
Pov Ringgo
"ayo bangun dek, sudah pagi!" seruku sambil menggoyangkan tubuh rianti, istriku. Aku melihat rianti menggeliat seraya membuka matanya.
"iya mas, tapi aku masih sangat mengantuk" balasnya sambil memicingkan mata kurang bersahabat menatap ke arahku.
Aku melihat ada guratan kelelahan di wajahnya. Teringat kejadian semalam, aku merasa sangat senang sekali pagi ini. Aku tidak menyangka rianti bisa sehebat itu, dia bisa memuaskan segala hasrat di dalam batinku. Aku tersenyum puas memandang ke arahnya.
Tapi dibalik rasa puas yang aku rasakan, aku merasa ada rasa heran terselip di hatiku. aku merasa ada perubahan sikap yang terjadi pada rianti.
Aku merasa sedikit heran dengan perubahan sikapnya, walau tidak dipungkiri aku juga menikmati perubahannya itu. Rianti sekarang lebih agresif, biasanya dia tidak pernah begitu. Aku merasa baru mengenalnya, entah apa yang sebenarnya terjadi.
Aku segera mengambil handuk, kemudian melangkah menuju kamar mandi. Aku sangat menikmati mandi pagi kali ini tidak seperti biasanya. Aku merasa senang sekali. aku terus membayangkan apa yang terjadi semalam.
Selesai mandi, aku kembali menuju kamar tidur untuk mengenakan pakaian. Aku melihat rianti masih tidur, nyenyak sekali. Aku mencari sendiri baju ganti di lemari, biasanya rianti selalu menyiapkannya.
"dek bangun, mas sudah siap mau berangkat kerja. tolong buatin mas sarapan dek" kataku lagi pada Rianti, selesai mengenakan pakaian.
"iya mas, tunggu sebentar aku buatin" katanya seraya bangkit dengan malas. Aku tidak mengerti kenapa kelihatannya Rianti sangat lelah begitu, seharusnya dia juga semangat sama sepertiku. Aku melihat semalam dia tidur bersamaan denganku, tapi kenapa kelihatannya seperti orang kurang tidur begitu.
"cepat ya dek, mas takut telat berangkat kekantor" kataku lagi, seraya melihat ke arah jam.
" iya mas" jawabnya sambil berlalu menuju dapur, sesaat kemudian terdengar dentingan sendok khas orang lagi sedang memasak.
Setelah benar-benar rapi, aku segera menuju meja makan untuk sarapan. Aku melihat secangkir kopi telah tersedia diatas meja. Aku segera menyeruputnya, terasa hangat dan nikmat menjalar di lidahku.
Tidak berapa lama, aku melihat Rianti membawa sebuah mangkok. Rianti ternyata membuatkan aku mie rebus untuk sarapan pagi ini.
__ADS_1
Aku merasa satu lagi keanehan yang sedang diperlihatkan Rianti kepadaku. Dia selalu melarang makan mie di pagi hari, katanya tidak sehat. Tapi kali ini, dia sendiri yang membuatkan untukku. Aku kembali terheran- heran melihat keanehan ini.
"mas, ayo sarapan" katanya pendek seraya meletakkan mangkuk yang di bawanya di hadapanku.
"iya dek, terima kasih" kataku segera melahap mie buatannya, terasa nikmat sekali rasanya. Rianti kemudian mendudukkan pantatnya di kursi, menatap tajam ke arahku. Aku terus menyantap sarapanku, seraya memperhatikan tatapan rianti.
Rianti memandang tajam ke arahku membuat aku sedikit bingung. Dia seakan sedang memikirkan sesuatu, entah apa itu aku juga tidak tahu. Rianti sungguh memperlihatkan perbedaannya sekarang, aku sendiri tidak bisa memahaminya.
Aku merasa banyak sekali keanehan yang terjadi pada Rianti, membuat aku heran.
Keanehan demi keanehan terasa begitu nyata diperlihatkan. Biasanya setelah berhubungan, Rianti akan segera mandi besar. Kali ini, Rianti malah duduk memandangiku dengan tatapan tidak biasa.
Aku bertambah heran dengan perubahan sikapnya saat ini. Dia terasa bukan Rianti yang dulu lagi tapi orang dengan pribadi yang sangat berbeda. Perubahannya sangat nyata, aku hampir merasa tidak mengenalinya saat ini.
"dek, mas selesai sarapan mas berangkat dulu ya" kataku pamit padanya.
Entah apa yang terjadi, aku sungguh tidak mengerti. Aku merasa sikap Rianti berubah-rubah. Semalam, dia sangat manis dan bersemangat sekali. Tapi sekarang, aku merasa rianti sedang merasa kesal dan malas sekali.
Aku segera pergi berlalu dengan segunung pertanyaan yang membuncah dalam hati. Aku bingung dengan yang telah terjadi, kenapa sikap Rianti begitu.
Aku bergegas menuju garasi dan menghidupkan mobilku. Aku segera mengeluarkan mobil dari garasi bergegas menuju tempat aku bekerja. Tapi ditengah perjalanan, aku merasa ada sesuatu yang tertinggal.
'ampun, aku lupa bawa ponsel. aku harus segera mengambilnya, bahaya kalau Rianti sampai menemukan dan membaca isinya.' Aku berkata dalam hati. Aku terkejut setelah mengetahui kalau yang tertinggal itu ponselku.
Aku bergegas putar balik kembali ke rumah, aku teringat ponsel yang tertinggal. Aku tidak mau Rianti sampai menemukan dan membaca isinya. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau sampai rianti mengetahui.
'kenapa aku bisa teledor begini?!' aku bertanya sangat kesal dalam hati. Terus terang, aku tidak ingin rianti sampai mengetahui kebohongan yang sedang aku lakukan kepadanya.
__ADS_1
Aku sebenarnya sangat mencintai Rianti tapi aku juga menyukai wanita itu. Aku menyukainya karena dia sangat seksi, aku tergoda dengan kemolekan tubuhnya.
Kalau dibanding- bandingkan, Rianti lebih cantik daripada Ratu. Rianti cantik alami belum ada sentuhan perawatan mahal ditubuhnya, karena dari dulu aku tidak pernah memberikannya uang untuk itu. Aku lebih sering memberikan uang untuk Ratu perawatan wajah, setiap dia memintanya.
Aku tidak ingin kalau sampai Rianti mengetahui perselingkuhan antara aku dan Ratu. andaikan Rianti mengetahui kebohonganku, aku merasa belum siap kehilangannya. Aku merasa masih sangat membutuhkannya di hidupku.
Setelah sampai di rumah, aku langsung mencari keberadaan ponselku.Aku mencari di atas meja makan tapi aku tidak bisa melihatnya. Aku lupa dimana aku menaruh ponselku.
Aku masuk ke dalam kamar, mencari ponselku di sana. Lagi-lagi, aku melihat keanehan yang terjadi pada Rianti. Aku melihat Rianti tidur lagi, hal ini tidak pernah dilakukannya selama ini.
"dek, kamu tahu dimana ponsel mas. mas lupa di mana menaruhnya?" aku bertanya pada Rianti, tidak berharap dia akan menjawabnya. Aku melihatnya tertidur pulas.
"tidak, aku tidak melihatnya" jawabnya dengan acuh meneruskan tidurnya. Aku tak mengira dia akan menjawabnya, rupanya dia mendengar aku pulang dan bertanya kepadanya.
"dek bantu mencarinya, aku tak bisa menemukannya. Aku takut terlambat ke kantor" kataku lagi.
Rianti bangkit dari tidurnya, kemudian aku melihatnya melangkah menuju sofa. Tidak lama kemudian, dia kembali dengan ponselku di tangannya. 'begitu cepat dia menemukannya, apakah rianti sebenarnya sebenarnya mengetahui dan telah berhasil membaca isi ponselku?' Tanyaku dalam hatiku.
"ini ponselmu mas, aku mau lanjut tidur Lagi. aku masih mengantuk" katanya lagi, kembali tidur seakan tidak peduli denganku. Aku benar benar heran dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah.
"dimana kamu menemukannya dek?" tanyaku lagi mastikan.
"aku menemukannya di sofa, mas" jawabnya lagi.
Aku memperhatikan seksama ponselku, ingin memastikan ponselku tidak dibuka oleh Rianti. Dari sikapnya tadi, aku merasa sedikit curiga. Aku mulai merasa cemas, jangan-jangan benar adanya kalau Rianti telah membacanya.
Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Aku masih sangat mencintainya , aku tidak mau kehilangannya.
__ADS_1