan Aldo, dia tidak akan menerima memaafkan kesalahan sekecil apapun. Dia tidak segan-segan melukai apabila hatinya dilukai, aku tahu karena aku pernah mengalaminya.

__ADS_1


Waktu aku masih pacaran dengannya, aku pernah akan diperkosa hanya karena dia curiga aku selingkuh degan teman baiknya. Sebelum dia sempat memperkosaku, untungnya aku bisa meyakinkan dia dengan menyayat tanganku sendiri seraya aku bersumpah tidak pernah melakukan hal itu. Akhirnya, dia mengurungkan niatnya karena aku terlanjur pingsan.


"Kamu....


Ratu tidak menyelesaikan kata-katanya, karena mas Aldo kembali setelah makan. Aku menatap kearahnya,ternyata dia masih setampan dulu tapi kenapa Ratu tega mengkhianatinya aku tidak tahu alasannya.


"kalian berdua sudah selesai ngobrolnya." dia berkata seraya tersenyum kepadaku, senyumnya masih seperti dahulu.


"urusanku sama Ratu sudah selesai tapi denganmu belum." aku berkata dengan tatapan penuh keseriusan.


"apa maksudmu? mas Aldo bertanya seraya mengernyitkan kening, tidak mengerti maksudku.


"kamu masih ingat siapa aku? Aku balik bertanya kepada mas Aldo, aku mencoba mengingatkan dia siapa aku.


"tentu saja aku ingat siapa kamu. Kamu Rianti kan? mas Aldo berkata, ternyata dia masih mengingatku.


"syukurlah kamu mengingatku, tapi tujuanku kemari bukan untuk mengingatkan kamu siapa diriku. Tapi, aku mau minta tolong kepadamu untuk mengajari istrimu." aku berkata penuh emosi, mas Aldo makin tidak mengerti maksud kata-kataku.


"maksudmu apa Rianti, tiba-tiba berkata begitu kepadaku." mas Aldo berkata dengan mengernyitkan dahinya.


"kamu harus mengajari istrimu jangan selalu merebut milik orang lain. Apa kamu tahu kelakuan istrimu selama ini? Aku berkata dengan nada sedikit keras, karena semakin emosi.


"apa maksudmu Rianti, aku tidak mengerti? mas Aldo bertanya, dia semakin penasaran.


"apa selama ini kamu tahu, istrimu tercintamu selingkuh dengan suamiku."

__ADS_1


__ADS_2