
'aku harus mencari tahu dimana keberadaan si Ratu Kadal berada, aku harus segera menemuinya.' aku berkata dalam hati, segera membuka ponselku. Aku membuka aplikasi Facebook kemudian mencari akunnya di sana.
Beberapa saat kemudian, aku mendapatkan akun yang aku cari dan membukanya. Ternyata tidak ada postingan apapun sejak aku menyerang Ratu kadal beberapa waktu lalu.
'kemana lagi, aku akan mencari informasi tentang keberadaan Ratu sekarang ya?"Aku berkata sendiri, berusaha berpikir bagaimana caranya aku dapat mengetahui keberadaannya.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya aku memutuskan kembali ke rumah makan kemaren mungkin di sana aku bisa mendapatkan informasi. Aku segera masuk dan mencari seseorang yang kira-kira bisa aku tanyai, ternyata mereka membawa Ratu ke rumah sakit Medina setelah bertengkar denganku kemaren.
"terima kasih mas! aku berkata seraya berlalu setelah salah seorang pramusaji rumah makan itu memberikan informasi kepadaku. Aku bersyukur ternyata tidak begitu sulit mendapatkan informasi yang aku cari.
Aku kemudian bergegas menuju rumah sakit Medina, segera mencari ruangan tempat Ratu dirawat. Karena tidak mengetahui persis keberadaannya, aku kemudian menanyakan ke bagian administrasi.
"suster kalau boleh saya bertanya, pasien yang bernama Ratu mustika dirawat di ruangan mana mbak? Aku bertanya kepada salah seorang perawat yang berjaga di meja resepsionis rumah sakit itu.
"sebentar ya mbak, saya periksa dahulu datanya." suster tersebut berkata seraya memeriksa data yang ada di komputer.
"Bu Ratu di rawat di ruang melati nomor empat belas A." suster cantik itu memberikan informasi seraya tersenyum kepadaku. Dia terlihat ramah sekali, aku salut kepadanya sudah cantik ramah lagi.
"terima kasih suster." aku berkata seraya tersenyum tak kalah manis kepadanya, kemudian berlalu pergi meninggalkannya.
Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit, pengunjung terlihat sudah ramai karena sekarang merupakan jam besuk pasien. Aku melihat dengan teliti setiap ruangan yang aku lalui, ternyata ruangan tempat Ratu di rawat terletak di paling ujung.
Setiba di pintu, aku tidak langsung masuk ke dalam ruangan, tapi berdiri memperhatikan situasi dalam kamar dari pintu yang tidak tertutup sempurna. Aku melihat dalam ruangan itu ada dua orang pasien yang di rawat. Astaga, aku terkejut menyaksikan orang yang berada di samping Ratu.
__ADS_1
'ternyata dia mas Aldo, mantan pacarku yang sekarang sudah menjadi suaminya Ratu' aku berkata dalam hati, aku tersenyum merasa jalanku semakin mudah karena keberadaan mas Aldo pasti akan sangat membantuku.
Aku segera masuk ke ruangan tempat Ratu di rawat, terlihat dia sedang terbaring di atas ranjang. Aku melayangkan senyum ke arah Ratu, sedang ratu sangat terkejut menyaksikan kedatanganku.
"mbak Ratu bagaimana keadaanmu? Aku berkata seraya menyunggingkan senyuman sinis kepadanya, dia terlihat gusar dan diam mendengar pertanyaan yang aku lontarkan.
Mas Aldo terkejut melihat ke arahku, entah apa yang dia pikirkan aku tidak tahu.Dia menatap heran dan mungkin saja bertanya dalam hati kenapa aku ada disini.
"kalian saling mengenal? mas Aldo bertanya, aku hanya tersenyum kearahnya.
Aku tidak mau menjawab pertanyaannya karena aku tidak tahu harus menjawab apa, tidak mungkin aku katakan kalau aku adalah temannya Ratu.
"mas keluar dulu ya, silahkan kalian ngobrol dulu. Mas mau makan siang dulu, lapar sejak tadi belum makan." Mas Aldo berkata seraya berlalu meninggalkan kami berdua.
"siapa sebenarnya kamu? untuk apa kamu datang ke sini? Ratu bertanya setengah berteriak kepadaku, jelas sekali rona tidak senang melihat kehadiranku tergambar di wajahnya.
"kamu ingin tahu siapa aku? Kenalkan aku Rianti istri sahnya mas Ringgo, pria yang sekarang kamu dekati untuk kamu kuras uangnya. Enak betul kamu ya, Aku yang susah-susah bekerja melayani mas Ringgo di rumah, kamu yang menikmati uang hasil kerja keras suamiku. Kamu berpikir ngak sih, kamu telah merampas yang seharusnya menjadi milikku? Aku berkata memulai pembicaraan untuk menyerang Ratu, aku ingin dia tahu dia telah menyakitiku.
"tapi, mas Ringgo sendirilah yang mendekatiku. Kamu tidak bisa menyalahkan aku" Ratu berkata, berusaha membela dirinya.
"benarkah begitu? Aku tidak yakin kamu mengatakan hal yang sebenarnya, pasti kamu yang mendekati mas Ringgo terlebih dahulu. Aku tahu persis sifat wanita seperti kamu. Kamu pasti yang terlebih dahulu mendekati suamiku untuk menguras uangnya. Kamu wanita serakah mendekati suami orang, padahal kamu masih memiliki suami." Aku berkata, emosiku mulai bangkit membakar hatiku.
"salah sendiri, kamu tidak bisa melayani suamimu dengan baik, hingga dia mencari kesenangan diluar. Kamu jangan menyalahkan orang lain, sedangkan kamu sendiri tidak mampu memuaskan suamimu." Ratu berkata, sekarang aku makin jijik kepadanya Ternyata, dia memang wanita yang tidak tahu malu.
__ADS_1
Aku kemudian mendapat ide, akan aku rekam setiap perkataanya. Aku berpikir mungkin saja rekaman itu pasti akan berguna nantinya. Wanita ini mengatakan dirinya pintar, tapi kalau menurutku dia bodoh sekali. Dia tidak pernah memakai otaknya untuk berfikir tapi hanya mengandalkan dengkulnya untuk menggaet suami orang.
"oh jadi kamu merasa lebih baik dariku? Kamu tidur dengan suamiku karena merasa bisa memberikan kepuasan kepadanya, sedangkan aku tidak mampu. Begitulah maksudmu?
"tentu saja, setidaknya itu yang di katakan suamimu kepadaku. Dia mengatakan menyukaiku karena kamu tidak bisa memuaskan dirinya, lagian dia merasa aku lebih cantik dari dirimu? Dia berkata seakan dia menunjukkan dirinya lebih baik dari diriku, tapi bagiku perkataannya tak ubahnya bagai wanita murahan.
Ternyata, dia sama sekali tidak punya harga diri percuma aku berkata panjang lebar. Aku sebaiknya menyudahi perdebatan yang tidak berguna ini.
"aku datang ke sini melihat keadaanmu, aku sedikit kecewa ternyata keadaanmu tidak parah. Seharusnya kamu lebih parah dari ini." aku berkata, sengaja untuk menyakiti hati Ratu sekedar membalas rasa sakit di hatiku.
"kamu tidak perlu datang kesini, aku tidak menginginkan kedatanganku." dia berkata dengan nada marah semakin jelas terdengar dari nada bicaranya. Aku semakin tersenyum melihat dia begitu, puas sekali menyaksikan dia semakin menderita dengan kehadiranku.
" ha ha, kamu tidak suka aku datang kemari tapi aku sangat senang melihat keadaanmu menderita begini." aku berkata semakin membuatnya sakit hati.
"cepat pergi dari sini," Ratu berkata dengan nada tidak suka, dia terlihat gusar sekali.
"aku pasti akan pergi dari sini, tapi setelah aku memintamu untuk mencabut laporan yang telah kamu ajukan di kantor polisi." aku berkata kepada Ratu, seraya menatap serius kepadaku.
"aku tidak akan mencabut laporan, kamu jangan berharap aku akan melakukan itu." Dia berkata dengan angkuhnya, aku kesal melihat keangkuhannya.
"apa kamu yakin....
"
__ADS_1