
"apa yang mas Aldo lakukan kepada Ratu, kenapa dia babak belur begini mas" Aku bertanya, terkejut melihat keadaan Ratu yang terlihat kacau dan menyedihkan air matanya meleleh membasahi pipi.
Aku tidak menyangka mas Aldo akan menghajar Ratu, padahal mereka masih berada di rumah sakit sekarang. Mas Aldo terlihat begitu menyeramkan, dia menatap tajam dengan pandangan penuh arti. Aku melihat pandangan mas Aldo merasa bergidik ngilu, dia seakan siap menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya.
"kendalikan dirimu mas, kamu harus tetap tenang." Aku berkata berusaha menasehatinya agar dia bisa bersikap lebih tenang, bagaimanapun juga ini rumah sakit, dia harus memikirkan orang lain yang sedang di rawat disana.
Aku terus memandangi Ratu, dia terlihat meringis menahan sakit. Ratu memegangi pipi kanannya yang terlihat memerah, ada bekas tamparan di sana. Wajah Ratu memerah, aku sejenak bisa membayangkan betapa sakitnya tamparan mas Aldo yang mendarat di pipinya.
Aku sebenarnya kasihan melihat keadaan Ratu seperti itu, akhirnya dia mendapatkan balasan dari perbuatan yang telah membuat rumah tanggaku berantakan. Mengingat hal itu, aku merasa dia pantas mendapatkan perlakuan seperti itu.
"aku tidak bisa menerima penghinaan ini dek, dia telah menginjak-injak harga diriku. Aku akan memberikan pelajaran kepada wanita bangsat ini dia telah berani mempermainkan kepercayaan yang telah aku berikan kepadanya. Dia pantas mendapatkan balasan bahkan yang lebih menyakitkan dari ini." Mas Aldo berkata dengan nada yang berapi-api, dia siap membakar seluruh ruangan ini dengan kemarahannya.
"Tapi mas Aldo tidak seharusnya tidak berbuat sekejam ini, Mas harus ingat sekarang kita masih berada di rumah sakit. Mas aldo jangan sampai mengganggu ketenangan pasien lain yang sedang beristirahat, mereka butuh ketenangan. Aku mohon pada mas Aldo agar bisa mengendalikan emosi." Aku kembali berkata menasehatinya, tampaknya sekarang dia benar-benar lepas kendali.
"aku tidak bisa menahannya lagi dek, aku tidak mempunyai kesabaran sebesar yang kamu miliki. Perempuan ini benar-benar keterlaluan, dia berhutang banyak padaku. Dia harus membayar lunas setiap luka atas penghianatan yang telah dia lakukan, aku akan memberikan pelajaran kepadanya karena dia pantas mendapatkannya." mas Aldo berkata seraya melontarkan kata-kata ancaman kepada Ratu, yang membuat Ratu semakin pucat dia tampak ketakutan.
Sebenarnya, aku merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan mas Aldo. Ratu telah melukai perasaan kami bukan hanya sekali tapi ini adalah kedua kalinya, dia merenggut kebahagiaan kami.
__ADS_1
Pertama, dia meruntuhkan hubunganku dan mas Aldo dengan menjebak dan mengatakan dirinya hamil karena perbuatan mas Aldo. Aku terpaksa mengalah dan membiarkan mas Aldo menikahinya, karena merasa tidak ada yang bisa aku lakukan untuk mempertahankan hubungan kami.
Sekarang, Ratu berselingkuh dengan mas Ringgo bahkan mereka telah tidur bersama. Aku tidak bisa mengungkapan betapa marah dan terlukanya hatiku saat aku mengetahui semua itu, mereka telah menghancurkan kebahagiaanku.
"Aku sebenarnya merasa hal yang sama dengan yang kamu rasakan saat ini, hatiku sangat terluka. Tapi, kita harus berpikir sebelum bertindak jangan sampai kita merugikan diri sendiri. Apa kamu mau di penjara karena dianggap melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga, mas?" Aku bertanya berharap dia berhenti memukuli Ratu.
"aku tidak peduli, wanita ini harus merasakan balasan setiap perbuatannya. Aku akan membuat dia menyesal, hingga dia akan mengingatnya seumur hidup." mas Aldo bersikeras akan membalas perbuatan Ratu, dia tidak mendengarkan nasehatku lagi.
Dia kemudian berjalan mendekati Ratu, mas Aldo terlihat akan melakukan sesuatu kepada Ratu. Aku melihat Ratu semakin ketakutan, dia semakin merapatkan tubuhnya ke dinding.
Plak!
"mati kau...., dasar wanita tak tahu malu." mas Aldo berkata seraya meludahi wajah Ratu, dia menatap ****** ke arah Ratu seakan-kan akan menelannya hidup-hidup.
"ampuni aku mas, tolong maafkan segala kesalahanku. Aku janji tidak akan melakukannya lagi." Ratu merintih memohon pengampunan dari mas aldo, dia terlihat gemetaran memegang kedua pipinya. Air matanya bercucuran, aku jadi meras tidak tega melihat dia seperti itu.
"sudah cukup mas, kamu bisa membunuhnya. Aku tidak mau kamu melakukannya lagi." aku berkata sedikit histeris. Aku shock menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Aku seperti sedang menonton film, tapi ini benar-benar terjadi tepat di depan mataku.
__ADS_1
Ternyata, mas Aldo masih seperti dulu dia dingin dan arogan. Dia tidak segan-segan melukai seseorang bila dia di sakiti, dia pria tanpa belas kasihan.
"Aku pikir lebih baik dia hilang dari dunia ini, dia hanya bisa membuat orang lain sengsara. Aku menyesal menikahi dia menjadi istriku, ternyata dia tidak lebih dari wanita murahan" mas Aldo berkata api kebencian terlihat di matanya, dia sudah kehilangan sisi baik dari dirinya.
Aku tidak bisa lagi mengeluarkan kata-kata, mas Aldo telah menutup pintu kasih di dalam hatinya sekarang dia bagaikan singa yang siap menerkam mangsanya. Mas Aldo mengarahkan kedua tangannya ke leher Ratu kemudian dia mencengkram mencekik leher Ratu.
Aku melihat kejadian itu tidak tahu harus melakukan apa, semua sudah tidak wajar. Aku yang dulu bertekad akan membalas perbuatan Ratu, sekarang menyaksikan apa yang dilakukan mas Aldo ketakutan setengah mati. Aku akan menyaksikan mas Aldo akan membunuh Ratu di depan mataku.
"mas Aldo, aku mohon tolong hentikan." Aku teriak histeris Ratu kelihatan hampir hilang kesadarannya. Aku sudah tidak punya pilihan lagi, mas aldo harus segera di hentikan sebelum semua terlambat.
Aku mendekati mas aldo, kemudian aku memeluk tubuhnya dari belakang. Aku berkata dengan lembut seraya menangis, aku memohon kepadanya.
Aku tidak tahu apakah mas Aldo akan terpengaruh, tapi ini adalah cara yang selalu aku lakukan ketika berbuat salah. Dahulu ketika masih menjadi pacarnya, aku selalu melakukan hal ini untuk meluluhkan hatinya dan terbukti ampuh.
"mas, aku mohon tolong hentikan! Aku tidak mau kamu melakukan dosa besar." Aku berkata seraya menangis, tubuhku masih gemetaran. Mas Aldo mulai berdiri perlahan, aku melihatnya mulai melepaskan cengkraman tangannya dileher Ratu.
Aku mendengar suara Ratu batuk-batuk, aku merasa lega bisa menghentikan mas Aldo. mas Aldo terdengar menghela napas panjang, sekarang dia mulai sedikit tenang.
__ADS_1
Aku segera melepaskan pelukanku dari tubuhnya, aku sadar telah melakukan hal yang tidak benar tapi aku tadi tidak punya pilihan lain. Aku harus melakukan hal itu untuk menghentikan mas Aldo, kalau tidak aku akan menyaksikan mas Aldo membunuh Ratu.
"maaf mas, aku tidak sengaja melakukannya. Aku melakukannya karena terpaksa untuk menghentikan kamu." Aku berkata, Malu sekali rasanya.