
"kenapa kamu datang sepagi ini?" aku bertanya seraya memandang heran melihat keberadaan mas disini.
"dek, bolehkah aku.....
Mas Ringgo menghentikan kata-katanya, dia terlihat bengong ketika melihat ke arahku. Aku tersenyum melihat mas Ringgo, dia mungkin heran melihat perubahan penampilanku.
"dek, kamu terlihat cantik sekali. Mas tidak menyangka kamu bisa secantik ini sekarang." mas Ringgo berkata, akhirnya dia memujiku juga tapi pujiannya tidak berarti apa-apa sekarang bagiku.
"jangan memujiku, aku tidak tertarik mendengarkan kata-kata manis dari mulut seorang pembohong."
"benar dek, mas tidak menyangka ternyata kamu lebih cantik dari pada Ratu." mas Ringgo memujiku, tapi aku tidak senang sama sekali mendengar pujiannya.
Aku malah semakin jengkel ketika melihatnya, masih berani datang ke rumahku. Sekarang kedatangannya tidak lagi membuatku senang, tapi aku malah merasa terganggu.
"sudahlah mas, jangan memujiku. sebaiknya, kamu cepat pergi dari sini. Aku tidak ingin mendapat masalah dengan Ratu, nanti dia menyangka aku yang meminta kamu datang kemari."
"apa maksudmu, dek? mas Ringgo memandang sendu ke arahku, matanya terlihat berkaca-kaca. Aku tidak akan terpengaruh lagi dengan sandiwaranya, dia tidak bisa lagi mempengaruhiku.
"kenapa masih bertanya mas? Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, aku berharap kamu tidak lagi datang ke sini. kamu jangan selalu menyusahkan ku, biarkan aku hidup dengan tenang mas."
"dek, mas tidak menyangka hubungan kita akan seperti ini. Jika waktu bisa di ulang, mas tidak akan pernah mendekati Ratu. Mas sangat menyesal dek."
"sudahlah mas, semua sudah berakhir bagiku. Aku sekarang tidak menginginkan kamu lagi, aku mohon tinggalkan rumahku sekarang juga."
"tapi dek, mas benar-benar minta maaf dek." mas ringgo berusaha meraih tanganku, tapi aku mengelak tak mau dipegangnya.
"untuk sekarang ini, aku belum bisa memaafkan kamu mas. sebaiknya mulai sekarang, kamu menjauhiku supaya aku bisa secepatnya move on darimu.
"apa tidak ada jalan untuk kita kembali bersama dek?"
"jangan pernah berpikir untuk kembali mas, aku sudah tidak bisa hidup denganmu. seharusnya kamu bahagia mas, kamu bisa menikahi wanita impianmu."
__ADS_1
"tapi dek....
"aku tidak mau lagi mendengar alasan apapun darimu, sebaiknya kamu menjauhiku mulai sekarang." Aku tak tahu lagi harus mengatakan apa, mas Ringgo makin membuatku muak.
"dek, apakah kamu sudah sarapan?" mas Ringgo bertanya, aku merasa heran mendengar dia mendadak peduli kepadaku sekarang
"kenapa bertanya begitu, apa kamu mau membelikan ku sarapan?
"bolehkah mas sarapan di sini? mas lapar sekali dek.
"ha ha, aku pikir kamu tadi mau membelikan makanan mas. Tak disangka kamu malah minta kepadaku. lucu ya mas, kamu nafkahi dan bahagiakan Ratu tapi malah minta makan kepadaku. Kenapa tidak minta saja kepada calon istrimu yang kamu puja-puja itu." Aku tidak bisa lagi menhan mulutku, mas Ringgo benar-benar menguji kesabaran ku.
"tapi, dia juga tidak mempunyai uang untuk membeli makanan sedangkan mas baru besok gajian." mas Ringgo berkata dengan nada pelan, wajahnya terlihat memelas sekali.
"calon istrimu itu punya banyak sumber uang mas, tidak mungkin dia tidak memiliki uang."
"maksud kamu apa dek? nyatanya, dia tidak punya uang sama sekali."
"aku mohon dek, tolonglah bantu mas sekali ini." mas Ringgo berkata kepadaku, dia begitu kelaparan. walaupun sakit hati, aku merasa tidak tega melihatnya kelaparan begitu.
"baiklah, kamu boleh sarapan disini mas. Setelah sarapan, kamu harus segera pergi dari rumahku."
"terima kasih, dek."
Aku membiarkan mas Ringgo sarapan pagi di rumahku kali ini, aku tidak mau terlalu lama berdebat dengannya. Aku menyadari mas Ringgo kelaparan dan tidak punya uang seperti ini karena ulahku.
Selagi menunggu mas Ringgo sarapan, aku membuka ponselku. Aku membuka aplikasi Facebook, ingin mengetahui promosi usaha loudry yang aku iklankan beberapa hari yang lalu.
Aku melihat ada beberapa tetanggaku yang merespon, tapi mereka meresponnya baru sekedar memberikan tanda jempol. Mereka belum ada yang memberikan komentar apa-apa, aku kemudian mempromosikan kembali usahaku.
Beberapa saat setelah di promosikan, aku melihat beberapa komentar. Aku membuka satu persatu komentar yang masuk, ternyata belum ada yang mau memakai jasa loundry yang aku tawarkan. Mereka masih sekedar bertanya-tanya, aku menjawab semua pertanyaan mereka tanpa terkecuali.
__ADS_1
"kamu sudah selesai makan mas?" aku bertanya setelah menutup kembali ponselku, mas Ringgo mengangguk pelan. Dia memandang seraya tersenyum kepadaku.
"kenapa kamu sekarang tidak tidak menemani mas makan dek? apa kamu memang sudah tidak peduli lagi kepada mas?"
"jangan bertanya lagi mas, kamu pasti sudah tahu jawabannya. Kamu sebaiknya segera pergi dari sini mas, aku tidak mau Ratu datang ke sini mencari kamu.
Mas Ringgo memandang ke arahku dengan tatapan sedih, aku melihat matanya berkaca-kaca. Tapi apa mau dikata, dia harus menerima semua perlakuanku karena semua ini buah dari perbuatannya.
"apa boleh mas meminjam uang dek,as bena-benar tidak punya uang untuk makan nanti."
"tidak ada mas, kamu minta saja pada calon istri yang cantik dan seksi itu. Aku tidak mempunyai uang, karena aku tidak bekerja selama ini.
Mas Ringgo terdiam mendengarkan kata-kataku, dia terlihat termenung sesaat. aku bisa merasakan mas Ringgo sedang gelisah sekarang, aku tahu pasti karena tidak memiliki uang.
"baiklah dek, kalau begitu mas pergi dulu."
"ya mas, sebaiknya kamu cepat pergi dari sini sebelu ratu datang mencari kamu."
Mas Ringgo segera berdiri, kemudian berlalu meninggalkanku. Aku memandang kepergian mas ringgo, ada perasaan pilu menjalar di hatiku.
'aku harus melupakan mas Ringgo, tak ada gunanya aku terus memikirkannya.' aku berkata dalam hati seraya mengusap wajahku.
Setelah diam sejenak, aku kemudian berdiri hendak kemar tidur. Aku merasa bingung tidak tahu apa yang akan dilakukan sekarang. Aku membaringkan tubuhku di ranjang, mencoba memejamkan mata.
"oh iya, aku sebaiknya mengeluarkan barang belanjaan yang aku simpan di kamar belakang." Aku teringat rahasia yang aku simpan di gudang, sudah saatnya aku mengeluarkannya.
Aku kemudian bangun menuju kamar belakang, tidak jadi tidur siang. Aku kemudian membuka kunci kamar dan mulai memindahkan satu persatu kardus yang menghimpit kardus, tempat aku menyimpan semua rahasiaku.
Ternyata lelah juga, aku kemudian istirahat sebentar. Setelah rasa lelahku sedikit berkurang, aku kembali melanjutkan mengeluarkan semua rahasia mewahku.
Aku kemudian kembali mengunci pintu gudang, karena aku hanya mengeluarkan semua barang. sedangkan uang, aku masih menyimpannya di sana. Kemudian, aku membawa semua ke kamar tidur dan meletakkannya di atas ranjang.
__ADS_1
'Aku akan memakai semua ini ke persidangan besok, kira-kira bagaimana tanggapan mas Ringgo dan Ratu melihat penampilanku nanti?" Aku bertanya dalam hati seraya tersenyum, membayangkan ekspresi wajah mas Ringgo melihat dan Ratu melihat penampilanku.