SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 30: Ternyata Uang Yang Aku Kuras Semalam Hanyalah Sebagian Kecil.


__ADS_3

"kurang ajar!" Aku berseru setengah berteriak, sakit sekali hatiku, mengetahui fakta yang sebenarnya. Aku merasa benar-benar terluka dengan fakta yang aku dapatkan, ini terasa


lebih menyakitkan dari pada mengetahui perselingkuhan yang dilakukan oleh mas Ringgo.


"mas Ringgo benar-benar keterlaluan kamu" Aku kembali berteriak frustasi dengan kelakuan mas Ringgo dan Ratu, ternyata mereka pergi ke Bank untuk mengambil uang.


Mas Ringgo pergi ke Bank untuk mengambil uang sebesar sepuluh juta rupiah untuk memenuhi permintaan Ratu. Ratu meminta uang sebanyak itu, untuk membeli tas mahal bermerek yang sangat dia impikan. Aku sungguh tidak percaya, mas Ringgo akan memenuhi permintaan selingkuhannya itu.


Selama ini, mas Ringgo memberikanku uang belanja cuma satu juta lima ratus ribu setiap bulannya. Mas Ringgo memberikan uang sebanyak itu untuk semua kebutuhan tanpa melebihkan sepeserpun untuk kebutuhan pribadiku. Aku berusaha keras untuk mengatur uang itu, kadang kebutuhan kecil saja, aku tidak mampu membelinya.


Tapi sekarang, aku di paksa menerima kenyataan pahit yang sungguh menyakitkan ini.


Mas Ringgo memberikan uang kepada Ratu sebanyak sepuluh juta hanya dalam sehari saja, itu setara dengan uang belanjaku selama enam bulan lebih. Mas Ringgo memberikan uang kepada Ratu nya untuk membeli tas branded yang disukainya.


"kenapa semua ini terasa sangat menyakitkan bagiku? Aku menangis tidak kuasa menahan rasa sakit yang menyesakkan dada, aku seakan berhenti bernapas untuk sesaat. Aku yakin seratus persen tidak ada satupun wanita di dunia, yang sanggup menerima kenyataan ini.


Selama ini, aku di paksa oleh mas Ringgo untuk menerima segala kekurangannya. Dia berbohong kepadaku kalau gajinya sangat kecil, hingga dia hanya sanggup memberikanku uang belanja sebanyak satu juta lima ratus ribu rupiah setiap bulannya. Bodohnya, aku percaya saja setiap kata yang keluar dari mulutnya


Aku menganggap semua yang dikatakan mas Ringgo selama ini benar, sesuai dengan kenyataannya. Aku tidak melihat suatu apapun yang pantas di curigai, aku percaya begitu saja setiap apa yang diucapkannya. Tapi sekarang apa, kenyataannya berbanding terbalik dengan apa yang diucapkannya.

__ADS_1


Mas Ringgo memberikan Ratu uang sebesar sepuluh juta hanya untuk membeli sebuah tas mahal. Dia belum pernah melakukan hal serupa untukku selama ini, bahkan hanya membelikan sepasang baju seharga seratus ribu saja berat baginya. Aku benar-benar telah mereka hancurkan habis-habisan.


Aku selama ini selalu berkorban demi kebahagian mas Ringgo, susah senang aku selalu bersamanya. Aku mengorbankan kebutuhan diriku sendiri, asal segala kebutuhan mas Ringgo selalu ada. Tapi, mas Ringgo tidak pernah menganggap segala pengorbananku.


"mas Ringgo, kamu benar-benar tega kepadaku saat kamu susah aku selalu menemanimu . Tapi setelah telah memiliki segalanya, kamu memilih orang lain untuk menikmati keberhasilan yang telah kamu raih. Apakah kamu pantas memperlakukanku sebegitu buruk mas? Aku terus bertanya seraya menangis, membuat air mataku berjatuhan tak sanggup lagi berada di tempat seharusnya.


"apakah ini takdir cintaku, dari yang maha kuasa?Aku bertanya di ujung tangisanku.


"tidak, tidak. Ini bukan takdir yang maha kuasa, tapi merekalah yang sedang mempermainkan hidupku. Aku harus berhenti menyalahkan takdir, aku harus perbaiki semua ini.


Aku segera menghapus air mata yang membasahi pipiku, sudah saatnya aku mengambil tindakan. Aku harus segera mengakhiri semua ini, sebelum semuanya benar-benar terlambat. Aku merasa sudah tidak ada alasan lagi aku mempertahankan rumah tangga ini, hubunganku dengan mas Ringgo sudah tidak mempunyai masa depan.


"bagaimana caranya aku mendapatkannya? aku mulai berpikir keras, menemukan cara yang tepat untuk mendapatkannya.


Aku kembali menyisir setiap percakapan mereka di dunia Maya. Aku membaca satu persatu percakapan mereka berdua, walau hatiku hancur berkeping-keping waktu membacanya. Aku harus kuat menerima kenyataan ini, semua harta mas Ringgo harus menjadi milikku.


Setelah membaca aplikasi Facebook mereka, aku kemudian beralih ke aplikasi what's up. Aku tidak menemukan apapun untuk memperlancar aksiku, tapi hanya percakapan yang sukses membuat perasaanku hancur lebur Tak berbentuk.


"apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku berkata sendiri seraya berpikir keras mencari solusinya.

__ADS_1


Setelah diam sejenak, aku kemudian menuju kamar mencari sesuatu yang bisa aku jadikan petunjuk. Aku mengobrak-abrik ranjang, meja rias, lemari pakaian tetap tidak menemukan apa pun di sana. Aku duduk sejenak melepas lelah, jujur aku sangat lelah hari ini.


Aku merasa sangat lelah bukan saja secara lahir, batinku terasa lebih lelah lagi. Aku merasa tenagaku hilang tanpa tersisa, yang tersisa hanyalah tekad untuk memiliki semua harta mas Ringgo yang dia dapatkan selama bersamaku. Aku merasa semua itu adalah milikku, jadi akulah yang pantas menikmatinya bukan perempuan kadal itu.


"kemana lagi aku harus mencari petunjuk yang dapat memudahkan jalanku" aku berkata seraya terus memindai kamar tidur, aku harus segera menemukannya sebelum mas Ringgo pulang. Diujung pencarian tanpa sengaja, aku melihat ke atas lemari ada setumpuk kertas di atas sana.


Aku mencari kursi untuk berpijak, berusaha menurunkan semua kertas itu. Aku membaca satu persatu apa yang tertulis, aku tidak mau melewatkan satupun. Tiba-tiba ditengah-tengah tumpukan, aku menemukan sebuah map berwarna kuning. Aku segera membuka map itu.


Aku melihat ada dua buah buku tabungan, segera aku periksa keduanya. Aku melihat saldo di buku tabungan yang pertama sebanyak tujuh puluh tiga juta, berarti ini buku tabungan dari kartu ATM yang uangnya berhasil aku kuras semalam. Kemudian, aku memeriksa buku tabungan yang kedua berarti ini buku tabungan dari kartu ATM yang belum berhasil aku akses karena aku tidak mengetahui PINnya.


"subhanallah, ya Allah, astagfirullah" aku mengucap tak karu-karuan. Terus terang, aku merasa sangat terkejut melihat semua angka dan jumlah yang tertera di sana. Aku tidak percaya apa yang aku lihat, disana tertera sejumlah angka yang sangat besar jumlahnya.


"lima ratus dua puluh juta rupiah" Aku membaca angka yang tertulis disana dengan suara yang cukup kerasa. Aku tidak percaya dengan apa yang barusan aku lihat, beberapa kali aku membacanya tetap sama. Aku sampai menghitung nol di belakang lima puluh dua tersebut, sampai berapa kali pun aku hitung angka nol yang tertera tetap tujuh buah.


Aku terpana membaca saldo yang ada di tabungan mas Ringgo yang satu ini, berarti yang Aku curi semalam hanyalah sebagian kecilnya saja. Mas Ringgo masih memiliki sebagian besar uangnya, aku harus mendapatkannya.


Aku terus mencari sesuatu di buku tabungan tersebut, tapi tidak menemukan apa-apa. Ketika hendak menutup buku rekening, aku melihat sederet angka di cover yang ditulis menggunakan tinta yang hampir sama dengan warna buku tabungan tersebut


"angka apakah ini...? aku bertanya di dalam hati, seraya memperhatikan dengan seksama.

__ADS_1


__ADS_2