SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 53: Jangan Baper mas, Semua Ada Alasannya.


__ADS_3

"dek apa yang kamu lakukan?" mas Aldo terperanjat, dia mungkin kaget karena aku mencium tangannya.


Aku melihat ekspresi mas aldo, tak tahan rasanya ingin tertawa. Tapi karena melihat mas Ringgo masih memperhatikan kami, aku terpaksa hanya tersenyum manis kepadanya.


"jangan baper begitu mas, aku melakukan semua karena ada alasannya. Kamu coba lihat ke koridor sebelah kiri, seorang pria sedang memperhatikan kita." Aku berkata kepada mas Aldo seraya tetap tersenyum, kami harus kelihatan mesra.


"laki-laki yang mana dek?" mas Aldo bertanya, dia terlihat heran mendengar perkataan yang baru saja keluar dari bibirku.


"laki-laki yang mengenakan baju kemeja berwarna biru tua dengan celana dasar khas orang kerja kantoran mas." Aku menjelaskan kepada mas Aldo, dia melihat ke arah mas Ringgo.


"kamu jangan terlalu kentara melihat ke arahnya mas, nanti dia sadar kalau kita mengetahui kedatangannya." Aku berkata memperingatkan mas Aldo agar jangan terlalu menoleh kearah mas Ringgo.


"siapa dia sebenarnya dek?" mas Aldo kembali bertanya, dia mungkin penasaran melihat pria yang aku tunjukkan kepadanya.


"dia mas Ringgo suamiku mas, pria yang membuat hatiku terluka karena selingkuh dengan istrimu." Aku menjelaskan kepada mas Aldo. Aku merasa hatiku perih, luka di hatiku kembali terbuka mengingat penghianatan yang dilakukan mas ringgo. Aku merasa sedih, tidak tahu kapan luka ini akan sembuh.


"tapi, kenapa dia kemari jam segini, dek?" mas Aldo bertanya, mungkin dia merasa heran dengan kehadiran mas Ringgo yang tiba-tiba berada di rumah sakit.


Aku membuka ponselku, aku melihat jam menunjukkan pukul dua belas berarti sekarang jam istirahat. Aku merasa ada keanehan dengan kedatangan mas Ringgo, tidak tahu apa yang akan dia lakukan disini. Aku tidak melihat ada yang aneh dengan kondisi tubuhnya, sejauh ini dia kelihatan baik-baik saja.


"Aku juga tidak mengetahuinya mas, dia hendak melakukan apa. Semenjak mengetahui perselingkuhannya dengan Ratu, Aku jarang berkomunikasi dengannya." Aku berkata pada mas Aldo, terus terang aku juga heran melihat kedatangan mas Aldo.

__ADS_1


"kalau benar itu suamimu, kenapa kamu melakukan semua ini? Bukankah ini akan berakibat tidak baik bagimu nantinya?" mas Aldo rupanya penasaran atas tindakanku.


"aku sengaja melakukannya mas, aku ingin mengetahui reaksi mas Ringgo. Aku ingin mengetahui sejauh mana dia akan meminta penjelasan atau malah mengabaikan semua yang aku lakukan mas, sungguh aku ingin tahu." Aku mengatakan alasanku melakukan semua itu. Mas aldo tampaknya mengerti maksudku, dia tidak bertanya lagi setelah itu.


"sebaiknya kita menjauh dari tempat ini mas, kita akan lihat apa yang akan dilakukan mas Ringgo.


"baiklah dek, aku akan mengikuti semua kata-katamu. aku akan mendukung setiap langkah yang kamu lakukan." mas Aldo berkata, dia setuju dan tidak mempertanyakan lagi semua tindakanku.


Aku merasa kembali ke beberapa tahun lalu, semasa kami masih pacaran. Tapi, aku sadar sepenuhnya kalau hubungan kami bukan seperti dulu lagi. Aku harus tahu batasannya tidak boleh sembarangan, aku sadar sekarang dia adalah suami orang.


Tapi kali ini, aku harus melakukan hal yang sedikit melampaui batas aku harus mencari tahu bagaimana sebenarnya perasaan mas Ringgo sesungguhnya kepadaku. Apakah dia benar-benar mencintaiku, atau hanya menganggap aku hanya seorang istri yang bertugas untuk melayaninya di rumah tanpa ada kewajiban untuk mencintai.


Aku berdiri dan berjalan menjauhi ruangan tempat Ratu di rawat, mas aldo mengikuti dari belakang. Kamipun berbelok dan bersembunyi di lorong tidak jauh dari mas Ringgo berdiri.


'mas Ringgo, kamu telah memperlihatkan dan menentukan pilihanmu. Ternyata kamu lebih memilih Ratu ketimbang aku.' Aku berkata dalam hati, air mataku mulai tak bisa diajak kompromi.


Sekarang, aku mengerti ternyata aku tidak lebih berarti dibanding Ratu di hati mas Ringgo. Mas Ringgo lebih memilih mencari Ratu daripada meminta penjelasan dariku, aku benar-benar kecewa mengetahui semua itu.


"Rianti kamu harus sabar dan kuat, aku tahu kamu kecewa tapi kamu harus terima semua ini dengan lapang dada." Mas Aldo berkata seraya memegangi bahuku, mungkin dia mencoba memberi kekuatan kepadaku. tapi tidak bisa aku ingkari, hatiku benar-benar hancur dan terluka.


"mas Aldo, sebaiknya kita kembali keruangan Ratu. Aku ingin tahu apa yang dilakukan mas ringgo bersama Ratu." Aku berkata seraya keluar dari persembunyian.

__ADS_1


"ayo, tapi apa kamu yakin ke sana?" Apa kamu siap menyaksikan kalau melihat hal yang lebih menyakiti hatimu nanti dek?" Mas Aldo berkata, sebenarnya hatiku juga takut.


Tapi sudah kepalang tanggung, aku harus siap menerima kenyataan apapun yang akan aku terima nanti. Aku akan melihat sejauh mana mas Ringgo mampu berbuat, dia harus mempertanggung jawabkan semua perlakuannya selama ini kepadaku.


"aku siap mas" jawabku mantap, aku merasa tidak ada keraguan dalam hati, hari ini semuanya harus jelas bagiku dan juga mas Ringgo. Dia harus menjawab semua pertanyaan dan aku akan menentukan langkahku selanjutnya.


"baiklah, ayo dek." Mas Aldo berkata kami berjalan menuju ruang rawat Ratu.


Semakin dekat ke ruang rawat Ratu, aku merasa hatiku semakin bergemuruh. Aku tidak dapat membayangkan kejutan apa yang akan aku temui di sana. Aku sangat berharap semoga yang aku bayangkan tidak sama dengan kenyataannya.


Aku membuka pintu ruangan itu secara perlahan-lahan, merasa ada hal yang sangat menakutkan di dalam sana tapi aku harus menghadapinya. Siap tidak siap, aku harus menerima sepahit apapun kenyataan yang aku temui.


"astaga, apa yang kau lakukan mas!?Aku terkejut melihat apa yang terjadi, ternyata mas Ringgo sedang berpelukan dengan Ratu. Mas Ringgo begitu sangat menyayangi Ratu, ternyata inilah sebabnya dia mengabaikan pembuatan yang telah kulakukan tadi.


Mas Ringgo dan Ratu terkejut melihat kedatangan kami berdua, mungkin mereka tidak menyangka kami akan kembali lebih cepat dari yang mereka perkirakan. Aku terpana menyaksikan pemandangan yang tersuguh di depan mata kami sekarang.


"mas tega kamu sama aku ya, apa salahku padamu mas?" Aku benar-benar hancur, tak terasa air membasahi pipiku, kenyataan ini sungguh menyakitkan.


Hancur sudah segalanya, aku merasa surga dan rumah tanggaku tidak bisa lagi di selamatkan. Aku harus mengakhiri semua penderitaan ini karena semua sudah jelas sekarang, kami sudah tidak ada masa depan lagi.


"mas mulai sekarang, aku benar-benar membebaskan kamu dari hubungan kita. Kamu bebas memilih jalan yang kau inginkan, mulai sekarang aku akan jalani hidupku sendiri. Aku harap kamu segera menceraikan aku." Aku berkata disela-sela tangisanku, kali ini aku benar-benar marah namun aku merasa sangat tidak berdaya.

__ADS_1


Aku segera bangkit dan keluar ruangan, hatiku benar-benar terasa hancur tidak bisa menerima kenyataan ini. Aku tak percaya hubungan yang aku pertahankan dengan sepenuh hati selama ini, sekarang berakhir tidak ada lagi jalan untuk kembali.


__ADS_2