SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 97: Aku Tidak Segan-segan Menghancurkanmu


__ADS_3

Pov. Roland


Entah mengapa maalam ini, aku merasa sangat ingin menjelejahi daerah itu. Aku dulu kehilangan adikku saat dia masih berumur dua tahun. Aku sangat menyesal karena tidak bisa menjga adikku hingga dia hilang dari pengawasanku.


Aku sudah mengecewakan mama yang menitipkan adik perempuanku satu-satunya padaku saat itu, beliau sakit-sakitan sejak Rianti terpisah dari kami. Aku sungguh menyesal, semenjak itu aku berusaha mencari keberadaan Rianti.


Semenjak kejadian itu, aku sudah berkali-kali bahkan sudah tidak terhitung banyaknya aku menyusuri jalan yang sama tapi tetap tidak menemukannya. Dia hilang bagai hilang ditelan bumi, tapi aku selalu berharap masih bisa bertemu dengan satu-satunya saudara perempuanku itu.


Malam ini, aku kembali melakukannya, menyusuri jalan yang sama berharap keajaiban itu masih ada. Aku tidak peduli andai harus melakukannya seumur hidupku, aku akan tetap berusaha mencarinya.


Aku terus meluncur dengan motor, menyusuri jalanan, tiba tiba aku melihat seorang perempuan berdiri di tepi jalan. Dia terlihat sendirian, entah apa yang dilakukannya malam-malam begini.


Aku segera menghampiri gadis itu, setelah dekat betapa terkejutnya aku. Gadis itu sangat mirip dengan mama sewaktu beliau masih muda, dia seperti duplicatnya mama. Gadis itu terlihat melongok ke kiri dan ke kanan.


Aku memperhatikan wajah itu sejenak, tidak percaya dengan pandangan mataku. Setelah beberapa lama, aku kemudian memutuskan untuk mendekatinya.


"mau kemana dik?" Aku memulai percakapan tapi dia hanya diam tidak mengacuhkanku.


Aku melemparkan senyuman kepadanya dan seketika aku memiliki ide untuk mendekatinya.


"mau pesan ojek dik, mari saya antar." aku menawarkan jasa ojek online padanya.


"iya mas, tapi saya tidak memiliki aplikasinya." Dia mulai menjawab pertanyaanku setelah memperhatikanku sejenak.


Aku terus memperhatikannya dengan senyuman terkembang di bibirku, aku berusaha bersikap seramah dan semanis mungkin kepadanya.

__ADS_1


Setelah berbincang sebentar, dia akhirnya mau menerima tawaran dariku. Aku mengantarkan dia ke tempat di tuju, rupanya dia akan ke rumah makan padang.


Setelah sampai, dia memberikan uang sebagai biaya sewa. Aku menerimanya karena tidak ingin dia curiga, aku penasaran sekali kenapa dia memiliki wajah yang mirip dengan mama.


Setelah dia masuk ke rumah makan, aku memutuskan untuk menunggu. Aku tidak ingin dia lepas dari pandanganku, aku bertekad akan mengamati dan mencari tahu tentang dia.


Aku berpikir keras dan rasa penasaran itu bertambah besar. Aku merasa ada kaitannya antara dia dan mama.


'apa dia Rianti? Aku bermonolog sendiru, seketika harapan baru tumbuh bertunas di hatiku.


Aku merasa pencarianku mulai menemukan titik terangnya. Tidak mungkin ini satu kebetulan, aku harus mendapatkan informasi tentangnya sebanyak dan secepat mungkin. Aku tidak akan melewatkan kesempatan sekecil apapun untuk bertemu dengan adik kandungku.


Setelah sekian lama menunggu, akhirnya aku melihat gadis itu keluar dari rumah makan padang dengan wajah yang terlihat bahagia. Aku kembali menghampiri dan menawarkan jasa ojek kepadanya.


Aku sangat senang karena dia menerima tawaranku, ternyata dia sangat menyenangkan. Semenjak malam itu, aku selalu menggunakan setiap kesempatan untuk bisa bertemu denganny lagi.


Tidak mungkin semua keyakinan dalam hati ini salah, aku meminta bantuan beberapa orang suruhan untuk mencari informasi tentang gadis itu. Ternyata, dia sudah memiliki seorang suami yang bernama Ringgo.


Dari orang-orang suruhan yang aku tugaskan, aku mendapatkan informasi yang sangat mencengangkan. Ternyata, Ringgo merupakan seorang manager yang sudah hampir dua tahun bekerja di perusahaanku.


Informasi lain yang aku dapatkan tidak kalah mencengangkan, Ringgo yang notabene suami Rianti tengah dekat dengan seorang wanita yang juga bekerja sebagai karyawan di perusahaanku.


'aku akan memecat mereka jika terbukti mereka pasangan selingkuh, karena aku tidak suka sama sekali pada orang-orang yang tidak setia.' Aku membatin, geram sekali mendengarnya.


Waktu berlalu, aku semakin dekat dan akrab dengan Rianti. Aku semakin merasakan adanya kedekatan, seakan ada ikatan antara aku dan dia. Perlahan tapi pasti, aku mulai merasa sayang pada gadis cantik itu.

__ADS_1


Setelah semakin akrab, aku mulai mencari tahu sendiri semua informasi yang berkaitan dengannya. Aku terperengah dan begitu salut dengan kepribadian gadis yang aku sinyalir adik kandungku itu.


Dia cantik dan baik, tapi yang tak kalah hebatnya dia begitu tegar dan mandiri. Selama, aku bersamanya belum pernah sekalipun, aku melihatnya menangis. Benar-benar gadis yang kuat dan hebat.


Suatu hari, aku mendengar Rianti akan menggugat cerai Ringgo suaminya. Rianti rupanya sudah mengetahui kelakuan busuk suaminya itu. Aku semakin merasa kagum pada gadis itu, dia masih bisa tersenyum saat badai besar datang menerpa hidupnya.


Dia bagai batu karang, kokoh walau di terpa ombak. Aku merasa bangga melihat kepribadiannya, walau begitu aku akan membantunya sekuat tenaga. Aku tidak akan membiarkannya lama-lama larut dalam kehancuran.


Aku mendampingi dia di setiap proses gugatan cerai yang dia layangkan di pengadilan agama. Tidak menunggu lama, hakim mengabulkan permohonan Rianti karena semua bukti yang dimilikinya sangatlah lengkap.


Rianti begitu hebat, dia mempunyai bukti yang komplit. Dia mampu memberikan dan mengemukakan fakta yang tak terbantahkan, hingga Ringgo tidak berkutik selama sidang berlangsung. Hingga hanya beberapa kali persidangan, hakim langsung mengabulkan permohonan gugat cerai yang di ajukannya.


Setelah sidang putusan pengadilan, aku segera mengajak Rianti pulang. Aku bergegas berjalan dengan memperpanjang langkahku. aku sengaja melakukannya, agar dia tidak terlalu lama berhadapan dengan laki-laki yang baru saja menjadi mantan suaminya itu.


Tak disangka, laki-laki tidak tahu diri itu malah mengejar dan mendekati Rianti. Aku merasa darahku seakan mendidih, saat melihatnya masih mengganggu Rianti.


Aku merasa tidak rela dia mendekati Rianti lagi, karena dia itu hanyalah manusia busuk yang tidak pantas hidup bersama wanita baik-baik seperti Rianti.


Aku memang tidak pernah menyarankan apalagi menyuruh Rianti untuk menggugat cerai suami bejatnya itu karena aku takut menanggung dosa. Tapi setelah perceraian ini, aku tidak akan membiarkan laki-laki brengsek itu berusaha kembali pada Rianti.


Aku akan berusaha melindungi Rianti, aku tidak akan membiarkan satu orangpun menyakitinya. Sekarang status mereka hanyalah mantan, jadi tidak ada salahnya aku menjauhkan mereka berdua.


Aku kembali menghampiri Ranti yang tengah berbicara dengan dengan Ringgo, mantan suaminnya. Aku meminta Rianti agar segera naik ke dalam mobil, setelah Rianti pergi, aku langsung membisikkan kata-kata ancaman pada mantan suaminya itu.


"pak Ringgo, saya harap anda menjauhi Rianti. Saya tidak segan-segan menghancurkan anda kalau anda masih saja mengganggunya." Aku membisikkan kata-kata ancaman pada mantan suami itu, sekarang dia tidak lebih dari sekedar seorang pecundang di mataku sekarang.

__ADS_1


Aku berlalu pergi meninggalkan tempat itu, tidak peduli apa yang dipikirkannya saat ini. Dia tidak pantas lagi hidup bersama Rianti, aku tidak akan membiarkan Rianti menderita lagi.


Aku meninggalkan pengadilan agama, Rianti dalam perlindungan dan pengawasanku sekarang. Aku pastikan dia akan mendapatkan kebahagian dan tidak satu orangpun yang bisa menyakitinya lagi.


__ADS_2