
"ya ampun, aku benar-benar ketiduran. Sekarang sudah jam berapa, aku belum memasak untuk makan makan siang" aku berteriak seraya meloncat dari tempat tidur.
Aku bergegas bangun seraya melihat jam dinding yang tergantung di dinding kamarku. Aku sangat terkejut, ternyata sekarang sudah jam sebelas. Celaka, mas Ringgo sebentar lagi pulang.
Aku bergegas mengambil handuk, segera menuju kamar mandi. Aku segera mandi dengan buru-buru sekali, takut kelamaan sebentar lagi makan siang. sebentar lagi, mas Ringgo akan pulang karena biasanya dia makan siang di rumah.
Setelah selesai, aku segera mengenakan pakaian. Aku memakai pakaian yang terbaik yang aku punya, tidak ingin lagi seperti dulu. Aku harus merubah penampilanku, aku harus terlihat cantik.
Kemudian, aku segera memakai sedikit riasan di wajah. Aku memakai riasan tipis saja kerena tidak ingin kelihatan terlalu mencolok dan menor.
Aku kemudian mengeringkan rambutku dengan handuk, kemudian menyisirnya supaya rapi. Aku sengaja membiarkan rambutku yang panjang tergerai karena ternyata belum kering sempurna.
sejenak, aku memandang penampilanku yang sekarang sudah rapi. Aku kaget sekaligus kagum dengan penampilanku sekarang. Walau cuma memakai kosmetik murah, aku ternyata cantik juga tidak kalah dengan penampilan mereka yang memakai kosmetik mahal.
'ternyata, aku lebih cantik dari wanita selingkuhan mas Ringgo kalau sudah dandan begini. Aku berdandan begini saja sudah cantik, apalagi kalau perawatan di salon pasti lebih menarik' aku bergumam dalam hati, memuji penampilanku sendiri.
Seharusnya, aku melakukan hal ini dari dulu sehingga tidak ada penyesalan seperti sekarang. Aku merasa tidak ada gunanya aku terlalu memikirkan keuangannya mas Ringgo, kalau sekarang begini kenyataannya.
Aku sekarang menyesal telah mengabaikan diriku sendiri. Seharusnya, aku lebih menyayangi dan memanjakan diriku. Aku berpikir untuk apa berkorban dan mengalah demikian rupa kalau akhirnya sekarang aku dikhianati.
'tapi yang berlalu biarlah berlalu, aku akan merubah pola pikirku selama ini dimasa yang akan datang' aku berkata pada diriku sendiri, sekedar menghibur hati yang semakin lama semakin terluka.
Puas memandangi penampilanku di depan cermin, aku segera beranjak menuju dapur menyiapkan makan siang untuk mas Ringgo.
Aku sekarang tidak akan lagi memikirkan apakah makanan itu sehat atau tidak untuk mas Ringgo. aku hanya memikirkan bagaimana caranya aku bisa cepat menyelesaikan masakan yang aku buat.
__ADS_1
'untuk apa aku terlalu memikirkan dirimu mas, kamu saja tidak memikirkan perasaanku. Maafkan mas, aku tidak pernah menyangka semua ini akan berlaku. Ini semua bukan inginku, kamulah penyebab semua ini.' aku terus berbicara dalam hati melampiaskan segala rasa sakit di dalam hatiku.
Tidak sampai sejam, aku telah menyelesaikan masakan yang buat. aku kemudian mencoba bagaimana rasanya, ternyata rasanya enak. Aku merasa senang sekali karena perasaan sakit hati dan kebencian yang sekarang mulai aku rasakan tidak mempengaruhi rasa masakan yang aku buat.
Aku segera menata makanan di atas meja. Aku merasa lega sekali, bisa selesai tepat waktu. Aku kemudian duduk melepas lelah dan mengambil nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan dengan ini pelan.
Lagi enak-enaknya istirahat, aku teringat aku belum membersihkan kamar. Aku tadi buru-buru karena harus segera menyiapkan makan siang untuk mas Ringgo.
Aku kemudian beranjak dari tempat duduk dan bergegas menuju kamar. Setiba di kamar, aku langsung membereskan semuanya. Setelah berapa lama, aku akhirnya menyelesaikan pekerjaanku.
Sebelum meninggalkan kamar, aku kembali memperhatikan penampilanku di depan cermin. Aku kembali menyisir rambutku yang sedikit kusut karena membersihkan kamar tadi. Tidak lupa, aku juga merapikan riasan Wajahku.
'sempurna, aku sekarang terlihat cantik. Aku tidak sabar melihat raut wajah mas Ringgo melihat perubahan penampilanku yang sekarang.' pujiku, memuji penampilanku yang terlihat berbeda dari dulu.
Merasa semuanya telah selesai, aku kemudian keluar kamar. Aku duduk di sofa menunggu mas Ringgo datang. Seraya menunggu aku kembali memikirkan semua yang telah terjadi.
Aku sangat menyadari tidak ada pemenang dalam perseteruan dalam sebuah keluarga. Tidak akan ada yang kalah dan tidak ada pula pemenangnya. Ibarat kata orang 'menang jadi bara kalah akan menjadi abu'. Aku sadar betul akan hal itu.
Tapi, aku juga manusia biasa yang merasa tersakiti apabila cinta suci dan kepercayaannya di khianati. Wanita mana yang sanggup menerima perselingkuhan yang dilakukan suami yang sangat di cintanya. Aku sangat yakin tidak akan ada yang sanggup menerima semua itu, termasuk aku.
'sekarang aku harus bagaimana dan apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menerima dan menyerah kalah? tanyaku kepada diriku sendiri.
Setelah lama berpikir, aku akhirnya memutuskan akan berjuang. Aku akan menjadi pemenangnya walau pada akhirnya harus jadi bara. Setidaknya, aku tidak akan hancur lebur menjadi abu.
'aku harus memenangkan permainan ini, tak peduli apa yang akan terjadi nanti.' aku terus bergumam dalam hati.
__ADS_1
Sekarang aku harus bersikap tenang, aku harus bisa berpura-pura tidak mengetahui semuanya. Aku merasa itulah yang terbaik yang harus aku lakukan saat ini. Aku akan bersikap seperti biasanya, tetap memberikan senyuman seolah-olah aku sedang merasa bahagia padahal di dalam hatiku tergores luka yang sangat menyakitiku.
'aku akan tetap memberikan senyuman kepadamu mas, kau tidak akan sadar senyumanku akan menghancurkan kamu mas' aku menyunggingkan senyum pahit tanpa sadar mengepalkan tangan. Aku telah memantapkan hatiku untuk memenangkan permainan ini.
Selagi asyik dengan pikiran,aku tersadar ketika mendengar deru suara mobil mas Ringgo memasuki pekarangan rumahku. Aku bersiap-siap menyambut kedatangan mas Ringgo.
Aku berusaha bersikap tenang dan rileks jangan sampai mas Ringgo merasa curiga. Aku harus bisa memberikan senyuman yang paling manis menyambut kedatangan mas Ringgo walau senyuman itu harus dipaksakan.
Tok! Tok! Tok!
"assalamualaikum, dek buka pintu mas sudah pulang" terdengar ketukan pintu dan ucapan salam mas Ringgo memintaku membukakan pintu
"iya mas, tunggu sebentar" jawabku bergegas ke depan membukakan pintu.
Aku tersenyum menyambut kedatangan mas Ringgo, tidak lupa aku mencium punggung tangannya dengan takzim. Aku melihat mas Ringgo tertegun memandang ke arahku. Mas Ringgo seakan terpesona dengan penampilanku saat ini.
"dek, ini kamu?" tanya mas Ringgo seakan tidak percaya akan penglihatannya.
"iya mas,ini aku rianti. kenapa sih mas, seakan kamu baru pertama kali melihatku? tanyaku balik bertanya, di dalam hati aku tertawa puas melihat ekspresi wajahnya
"kamu cantik dek" dia melontarkan pujian kepadaku. Aku tersenyum manis mendengar pujiannya.
"mas baru sadar ya kalau aku cantik" aku merajuk manja kearahnya.
'ini belum seberapa mas, aku akan kelihatan lebih cantik dari pada ini kalau nanti aku sudah perawatan. Kamu pasti akan ternganga melihat perubahan penampilanku.' Aku bergumam sambil tertawa di dalam hati.
__ADS_1
'Aku akan membuat kamu menyesal telah melakukan semua ini......'