
"Mas Aldo, maafkan aku. Aku tidak sengaja melakukannya karena tidak punya pilihan lain untuk menghentikan kamu." Aku berkata seraya melepaskan pelukanku dari tubuhnya, mukaku memanas menahan malu.
Mas Aldo membalikkan tubuhnya ke arahku, dia menoleh dan menatapku dengan tatapan penuh arti. Aku sadar telah melakukan kesalahan, telah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh aku dilakukan.
Mas Aldo terlihat tersenyum ke arahku, aku memandangnya dengan air mata yang masih membasahi pipi. Aku kemudian mundur beberapa langkah hingga tubuhku membentur ranjang lain. Untung saja kamar ini tidak ada pasien lain selain Ratu sehingga tidak ada yang menyaksikan apa yang baru saja terjadi.
"dek terima kasih telah menghentikan aku, tidak tahu apa jadinya kalau kamu tidak di sini." mas Aldo berkata disisa-sisa amarahnya. Aku lega akhirnya mas Aldo bisa aku dihentikan, aku melihat dia mulai sedikit tenang.
Aku kemudian mengalihkan pandangan ke arah Ratu, dia terlihat kesakitan. Ratu memegangi lehernya yang tadi cengkram mas Aldo, terlihat warna merah melingkar di lehernya. Aku lega sekaligus merasa kasihan kepadanya, dia sekarang telah menerima balasannya.
"mas aldo aku harap jangan melakukan hal seperti tadi lagi, kamu akan menyesal nantinya. Aku merasa pasti ada cara yang lebih baik dan lebih tepat untuk menyelesaikan masalah ini." aku berkata di sisa-sisa tangis yang masih menaungi hatiku, tubuhku masih gemetaran.
"tapi aku sudah tidak tahu bagaimana lagi, harus aku apakan wanita hina ini. dia telah melukai hati dan harga diriku. Sekarang? aku merasa dia tidak lebih berharga dari pada sampah." mas Aldo berkata dengan kebencian yang masih terlihat nyata dari kata-katanya, ternyata dia telah berada batas kesabarannya.
"aku tahu mas semua itu berat bagimu, apalagi bagiku. Aku merasa sekarang hidupku dan rumah tanggaku hancur oleh perbuatannya. Dia telah merenggut surgaku yang telah aku perjuangkan dan pertahankan selama ini. Tapi, kita tidak boleh berbuat melebihi batasan." Aku berkata seraya memberikan nasehat kepadanya, semoga saja dia bisa mendengarkan apa yang aku katakan kepadanya.
Aku mengerti betul bagaimana watak dan kepribadian mas Aldo, karena aku pernah menjadi kekasihnya. Dia bukan tipe orang yang bisa maafkan kesalahan orang kepadanya begitu saja.
Aku yakin dia belum maafkan segala kesalahan Ratu, tapi setidaknya dia berhenti menyakiti Ratu secara fisik untuk saat ini. Aku sudah menyaksikan sendiri bagaimana Aldo memukuli Ratu, aku tidak kuat melihatnya.
__ADS_1
"maafkan dek, aku selama ini tidak mampu mencegah semua ini terjadi. Aku merasa sangat bersalah kepadamu. Seharusnya, aku bisa mencegah semua ini terjadi, tapi wanita hina ini terlalu pintar menutupi perbuatannya sehingga aku tidak bisa melihat betapa kurang ajarnya dia." mas Aldo berkata sekarang dia terlihat lebih tenang, dia sudah bisa mengendalikan emosinya.
Aku terdiam sejenak, membuang sisa-sisa rasa takutku. Mas Aldo memandang kepadaku dengan tatapan yang sulit aku artikan, entah apa yang dia rasakan saat ini aku tidak mengerti.
"mas Aldo sebaiknya aku keluar dulu, aku ingin menenangkan diri. Aku .merasa shock sampai tubuhku gemetaran melihat kamu memukuli Ratu tadi" Aku pamit kepada mas Aldo, tubuh masih gemetaran. Aku merasa sudah tidak sanggup lagi menyaksikan apa yang akan terjadi.
"baiklah dek, kamu keluarlah terlebih dahulu sebentar lagi aku menyusul. Mas Aldo berkata, bicara sesuatu pada Ratu. Aku segera melangkah keluar meninggalkan mereka, aku sudah tak kuat lagi.
Sesampai di luar, aku berhenti sejenak mengamati keadaan sekitar.Aku berusaha mencari bangku yang masih kosong, ingin rasanya duduk sebentar untuk menenangkan diri.Terus terang, aku merasa tubuhku lemah tak bertenaga, sekujur tubuhku masih gemetaran.
Tidak lama kemudian, aku melihat mas Aldo keluar ruangan rawat tempat Ratu dirawat.Aku melihat dia menoleh kiri kanan, mungkin saja dia ingin mencari dimana aku. Ternyata benar, setelah dia melihatku, dia bergegas mendekat kemudian duduk di sebelahku.
Pada saat, aku baru mengetahui mas Ringgo dan Ratu selingkuh aku merasa kiamat telah datang padaku. Segala kedamaian dan kebahagiaan yang aku rasakan lenyap seketika.
Aku merasa mereka merenggut surga yang di bangun dengan penuh pengorbanan.
"aku mengetahuinya beberapa hari yang lalu, setelah aku selidiki ternyata mereka telah berhubungan sejak setahun belakangan. Kamu tahu mas, aku juga merasa sangat terluka pada waktu itu. Hidupku hancur untuk kedua kalinya, terlebih lagi ketika mengetahui yang selingkuh dengan suamiku adalah Ratu. Setelah aku selidiki ternyata Ratu, wanita yang pernah merebut cinta dan dirimu dariku itu terasa sangat menyakitkan." Aku berkata tak terasa air mataku mengalir mengenang nasib Malang yang menimpa kehidupanku.
Mas Aldo memandang ke arahku, dia memandang dengan tatapan sendu. Aku bisa melihat dia seakan ikut merasakan kesedihan yang menghimpit hatiku.
__ADS_1
Aku berhenti sejenak, seketika bayangan ketika aku mengetahui perselingkuhan Ratu dan mas Ringgo kembali hadir dalam ingatanku. Aku menangis tidak tahan mengingat semua itu, hatiku terasa hancur dan sangat terluka.
Seketika mas Aldo memeluk erat tubuhku, aku menangis dalam pelukannya. Aku tidak tahan menahan perihnya luka yang menyayat hatiku, aku menumpahkan tangis kesedihanku di dadanya.
Aku merasa butuh seseorang yang dapat aku jadikan tempat menyandarkan segala kesedihan yang menghimpit beban berat di dalam hatiku. Aku tidak peduli orang-orang sekitarku memperhatikan kami berdua, aku membenamkan wajahku di dadanya.
Setelah beberapa lama menangis, aku merasa kesedihanku sedikit berkurang. Aku menghirup napas panjang, perlahan-lahan aku mulai merasa lega. Aku sedikit merenggangkan tubuhku dari pelukan mas Aldo.
Dari kejauhan , Aku seperti melihat bayangan mas Ringgo yang menatapku dari kejauhan. Aku kemudian menghapus air mata yang menghalangi pandanganku, ternyata benar orang yang memperhatikan kami adalah mas Ringgo.
Aku yang tadinya telah merenggangkan tubuhku dari pelukan mas Aldo, kembali merapatkan tubuhku ke tubuhnya sekarang bukan mas Aldo yang memelukku tapi akulah yang melakukannya. Mas Aldo mungkin merasa heran dengan yang aku lakukan tapi aku tidak peduli aku teru memeluknya.
kemudian aku kembali merenggangkan tubuhku, aku melihat mas Ringgo masih berdiri di sana. Aku melepaskan pelukan dari tubuh mas Aldo, kemudian melayangkan senyuman manis ke arahnya. Entah apa yang dipikirkan, mas Aldo, diapun balas tersenyum kepadaku.
"mas Aldo maafkan aku, aku telah membasahi bajumu dengan air mataku." Aku berkata seraya tersenyum kearah mas Aldo, dia tersenyum kemudian menghapus lembut air mataku.
"tidak apa-apa dek, aku mengerti apa yang kamu rasakan." mas Aldo berkata, sebenarnya aku merasa malu karena telah memeluknya Aku melihat dengan sudut mataku, ternyata mas Ringgo masih berdiri di sana. Aku kemudian menggenggam tangan mas Ringgo dan nekad menciumnya.
"dek, apa yang kamu lakukan? mas Aldo terperanjat kaget melihat apa yang aku lakukan. Aku tersenyum melihat tingkahnya, dia mungkin tidak percaya melihat aku melakukan hal itu.
__ADS_1