SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 57: Mas Aldo Menceraikan Aku, mas


__ADS_3

"silahkan baca, mas." Aku berkata seraya menyerahkan amplop yang aku terima dari pengadilan agama. Aku memberikan amplop itu tepat langsung ke telapak tangan mas Ringgo.


"apa ini dek?" mas Ringgo bertanya, dia tampak heran menerima surat yang aku berikan kepadanya.


"kejutan untukmu, mas. Silahkan baca sendiri, kamu akan mengetahui isinya." Aku berkata, mas Ringgo membuka amplop surat yang aku berikan kepadanya.


"dek, apakah arti semua ini? Kamu serius ingin bercerai dariku? mas Ringgo berkata, matanya membesar ketika membaca surat yang ada di tangannya.


"itu kejutan untukmu, mas. Bukankah itu yang kamu ingin selama ini? Semoga, kamu bahagia sekarang kamu bebas menikahi Ratu ular, kekasihmu itu" Aku berucap seraya tersenyum sinis padanya. Dia memandang ke arahku, aku tidak peduli dengan perubahan ekspresi yang dia tunjukkan sekarang.


"Kamu tidak bisa melakukan ini, mas tidak akan menceraikan kamu "


"kenapa tidak bisa mas? Kamu saja boleh selingkuh dengan istri orang, aku tentu boleh menggugat cerai terhadapmu." Aku berkata tanpa mempedulikan perasaannya, selama ini dia juga tidak pernah memikirkan perasaanku.


"kamu tidak boleh meninggalkanku, aku masih ingin bersamamu. Aku masih mencintaimu, aku janji aku akan membahagiakanmu." Mas Ringgo berkata, aku tidak lagi terpengaruh dengan kata-katanya sekarang.


Apapun yang terjadi, aku akan tetap menggugat cerai mas Ringgo. Aku sudah muak dengan perlakuannya kepadaku. Aku merasa lebih baik dia segera pergi dari hidupku.


"sudah terlambat mas, aku sudah tidak menginginkan semua itu darimu. untuk apa mempertahankan hubungan ini, sedangkan kamu selalu menyakiti hatiku.


"mohon Urungkan dan batalkan niatmu untuk bercerai, dek. Mas tidak menginginkan perceraian antara kita."


"tapi, aku sangat menginginkannya mas. Aku berharap kamu menerima keputusanku, kalau kamu tidak menyetujui aku akan tetap pendirian ku ingin segera bercerai darimu."


"dek, mas mohon...


"sudahlah mas, sebaiknya kamu berhenti bicara. Aku sudah tidak menginginkanmu, Titik tanpa koma." Aku memotong kata-kata mas Ringgo, sudah muak mendengar celotehan tidak berarti dari mulutnya.


Aku sudah tidak ingin membahas apapun dengan mas Ringgo, dia sekarang harus mau menerima keputusanku. Dulu, aku sudah banyak memberi kesempatan padanya untuk berubah tapi dia tidak pernah menggunakan kesempatan itu.

__ADS_1


"kamu mau kemana, dek? mas Roland bertanya, ketika melihatku hendak pergi.


"perutku lapar, aku akan mencari makan diluar. Aku berucap, segera berlalu dari hadapannya.


"Apa kamu tidak memasak hari ini, dek?"


"suruh saja wanita sialan itu masak untukmu, bukankah kamu juga memberi nafkah kepadanya?"


"apa maksudmu dek? Mas tidak mengerti sama sekali. Mas Ringgo berkata dia, terlihat mengernyitkan dahi. Aku tersenyum sinis kepadanya, melihat ekspresi wajahnya itu sakit sekali hatiku.


"kamu pandai sekali berbohong mas, tapi aku sudah mengetahui semuanya. Kamu tidak usah berpura-pura lagi di hadapanku, sebaiknya kamu jujur saja."


"mas benar-benar tidak mengerti, dek. Apa maksud kamu?" mas Ringgo benar-benar pembohong ulung, masih saja bersandiwara di hadapanku.


Aku semakin muak dan bosan melihat muka, sifatnya tidak pernah berubah. Aku merasa sifat pembohong mas ringgo tidak akan bisa hilang sama sekali, sepertinya sudah mendarah daging.


"mas, aku sudah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Sebaiknya kamu jujur saja kepadaku. Beberapa hari yang lalu, kamu memberikan Ratu uang sebanyak sepuluh juta untuk membeli tas mahal. Bukankah benar begitu, mas?"


"jangan berbohong lagi, mas, Aku sudah bosan kamu bohongi terus. Sebaiknya, kamu tidak usah mengelak lagi. Aku punya mempunyai buktinya, coba kamu lihat ini."


Aku memperlihatkan bukti percakapan antara dia dan Ratu. Mas Ringgo ternganga melihat bukti yang aku perlihatkan kepadanya. Dia mungkin tidak menyangka, kalau aku mempunyai bukti.


"bagaimana mas, kamu masih mau berbohong padaku. Pantas saja, kamu selalu melarang aku membuka ponselmu. Ternyata, kamu menyimpan banyak sekali kebohongan dariku. Sekarang dalih dan kebohongan apalagi yang akan kamu katakan kepadaku, mas?"


"dari mana kamu mendapatkan semua itu, dek?"


"jangan bertanya lagi lagi mas, aku muak mendengar alasanmu. Sebaiknya, kamu meminta wanita sialan itu masak untukmu. mulai sekarang, aku tidak punya kewajiban lagi untuk melayani segala kebutuhanmu."


Mas Ringgo terdiam mendengar ucapan yang keluar dari bibirku, dia tidak bisa mengelak lagi sekarang. Aku segera berlalu hendak mencari makan, perutku sudah benar-benar lapar. Aku merasa tidak peduli pada mas Ringgo, selama ini dia juga tidak peduli dengan kebutuhanku.

__ADS_1


"astaga, ngapain kamu disini?" aku terkejut ketika membuka pintu, ternyata si Ratu ular berdiri di pintu.


"ma-maaf mbak, bisakah saya bertemu mas Ringgo? dia bertanya, terlihat dia ragu-ragu.


"untuk apa kamu mencarinya? kamu mau menguras uangnya lagi atau mau minta ditiduri olehnya lagi?" Aku merasa benci sekali melihatnya, dia begitu hina di mataku.


"aku ingin bertemu dengannya, apa dia ada mbak?"


"ada dia lagi istirahat, laki-laki bodoh pujaan hatimu itu sedang terkapar setelah di hajar oleh suamimu kemaren. kamu sekarang pasti merasa puaskan? sekarang, kamu telah berhasil menghancurkan rumah tanggaku." Aku berkata pada wanita kurang ajar itu, aku semakin membencinya sekarang.


"maafkan mbak, aku mencintai mas Ringgo ...


"kamu itu cantik Ratu, tapi kelakuanmu itu tidak lebih baik dari kelakuan binatang. Kamu merusak rumah tanggaku sedangkan kamu masih memiliki suami. Dasar wanita tidak tahu malu, seharusnya kamu tidak datang ke sini."


Aku tidak habis pikir, kenapa ada wanita yang tidak punya harga diri seperti Ratu. Dia tidak malu datang ke rumahku, setelah kemaren dihajar oleh mas Aldo.


Ratu hanya diam, dia tertunduk mendengar hinaan dariku. Aku hanya menggelengkan kepala melihat dia begitu, sebaiknya aku mengizinkan dia bertemu dengan mas Ringgo.


"mbak mohon izinkan saya bertemu dengan mas Ringgo."


silahkan saja, aku juga tidak mau menghalangi kamu. Memang orang jahat itu pasangan orang jahat pula, silahkan kamu ambil dia. Aku juga tidak membutuhkan dia lagi"


"terima kasih mbak." Ratu ular berterima kasih kepadaku, ternyata dia benar-benar tidak punya otak sama sekali. Aku benar-benar heran, kok ada ya manusia seperti wanita ular tak tahu malu ini.


Aku membiarkan dia masuk, aku mau melihat apa yang akan dia lakukan. Terus terang, aku penasaran ingin rasanya mengetahui untuk apa Ratu menemui mas Ringgo.


Aku mengurungkan niatku hendak mencari makan di luar, aku ingin melihat dan mendengar apa yang akan di bicarakan oleh Ratu kepada mas Ringgo


"Ratu, ngapain kamu ke sini?" Mas Ringgo berkata, dia terkejut melihat kedatangan Ratu. Aku merasa kejadian besar akan terjadi, mas Ringgo menatap bingung ke arahku.

__ADS_1


"mas Aldo menceraikan aku, mas. Dia mengusirku dari rumah. Aku tidak tahu harus tinggal di mana sekarang. Aku berharap kamu mau menolongku, mas."


__ADS_2