SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 80: Aku Siap Memulai Hidup Baru


__ADS_3

"dek......


"stop mas! sebaiknya kita berhenti membicarakan hal yang tidak berguna ini karena semuanya sudah selesai bagiku. Mulai sekarang, Sebaiknya kamu melupakanku karena aku tidak ingin terlibat masalah dengan selingkuhan kamu, yang sebentar lagi akan menjadi istrimu."


"apakah begitu benci kamu padaku dek?" Mas Ringgo bertanya dengan nada pelan, sejenak aku menggelengkan kepala mendengar pertanyaannya."


"apakah aku harus menjawab pertanyaan kamu mas? Rasanya, aku tidak perlu menjawabnya karena semua tidak ada artinya lagi bagi kita. Seharusnya, kamu menanyakan hal itu kemaren-kemaren bukannya sekarang. Aku harap setelah hari ini, kamu dan calon istrimu berhenti mengganggu hidupku. Mulai sekarang, kita urus kehidupan masing-masing."


"kenapa lama sekali, dik? Ayo kita segera pulang sekarang." Mas Roland mengejutkanku, aku tak menyadari kehadirannya tiba-tiba saja dia sudah berada di sisiku.


"iya mas." aku menjawab singkat ajakan mas Roland. Aku dan mas Roland segera berlalu meninggalkan mas Ringgo yang berdiri mematung, memandang kepergian kami berdua.


Aku merasa lega sekarang, akhirnya bisa terlepas dari ikatan yang hanya bisa membuatku terluka dan kecewa. Mas Ringgo telah merenggut surgaku, dia telah menghancurkan rumah tangga yang sudah kami bina selama tiga tahun lamanya.


Sekarang, aku akan mencoba melupakan segala kepedihan yang pernah diberikan mas Ringgo padaku. Aku siap memulai lembaran baru kisah hidupku, semoga bahagia akan datang menerpa hidupku.


Tidak ada lagi waktu bagiku untuk memikirkan cinta masa laluku, aku juga tidak akan memikirkan soal cinta sekarang. Aku tidak akan menangis lagi, sudah saatnya aku memperlihatkan kemampuanku dalam bisnis pada semua orang.


"dik, kita makan dulu yuk. Mas sudah lapar sekali."


"iya mas, aku juga sudah lapar sekali." Aku mengiyakan ajakan mas Roland karena aku juga sudah sangat lapar.


"kita makan dimana dik?"


"seperti biasanya mas, kita makan di rumah makan Padang saja.


"baiklah." Mas Roland segera mengarahkan mobilnya ke rumah makan Padang tempat biasanya aku makan.


"apa rencana kamu setelah ini dik?"


"aku akan bukan usaha laundry kiloan seperti rencana ku beberapa waktu lalu mas."

__ADS_1


"apakah kamu yakin dik?"


"iya mas, aku sudah mantap untuk buka usaha itu."


"bagaimana kalau kamu bekerja di kantor mas saja?"


"aku bukannya menolak tawaran mas Roland, tapi saat ini sebaiknya aku buka usaha sendiri dulu. Aku tidak mau terlalu berharap pada mas Roland, bagaimana kalau seandainya nanti terbukti aku bukanlah adik kandung mas Roland? Aku tidak mau nanti terpuruk lagi mas." Aku berkata serius, ada rasa khawatir menyelinap di dalam hatiku.


Sebenarnya, aku sangat berharap anggapan mas Roland yang menyangka aku adalah adiknya yang hilang itu benar adanya. Aku berharap begitu karena setelah berpisah dengan mas Ringgo, sekarang aku hidup sebatang kara tidak punya siapa-siapa lagi.


Mas Roland hanya diam, dia tidak lagi bertanya kepadaku. Aku memandang ke depan menatap jalanan yang sedang kami lalui. Sejenak, aku merasa ada rasa sunyi menyelinap di hatiku. Aku tidak tahu suratan takdirku kedepannya, tapi aku akan berusaha merubah takdir buruk yang selama ini menaungi kehidupanku. Aku berharap semoga takdir baik segera menjelma dalam hidupku.


"kita sudah sampai dik, ayo kita segera turun." Mas Roland mengajakku turun dari mobil, ternyata mas Roland mengikuti keinginanku makan di rumah makan Padang tempat biasa aku makan.


Setelah memasuki rumah makan, aku mengedarkan pandangan ke segenap penjuru tapi aku tidak menemukan sosok pria yang kerap usil kepadaku. Entah kemana dia, aku tidak melihat kehadirannya.


Aku dan mas Roland mengambil tempat duduk di pojok, aku merasa nyaman duduk di situ karena memudahkan bagiku untuk memperhatikan keadaan sekitar.


"ayo kita makan dik, mas sangat lapar sekali."


"ayo mas, aku juga sudah lapar." Aku segera menyantap hidangan yang ada di hadapanku. Entah kenapa, aku merasa makan siang kali ini terasa begitu nikmat.


"pelan-pelan dik, nanti kamu tersedak." mas Roland memperingatkan, aku hanya tersenyum menanggapinya.


Aku makan dengan lahapnya, mas Roland cuma geleng-geleng kepala melihatku. Beberapa saat kemudian, aku dan mas Roland selesai makan.


"bagaimana dik? Apakah kita jalan sekarang?" mas Roland bertanya seraya tersenyum kepadaku, aku hanya terdiam karena kekenyangan.


"ya sudah, mas tunggu sebentar lagi."


Setelah istirahat sejenak, aku akhirnya mengajak mas Roland pulang. Aku tidak banyak bicara dalam perjalanan, perut kenyang membuatku malas untuk bicara.

__ADS_1


Aku dan mas Roland akhirnya sampai di rumahku, kemudian aku turun dengan perlahan dari mobil mas Roland.


"apakah mas Roland mau mampir dulu?"


"tidak dik, mas buru-buru masih ada yang dikerjakan. Kalau begitu, mas pergi dulu ya dik." Mas Roland berkata menolak tawaranku untuk mampir.


"iya mas." aku menjawab singkat, mas Roland kemudian melajukan mobilnya menjauh pergi meninggalkanku.


Aku kemudian segera masuk dan duduk sejenak di kursi sofa. Aku terdiam mengingat semua rentetan peristiwa yang telah aku alami. Ternyata, aku mampu menghadapinya tanpa air mata.


Aku kemudian mengambil wudhu dan segera menunaikan sholat. Aku sadar semua yang terjadi adalah takdir allah, maka aku akan meminta kekuatan kepadaNya untuk menghadapi semuanya dengan tabah.


Setelah menunaikan sholat dan mengadukan semua yang terjadi pada Allah yang maha kuasa, aku merasa lebih kuat dan lega. Aku sekarang bisa melihat sisi baik dari semua yang terjadi, mungkin sekaranglah saatnya aku menunjukkan kemampuan yang kumiliki


Aku kemudian menuju kamar, aku membaringkan tubuhku sejenak. Tidak berapa lama, aku sudah tertidur lelap mengarungi dunia mimpi yang terasa indah dan tanpa beban lagi.


*************


'sudah subuh, aku harus segera bangun.' Aku segera bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu. Entah mengapa pagi ini, Aku merasa sangat segar sekali.


Sekarang, aku semakin yakin keputusanku berpisah dengan mas Ringgo merupakan keputusan yang tepat. Aku sekarang merasa beban yang selama ini menghimpit dadaku seolah terangkat, sekarang aku bisa berpikir dengan jernih.


Aku kemudian menunaikan sholat subuh dan kembali memanjatkan doa dan rasa syukurku kehadiratnya. Selesai sholat, aku segera sarapan pagi untukku. Aku merasa sarapan pagi ku kali ini terasa sangat nikmat.


Setelah semua selesai, aku kemudian duduk sejenak. Aku memikirkan, apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Setelah berfikir beberapa saat, aku memutuskan untuk kembali membersihkan kamar belakang yang beberapa waktu lalu sempat tertunda.


'aku harus menyelesaikan hari ini, supaya aku bisa segera memulai usahaku." Aku berkata seraya mulai membersihkan kamar belakang.


Aku berencana akan menggunakan kamar belakang tersebut sebagai kamar tidur Sedangkan kamar utama yang selama ini aku gunakan sebagai kamar tidur bersama mas Ringgo akan aku renovasi. Aku akan menggunakan kamar tersebut sebagai tempat untuk membuka usaha nantinya.


Sekarang, aku siap memulai hidup baru dengan cerita dan kisah baru.

__ADS_1


__ADS_2