SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 16:Aku Akan Belajar Mandiri


__ADS_3

'aku harus mengetahui semuanya, sebelum mas ringgo pulang.' Aku berkata dalam hati, seraya kembali menelusuri akun Facebook Ratu. Aku harus mengetahui semua hal mengenai Ratu, tidak ingin membuang waktuku lagi.


'Ratu kamu harus membayar semua perlakuan kamu kepadaku. Aku pastikan kamu akan sakitnya pembalasanku, akan membuat kamu menyesal' aku kembali mengomel dalam hati, kesal sekali aku kepada perempuan brengsek itu.


Aku selama ini tidak pernah bermusuhan dengan orang lain, tapi kali ini aku tidak mau membiarkan wanita gatal ini begitu saja. Dia harus merasakan pembalasan dariku.


'dasar ulat bulu kalian berdua, sama-sama gatal' aku mengumpat dalam hati. Aku merasa heran dengan mereka berdua, sama-sama sudah punya pasangan tetap saja main gila.


'dasar manusia tidak tahu adat, hidup hanya mencari kesenangan sendiri tanpa mau memikirkan perasaan pasangan masing-masing. Kalian berdua memang manusia hina.' aku semakin mengumpat di dalam hati, semakin memikirkan mereka membuatku semakin sakit hati.


Aku merasa cukup membuka lini masanya Ratu, segala informasi tentangnya telah aku ketahui. Sekarang aku beralih kepada percakapan mereka di facebook. Di sini, aku makin sakit hati.


Aku mendapati percakapan mereka dengan nada mesra, malahan ada beberapa percakapan mereka yang tidak pantas menurutku. Aku membaca percakapan-percakapan jorok antara mereka.


"mas kamu benar-benar memalukan, tidak malu kamu berkata begitu kepada istri orang. Mas Ringgo beginilah kamu yang sebenarnya, menjijikkan!' aku berkata dalam hati, tidak menduga kelakuan mas Ringgo begitu rendahnya.


'ini lagi perempuan, kurang waras alias gila. Tidak malu memamerkan tubuhnya kepada suami orang. Apa sudah tidak punya malu dia? tanyaku sendiri, heran kenapa ada perempuan yang seperti itu.


Aku terus membaca percakapan-percakapan mereka walaupun hatiku sekarang terasa panas membacanya. Sudah kepalang tanggung, aku tidak bisa mundur lagi


Aku geleng-geleng kepala membaca beberapa percakapan mereka, tak percaya mereka minta saling dipuaskan. Ratu bahkan membuat pesan yang lebih berani kepada mas Ringgo.


'{mas aku lagi te*******Ng ni, kamu mau gak mau menemaniku malam ini}' begitulah isi pesannya.


'{maulah sayang, kenapa tidak}' aku membaca balasan pesan yang dikirim mas Ringgo untuk Ratu.

__ADS_1


'{sayang kita tukaran foto yuk, kamu kirim foto kamu, nanti aku juga akan kirim foto aku}' balas ratu lagi.


{iya sayang, segera aku kirimkan foto aku kepadamu} balas mas Ringgo lagi.


Sampai disitu, aku sudah mulai muak membaca percakapan mereka. Mereka benar telah melampaui batas, mas Ringgo telah


menghinakan dirinya sendiri. Dia telah menempatkan harga dirinya serendah-rendahnya.


Aku kembali membaca dan melihat pesan dan percakapan mereka. Aku terkejut luar biasa, mulutku sampai ternganga melihat semuanya. Aku menyaksikan foto Ratu tanpa memakai sehelai benangpun, jangankan baju pakaian dalam tidak melekat ditubuhnya. Aku menyaksikan merasa jijik, mau muntah rasanya melihat.


'mas Ringgo, wanita berakhlak seperti inikah yang kamu cari? aku benar-benar tidak mengerti dengan dirimu sekarang, kamu menyukai wanita liar seperti itu' aku bergumam sambil geleng-geleng kepala.


Sesaat kemudian, aku melihat dan menyaksikan foto mas Ringgo tak kalah berani. Mas Ringgo berpenampilan sama seperti perempuan itu, dia berfoto tanpa mengenakan sehelai benangpun.


Aku melihat banyak sekali foto-foto panas mereka dengan berbagai macam gaya. Hilang sudah rasa hormatku, aku merasa sudah tidak mau didekati mas Ringgo lagi. Aku merasa perasaan jijik makin tertanam di hatiku.


'apakah kamu masih pantas aku pertahankan mas? Kamu benar-benar tidak mempunyai harga diri, aku tidak menginginkan kamu lagi' aku berkata sendiri dengan tatapan nanar menatap layar ponselku.


Mendadak kepalaku sakit, aku sudah tidak mampu membaca percakapan antara mereka. Aku merasa tidak perlu meneruskan membacanya lagi, sudah cukup aku mengetahuinya.


Aku tidak percaya dengan apa yang telah aku baca dan saksikan. Aku tidak menyangka mas Ringgo sanggup melakukan semua ini.


Dalam sekejap, aku merasa surgaku telah lenyap. Mas Ringgo bukanlah malaikat penyelamatku melainkan iblis bertubuh manusia, setidaknya itulah yang aku rasakan saat ini. Aku sekarang merasa surgaku telah direnggut paksa dariku.


'baiklah mas kalau ini yang kamu inginkan, aku akan menuruti mau kamu. Kamu pasti ingin hidup bersama wanita itu, maka aku akan melepaskan kamu untuknya. Tapi sebelumnya, aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku' aku berkata sendiri seraya bangkit dari sofa.

__ADS_1


Aku merasa tidak perlu lagi aku membuka What's up mereka. Aku sudah bisa menebak paling isinya tidak jauh-jauh dari apa yang barusan aku baca. Aku sudah terlanjur kecewa, sekarang yang tersisa hanyalah rasa sakit hati.


Aku merasa heran, sekarang rasa sayangku terhadap mas Ringgo seakan memudar. Setelah membaca semua itu, aku sudah tidak menangis lagi. Aku merasa air mataku terlalu berharga untuk menangisi manusia hina seperti mas Ringgo.


Aku beranjak dari sofa tempat aku duduk tadi, kemudian menuju kamar tidur. Aku bercermin memandangi tubuh dan wajahku. Aku melihat wajahku tidak kalah menarik dengan wanita di foto tadi. Aku bahkan kelihatan jauh lebih muda darinya.


Aku terus memandangi pantulan tubuhku yang ada di dalam cermin. Aku merasa kasihan kepada diriku sendiri, miris sekali nasibku.


Aku merasa lelah terus memandang pantulan diriku di dalam cermin, kemudian aku duduk di tepian ranjang. Aku coba menenangkan pikiran yang sedang berkecamuk.


Setelah lama duduk termenung, aku merebahkan diri. Aku lelah memikirkan semua ini, tapi aku juga tak ingin menumpahkan air mataku.


Mulai sekarang, aku harus belajar mandiri tak akan bergantung lagi kepada mas Ringgo. Aku merasa mas Ringgo tidak bisa lagi aku jadikan sandaran hidup. Aku akan berpijak diatas kakiku sendiri, itulah keputusanku.


Aku mulai berfikir bagaimana caranya aku mendapatkan uang untuk membuka usaha. Andai, aku meminta pada mas ringgo sepertinya mas Ringgo tidak akan memberikannya aku yakin itu.


'bagaimana aku bisa mendapatkan modal. Tanpa modal, aku mustahil bisa membuka usaha.' aku mulai berpikir keras.


Lama berpikir, aku akhirnya mulai menemukan solusi dari masalahku. Aku akan mendapatkan uang itu dari mas Ringgo, kalau tidak mungkin dengan meminta maka aku akan mengambilnya secara diam-diam.


Aku akan mengambil uang yang ada di ATM mas Ringgo. Aku teringat kalau aku mengetahui pin ATM mas Ringgo, itu akan memberikan kemudahan bagiku untuk mendapatkan uang mas Ringgo.


Aku akan mengambil kartu ATM mas Ringgo nanti malam, setelah mas Ringgo tidur. Aku akan kembali beraksi seperti malam kemaren dengan memberikan obat tidur kepada mas Ringgo.


Aku sekarang sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi nanti. Aku harus segera mendapatkan uang untuk memulai usahaku.

__ADS_1


__ADS_2