SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 48: Awas, Sebentar Lagi Gunung Berapi Akan Meledak


__ADS_3

"apa maksudmu Rianti?" mas Aldo berkata, tampak ekspresi terkejut terpancar dari wajahnya. Aku menyadari dan mengerti satu hal, ternyata dia benar-benar tidak mengetahui kelakuan istrinya selama ini. Aku bisa melihat dia sangat terkejut mendengar kata-kataku.


"apakah kamu benar-benar tidak mengetahui kalau istrimu selama ini selingkuh dengan suamiku?" Aku kembali bertanya kepada mas Aldo, hanya ingin mengetahui benar apa yang kuduga.


"Rianti, kamu jangan mengada-ngada aku tidak yakin Ratu tega melakukan itu padaku. Aku tahu dia sangat mencintaiku selama ini, jadi dia tidak mungkin melakukan semua yang kamu tuduhkan tadi." mas Aldo mencoba mengingkari apa yang aku katakan, dia seakan tidak percaya. Sekarang aku menjadi kasihan kepadanya dia telah di bohongi mentah-mentah oleh wanita kurang ajar itu.


"apa yang aku katakan itu benar mas Aldo, tidak ada kebohongan dari setiap kata-kataku. Aku yakin kamu pasti sangat mengenalku, aku tidak suka sama sekali yang namanya bohong." Aku berkata mencoba meyakinkan mas Aldo, dia kelihatan mulai memperhatikan ucapan yang keluar dari mulutku.


"kamu harus memberi bukti atas apa yang kamu ucapkan, kalau tidak bagaimana aku bisa percaya kata-kata?" mas Aldo bertanya, rupanya dia meminta bukti atas apa yang aku ucapkan. Aku tersenyum sinis, aku merasa sebentar lagi aku mendapatkan apa yang aku inginkan.


"kalau aku bisa membuktikan apa yang aku katakan itu benar, aku minta kamu melakukan sesuatu untukku. Aku merasa sekarang hanya kamu yang bisa melakukan hal itu." Aku berkata seraya mengajukan permintaan kepada mas Aldo, aku merasa dia pasti memenuhi permintaanku.


"baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu asalkan kamu bisa menunjukkan bukti yang benar-benar bisa membuktikan kalau Ratu selingkuh. kalau tidak bisa, aku tidak akan membantumu." kata mas Aldo menyanggupi permintaanku, aku merasa dia masih seperti dulu.


"aku akan membuktikan kata-kataku, tapi sebelumnya kamu harus berjanji akan memenuhi segala keinginanku setelah aku menunjukkan bukti-buktinya kepadaku. ingat, aku tidak pernah menerima penolakan." Aku berkata seraya tersenyum sinis, kata-kata itu mengingatkanku pada masa lalu. Kami sering mengucapkan kata-kata itu kalau janjian ketemu, ha ha kok aku jadi ingat masa lalu.


"baiklah aku akan memenuhinya, cepat katakan apa keinginanmu?" mas Aldo bertanya, aku senang sekali mendengarnya.

__ADS_1


"setelah bukti kuberikan, aku ingin mas Aldo memaksa Ratu untuk membatalkan laporannya di kepolisian. Aku tidak mau berurusan dengan hukum, walau aku yakin bisa bebas dari hukuman tanpa bantuan kamu." Aku berkata kepada mas Aldo, seraya menatap ke arah Ratu.


Aku melihat wajah Ratu menjadi pucat pasi, dia kelihatan takut sekali. Sebenarnya, aku kasihan melihat dia seperti itu, tapi dia tidak memberikan pilihan lain kepadaku. Andaikan, dia tidak menolak tawaranku tadi mungkin perkara ini mas aldo tidak perlu mengetahuinya.


"baiklah." mas Aldo berkata singkat, sepertinya dia makin penasaran. Aku mengambil ponselku seraya tersenyum ke arahnya.


"baiklah mas, aku akan menunjukan buktinya kepadamu siap-siap mengetahui siapa istrimu yang sebenarnya. Kamu pasti menyesal terlalu mempercayai Ratu setelah melihat bukti ini." Aku berkata seraya membuka ponselku, aku mencari dan membuka galeri di mana aku menyimpan foto dan Vidio syur Ratu.


Aku kembali memandang dan tersenyum kepada mas Aldo, sekilas tergambar raut penasaran di wajahnya. dia memandang tajam ke arahku, aku makin percaya diri menunjukkan bukti perselingkuhan Ratu dengan mas Ringgo suamiku.


"sebaiknya kamu duduk menyaksikannya, aku takutnya nanti kamu pingsan melihatnya." Aku berkata seraya menyerahkan ponselku kepadanya, aku memperlihatkan foto-foto syur Ratu yang tersimpan di layar ponselku.


"Ratu apa-apaan ini, apa kamu sudah tak waras? " mas Aldo berkata seraya berteriak mandang ke arah Ratu yang terlihat ketakutan. Aku melihat tubuh Ratu gemetaran, wajahnya terlihat semakin pucat.


Aku sudah menduga mas Aldo akan marah besar kepada Ratu setelah dia mengetahui perbuatan istrinya. Awalnya, aku tidak mau melibatkannya dalam Masalah ini karena dia pasti akan kalap setelah mengetahui hal ini.


Tapi, aku tidak punya cara lain selain melibatkannya.

__ADS_1


"kamu jangan percaya padanya mas, dia itu pembohong. Dia bisa saja berbohong memanfaatkan kamu, memaksa aku membatalkan semua laporan yang aku ajukan di kepolisian mas." Ratu berkata, dia mencoba mempengaruhi mas Aldo.


Tapi sekarang, aku pastikan dia tidak bisa lagi berkilah lagi dia sudah tertangkap basah. Aku akan membuat dia terdiam kali ini karena aku mempunyai bukti yang lain selain foto-foto itu.


"benar juga, aku tidak bisa percaya begitu saja. siapa tahu kamu sekarang sedang memfitnah Ratu karena ingin lepas dari jeratan hukum." mas Aldo kembali berkata dia seakan-akan terpengaruh oleh kata-kata Ratu. Mendengar mas Aldo berkata begitu aku mendadak merasa kesal kepadanya.


"kamu bodoh, apa pura-pura bodoh sih mas. Coba kamu pikir, apa untungnya aku memfitnah istrimu? Lagi pula, apa kamu tidak mikir kenapa dia sampai dirawat di rumah sakit, apa kamu tidak bertanya kepadanya?" Aku membordir mas Aldo dengan sederetan pertanyaan, dia terdiam sejenak mendengarkan pertanyaan yang baru saja aku lontarkan kepadanya


"satu lagi mas. Apa kamu tidak menanyakan kepadanya, kenapa aku dan dia sampai terlibat pertengkaran yang ujungnya dia melaporkan aku ke polisi?" Aku bertanya kepada mas Aldo, dia terlihat tersentak mendengar pertanyaan dariku. Mungkin, dia baru menyadari telah melewatkan sesuatu sehingga lupa akan hal itu.


Sejenak, dia memandang ke arah Ratu yang terlihat semakin ketakutan. Aku tersenyum melihat dia, tadi dia begitu garang menantang kata-kataku hingga dia berani menolak tawaran dariku. Sekarang dia ketakutan setengah mati, dia diam tidak berkutik.


"baiklah mas, aku tidak menyangka kamu begitu bodoh sekarang. Kamu butuh waktu terlalu lama untuk menemukan kebenaran yang sebenarnya sudah di depan matamu, sebenarnya kamu hanya perlu buka matamu lebar-lebar." Aku berkata sengaja untuk memanasi dan membuka hati mas Aldo agar dia bisa melihat dengan jelas kebenaran yang sesungguhnya telah terlihat dengan jelas.


"tapi dek....


"apakah masih kurang bukti dan faktanya? baiklah mas, aku akan memberikan bukti yang valid kepadamu. Kamu bisa melihat dengan gamblang betapa busuknya perilaku istri yang sangat kamu percayai itu." Aku berkata seraya kembali membuka ponselku.

__ADS_1


Aku mencari menu Vidio di ponselku dan membukanya, sekarang terlihat rekaman Vidio yang menyebabkan pertengkaran antara aku dan Ratu kemaren sehingga dia sekarang di rawat di rumah sakit. Aku kemudian memperlihatkan Vidio itu kepada mas Aldo.


"sekarang coba tonton Vidio ini, jangan bilang kalau aku merekayasa dan mengedit Vidio ini." aku berkata seraya menyerahkan ponselku kepadanya, mas Aldo sekarang terlihat sangar memendam amarah. Aku merasa sebentar lagi gunung berapi segera meledak, aku sendiri takut membayangkan betapa besar ledakan yang akan dia keluarkan.


__ADS_2