SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 26: Dia Harus Merasakan Pembalasanku


__ADS_3

'aku harus segera menyembunyikan semua barang belanjaan dan semua uang hasil menguras ATM mas Ringgo ini, dia belum boleh mengetahuinya sekarang' aku berkata seraya bergegas menyembunyikan semua barang bawaan dan uang yang berhasil aku dapatkan ke kamar belakang.


Kamar itu memang tidak terpakai, aku menggunakannya sebagai gudang. Aku membawa dan meletakkan semua di sana, karena merasa tempat itu adalah tempat yang paling tepat untuk menyembunyikan semuanya. Mas Ringgo jarang ke situ, karena kamar itu banyak debu.


Sebelum menyimpan tas buluk yang berisi uang, aku mengeluarkan terlebih dahulu keempat kartu mas Ringgo yang telah aku ambil tadi. Aku harus segera mengembalikan keempat kartu tersebut ke dalam dompet mas Ringgo, sebelum mas Ringgo bangun.


Aku bergegas menyembunyikan barang belanjaku, kemudian bergegas memasukkannya ke dalam kardus usang yang penuh debu. Setelah selesai menutup, aku menimpuk kardus tersebut dengan beberapa kardus usang yang berisi kain bekas.


'aku akan menyimpannya di sana untuk beberapa saat, seraya menunggu saat yang tepat untuk mengeluarkannya.' aku berkata seraya tersenyum, memandang kearah tumpukan kardus yang telah selesai aku susun. Aku merasa telah memenangkan permainan yang baru saja dimulai.


"mas ini baru permulaan, selanjutnya aku akan mengambil lebih banyak darimu." Aku berkata sendiri, seraya menyunggingkan senyuman kemenangan di bibirku.


Aku keluar dari kamar belakang tempat aku menyimpan semua rahasiaku, kemudian aku berlalu menuju keruang tengah di mana dompet mas Ringgo berada. Aku segera memasukkan keempat kartu yang ada di dalam genggamanku ke tempatnya semula.


Setelah merasa semua telah berada di tempat yang seharusnya, aku segera menuju kamar tidur. Aku ingin segera Mengganti baju yang aku kenakan dengan baju tidur. Aku harus membuat penampilanku seperti orang yang baru bangun tidur.


Aku tidak ingin mas Ringgo mengetahui kalau aku baru saja dari luar. Aku tidak mau mas Ringgo menghancurkan semua rencana, sebelum aku berhasilkan mendapatkan semua yang menjadi tujuanku.


'aku harus berhati-hati menghadapi mas Ringgo, aku harus berhasil mengambil semua harta mas Ringgo sebelum dia benar-benar menghancurkan diriku," aku bergumam dalam hati.


Aku melihat mas Ringgo tertidur begitu lelapnya, dia seperti tidak menyadari aku masuk ke dalam kamar.Ternyata obat tidur yang kuberikan manjur, Mas Ringgo terlihat masih dalam pengaruh obat tidur yang aku berikan. Dia tampak masih tak bergerak dari keadaan semula, semenjak aku pergi meninggalkannya tadi. Aku jadi mengetahui ternyata obat tidur itu lama pengaruhnya.

__ADS_1


Aku memandang mas Ringgo dengan pandangan yang sangat menjijikkan, benci sekali aku sekarang kepadanya. Mas Ringgo sekarang terlihat begitu menjijikkan sama busuknya dengan perlakuannya kepadaku. Aku sekarang merasa cinta dan kasih sayangku menguap begitu saja untuk mas Ringgo.


"mas maafkan aku, aku telah mencuri darimu. Aku tidak menyangka semua ini akan terjadi tapi kamulah penyebab semua ini." aku berkata dalam hati seraya memandang ke arah mas ringgo yang masih tertidur lelap.


Aku benar-benar tidak menduga sama sekali, kisah cintaku akan berakhir tragis seperti ini. Aku menyangka mas Ringgo akan setia kepada mengingat umurnya yang jauh lebih tua dariku. Mas Ringgo seharusnya dialah yang berusaha mempertahankan rumah tangga kami, tapi nyatanya umur bukanlah jaminan orang bisa berbuat lebih baik.


Andai suatu saat, mas Ringgo lebih memilih Ratu sebagai pengganti diriku, aku rela dan siap diceraikan olehnya. Aku tidak akan mempertahankannya, karena aku sama sekali tidak suka bila dimadu. Aku lebih baik pergi meninggalkannya dari pada harus menerima kenyataan hidup dipoligami, karena itu tidak ada dalam kamus hidupku.


Aku harus mempersiapkan masa depanku, andaikan saat itu tiba. Aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan siapapun, tapi aku berusaha berusaha menjadi pemenang. Aku tidak akan memberikan kesempatan kepada mas Ringgo menyakitiku lebih jauh lagi.


Setelah selesai mengganti baju, aku hendak mencuci muka sebelum tidur. Aku kemudian beranjak meninggalkan kamar tidur menuju ke kamar mandi. Tapi ketika melewati dapur, aku merasa perutku kembali mendadak terasa lapar.


Aku kemudian menuju dapur mengambil sepiring nasi beserta lauk yang tadi kami beli dari rumah makan Padang. Aku merasa senang sekali karena malam ini bisa menikmati makin enak sampai dua kali.


Aku selalu bersyukur seberapapun mas Ringgo memberikan uang belanja kepadaku. aku tidak pernah mengeluh karena begitu besarnya cintaku kepadanya, tapi mas Ringgo tidak pernah menghargai segala pengorbananku. Tak terasa air mataku meleleh di pipiku, aku tak kuasa menahan rasa sedih yang tiba -tiba saja menyentuh hatiku.


"aku tidak akan membiarkan mas ringgo menghancurkan hidupku, dia harus merasakan pembalasan atas semua perlakuannya kepadaku" aku berkata sendiri, menahan segala emosi yang bergolak di dalam hati.


Setelah merasa tenang, aku segera makan nasi dengan lahapnya. Aku mencoba membuang kesedihanku sejenak, ingin menikmati makanan enak yang sekarang ada di hadapanku.


"alhamdulilah, aku akhirnya kenyang" aku berkata mengucapkan syukur, setelah menghabiskan makanan yang ada di piringku. Aku bersyukur ternyata masih ada juga kenikmatan yang dapat aku rasakan diatas segala rasa sedih yang sekarang menderaku

__ADS_1


Selesai makan, aku segera mencuci piring bekas aku makan tadi. Aku kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan menggosok gigi sebelum tidur. Aku memang sudah terbiasa begitu, jadi aku tidak akan tidur sebelum semuanya bersih.


Setelah merasa semua selesai, aku bergegas menuju ke kamar tidur untuk beristirahat. Aku merasa mataku sudah mengantuk dan tubuhku terasa sangat lelah. Aku menoleh ke arah jam yang tergantung di dinding kamarku, ternyata hari sudah menunjukkan jam satu lebih tiga puluh menit.


'aku harus segera tidur,' aku berkata seraya membaringkan tubuh di ranjang dekat mas Ringgo tidur. Aku merasa muak melihat mukanya karena setiap melihatnya aku teringat akan perbuatan busuknya. Tak tahan melihatnya, akhirnya aku tidur mas Ringgo.


'astaga sudah pagi' aku terbangun dari tidurku. aku terkejut karena jam telah menunjukkan jam enam pagi.


Aku bergegas menuju kamar mandi, aku segera mencuci muka. Aku kemudian mengambil wudu' segera melaksanakan sholat walau sudah terlambat melaksanakannya. Aku sengaja tidak membangunkan mas Ringgo karena hatiku menolak untuk melakukannya.


Aku segera menyiapkan sarapan di atas meja. Aku tidak memasak sarapan pagi ini, cuma menghangatkan makanan yang aku beli di rumah makan Padang semalam.


"biarkan saja mas Ringgo sarapan dengan makanan sisa semalam. Dia sudah biasa makanan sisa selama ini, buktinya dia lebih memilih istri orang lain ketimbang istrinya sendiri" aku berkata sendiri seraya menata makanan di atas meja, tak lupa aku membuatkan secangkir kopi kesukaannya selama ini.


"dek, mas mau berangkat tolong siapkan sarapan untuk mas." Mas Ringgo berkata memintaku menyiapkan sarapan untuknya.


"sarapannya sudah siap mas, ayo sarapan bersama" aku berkata mengajak mas Ringgo makan.


"apakah tidak ada yang lain dek? mas Ringgo bertanya, dia terlihat enggan untuk sarapan.


"mas, ini makanan mahal lho walaupun makanan sisa. Ada lho orang yang sangat menyukai makanan sisa padahal dia punya makanan yang hanya disuguhkan khusus untuknya." aku berkata serius kepada mas Ringgo, sengaja untuk menyindirnya.

__ADS_1


Aku tidak tahu mas Ringgo akan merasa tersinggung, tapi aku tidak peduli sama sekali biarkan saja dia dengan perasaannya.


__ADS_2